Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are here


Benarkan Saudara Murid Yesus?

Oleh: Yon Maryono

Bagi orang Kristen mendengar kisah Metafora penjala ikan menjadi penjala manusia bukan asing lagi. Kisah ini dapat dibaca dalam keempat Injil dalam Alkitab bahkan sering didengarkan dalam khotbah di gereja. Dikisahkan, ketika Yesus mengundang “Ikutlah aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” Simon dan Andreas mengikuti-Nya. Tetapi, Simon Petrus dan Andreas menyatakan ikut Yesus tidak serta merta. Ini adalah sebagai tindakan iman atas yang mereka dengarkan, lihat, saksikan dan mereka mengalami mujizat didalam kehidupan mereka atas karya Yesus di dalam kemuliaan-Nya. Yesus adalah Terang, seorang Mesias yang ditunggunya sebagaimana nubuat Nabi Yesaya. Yesus memanggil mereka untuk dijadikan sesuatu dan melakukan sesuatu.

Tindakan Yang Luar Biasa Dalam Keserdehanaan

Oleh: Billy Fredrik Sobalely


Ada seorang anak kecil yang terlahir dari kalangan keluaraga yang sederhana. Dia hidup sebagai anak yang begitu taat dan begitu aktiv dalam kegiatan gereja. Ketika natal tiba dia pun pergi ke gereja bersama keluarganya, tetapi saat itu dia hanya memakai baju yang biasa dan bukan baju baru seperti temen-temennya. Saat itu temennya pun bertanya kepadanya kenapa dia tidak memakai baju baru?, lalu dia menjawab kan Tuhan Yesus tidak mewajibkan kita untuk berpakaian baru ketika natal, yang penting adalah hati kita yang sungguh untuk memuji dan memuliakan dia.

Kuasa Tuhan Yesus

Oleh: Willy Kaihatu

Di hari-hari kehidupan kita sehari -hari sering dilanda persoalan dan kesulitan yang kita hadapi, yang sering kali kita terfokus pada masalah yang mengikat, sehingga kadang kita tak pedulikan akan pertolongan dari Tuhan, sering kali kita tidak bisa lepas dari persoalan ini dan lama kelamaan kita terbelenggu dalam kesulitan tersebut dan akibatnya sukar sekali bagi kita untuk melepaskanya.  Setelah melanda terus menerus baru kita teringat akan Tuhan, namun kesulitan itu telah mengikat kita, nah disini perlunya penyerahan total, memang tidak mudah untuk kita melepaskan dari segala beban persoalan itu tapi walapun sudah berat, kita dapat meminta petolongaNya, namun haruslah penuh kesabaran, jadi apabila ada persoalan yang membelit kehidupan kita janganlah di tunda terlalu lama, kita harus segera menyelesaikan dengan Allah sehingga kita tidak lagi terfokos pada masalah dan persoalan, namun terfokos kepada Allah denga cara berjalan bersama Allah dan setiap persoalan dapat diselesaikan bersama Allah, maka kita harus selalu bergadengan tangan bersama Tuhan Yesus yang selalu membuka jalan dan memberikan pertolonganNya.

Temukan Yesus di saat Dia tidak jadi Allah dalam Hidupmu

Oleh: Pdp. Jafar J I Thamrin, S.Th

Mungkin pada waktu kita membaca judul di atas, kita akan kaget dan berkata kok bisa……bukankan Yesus itu adalah Allah. Kenapa harus mengatakan “Temukan Yesus di saat Dia tidak menjadi Allah dalam hidupmu”. Sebelum kita melanjutkan renungan ini, izin saya sedikit menjelaskan judul diatas supaya waktu pada kita masuk dalam perenungan, kita akan mengerti kenapa judul diatas ditulis demikian. Kita tahu bahwa Yesus memiliki 2 natur. Yang pertama Yesus memiliki natur Allah (Yoh 1:1) dan yang kedua Dia memiliki natur manusia (Yoh 1:14) Yesus adalah Firman atau Kalimatullah yang ada didalam diri Allah. Atau dengan kata lain Ia (Yesus) sama dengan Allah, dalam rupa Allah (Yun: Morphe) Yohanes 1:1-2. Namun Firman atau Kalimatullah itu menjadi manusia Yohanes 1:14. Dalam keadaanNya sebagai manusia , Yesus disebut (Yun: Schema)

