Oleh:Sunanto
Dalam salah satu bukunya, Anne Graham Lotz, putri dari Billy Graham menceritakan pengalamannya ketika mengalami krisis dalam pernikahannya. Setelah sepuluh tahun menikah, Anne mulai merasakan kasihnya terhadap suaminya mulai memudar. Dalam kepanikan dan merasa terjebak dalam pernikahan yang tanpa kasih, dia memohon pertolongan kepada Tuhan untuk bisa menyelamatkan pernikahannya. Setelah berdoa selama berbulan-bulan memohon pertolongan Tuhan, akhirnya Tuhan memberikan petunjuk kepadanya agar ia bisa memperbaiki hubungan dengan suaminya. Petunjuk yang Tuhan memberikan sama sekali diluar dugaannya.
Oleh: Michael
Sebuah kapal laut akan terus berputar-putar di tengah laut jika tidak ada tujuannya. Dan ia akan menjadi kapal yang berguna jika kapal tersebut ada tujuannya, entah ia akan ke pulau Kalimantan, Sulawesi atau menuju pulau Jawa. Dan bagaimana kapal tersebut dapat memiliki tujuan, maka dalam kapal tersebut harus ada yang mengendalikannya. Atau yang biasa kita kenal dengan seorang awak kapal atau kapten kapal.
Oleh: Herlianto
Belum lama ini ada polemik menarik dan panjang di sebuah milis tentang 'Apakah Yesus Disalib atau Tidak?', yang dilakukan seorang penganut 'Jesus Seminar' dan beberapa pemilis Muslim. Argumentasi sarat disertai fakta-fakta 'sejarah' dan kutipan artikel berbobot, yang pertama mempertahankan bahwa Yesus disalib dan yang kedua mempertahankan bahwa Yesus tidak disalib! Tidak ada konsensus dalam polemik itu dan masing-masing akhirnya kembali kepada 'iman' dan 'pendapat' masing-masing.
Hukum ke-5:Perintah Yang Tidak Dapat Dituruti oleh Sebagian Orang. “Hormatilah ayahmu dan ibumu….” (Keluaran 20:12) Banyak yang merasa sulit untuk menuruti hukum kelima yang luar biasa dari Sepuluh Hukum. Bagi mereka sama halnya dengan Tuhan meminta mereka untuk melompat ke bulan.
Oleh: Sunanto
Yoh 13:14-15 “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”
Oleh: Bagus Pramono
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kejadian 3:12-13).
Penulis: Tozer, A.W.
Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5).
Di dalam dunia manusia, kita tidak mendapati sesuatu pun yang mendekati kebajikan-kebajikan yang dibicarakan oleh Yesus dalam kata-kata pembukaan Khotbah di Bukit yang terkenal itu. Sebagai pengganti 'miskin di hadapan Allah', kita justru mendapati kesombongan yang tinggi; bukan orang yang berduka cita, tetapi para pemburu kesenangan; bukannya kelemahlembutan, malah arogansi; bukan orang yang lapar akan kebenaran, kita malah mendengar orang-orang berkata, "Aku kaya raya dengan harta yang bertambah dan tidak membutuhkan apa-apa lagi"; sebagai ganti belas kasihan, kita mendapati kekejaman; bukannya kesucian hati, melainkan imaginasi-imaginasi yang jahat; bukannya pembawa damai, kita justru mendapati manusia yang bertikai dan saling membenci; bukan bersukacita ketika dizalimi, mereka segera membalas dengan semua senjata yang mereka miliki.