Alkitab

Yesus Kristus adalah Allah

Penulis : Josh McDowell & Bart Larson

JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel. Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya. Jika kita berpendapat bahwa apa yang disebut kebenaran tidaklah bersifat relatif, maka tidak mungkin jawaban mereka semua benar. Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa Allah itu suatu Pribadi dan yang lain mengatakan bahwa Allah bukan suatu Pribadi, maka pastilah seorang dari mereka salah. Siapakah yang dapat mengatakan dengan pasti, seperti apakah Allah? Satu-satunya yang dapat mengatakan dengan pasti adalah Allah sendiri. Baca selengkapnya ... about Yesus Kristus adalah Allah

Kitab Suci Torat dan Injil

Penulis : Herlianto

Kitab Suci Torat dan Injil atau Kitab Suci 2000 (sebut saja KS2000) diterbitkan oleh Eliezer (Suradi) ben Abraham dengan organisasi Bet Yesua Hamasiah. KS2000 adalah puncak dari seri 5 traktat (yang kemudian disatukan) berjudul Siapakah Yang Bernama Allah Itu? (sebut saja SYBAI), yang diterbitkan sebelumnya yang pada prinsipnya beranggapan bahwa nama Yahweh dan Eloim tidak boleh diubah dan diterjemahkan, dan penggunaan nama Allah yang dianggap nama dewa-berhala Arab itu sebagai penghujatan. Baca selengkapnya ... about Kitab Suci Torat dan Injil

Doktrin Sola Scriptura

Penulis : Yohanes Adrie Hartopo

PENDAHULUAN

"Unless I am convinced by Sacred Scriptura or by evident reason, I will not recant. My consience is held captive by the Word of God and to act against conscience is neither right nor safe." Kata-kata ini diucapkan oleh Martin Luther pada 18 April 1521 ketika ia diajukan pada sidang kekaisaran di kota Worms di hadapan kaisar Charles V yang menjadi penguasa Jerman (dan beberapa bagian Eropa lainnya) pada saat itu, serta di hadapan para pemimpin gerejawi. Luther dipanggil ke kota ini dengan tujuan supaya ia menarik kembali perkataan dan pengajarannya. Ia diminta mengaku salah di depan publik untuk apa yang ia tuliskan dan ajarkan tentang Injil, keselamatan melalui iman, dan hakikat gereja. Tetapi ia tidak bersedia melakukannya.1 Baca selengkapnya ... about Doktrin Sola Scriptura

Sejarah Bait Suci dalam Alkitab

Sumber: Milis Sahabat Kristen Manusia, sejak kejatuhan Adam dan Hawa, adalah mahluk fana yang tunduk pada tabiat dosa. Adam dan Hawa di usir dari taman Eden dan mulai beranak cucu. keturunan mereka pun tidak terlepas dari pengaruh dosa, sehingga semakin menjauhi Allah yang Maha Kudus (dosa = najis, tidak kudus). Itulah yang disebut sebagai dosa warisan. Semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) Namun Allah mengasihi manusia, dan memiliki rencana untuk menyelamatkan manusia dari jerat iblis, yaitu dosa dan maut. Allah berbicara kepada seseorang bernama Abram, mengubah namanya menjadi Abraham dan mengadakan perjanjian, bahwa keturunannya akan menjadi bangsa besar, dan mereka akan menjadi umat Allah yang benar (Kej 17:1- 27). Perjanjian Allah juga diadakan kepada keturunan Abraham, yaitu Ishak (Kej 26:2-5) lalu berlanjut pada Yakub yang diubah namanya oleh Allah menjadi Israel (Kej 35:10-12) yang berarti pangeran Allah. Allah adalah Raja dari kerajaan Sorga, dan Israel adalah anak- anakNya. Oleh karena itu, Allah yang benar disebut sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub, atau disebut juga sebagai Allah Israel. Baca selengkapnya ... about Sejarah Bait Suci dalam Alkitab

Kanon Perjanjian Baru (PB)