Mengenal Sang Bintang Fajar

Khotbah Ibadah Raya GBAP Bintang Fajar Palangka Raya
Minggu, 29 Desember 2013

Oleh: Samuel T. Gunawan, SE., M.Th

“ Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Matius 2:1-2)

Berserah Diri

Oleh: SMT GULTOM

Menjelang akhir tahun 2013, dan di Indonesia pada tahun 2014 akan menghadapi pergantian suksesi kepemimpinan nasional. Dapat dibayangkan berbagai kesibukan setiap individu guna mempersiapkan semua yang berkenaan dengan hal-hal keduniawian semata. Sesuai dengan Firman Tuhan bahwa masa ini adalah masa yang sukar dan akan semakin sukar. Harus dicamkan ini bukan zaman damai atau zaman kelimpahan secara duniawi dimana orang percaya tidak lagi menghadapi tantangan dan percobaan hidup. Ini adalah masa perang, masa konflik rohani yang paling sukar. Untuk ini kita membutuhkan kecerdasan roh yang tinggi dan pengurapan yang baru agar kita sanggup menghadapi masa-masa yang sukar ini. Iblis sungguh-sungguh berusaha menghancurkan pekerjaan Tuhan dan membunuh iman orang percaya. Orang percaya akan makin diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang mengancam iman dan kesetiaan yang murni kepada Kristus. Kita harus mengenali ancaman-ancaman tersebut dan menemukan cara mengantisipasinya.

Sang Waktu Terus Berlalu

Oleh : Yon Maryono

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yakobus 4:14b)

Walaupun Anda merasa muda dan membayangkan akan hidup berpuluh-puluh tahun lagi, pada kenyataannya “hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14). Cobalah berpaling kebelakang, ketika reuni ketemu teman Sekolah Dasar setelah 15 tahun tak berjumpa. Seolah baru kemarin anda tidak jumpa. Yah, waktu itu terbukti singkat, waktu tidak bisa dihambat dan tetap terus berlalu dan berjalan dengan cepat. Kita tidak dapat mengetahui tinggal berapa lama waktu yang tersisa ini. Ingat Firman Tuhan “janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu (bdk Amsal 27:1). Demikian pula, bila anda kehilangan uang, harta dapat dicari penggantinya tetapi kehilangan waktu maka anda tidak akan memperoleh kembali selamanya.

Jiwa yang Haus dan Kering

Oleh: ev. Sudiana

Jiwaku haus kepada-Mu, hati yang rindu mengenal Tuhan lebih dalam.

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Mazmur 63:2

Bertumbuh dalam Penderitaan

Oleh: Ev. Margareth Linandi

 

Setiap orang di dalam dunia ini mengalami apa yang dinamakan pertumbuhan baik secara fisik maupun rohani. dari fisik misalnya seseorang mengalami proses dari bayi, anak-anak, remaja, pemuda, menikah, memiliki anak dan menjadi orang tua. Dari segi pendidikan seseorang bertumbuh mulai dari Playgroup, TK A, TK B, SD, SMP, SMA dan universitas.

Integritas: Satunya Kata dengan Perbuatan

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 03 November 2013


Oleh: Samuel T. Gunawan, SE, M.Th

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu,
dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12b)


PROLOG

Kata integritas berasal dari kata Latin “integer” yang mencakup aspek lahiriah, moral, etika, dan karakter yang mulia. Kata bahasa Inggris “integrity” yang berarti menyeluruh, lengkap atau segalanya. Kamus oxford menghubungkan arti integritas dengan kepribadian seseorang yaitu jujur dan utuh. Kamus Besar Bahasa Indonesia Phoenix mengartikan integritas sebagai “keutuhan, keterpaduan, kesatuan; ketulusan hati, kejujuran”. Ahmad Muda dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia menyebut integritas sebagai “kejujuran; mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan”. Ada juga yang mengartikan integritas sebagai keunggulan moral dan menyamakan integritas sebagai “jati diri”. Integritas juga diartikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik, atau dengan kata lain integritas diartikan sebagai “satunya kata dengan perbuatan”. Kennet Boa menyatakan bahwa integritas berarti “benar, lengkap dan utuh”. Seorang yang berintegritas senantiasa berusaha bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran yang normatif. Seorang yang berintegritas adalah seorang yang memiliki keutuhan pribadi. Seorang yang beritegritas adalah seorang yang jujur dan bermoral teguh. Paul J. Meyer menyatakan bahwa “integritas itu nyata dan terjangkau dan mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia”.

Tinggalkan Komentar