Skip to main content

Pembelaan Bahwa Yesus Bisa Membaca dan Menulis

Oleh: Samuel T. Gunawan, M.Th


“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Lukas 2:52)


PROLOG

Pertanyaan yang ditujukan kepada Kekristen itu sering kali sederhana, tetapi jawabannya tidaklah sesederhana pertanyaan tersebut. Satu dari banyak pertanyaan itu adalah “apakah Yesus bisa membaca dan menulis?”. Terhadap pertanyaan ini orang Kristen dituntut untuk memberikan penjelasan yang cerdas, rasional, dan bukti-bukti yang valid, serta sesuai dengan Kitab Suci.

Ajaran Alkitabiah Tentang Neraka (Biblical Doctrine About Hell)

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

“Bagaimana mungkin Tuhan penuh kasih mengirim seseorang ke neraka? Jika Tuhan itu baik, bagaimana mungkin Dia bisa begitu kejamnya menyiksa manusia di neraka? Bagaimana mungkin Tuhan yang kasih dan baik itu membuat neraka yang mengerikan itu? Tuhan tidak adil apabila menghukum dosa yang sementara itu dengan hukuman kekal?” Inilah empat pertanyaan dari banyak pertanyaan yang telah mengusik banyak orang untuk memberi tanggapan." - Samuel T. Gunawan -

Mengalami Salib

Oleh: Sunanto

I Kor 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

Kadang saya bingung juga bila ditanya saya ini orang kristen yang berasal dari aliran apa ? Ketika masih kecil dulu saya pernah ikut sekolah minggu di sebuah gereja injili tetapi bersekolah di sekolah kristen yang beraliran pentokosta. Ibu saya yang bukan kristen selalu menasehati “ kamu boleh jadi orang kristen namun jangan jadi fanatik apalagi sampai nangis-nangis segala”.

Empat Jangan

Penulis : Eka Darmaputera

Memang benar! Di dunia ini nyaris semua kenyataan itu berwajah ganda. Maksud saya, tidak dalam segala hal "orang baik" itu "baik" selalu. Dan tidak semua yang dilakukan "orang jahat" itu "jahat" melulu. Tapi bercampur, bagai buku kopi "three in one". Dalam kaitan ini, sikap Yesus layak kita teladani. Di satu pihak, Ia tak segan-segan menelanjangi habis-habisan kemunafikan para pemimpin agama di zaman-Nya. Namun demikian dengan besar hati Ia tak segan- segan secara terbuka mengakui yang "positif" pada mereka.