Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are herePengampunan

Pengampunan


Penyesalan

Oleh : Yon Maryono

Menurut Wikipedia, penyesalan (regret) diartikan sebagai a negative conscious and emotional reaction to personal past acts and behaviors. Peribahasa mengatakan sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Peribahasa ini berarti sebelum bertindak atau melakukan sesuatu, hendaknya dipikirkan terlebih dahulu baik buruknya. Suatu gambaran bahwa tidak ada satu penyesalan yang mendahului perbuatan, selamanya penyesalan datang kemudian. Hal ini bermakna, setiap langkah dalam kehidupan itu mempunyai arti, oleh karena itu pikirkanlah sebelum bertindak.

Indahnya Mengampuni

Oleh: Ev.Margareth Linandi

Ada seorang ibu yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Dita. Dita, sebelum ayahnya meninggal, adalah seorang yang sangat mengasihi orang tuanya. Setelah ayahnya meninggal, Dita menjadi anak yang sangat nakal. Hampir tiap hari ada saja ulah Dita mengambil makanan dari orang lain tanpa bayar, mencuri mainan tetangganya, merusakkan mainan tetangganya, memecahkan kaca, dan lainnya. Sikap Dita seperti itu membuat tetangganya membenci Dita dan ibunya. Hampir satu kali Dita dikeroyok oleh tetangganya dan hendak dipukuli. Saat itu ada seorang tetangganya yang adalah RT setempat menghimbau warganya untuk mengampuni Dita. Seorang tetangga menjawab ”Memang enak mengampuni?” Jawab Bu RT, “Memang enak kok mengampuni itu”.

Pengampunan yang Sempurna

Oleh: Fidiakris

Matius 18:22 Yesus berkata padanya :"Bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Demikianlah Tuhan Yesus memberikan perintah kepada setiap umatNya. Karena Tuhan Yesus sudah memberikan teladan-Nya saat diatas kayu salib (Lukas 23: 34 Yesus berkata :"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."). Namun ada 2 hal yang harus kita lakukan dulu sebelum Bapa mengampuni dosa kita :

Seperti di Penjara

Oleh: Sujud Prasetio

Sewaktu saya tinggal di asrama, ada dua teman saya yang sedang bermasalah, padahal hanya persoalan sepele. Oleh karena tidak cepat di selesaikan akhirnya persoalannya menjadi bertambah-tambah dan panjang. Ternyata persoalan tersebut membawa permusuhan yang tidak mudah di carikan jalan damainya. Masing-masing bersikeras tidak mau mengalah. Akibatnya kedua teman saya menyimpan kepahitan satu dengan yang lain. Jika mereka tergabung di satu team, keduanya tidak mau tegur sapa seolah-olah tidak mengenal satu dengan yang lain dan mereka sering bersikap salah tingkah sendiri.

Sebuah Pengampunan

Oleh:Saumiman Saud

“dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat
berguna baik bagimu maupun bagiku” (Filemon 1 :11). Jikalau Filemon
bukan pengikut Kristus yang sejati, maka persoalan yang dialaminya
sangat gampang dibereskan. Ada seorang budaknya yang mencuri barang,
sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku maka si budak tersebut
harus dibunuh, maka sesudah itu habis perkara. Atau kalau Filemon
tidak mau melakukannya sendiri ia bisa membayar orang untuk
melakukannya.

Hasil Percakapan Goa dan Matahari

Penulis : Manati I. Zega

Belum lama ini, saya membaca beberapa buku tentang dongeng anak-anak. Dalam sebuah buku disebutkan demikian. Suatu hari terjadi percakapan saling menyombongkan diri di antara Goa dan Matahari. Goa berkata: "akulah sumber kegelapan. Barangsiapa yang mendekat kepadaku pasti akan mengalami kegelapan yang luar biasa. Tidak ada alasan baginya untuk lepas dariku. Pasti tidak ada yang mampu mengalahkan aku di dalam dunia ini. Akulah raja di atas segala raja, yakni raja kegelapan. Karena itu, jika seseorang berani mencoba masuk, pasti akan tersesat di dalamku."

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku...

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Refleksi Paskah: Secarik Tissue Berbercak Merah

Penulis : John Adisubrata

PEMBERONTAK YANG MUNAFIK

"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka." (Kisah Para Rasul 2:23) Membaca dan menjelajahi keempat Injil Tuhan Yesus Kristus dengan seksama di atas meja ruang belajar rumah, sering kali menyebabkan saya secara refleks meraih sebuah kotak kecil yang terletak di atasnya, tepatnya di ujung sebelah kiri meja, untuk berkali-kali mencabut secarik "tissue" putih dari dalamnya.

Tinggalkan Komentar