Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

Mari Kirimkan Tulisan Anda! sticky icon

Shalom,

Redaksi mengajak para pengunjung untuk mengirimkan hasil tulisan Anda berwujud artikel, cerita, tip, dan sebagainya.

Caranya mudah, klik saja http://artikel.sabda.org/form_kirim_tulisan dan ikuti prosedur selanjutnya. Artikel kiriman Anda harus bernafaskan Kristiani. Mohon kesabaran Anda karena hasil tulisan masih menunggu moderasi dari redaksi untuk kemudian ditampilkan di situs e-Artikel. Redaksi juga mengucapkan terima kasih untuk para pengunjung yang telah bersedia menuangkan hasil tulisannya pada situs kami. Semoga tulisan yang kita buat dapat menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati. 

Syndicate content

PERIBADATAN YANG BENAR

Siapa yang anda sembah? Ambisi Setan untuk disembah terungkap ketika dia mencobai Yesus. Setelah gagal dengan dua usaha sebelumnya, iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi untuk memperlihatkan seluruh kerajaan di dunia ini dengan segala kemegahannya (Mat. 4:8). Lalu dia berkata kepada Yesus, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku" (ay. 9). Setan mau menggoda Yesus dengan kekuasaan dan harta dunia oleh sebab dia tahu bahwa ketika hidup di dunia Anak Allah itu sedang mengenakan sifat kemanusiaan-Nya, sebab kalau tidak Setan akan terlalu bodoh dan konyol mau menawarkan kepada Penguasa alam semesta itu bumi yang kecil ini sebagai imbalan untuk menyembahnya. Dalam kemanusiaan-Nya Yesus dengan tegas berkata kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay. 10).

Perpuluhan

Oleh: Satura

 

Ketika Gereja-gereja aliran Neo Pentakosta atau Kharismatik semakin menggurita, ada salah satu fenomena yang menggelitik pribadi saya sebagai orang terlibat dalam dunia pelayanan gerejawi, yaitu soal Perpuluhan atau Persepuluhan.

Perpuluhan menjadi sebuah bagian dari kehidupan "ber-Tuhan" orang-orang Kristen saat ini, bahkan gereja-gereja aliran mainstream yang sebelumnya tidak menggunakan "konsep" Perpuluhan dalam gerejanya, mulai ikut-ikutan mengadopsi persembahan Perpuluhan dalam kegiatan kerohanian mereka. Kalau istilah saya, mulai mengikuti trend yang ada. Hehehehehee..

Mentalitas Kerajaan

oleh: Pdt Yahya Mulyono, MA

Hidup yang sudah ditebus oleh darah Kristus dengan lunas dibayar, maka sepatutnya hidup ini mau dibentuk untuk memiliki mentalitas kerajaan. Sebab saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Raja maka kita disebut sebagai orang yang merdeka dan berhak mewarisi janji-janji Bapa. Karena itu sebagai ahli waris kerajaan Allah, seharusnya kita memiliki mentalitas kerajaan (Roma 8:14-17).

Baik dan Buruk

Oleh: Sefnat Hontong


Saudara-saudara, pasti masih ingat inisial JK, alias Jusup Kala, seorang mantan wakil presiden RI periode pertama SBY. Dia sering berkata, setiap orang selalu ingin pekerjaannya baik, rencana hidupnya berjalan baik, hubungannya dengan orang lain terjalin baik, rumahnya tetap baik, pendapatannya baik, pacarnya baik, orang tuanya baik, anaknya baik, dll baik-baik saja.

Stroke Jasmani dan Rohani

Oleh : Yon Maryono

Ketika bangun tidur, pergelangan tanganku terasa lemas. Yang timbul dalam pikiran, tidur tertindih sehingga cenderung di abaikan dan hanya dikibas-kibaskan saat olahraga. Jam merambat seiring dengan rasa lemas yang ikut merambat disebelah kiri pergelangan yang ternyata Stroke.

Samurai

Oleh: Rudy tan

Apa yang terbersit dalam pikiran kita saat membaca kalimat "samurai" atau mendengar kata samurai, tentunya yang terpikir adalah kekerasan dan kekerasan, atau kemisteriusan suatu pergerakan organisasi atau perorangan dengan kemampuan yang sangat mumpuni dalam segala bidang.

Syndicate content