Sumber: http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg01711.html

Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, belum sebuah kitab pun ditulis mengenai diri dan ajaran-Nya, karena belum dirasa perlu para saksi mata utama masih hidup. Jadi Injil masih dalam bentuk verbal, lisan; dari mulut ke mulut, oleh para rasul. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah para saksi mata dan para rasul berkurang, dan semakin banyak ancaman pemberitaan ajaran-ajaran sesat. Pada masa itu banyak ditemukan tulisan-tulisan yang bercorak rohani, yang sebenarnya bukan Firman Allah. Oleh karena itu gereja merasakan pentingnya ditentukan kitab-kitab mana sajakah yang dapat diakui berotoritas sebagai Firman Allah. Kemudian para rasul mulai menuliskan surat-suratnya untuk para jemaat, lalu perlahan-lahan dibuat salinan surat-surat itu untuk berbagai gereja dan salinan itu dibacakan dalam pertemuan gereja (Kolose 4:16; 1 Tesalonika 5:7, Wahyu 1:3). Tulisan-tulisan ini diinspirasikan oleh Allah (2 Petrus 1:20-21; Wahyu 22:18; Efesus 3:5). Baca selengkapnya ... about Kanon Perjanjian Baru (PB)

Perjanjian Baru

Penulis: Herlianto Bagaimana dengan Perjanjian Baru umat Kristen, dalam bahasa apakah naskahnya ditulis? Untuk memahami hal itu ada baiknya kita melihat latar belakang bahasa yang dipergunakan di Palestina pada abad pertama dimana Perjanjian Baru ditulis. Kita sudah mengetahui bahwa sejak abad-5sM (zaman Ezra, Neh.8:9), bahasa Ibrani yang terdiri hanya huruf-huruf konsonan sudah tidak dimengerti oleh umumnya orang Yahudi, dan sebagai bahasa percakapan kemudian digantikan oleh bahasa Aram. Baca selengkapnya ... about Perjanjian Baru

Septuaginta

Penulis: Herlianto

Septuaginta adalah terjemahan Tenakh ke bahasa Yunani, namun yang perlu dipertanyakan adalah mengapa Tenakh perlu diterjemahkan? Untuk mengerti ini kita harus tahu bahwa bahasa Ibrani bukanlah bahasa yang ada sejak manusia hadir di bumi dan terus bertahan sepanjang masa. Alkitab mencatat bahwa keturunan Sem (Semitik) berasal dari Mesopotamia dan kemudian hijrah ke Kanaan dimana Abraham tinggal selama puluhan tahun disitu sampai meninggalnya dan mengikuti bahasa lokal Kanaan (Kej.12-25). Besan Abraham dan mertua Ishak, Bethuil (Kej.25:20), adalah orang Aram, termasuk Laban saudara isteri Ishak dan mertua Yakub juga orang Aram dan berbahasa Aram (Kej.31:47). Ketika keturunan Abraham tinggal di Mesir mereka berbicara bahasa Kanaan (Yes.19:18) dan kelihatannya masih tetap demikian ketika kembali ke Kanaan. Baca selengkapnya ... about Septuaginta

Gandum dan Ilalang

Dalam Perjanjian Lama kata Ibrani "malak" yang sering diterjemahkan sebagai "malaikat" kadang-kadang juga diterjemahkan sebagai "pembawa pesan" (messenger). Sama juga halnya dalam Perjanjian Baru, kata Yunani "aggelos" yang sering diterjemahkan sebagai "malaikat" kadang-kadang juga diterjemahkan sebagai "pembawa pesan". Ketika kita memperhatikan dengan teliti ayat-ayat yang menggunakan ungkapan ini, kita menemukan bahwa Tuhan bisa menggunakan ungkapan ini untuk menunjuk kepada diri-Nya sendiri, bisa menunjuk kepada malaikat dan bisa juga menunjuk kepada manusia yang mempunyai pesan untuk dikabarkan. Kita harus memperhatikan konteks dari ayatnya dengan teliti untuk menentukan terjemahan yang benar dari ungkapan ini. Misalnya di Maleakhi 3:1 dimana kita baca: Baca selengkapnya ... about Gandum dan Ilalang

Pages