Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are here


Indonesia Membutuhkan Pemimpin yang Berhikmat dan Takut akan Tuhan

Oleh: Billy Fredrik Sobalely

Bacaan: 1 Raja-raja 4 : 21-34
"Dan Allah memberikan salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut"
Indonesia telah selesai memilih para wakil rakyat di lembaga legislative (DPR, MPR, DPRD, DPD). Dan sekarang bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 juli 2014. Ada dua calon capres dan cawapres. No urut 1 ada pasangan Prabowo subianto (capres) dan Hatta rajasa (cawapres). Sedangkan di no urut 2 ada pasangan Jokowidodo (capres) dan Jusuf kalla (cawapres).

Menikmati Proses

Oleh: Jeanette

Yakobus 1:2-3 "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Ayat ini yang menjadi pedoman dan kekuatan saya ketika saya sudah mulai jenuh dan merasa tidak mampu melewati proses yang Tuhan berikan.

Mencari Perdamaian

Oleh : Yon Maryono

Cara hidup yang teratur dalam sekelompok masyarakat beradab kuncinya adalah damai. Damai dalam konteks ini dimaknai sebagai keutuhan dan keselarasan dalam hubungan antar manusia maupun dengan lingkungan. Perdamaian yang tercipta antara lain ditandai dengan kesepakatan akan berlakunya aturan perundangan atau aturan hukum yang harus ditaati bersama. Pengabaian terhadap aturan yang disepakati akan menggeser nilai, perilaku atau tata krama kearah hidup masyarakat yang tidak teratur. Banyak kita lihat konflik antar kelompok, suku, ras dan agama di belahan dunia mengarah kekerasan, keganasan bahkan dikuatirkan menuju kehidupan masyarakat yang biadab. Aturan ditafsirkan menurut keinginan kelompok sehingga kebenaran dan keadilan tidak ada tempat bagi kelompok kecil yang dianggap lemah. Pemerintah yang seharusnya menjalankan peraturan perundangan untuk mengatur, menjaga dan melindungi rakyatnya dari pelanggaran hak azazi manusia terkesan membiarkan atau belum mampu mengendalikan. Hal ini bermakna Pemerintah berperan aktif terhadap suburnya intoleransi

Perkenanan Tuhan Hanya Sejauh Doa

Oleh: Anastasia Claudya Benedicta

Semua pelayan atau konselor tahu bahwa lebih sulit melayani orang yang pernah sungguh-sungguh terjun dalam pelayanan lalu mundur ketimbang melayani orang yang belum mengenal Tuhan. Kasusnya seperti seseorang yang pernah melayani kemudian mengalami gesekan dengan teman sepelayanan lalu mengundurkan diri dan keluar.

Perlu diketahui untuk kembali lagi butuh energi minimal dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang belum mengenal Tuhan terus bertobat. Mengapa? Dalam Matius 12:43-45, Yesus berkata bahwa roh jahat tersebut membawa tujuh roh lain yang lebih jahat. Dan caranya bagaimana? Ada seorang hamba Tuhan yang bernama William Carey, seorang bapak misi, dia merintis misi di dunia modern berkata "Doa yang bersungguh-sungguh dan penuh kepercayaan adalah sumber semua kesalehan pribadi".

Perbedaan Kita dan 'Mereka'

Oleh: Francisca
"Apa sih bedanya Kristen sama non-Kristen?"
Apakah pertanyaan itu pernah ada di pikiran Anda?
Pikiran serupa pernah ada di benak saya. Ketika saya sudah kenal Tuhan Yesus dan saya sudah mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat, tapi justru pertanyaan itu muncul di benak saya.
Di dalam keseharian saya, banyak sekali kejadian yang mempertanyakan apa perbedaan saya dengan ‘mereka’. Terkadang, ‘mereka’ hidup lebih diberkati dan mungkin terlihat lebih bahagia.
Begitu banyak kejadian yang mungkin terlihat lebih membahagiakan terjadi kepada ‘mereka’. Mungkin ‘mereka’ bisa hidup tanpa kesusahan ekonomi dengan keluarga yang bahagia, padahal ‘mereka’ tidak kenal Tuhan Yesus dan hidup tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Bahkan, ‘mereka’ bermain curang akan tetapi hidup mereka seolah-olah lebih diberkati dibanding saya, yang sudah kenal Tuhan dan belajar melakukan kehendakNya.

