Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereAlkitab

Alkitab


Allah Orang Kristen (Ajaran Tentang Allah Trinitas dalam Alkitab)

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

Siapakah Allah orang Kristen? Apakah Ia sama dengan Allah yang dikenali dan disembah agama-agama lain? Pertanyaan ini benar-benar sensitif! Orang Kristen mengklaim bahwa Allah Trinitarian adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar, klaim ini bukan suatu bentuk arogansi rohani, tetapi lebih merupakan manifestasi dari iman yang lahir dari ajaran Alkitab.

Allah Trinitas adalah sebuah doktrin yang mendasar bagi iman Kristen; Kepercayaan atau ketidakpercayaan pada Trinitas menandai Kekristenan sejati atau bukan. Namun demikian penalaran manusia tidak dapat memahami Trinitas, demikian pula logika tidak dapat menjelaskannya. Meskipun kata “Trinitas” tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi doktrin itu secara gamblang diajarkan di Alkitab. Sejarah meneguhkan kebenaran ajaran Trinitas ini, sekalipun sejak abad gereja mula-mula telah timbul ajaran yang berusaha untuk menentang ajaran Trinitas ini.

Mengapa Kita Percaya Bahwa Alkitab Adalah Firman Allah?

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

Alkitab adalah wahyu Allah kepada manusia yang berisi pernyataan-penyataan tentang Allah dalam relasinya dengan manusia. Atas dasar apakah kita dapat mempercayai bahwa Alkitab adalah firman Allah yang hidup yang menjadi standar moral dan kelakuan orang Kristen ? berikut ini sepuluh alasan yang menunjukkan bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah.

1. Wahyu Ilahi. Para teologi pada umumnya membagi wahyu Allah menjadi dua, yaitu wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu umum adalah pernyataan Allah yang memungkinkan manusia mengetahui bahwa Allah itu ada (exist) melalui alam semesta dan ciptaanNya. Wahyu khusus yaitu pernyataan Allah atas dirinya sendiri kepada manusia. Maksudnya Allah yang dari sorga itu memperkenalkan dirinya sendiri kepada manusia. Ada dua wahyu khusus yang diberikan oleh Allah agar manusia bisa mengenalnya dengan benar. Pertama, melalui pribadi Yesus Kristus yang inkarnasi ke dunia ini (Yohanes 1:1-3, 14,18; 14:7-11; 17:3). Kedua, melalui Alkitab (Firman Allah yang tertulis) kita dapat mengenal Allah dengan benar, karena Dia memperkenalkan diriNya melalui firmanNya yang bisa dimengerti oleh manusia.

Ajaran Alkitabiah Tentang Neraka (Biblical Doctrine About Hell)

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

“Bagaimana mungkin Tuhan penuh kasih mengirim seseorang ke neraka? Jika Tuhan itu baik, bagaimana mungkin Dia bisa begitu kejamnya menyiksa manusia di neraka? Bagaimana mungkin Tuhan yang kasih dan baik itu membuat neraka yang mengerikan itu? Tuhan tidak adil apabila menghukum dosa yang sementara itu dengan hukuman kekal?” Inilah empat pertanyaan dari banyak pertanyaan yang telah mengusik banyak orang untuk memberi tanggapan." - Samuel T. Gunawan -

Dogmatika

Oleh: Julita Septanius

Pendahuluan

Alkitab adalah buku yang paling banyak dibaca sepanjang waktu. Ia telah diterjemahkan ke dalam tiap-tiap bahasa yang dikenal. Alkitab mempunyai daya tarik yang sama kuat, baik bagi ahli-ahli fisika nuklir maupun orang-orang yang paling sederhana. Namun, kendati popularitasnya begitu hebat, Alkitab juga merupakan buku yang paling banyak diserang diantara segala buku yang pernah ditulis.

Dalam abad ke-20, kritik terhadap Alkitab tidak saja timbul dari luar agama Kristen, melainkan juga dari dalamnya sendiri. Sekarang ini banyak pemikir digaji untuk menjadi pendeta dan guru sekolah tinggi, yang menggunakan banyak waktu mereka untuk menulis dan menerbitkan karangan-karangannya yang mendeskeditkan Alkitab. Mereka berkata bahwa Alkitab hanyalah merupakan suatu koleksi cerita dan ketakhyulan yang “memuat” ajaran Tuhan.

Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan

Penulis : Herlianto

Bila dalam beberapa puluh tahun umat Kristen semua aliran di Indonesia menggunakan Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang juga diakui oleh gereja Roma Katolik, dalam lima tahun terakhir ini di Indonesia terbit tiga versi Kitab Suci baru dalam bahasa Indonesia, yaitu: (1) 'Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru' (KS-TDB) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa (1999); (2) 'Kitab Suci Taurat dan Injil' (KS-2000) yang diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah (2000); dan (3) 'Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan' (KS-UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh (2002). Ketiganya ingin mengembalikan nama Yehuwa/Yahwe/Yahweh dalam Kitab Suci, nama Tuhan yang dianggap harus dimuliakan dan tidak boleh diterjemahkan.

Cinderella dan Alkitab

Sumber: Imelda Seloadji

Seorang wanita feminis yang menentang budaya patriarkat pernah mengkritik Alkitab yang menurutnya masih bersifat patriarkal.

Ya, tokoh-tokoh di dalam Alkitab memang lebih banyak kaum pria dibanding wanita, dan Abraham, Ishak, Yakub sering dikenal sebagai "para bapak atau "the patriachs". Lalu apakah memang Allah membedakan laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki ditempatkan pada derajat lebih tinggi? Tentu saja tidak, karena Alkitab mengatakan bahwa perempuan diciptakan Allah sepadan dengan laki-laki (Kejadian 2:18). Juga Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus, tidak ada pembedaan laki-laki dan perempuan (Galatia 3:28).

Keluarga dan Alkitab

Sumber : Gema Sion Ministry

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus" [ II Timotius 3:15 ].

Gelar Yesus Kristus dalam Tulisan Yohanes

Penulis : Yohannes

Dalam Injil Yohanes, pola penggunaan gelar itu sama dengan pola dalam Injil-injil lainnya. Kitab-kitab Injil menceritakan kegiatan manusia Yesus, dan bentuk gabungan Yesus Kristus hanya muncul dua kali bila totalitas makna Yesus dilihat dari sudut pandang sesudah kebangkitan. Walaupun istilah "Tuhan" berulang kali dipakai untuk menyapa Yesus, tapi dalam cerita jarang digunakan untuk memaksudkan Yesus sampai sesudah kebangkitan, yang menetapkan kedudukan Yesus yang baru. Tapi penting diperhatikan bahwa Yesus sendiri menunjukkan kedudukan-Nya sebagai "Tuhan" yang memberi perintah kepada hamba-hamba-Nya, walaupun murid-murid-Nya Dia pandang lebih sebagai sahabat-Nya ketimbang hamba-Nya.

Alkitab

Artikel-artikel tentang Alkitab, sejarah Alkitab, versi Alkitab, studi Alkitab dll

Nama Yahweh

Penulis : Herlianto

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN (Yahweh). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Keluaran 6:1-2)

Tinggalkan Komentar