Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are here


Sang Waktu Terus Berlalu

Oleh : Yon Maryono

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yakobus 4:14b)

Walaupun Anda merasa muda dan membayangkan akan hidup berpuluh-puluh tahun lagi, pada kenyataannya “hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14). Cobalah berpaling kebelakang, ketika reuni ketemu teman Sekolah Dasar setelah 15 tahun tak berjumpa. Seolah baru kemarin anda tidak jumpa. Yah, waktu itu terbukti singkat, waktu tidak bisa dihambat dan tetap terus berlalu dan berjalan dengan cepat. Kita tidak dapat mengetahui tinggal berapa lama waktu yang tersisa ini. Ingat Firman Tuhan “janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu (bdk Amsal 27:1). Demikian pula, bila anda kehilangan uang, harta dapat dicari penggantinya tetapi kehilangan waktu maka anda tidak akan memperoleh kembali selamanya.

Jiwa yang Haus dan Kering

Oleh: ev. Sudiana

Jiwaku haus kepada-Mu, hati yang rindu mengenal Tuhan lebih dalam.

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Mazmur 63:2

Bertumbuh dalam Penderitaan

Oleh: Ev. Margareth Linandi

 

Setiap orang di dalam dunia ini mengalami apa yang dinamakan pertumbuhan baik secara fisik maupun rohani. dari fisik misalnya seseorang mengalami proses dari bayi, anak-anak, remaja, pemuda, menikah, memiliki anak dan menjadi orang tua. Dari segi pendidikan seseorang bertumbuh mulai dari Playgroup, TK A, TK B, SD, SMP, SMA dan universitas.

Integritas: Satunya Kata dengan Perbuatan

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 03 November 2013


Oleh: Samuel T. Gunawan, SE, M.Th

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu,
dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12b)


PROLOG

Kata integritas berasal dari kata Latin “integer” yang mencakup aspek lahiriah, moral, etika, dan karakter yang mulia. Kata bahasa Inggris “integrity” yang berarti menyeluruh, lengkap atau segalanya. Kamus oxford menghubungkan arti integritas dengan kepribadian seseorang yaitu jujur dan utuh. Kamus Besar Bahasa Indonesia Phoenix mengartikan integritas sebagai “keutuhan, keterpaduan, kesatuan; ketulusan hati, kejujuran”. Ahmad Muda dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia menyebut integritas sebagai “kejujuran; mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan”. Ada juga yang mengartikan integritas sebagai keunggulan moral dan menyamakan integritas sebagai “jati diri”. Integritas juga diartikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik, atau dengan kata lain integritas diartikan sebagai “satunya kata dengan perbuatan”. Kennet Boa menyatakan bahwa integritas berarti “benar, lengkap dan utuh”. Seorang yang berintegritas senantiasa berusaha bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran yang normatif. Seorang yang berintegritas adalah seorang yang memiliki keutuhan pribadi. Seorang yang beritegritas adalah seorang yang jujur dan bermoral teguh. Paul J. Meyer menyatakan bahwa “integritas itu nyata dan terjangkau dan mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia”.

Kristus Sang Raja Damai Mengaruniakan Kedamaian Sejati

KRISTUS SANG RAJA DAMAI
MENGARUNIAKAN KEDAMAIAN SEJATI

Oleh: Samuel T. Gunawan, SE., S.Th (CE)., M.Th


Teolog Protestan Kharismatik, Pendeta dan Gembala di GBAP El Shaddai Palangka Raya; Dosen Filsafat dan Apologetika di STT AIMI, Solo.
(Artikel-artikelnya bisa didapat di facebook : samuelstg09@yahoo.co.id)

Setelah manusia pertama, Adam dan Hawa membuat dosa menjadi aktual untuk pertama kalinya di Taman Eden, sejak saat itu natur dosa telah diwariskan kepada semua manusia (Roma 5:12; 1 Korintus 15:22). Saat ini kita hidup dalam dunia yang telah jatuh dan rentan terhadap kejahatan yang tidak akan terjadi jika manusia tidak memberontak melawan Allah (Roma 8:20-22). Kejahatan natural seperti gempa bumi, tsunami, badai, banjir dan lainnya, dan kejahatan moral seperti penindasan, kekerasan fisik, pembunuhan, pemerkosaan, perang, ketidakadilan, dan lain sebagainya, akan terus terjadi sampai Tuhan mengakhiri kejahatan itu untuk selama-lamanya (Wahyu 21:4).

Memahami Kesuksesan Menurut Pandangan Alkitab

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 17 November 2013

Oleh: Samuel T. Gunawan, SE., S.Th., M.Th

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mazmur 1:1-3)

Penghormatan Jenazah, tradisi atau misi?



Oleh : Yon Maryono

Tak seorangpun yang dapat berkuasa atas hari kematian. Tetapi bagi orang percaya yang telah diakui menjadi keluarga Allah (Bdk. 1 Pet 2:9-10), kematian dalam Kristus seperti jatuh tertidur (fallen asleep,bdk.1 Tim 4:14). Maut sudah diubah kedalam hidup yang kekal (Yoh 5:24; 1 Yoh 3:14). Ketika tubuh manusia mati, tubuh tanpa roh, Pengkhotbah mengatakan, "Debu [tubuhnya] kembali ke tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang benar yang telah memberikannya". Dari jaman ke jaman, pengurusan tubuh tanpa roh, atau yang lazim dikenal jenazah telah dilakukan sebagai penghormatan yang prakteknya berbeda-beda karena pengaruh social budaya maupun tradisi agama.

Visi Rohani dalam Perspektif Alkitab Bagi Para Pemuda Masa Kini

Oleh Samuel T. Gultom, M.Th

 

VISI ROHANI DALAM PERSPEKTIF ALKITAB
BAGI PARA PEMUDA MASA KINI
Samuel T. Gunawan, SE, M.Th

“Where there is no vision, the people perish: but he that keepet the law, happy is he (Dimana tidak ada visi, umat pun binasalah: Tetapi dia yang berpegang pada hukum, berbahagialah dia)” - Amsal 29:18, King James Version -

Membangun Dan Mengembangkan Karakter Kristen yang Kuat

Oleh: Samuel T. Gunawan, M.Th

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 13 Oktober 2013

MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN
KARAKTER KRISTEN YANG KUAT
Samuel T. Gunawan, SE, M.Th


“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik” (Matius 7:17-18)

Kehidupan Adalah Suatu Penugasan Sementara

Oleh: SMT Gultom

Kehidupan di bumi adalah suatu penugasan sementara. Alkitab penuh dengan metafora yang mengajarkan tentang sifat kehidupan di muka bumi, yaitu bersifat singkat, sementara, dan fana. Kehidupan digambarkan seperti kabut, pelari cepat, nafas, dan segumpal asap. Alkitab berkata,:"Sebab kita anak-anak kemarin ..... hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi" (Ayub 8:9).Untuk memanfaatkan kehidupan kita secara maksimal, anda jangan pernah melupakan 2(dua) kebenaran: Pertama, dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan amatlah singkat. Kedua, bumi hanyalah tempat kediaman sementara. Anda tidak akan lama berada disini, jadi jangan terlalu terikat pada bumi. Mintalah agar Tuhan membantu kita melihat kehidupan di bumi sebagaimana Dia melihatnya. Daud berdoa, "TUHAN, tolong aku untuk menyadari betapa singkatnya hidupku di dunia ini. Tolong aku untuk mengetahui bahwa waktu di sini hampir habis"!"(Mazmur 39:4).

Tinggalkan Komentar