Iman Mengalahkan Dunia

Oleh:
Sandy Naiowan Lamtorang

"Sebab semua yang lahir dari ALLAH, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa YESUS adalah anak ALLAH." (1 Yohanes 5:4-5)

Pergumulan hidup makin lama makin berat. Permasalahan yang dihadapi makin kompleks saja. Kita pun tahu bahwa menjadi orang Kristen bukan berarti bebas dari masalah-masalah itu. Yang menyedihkan adalah melihat kenyataan bahwa ada begitu banyak orang Kristen yang gampang sekali terguncang ketika masalah datang, sehingga mereka kemudian mengambil keputusan untuk mundur atau bahkan meninggalkan TUHAN.

Akar Berani

Oleh: Sefnat A. Hontong

Suatu saat, anak saya yang kedua bertanya kepada mamanya: mama kira-kira ada ka tarada tu akar barani e... (mama kira-kira ada atau tidak akar berani itu)? Mamanya balik bertanya: ngana mo biking apa kong (kau mau buat apa dengan akar berani)? Ceh... tarada mama, kita cuma baba tanya saja (oh... tidak mama, saya cuma bertanya saja). Lalu mamanya berkata: akar berani itu ada. Dulu, orang tua-tua kalau dorang mo pi baku parang itu, dorang makang dulu tu akar barani, supaya dorang tara tako menghadapi musuh (di zaman dulu, jika orang hendak berperang, mereka selalu makan akar berani, supaya tidak merasa takut menghadapi musuh). Ceh... ada, mama??? Dimana???? (Oh ya.. ada mama? Dimana?), kata anak saya itu. Nampaknya dia mulai terposa dengan keterangan mamanya. Dalam hati, saya berkata: ini anak ingin sekali  akar ini (mengapa anak ini suka dengan akar itu). Saya lalu bilang ke mamanya, e.... ngana cek bae-bae dulu tu anak, biking apa kong dia tanya tu barang itu (ah.. periksa dulu baik-baik anak itu, mengapa dia bertanya mengenai akar berani). Ternyata setelah cek par cek (diperiksa), memang betul.... dia sangat membutuhkan akar itu, karena dia akan ujian praktek bernyanyi di sekolah. Kebetulan anak saya ini sangat sulit jika diminta menyanyikan sebuah lagu.

PERIBADATAN YANG BENAR

Siapa yang anda sembah? Ambisi Setan untuk disembah terungkap ketika dia mencobai Yesus. Setelah gagal dengan dua usaha sebelumnya, iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi untuk memperlihatkan seluruh kerajaan di dunia ini dengan segala kemegahannya (Mat. 4:8). Lalu dia berkata kepada Yesus, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku" (ay. 9). Setan mau menggoda Yesus dengan kekuasaan dan harta dunia oleh sebab dia tahu bahwa ketika hidup di dunia Anak Allah itu sedang mengenakan sifat kemanusiaan-Nya, sebab kalau tidak Setan akan terlalu bodoh dan konyol mau menawarkan kepada Penguasa alam semesta itu bumi yang kecil ini sebagai imbalan untuk menyembahnya. Dalam kemanusiaan-Nya Yesus dengan tegas berkata kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay. 10).

Perpuluhan

Oleh: Satura

 

Ketika Gereja-gereja aliran Neo Pentakosta atau Kharismatik semakin menggurita, ada salah satu fenomena yang menggelitik pribadi saya sebagai orang terlibat dalam dunia pelayanan gerejawi, yaitu soal Perpuluhan atau Persepuluhan.

Perpuluhan menjadi sebuah bagian dari kehidupan "ber-Tuhan" orang-orang Kristen saat ini, bahkan gereja-gereja aliran mainstream yang sebelumnya tidak menggunakan "konsep" Perpuluhan dalam gerejanya, mulai ikut-ikutan mengadopsi persembahan Perpuluhan dalam kegiatan kerohanian mereka. Kalau istilah saya, mulai mengikuti trend yang ada. Hehehehehee..

Mentalitas Kerajaan

oleh: Pdt Yahya Mulyono, MA

Hidup yang sudah ditebus oleh darah Kristus dengan lunas dibayar, maka sepatutnya hidup ini mau dibentuk untuk memiliki mentalitas kerajaan. Sebab saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Raja maka kita disebut sebagai orang yang merdeka dan berhak mewarisi janji-janji Bapa. Karena itu sebagai ahli waris kerajaan Allah, seharusnya kita memiliki mentalitas kerajaan (Roma 8:14-17).

Tinggalkan Komentar