Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

Mari Kirimkan Tulisan Anda! sticky icon

Shalom,

Redaksi mengajak para pengunjung untuk mengirimkan hasil tulisan Anda berwujud artikel, cerita, tip, dan sebagainya.

Caranya mudah, klik saja http://artikel.sabda.org/form_kirim_tulisan dan ikuti prosedur selanjutnya. Artikel kiriman Anda harus bernafaskan Kristiani. Mohon kesabaran Anda karena hasil tulisan masih menunggu moderasi dari redaksi untuk kemudian ditampilkan di situs e-Artikel. Redaksi juga mengucapkan terima kasih untuk para pengunjung yang telah bersedia menuangkan hasil tulisannya pada situs kami. Semoga tulisan yang kita buat dapat menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati. 

Syndicate content

Paskah

Oleh: Hendry Kornelius

Kematian Yesus seharusnya membuat setiap orang gemetar untuk hidup di bawah anugerah kekal Allah.

Moment paskah ini seharusnya tidak terlewatkan begitu saja.

Seharusnya malam ini adalah moment terpenting dari hidup. Setiap orang seharusnya merenungkan dengan serius betapa dahsyatnya Yesus menanggung dosa saya dan anda.

Landasan Teologis Dan Perilaku Etis Bisnis

Seri Ekonomi:
Landasan Teologis Dan Perilaku Etis Bisnis Kristen
Oleh: Samuel T. Gunawan, SE., M.Th

Bisnis adalah suatu usaha atau serangkaian usaha yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang maupun suatu organisasi dengan menawarkan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan (laba). Dengan demikian, bisnis apa pun, termasuk bisnis yang dijalankan oleh seorang Kristen haruslah mampu mendatangkan laba (keuntungan) agar usahanya dapat langgeng. Tidak ada larangan bagi orang Kristen untuk mendapatkan keuntungan dalam berbisnis. Namun, ada peringatan yang tegas dari Alkitab terhadap keuntungan gelap yang di dapat dari ketidakjujuran dan pengambilan hak orang lain.

Larangan Suap Menurut Pandangan Alkitab

Oleh: Samuel T. Gunawan

Larangan Suap Menurut Pandangan Alkitab

Keluaran 23:8 "Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar"

PENDAHULUAN
Suap adalah suatu usaha atau tindakan yang dilakukan pihak tertentu melalui cara-cara yang tidak benar untuk mencapai tujuan-tujuan yang dianggap lebih menguntungkan atau memudahkan. Suap sifatnya selalu "menguntungkan’ pihak tertentu tetapi merugikan kepentingan orang lain. Suap disebut dengan istilah "sogok" atau "uang pelicin". Namun, suap tidak terbatas hanya pada uang, tetapi dapat berbentuk mobil, tanah, perhiasan, rumah, makanan dan minuman, emas, batu mulia, saham, dan lain sebagainya.

Just My Note=Peepesan Kosong

Oleh: Samuel

Banyak orang beranggapan intensitas orang yang beribadah atau datang ke gereja lebih sering maka kehidupan rohaninya itu sudah baik, dan menjadikan itu sebagai tolak ukur, namun faktanya banyak orang yang justru intensitas ibadahnya lebih sering pun tidak sertamerta menjamin orang itu hidup kudus, bahkan sering kali kita temukan orang-orang yang notabennya sebagai pelayan-pelayan TUHAN pun kehidupan sehari-harinya tidak merepresentasikan anak-anak ALLAH... . Mereka pun melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan ALLAH, seringkali itu terjadi, memang saya juga tak menampik bahwa orang-orang yang jarang ke gereja akan lebih baik bahkan mungkin lebih rentan ke arah yang tidak benar, tapi tidak semua begitu juga.

Siapkah Anda Disembuhkan Dan Dipulihkan

Oleh: lukas edi S
Dalam lukas 5:12-14 berisi tentang bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.

Ayat 12: "Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Kebahagiaan

Oleh: ev.sudiana
Mengapa Kita Tidak Begitu Bahagia?
Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama:
"Mengapa kita begitu tidak bahagia?"

Syndicate content