Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereDoa

Doa


Waktu Tuhan Bukan Waktu Kita

Oleh: Yenti Puspita

Waktu Tuhan Bukan Waktu Kita
Saya memulai artikel ini dengan 1 ayat yang pastinya familiar bagi teman-teman.

Rohaniawan Buta (Palsu)

Oleh: Kilat Kasanang

"Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengar­nya." (Lukas 10:23-24).

Jawaban Doa

Oleh: Ev.Sudiana

Yak 5:16 doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.

Saudaraku, saya seorang ibu yang sangat suka mendoakan anak-anak saya supaya" bertobat, hidup benar di hadapan Tuhan, mencintai firman Tuhan dan melakukannya"

Karena saya tahu keterbatasan saya seorang ibu yang terbatas tidak dapat menjaga anak-anak saya selama 24 jam atau sepanjang hidup anak.
Itulah gunanya doa.

Menikmati Proses

Oleh: Jeanette

Yakobus 1:2-3 "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Ayat ini yang menjadi pedoman dan kekuatan saya ketika saya sudah mulai jenuh dan merasa tidak mampu melewati proses yang Tuhan berikan.

Perkenanan Tuhan Hanya Sejauh Doa

Oleh: Anastasia Claudya Benedicta

Semua pelayan atau konselor tahu bahwa lebih sulit melayani orang yang pernah sungguh-sungguh terjun dalam pelayanan lalu mundur ketimbang melayani orang yang belum mengenal Tuhan. Kasusnya seperti seseorang yang pernah melayani kemudian mengalami gesekan dengan teman sepelayanan lalu mengundurkan diri dan keluar.

Perlu diketahui untuk kembali lagi butuh energi minimal dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang belum mengenal Tuhan terus bertobat. Mengapa? Dalam Matius 12:43-45, Yesus berkata bahwa roh jahat tersebut membawa tujuh roh lain yang lebih jahat. Dan caranya bagaimana? Ada seorang hamba Tuhan yang bernama William Carey, seorang bapak misi, dia merintis misi di dunia modern berkata "Doa yang bersungguh-sungguh dan penuh kepercayaan adalah sumber semua kesalehan pribadi".

Akar Berani

Oleh: Sefnat A. Hontong

Suatu saat, anak saya yang kedua bertanya kepada mamanya: mama kira-kira ada ka tarada tu akar barani e... (mama kira-kira ada atau tidak akar berani itu)? Mamanya balik bertanya: ngana mo biking apa kong (kau mau buat apa dengan akar berani)? Ceh... tarada mama, kita cuma baba tanya saja (oh... tidak mama, saya cuma bertanya saja). Lalu mamanya berkata: akar berani itu ada. Dulu, orang tua-tua kalau dorang mo pi baku parang itu, dorang makang dulu tu akar barani, supaya dorang tara tako menghadapi musuh (di zaman dulu, jika orang hendak berperang, mereka selalu makan akar berani, supaya tidak merasa takut menghadapi musuh). Ceh... ada, mama??? Dimana???? (Oh ya.. ada mama? Dimana?), kata anak saya itu. Nampaknya dia mulai terposa dengan keterangan mamanya. Dalam hati, saya berkata: ini anak ingin sekali  akar ini (mengapa anak ini suka dengan akar itu). Saya lalu bilang ke mamanya, e.... ngana cek bae-bae dulu tu anak, biking apa kong dia tanya tu barang itu (ah.. periksa dulu baik-baik anak itu, mengapa dia bertanya mengenai akar berani). Ternyata setelah cek par cek (diperiksa), memang betul.... dia sangat membutuhkan akar itu, karena dia akan ujian praktek bernyanyi di sekolah. Kebetulan anak saya ini sangat sulit jika diminta menyanyikan sebuah lagu.

Doa di Dalam Nama Yesus

Oleh: Yon Maryono

Bila kita mendengar akhir sebuah doa, sering kita dengar ucapan “Di dalam nama Tuhan Yesus”. Kalimat ini, kadang ducapkan dengan sungguh-sungguh, kadang diucapkan dengan cepat. Kesannya akhir doa itu sebuah formula yang ditiru oleh generasi ke generasi. Di sisi lain, kita juga mendengar pendoa menghilangkan kalimat itu. Apapun ungkapannya, yang mengkuatirkan adalah mereka mengucapkan atau menghilangkan kalimat itu karena kurang memahami maknanya.

Dalam lingkaran organisasi sekuler, seorang pejabat, katakanlah Direktur yang menandatangani sebuah dokumen atas nama Direktur Utamanya, diartikan kekuasaan dan kewenangan Direktur itu seperti kekuasaan dan kewenangan Direktur utamanya. Dia telah dipercaya penuh, sehati dan sepikir antara pemberi kuasa dan yang dikuasakan.

Kuasa Doa

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Setiap pemimpin punya kuasa untuk berbuat sesuatu. Contohnya: seorang pemimpin punya kuasa untuk memimpin anak buahnya mengikuti kebaktian doa sebelum memulai pekerjaan dan memecat anak buahnya jika dia tidak taat pada pemimpin.

Bicara soal kuasa, percayakah kita bahwa perkataan kita mengandung kuasa? Ya benar. Kuasa untuk membangun dan untuk menjatuhkan. Contoh: ketika orang tua sering mengucapkan kata bodoh terus menerus pada anaknya, maka lama kelamaan anak itu menjadi bodoh.

Indahnya Berdoa

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Setiap kita pasti sudah tahu makna doa itu. Doa adalah bagian paling penting dari hidup orang Kristen yaitu nafas. Seperti halnya kalau kita tahan nafas 1 menit saja, kita mungkin akan sesak nafas. Dengan kata lain doa itu penting dan indah.

Seorang ayah sedang sibuk dalam pekerjaannya sebagai insinyur. Dia sibuk mendesain gambar bangunan untuk proyeknya. Sang ayah terlalu sibuk sampai lupa bahwa anaknya Andi butuh diperhatikan dan disayang.

Doa Mengubah Segala Sesuatu

Oleh: Margareth Linandi

Setiap orang di dunia pasti menginginkan adanya mujizat yang datang dari atas. Banyak contoh misalnya orang yang sakit keras dan hampir tidak bisa disembuhkan (sudah mencapai kanker stadium lanjut) selalu mengharapkan mujizat terjadi, di lain sisi, seseorang yang kondisi ekonominya hampir bangkrut berharap ada mujizat dari Tuhan dan ekonomi kembali pulih. Seseorang yang keluarganya broken home juga menginginkan adanya mujizat yang nyata dalam kehidupan keluarga.

Tinggalkan Komentar