Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereKeluarga / Peran Orang Tua

Peran Orang Tua


Sumber: Gema Sion Ministry

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" [ Efesus 6:4 ].

Didalam ayat ini jelas terlihat peran orang tua, khususnya bapa-bapa, yaitu agar mendidik anak-anaknya didalam ajaran dan nasihat Tuhan. Perintah untuk mendidik anak-anak terutama ditujukan kepada bapa-bapa, walaupun tentunya para ibu memberi pertolongan dan dukungannya. Suami dan isteri perlu melihat peran orang tua ini dengan jelas, sehingga dapat sehati sepikir dalam mendidik anak-anak. Didalam ayat ini jelas terlihat bahwa suami harus mengambil peran sebagai pemimpin dan penentu kebijaksanaan dalam mendidik anak, sedangkan isteri menjalankan peranannya dalam mendidik anak pada jalur-jalur kebijaksanaan yang telah ditetapkan suami. Salah satu sebab kegagalan dalam mendidik anak adalah karena sang isteri menjalankan kebijaksanaannya sendiri dalam mendidik anak. Jika ketidak-sesuaian dan pemberontakan telah terjadi pada orang tua, maka tidaklah mengherankan apabila anak-anak memberontak.

Ada dua hal disini yang harus diperhatikan oleh bapa-bapa dalam mendidik anak. Pertama, jangan membangkitkan amarah didalam hati anak-anak. Kedua, harus mendidik mereka sesuai dengan ajaran dan nasihat Tuhan.

Pada umumnya, anak-anak dapat dengan mudah menyimpan kemarahan pada orang tua mereka, khususnya terhadap bapanya. Ini terjadi apabila sang bapa tidak bijaksana dalam menjalankan perubahan dari kepemimpinan otoritatif pada masa anak-anak masih kecil, kepada kepemimpinan partisipatif ketika anak-anak menginjak remaja. Karena kekuatiran dan kekurangan iman, seorang bapa tetap menjalankan kepemimpinan otoritatif padahal anak-anaknya telah menjadi remaja atau dewasa. Tindakan seperti ini menimbulkan kemarahan pada anak-anak. Selanjutnya, kemarahan dapat timbul pada diri anak, apabila seorang bapa tidak menjadi teladan bagi anaknya. Bapa yang suka memerintahkan anaknya agar rajin belajar, berdoa dan membaca Alkitab, padahal ia tidak menjadi teladan dalam bidang-bidang ini, sangat menimbulkan kekecewaan dan kemarahan pada si-anak.

Perkara selanjutnya yang harus dilakukan seorang bapa adalah mendidik anak-anaknya didalam nasihat dan ajaran Tuhan. Ini berarti seorang bapa haruslah memiliki dan menanamkan tujuan, misi, visi serta nilai-nilai luhur kepada anak-anaknya. Karena anak-anak diberikan Tuhan pada orang tua agar kelak mereka dapat meneruskan pelayanan dan perjuangannya. Sesungguhnya, anak-anak adalah karunia Tuhan bagi orang tua sehingga orang tua dapat memperpanjang hari-harinya di muka bumi ini. Para orang tua dapat mencapai banyak hal bagi kemuliaan Tuhan, melalui anak-anak mereka. Itulah sebabnya tugas seorang bapa dengan bantuan seorang ibu tentunya, dalam mendidik anak-anaknya menjadi begitu penting. Tugas ini tidak dapat didelegasikan pada para guru di sekolah atau para pelayan Tuhan di gereja. Mereka semua hanyalah bersifat membantu, tetapi seorang bapalah yang memikul tanggung jawab ini.

Tinggalkan Komentar