Bapa Sebagai Imam

"UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imamKu; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu" [Hosea 4:6].

Dari ayat diatas, kita dapat melihat fungsi seorang Imam bagi Umat pilihan Tuhan. Seorang Imam bertanggung jawab memberi pengajaran, agar Umat Tuhan tidak binasa dan dapat mengenal Allah. Tetapi di zaman Hosea, para Imam menolak pengenalan akan Allah, dan karenanya gagal menuntun Umat Tuhan. Akibat kegagalan mereka, bukan saja Allah menolak para Imam tetapi juga melupakan anak-anak mereka.

Seorang Imam berfungsi sebagai perantara. Imam harus menghadap Allah demi kepentingan Umat, dan ia harus mengajar Umat demi kepentingan Allah. Fungsi perantara seperti ini sangat penting, karena jika gagal maka yang terkena akibatnya bukan hanya para Imam tapi juga Umat Tuhan. Dalam ayat diatas kita lihat akibat kegagalan para Imam, yaitu Allah melupakan anak-anak mereka.

Kasus kegagalan para Imam pada ayat diatas, terjadi dalam konteks suatu bangsa. Bila kasus ini kita lihat dalam konteks keluarga, bagaimana akibatnya ? Siapakah "para Imam" dalam satu keluarga ? Tidak diragukan lagi, "para Imam" dalam suatu keluarga adalah seorang Bapa yang dibantu oleh seorang Ibu. Bila seorang Bapa gagal menjalankan fungsi ke-imam-an dalam keluarganya, maka Allah akan melupakan anak-anaknya. Hal ini sangat menyedihkan sekali. Apa jadinya dengan anak-anak kita, jika Allah telah melupakan mereka ?

Rasul Yohanes yang telah lanjut usia itu berkata, "Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran". Sukacita terbesar bagi seorang bapa sejati, ditentukan oleh anak-anaknya. Betapa bahagianya seorang bapa, jika anak-anaknya tidak dilupakan Allah.

Tetapi semuanya ini hanya dapat terjadi jika bapa dapat menjalankan fungsi ke-imam-an dengan benar. Dalam konteks Israel, kekudusan seorang Imam diuraikan dengan jelas didalam Imamat 21. Seseorang yang tidak memenuhi standar kekudusan sesuai dengan yang telah ditetapkan, tidak dapat berfungsi sebagai Imam. Jika seorang bapa tidak memenuhi standar kekudusan yang Tuhan minta, bagaimana ia dapat berfungsi sebagai Imam bagi keluarganya ? Seorang bapa harus belajar menjadi pendoa syafaat yang tangguh bagi anak-anaknya. Seorang bapa harus belajar menjadi pengajar yang diurapi bagi anak-anaknya. Seorang bapa harus belajar menjadi teladan dalam kekudusan hidup bagi anak- anaknya. Dan semuanya ini tidak mudah dijalankan. Tetapi tidak ada pilihan lain. Tuhanlah yang telah menetapkan para Bapa agar berfungsi sebagai Imam. Semoga para Bapa menyadari semua perkara ini.

Sumber: Gema Sion Ministry


Posted in


Update Terakhir

  • 25/07/2008 - 01:14

Reader's Corner

Imelda: Tiga (3)
FerDu: f_dudu@yahoo.com
FerDu: f_dudu@yahoo.com
admin: Halo goodson, met gabung di situs e-Artikel ya
admin: Puji Tuhan Pak Victor, semoga memberkati ya artikelnya
admin: Hallo Nia, udah manfaatin fasilitas pencari belum. silakan ketikan saja tanggung jawab, nah semoga ada artikel yang relevan deh.
r3ck0rd: weits, ada anak-anak didiknya bu Kartika Patricia juga ya... hehehe
cong: hai2 ^^
nia: ada yang tau artikel tanggung jawab gak?? saya lagi nyari artikel untuk tugas sekolah. tq~
hehhe: hai2
CAPTCHA
Silakan jawab pertanyaan berikut ini.
nol + nol =
Kerjakan soal tersebut dan masukkan jawab dengan angka bukan huruf. Contoh : "dua tambah empat = ?" masukkan "6".

Login pengguna

Temukan di Alkitab


Cari Kata 

Cari Ayat
 

Beritahu Teman

Pengguna terbaru

  • Goodson
  • Sandret
  • jeki
  • THOMAS
  • Jane

Siapa yang online

Saat ini terdapat 0 users dan 42 guests yang online.

Sindikasikan/RSS

Syndicate content