Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

Mari Kirimkan Tulisan Anda! sticky icon

Shalom,

Redaksi mengajak para pengunjung untuk mengirimkan hasil tulisan Anda berwujud artikel, cerita, tip, dan sebagainya.

Caranya mudah, klik saja http://artikel.sabda.org/form_kirim_tulisan dan ikuti prosedur selanjutnya. Artikel kiriman Anda harus bernafaskan Kristiani. Mohon kesabaran Anda karena hasil tulisan masih menunggu moderasi dari redaksi untuk kemudian ditampilkan di situs e-Artikel. Redaksi juga mengucapkan terima kasih untuk para pengunjung yang telah bersedia menuangkan hasil tulisannya pada situs kami. Semoga tulisan yang kita buat dapat menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati. 

Syndicate content

Kesempatan

Oleh: ev. Sudiana

Dalam kehidupan ini kita tahu bahwa kita di selamatkan oleh kasih karunia Tuhan Yesus, bukan karena hebat dan gagahnya kita, semata-mata pemberian Tuhan. Efesus 2:8

Kebaikan kita tidak dapat ditukarkan dengan keselamatan.

Anda Kristen?

Oleh: Hendry

Anda Kristen? Anda bergereja? Anda mencintai Tuhan? Tahukah anda seharusnya kalau kita menjawab semua pertanyaan di atas dengan kata “iya”, seharusnya kita menjadi Kristen yang radikal. Namun kenyataannya kita tidak seperti itu bukan? kehidupan kita biasa-biasa saja dengan suatu kekristenan, bahkan kita cenderung lebih tertarik membahas hal tentang politik, berita, gosip, dan semua tentang dunia ini daripada hal tentang Tuhan.

Berani Karena Benar Dalam Persepsi Alkitab

Oleh : Yon Maryono
Kita sering mendengar ungkapan “Berani karena benar” ini, bahkan sebagai nasehat penting dalam kehidupan. Dalam bahasa jawa dikenal Nglurug tanpo bolo, menang tanpa ngasorake. Sebuah ungkapan filosofi jawa yang dalam terjemahan harfiah bahasa Indonesia, adalah : Mendatangi lawan tanpa bantuan, menang tanpa menghinakan (lawan). Maknanya, berani menghadapi siapapun, permasalahan apapun tanpa mengharapkan bala bantuan dari orang lain, dan menempuh kemenangan dengan cara elegan, tanpa harus mempermalukan lawan yang dikalahkan. Sifat berani yang dimaksud dalam konteks ini ialah sebuah karakter orang yang berjiwa besar karena perkataan dan tindakannya menegakkan dan mempertahankan kebenaran tanpa rasa takut mengahapi maut atau kematian sekalipun.

Memotong Siklus Balas dendam

Oleh : Yon Maryono

Hampir berita dunia khususnya  diwilayah Timur Tengah akhir-akhir  ini
diwarnai dengan kekerasan. Seorang remaja Arab di Yerusalem dilaporkan
menjadi  korban pembunuhan  yang dilakukan  oleh tiga  pemuda Israel.
Diperkirakan   kejadian   ini  menjadi   bentuk   balas  dendam   atas
meninggalnya  tiga  remaja  Israel  yang  sebelumnya  diculik.  Berita
selanjutnya, serangan  roket baik  dari Gaza  dan dari  Israel semakin
sering dilakukan  menyusul adanya  pembunuhan tiga  remaja Israel  dan
remaja Arab tersebut.

Mengenal Diri

Oleh: Daniel Yosafat

Apa  yang  terlintas  di dalam  benak  Saudara  ketika mendengar  kata
empowering? Bisa jadi yang terlintas adalah Saudara sedang  menguatkan
orang lain dan  membantu mereka untuk  mencapai potensi mereka.  Namun
sebelum hal itu terjadi kita harus memahami dasar dari  meng-empowered
orang lain. Sesungguhnya yang terjadi adalah sebelum kita mengenal dan
menerima diri kita sendiri, kita  tidak akan pernah merasa secure  dan
akibatnya kita juga tidak akan pernah dapat meng-empowered orang  lain
dengan maksimal. Hubungan kita dengan orang lain akan selalu  dipenuhi
oleh motif-motif tertentu yang membuat kita tidak bebas untuk  melihat
orang lain apa adanya dan  mengasihi mereka. Oleh karena itu,  sebelum
kita  mulai  membahas  untuk  meng-empowered  orang  lain,  kita harus
belajar untuk mengenal diri kita terlebih dahulu.

Apakah Yesus Mengijinkan Perceraian? Sebuah Kajian Teologis Eksegetis Matius 19:3-12

Khotbah Ibadah Raya GBAP Bintang Fajar Palangka Raya
Pdt. Samuel T. Gunawan, SE., M.Th

Teolog Protestan Kharismatik, Pendeta  di GBAP Bintang Fajar  Palangka
Raya;  Dosen  Filsafat-Apologetika  Kharismatik  di  STT  AIMI,  Solo.
Mendapat  gelar  S.E. dari  Universitas  Negeri Palangkaraya  (UNPAR),
gelar M.Th. (Christian Leadership) & gelar M.Th. (Systematic Theology)
dari STT Trinity

Syndicate content