Bapa Sebagai Nabi

"…tidak ada satupun dari firmanNya itu yang dibiarkanNya gugur. Maka tahulah seluruh Israel…,bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan" [I Samuel 3:19-20].

Nabi adalah seorang yang dipercayakan dan diberikan firman Tuhan untuk disampaikannya kepada Umat Tuhan. Firman yang disampaikan seorang nabi tidak harus selalu berbentuk nubuat (sesuatu yang akan Tuhan lakukan di masa depan). Bahkan yang terutama, seorang nabi dipercayakan firman yang baru dan segar yang berlaku saat ini. Apa yang akan Tuhan kerjakan dan yang Tuhan kehendaki bagi UmatNya saat ini, dinyatakanNya pada seorang nabi, agar firmanNya diteruskan pada UmatNya. Nabi adalah penyambung lidah Tuhan.

Pada ayat diatas ditegaskan bahwa tidak ada satupun dari firmanNya itu yang dibiarkanNya gugur, dalam arti Tuhan selalu bertindak sesuai dengan firman yang telah disampaikan Samuel. Karena kepada Samuel dipercayakan firman Tuhan, maka seluruh Israel tahu bahwa Samuel adalah seorang nabi.

Sekarang, apakah yang dimaksud dengan Bapa sebagai Nabi ? Artinya seorang bapa, dengan bantuan seorang ibu, dipercayakan firman Tuhan yang baru dan segar, agar diteruskan kepada anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak dituntun oleh firman Tuhan, sehingga anak-anak memiliki visi serta pengertian yang tepat, yang sesuai dengan situasi saat ini, agar anak-anak dapat melayani Tuhan dan meneruskan perjuangan serta visi orang tua.

Karenanya, seorang bapa perlu membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan, agar ia dapat mendengar suaraNya dan dipercayakan firmanNya, yang pada gilirannya dapat menuntun anak-anak sehingga anak-anak mengerti kehendak Tuhan bagi diri mereka sendiri saat ini. Seorang bapa perlu memiliki firman, visi dan ministry yang jelas. Inilah warisan terbaik dari seorang bapa bagi anak-anaknya. Bapa bukan saja harus mengumpulkan harta bagi anak-anaknya ( II Korintus 12:14 ), tetapi yang terutama, seorang bapa harus mewariskan firman, visi dan ministry kepada anak-anaknya. Bukan pendeta atau guru sekolah minggu, yang harus mewarisi firman kepada anak-anak kita, walaupun mereka dapat membantu. Tetapi tugas bapalah, untuk mewariskan firman Tuhan kepada anak-anaknya.

Didalam kekristenan, umumnya para bapa berpikir bahwa tugasnya adalah mengumpulkan uang bagi anak-anaknya, sedangkan tugas pendeta dan guru sekolah minggu adalah memberi firman bagi anak-anaknya. Kalau mau ditelusuri, penyakit ini disebabkan kejatuhan gereja yang telah berlangsung berabad-abad, dimana gereja dibelah menjadi golongan imam / pendeta, dan golongan Umat / jemaat. Perlu pewahyuan radikal untuk menyembuhkan penyakit yang sudah berabad-abad ini. Tetapi bagaimanapun juga seorang bapa bertanggung jawab memenuhi kebutuhan utama anak-anaknya, yaitu kebutuhan akan firman Tuhan. Anak-anak tidak hidup dari roti saja, melainkan juga firman Tuhan. Untuk itu seorang bapa haruslah berfungsi sebagai nabi bagi anak-anaknya.

Sumber: Gema Sion Ministry


Posted in


Update Terakhir

  • 09/10/2008 - 06:53

Reader's Corner

elvan: eeeee
l: l
vero: buat dian, saya jg turut doain kamu meski kita gak kenal dan gak tau masalahmu apa. but dalam Yesus, oasti ada jalan keluar,,
admin: Dian, kami dukung dalam doa. Selamat datang juga untuk pengunjung situs e-Artikel
Dian: Terimakasih u/ artikel ttg kekhawatiran. Tolong doakan saya. Saya punya masalah besar, dan kekhawatiran yg besar pula.
Julham: Syalom, artikel nya cukup bagus. Trims
JIpoq: haii...
JIpoq: salam kenal ......
charles: sihombing
yulia: test
CAPTCHA
Silakan jawab pertanyaan berikut ini.
satu + = sebelas
Kerjakan soal tersebut dan masukkan jawab dengan angka bukan huruf. Contoh : "dua tambah empat = ?" masukkan "6".

Login pengguna

Temukan di Alkitab


Cari Kata 

Cari Ayat
 

Komentar-komentar terbaru

Beritahu Teman

Pengguna terbaru

  • imanta
  • Mico Ricardo
  • agung
  • christhiena
  • jalanLurus

Siapa yang online

Saat ini terdapat 0 users dan 41 guests yang online.

Sindikasikan/RSS

Syndicate content