Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereAyah

Ayah


Ayahku Membuka Mata Hatiku Tentang Hal Memaafkan

Oleh: Janni

Menurut saya, ayah adalah seorang yang jahat. Namun, di lubuk hati terdalam saya mengetahui bahwa dia melakukan yang terbaik untuk saya. Dia melarang kami, anak-anaknya, untuk berpacaran. Dia selalu memberi nasehat bahwa pacaran bisa dilakukan saat kami sudah kuliah atau sudah berkerja. Itu adalah salah satu perintah ayah yang saya langgar.

3 Februari 2006 adalah hari yang paling mengecewakan dalam hidup saya. Waktu itu, saya bersama ayah pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan, karna keesokan harinya ada acara keluarga di rumah. Waktu itu hari Sabtu, saya baru saja pulang sekolah dan sangat capek. Ayah saya menyuruh mama untuk ikut ke pasar membeli barang-barang, tapi mama urung ikut karena sedang sakit. Saya merasa kasihan kalau ayah harus ke pasar sendirian, akhirnya, saya putuskan untuk menemani ayah belanja.

Warisan yang Tuhan Haruskan

Oleh: Sion Antonius

Dua hari berturut-turut saya harus pergi ke sekolah anak kami. Undangan hari pertama untuk si sulung karena ada penjelasan tentang visi, misi, dan kurikulum dari sekolah. Undangan hari kedua untuk si bungsu, seminar mengenai "sex education". Untuk seminar mengenai "sex education" inilah saya ingin sedikit "share".

Mengapa saya ingin "share" tentang seminar ini? karena dalam seminar tentang sex untuk anak, biasanya yang dibahas adalah tentang bagaimana mendidik atau mengenalkan sex kepada anak kita. Tapi pagi hari ini (31 juli 2009) pembicara tidak membawa kita ke arah tersebut, dia beralasan pembicaraan seperti itu lebih banyak hanya membahas persoalan anatomi manusia. Pembicara seminar membawa kita melihat hal yang lain ketika kita mendidik persoalan sex pada anak kita yaitu pentingnya "kehidupan yang kudus". Lebih spesial lagi sorotan utamanya adalah untuk para ayah/suami. Jadi lebih tepat yang harusnya hadir mendengarkan seminar ini adalah para ayah, sayangnya (memang pada umunnya seperti demikian) yang hadir mayoritas adalah para ibu.

Keluarga dan Alkitab

Sumber : Gema Sion Ministry

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus" [ II Timotius 3:15 ].

Yang tak Tergantikan

Penulis : Pdt. Dr. Paul Gunadi

Di Amerika Serikat, setiap tahunnya sekitar 28% penduduknya mengalami gangguan mental, termasuk di antaranya tujuh juta anak-anak serta remaja dan 15% hingga 25% di antaranya adalah orang tua yang berusia 65 tahun ke atas. Lebih lanjut, kira-kira 30.000 orang mengakhiri hidup mereka setiap tahunnya. berita yang dipublikasikan oleh majalah Nurse Week, Vol. 13, No.12 ini sudah tentu mencengangkan kita semua dan membuat kita bertanya, apa gerangan yang membuat begitu banyak orang di sana hidup merana.

Ayahmu dan Ibumu

Penulis : Eka Darmaputera

Tahukah Anda bahwa hukum kelima dari Dasa Titah mempunyai dua versi? Yang pertama termuat dalam Keluaran 20:12, bunyinya: "Hormatilah ayahmu dan ibumu". Yang kedua tertulis dalam Imamat 19:31, bunyinya: "Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya ." Yang satu menyebut "ayah" terlebih dahulu, baru "ibu". Sementara yang lain, sebaliknya. Besar kemungkinan tidak ada perbedaan substansial yang pantas dibicarakan mengenai perbedaan tersebut. Namun, para rabi Yahudi toh tak urung menangkap juga nuansa yang-menurut mereka-cukup bermakna.

Ayah, Mengapa Engkau Marah Hari Ini?

Setiap ayah itu memiliki kelemahan, kadang kita merasa ia begitu sayang pada kita, ada canda, ada tertawa, ada suka-cita, namun kadang kita melihat ia lagi cembuut, ia lagi sedih, ia lagi marah. Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan ayah kita? Mungkin ia merasa tertekan dengan perjuangan hidupnya, usahanya mulai bermasalah, mungkin Mama lagi ngambek padanya, atau ada orang yang menyakiti hatinya? Namun , bagaimanapun keadaannya, ia tetap adalah ayah kita, pernahkah kita coba memahami keadaannya?

Bapa Sebagai Nabi

"tidak ada satupun dari firmanNya itu yang dibiarkanNya gugur. Maka tahulah seluruh Israel,bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan" [I Samuel 3:19-20].

Bapa Sebagai Imam

"UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imamKu; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu" [Hosea 4:6].

Bapa Sebagai Pendidik

"Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikanNya kepadanya" [ Kejadian 18:19 ].

Bapa Sebagai Raja

"Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan (charged / commanded) kepada Salomo, anaknya" [ I Raja-Raja 2:1 ].

Tinggalkan Komentar