Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are here


Memaknai Hari Pentakosta -- Hidup yang Diubahkan

Oleh : Amun Saputra

Tujuannya: Memaknai hari pentakosta dengan belajar peristiwa pentaskosta di Yerusalem
Nats : Kis 2: 1-13
Ayat Mas : Kis 1:8

Ibadah kepada Tuhan Ada Harganya.

Oleh: Yon Maryono

Dalam 2Samuel 24: 18- 24, Pada saat Gad berkata kepada Daud : “Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat penggirikan Arauna, orang Yebus itu “. Terungkap kata “membayar harga” ketika Daud menjawab sebagai berikut : “Aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.”

Pelayanan adalah Anugerah

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Dalam kehidupan ini, ada banyak macam bentuk pelayanan antara lain adalah ada orang yang bisa bermain musik, ada orang yang bisa memimpin pujian dan lainnya. Pelayanan adalah anugrah terbesar dari Tuhan selain keselamatan dan kesempatan untuk hidup. Dalam perumpamaan tentang talenta( Mat 25:14-30) sang tuan mau pergi ke satu tempat dan sebelum ia pergi ia mempercayakan talenta untuk dikembangkan. Dia membagikan kepada 3 orang hamba. Akan tetapi talenta yang diberikan tidak sama. Hamba ke 1 diberikan 5 talenta. hamba ke 2 diberikan 2 talenta dan hamba ke-3 diberikan 1 talenta.

Prinsip-Prinsip Ideal (Absolut) Bagi Pernikahan KristenPRINSIP-PRINSIP IDEAL (ABSOLUT) BAGI PERNIKAHAN KRISTEN

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, SE M.Th

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 04 Agustus 2013

“Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan
mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”
(Matius 19:4-6)

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah
terang dapat bersatu dengan gelap”
(2 Korintus 6:14)

Apakah Iman Dan Akal Itu Kontras

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, SE M.Th

Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 30 Juni 2013

Manusia dalam hal-hal tertentu merupakan refleksi dari Allah yang hidup, cerdas dan bermoral. Manusia pada waktu diciptakan dibekali dengan kecerdasan dan hasrat oleh Tuhan. Misalnya, apabila menghadapi suatu peristiwa atau masalah, pada umumnya manusia akan bertanya : “apakah itu, apakah persoalannya, mengepa demikian, bagaimana terjadinya, bagaimana cara mengatasinya, dan lain sebagainya?” Manusia selalu berusaha untuk memperoleh jawaban yang dapat dipegang sebagai “kebenaran yang diyakini”. Hal ini sangat berhubungan dengan apa yang disebut dengan istilah “epistemonologis”, yaitu teori filsafatis tentang pengetahuan yang benar atau cara menemukan kebenaran. Istilah “epistemonologi” ini untuk pertama kalinya dipakai oleh J.F. Ferrier pada tahun 1854. Kata epistemonologi berasal dari kata “epistime” yang berarti “pengetahuan” dan “logia” yang berarti “ilmu”. Istilah ini kemudian dipakai dalam filsafat dengan pengertian bahwa epistemonologi adalah cara mencari dan menemukan substansi (hakikat) pengetahuan dan juga cara mencari dan menemukan kebenaran.

Loyalitas Seorang Hamba

Oleh : Sujud Prasetio

PENDAHULUAN

Tak ingin karier Anda berakhir dengan pemecatan? Jangan pernah melakukan hal-hal berikut (sumber: yahoo news).

1. Tidak disiplin
Setiap perusahaan memiliki peraturan masing-masing. Ada yang mengharuskan datang pukul 08.00, ada juga yang mewajibkan memakai seragam. Jika tidak bisa tunduk pada peraturan perusahaan, maka besar sekali kemungkinan Anda untuk dipecat.
Pelajari dengan baik peraturan perusahaan sejak awal penandatanganan kontrak kerja. Jika memang ada yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang Anda anut, sebaiknya bicarakan sejak awal. Jangan sampai Anda justru dianggap sebagai karyawan yang membangkang alias tidak patuh.

Setitik Nila dalam Pelayanan

Oleh : Yon Maryono

Peribahasa mengatakan karena setitik nila rusak susu sebelanga artinya hanya disebabkan oleh kesalahan atau kejahatan sekelompok kecil pelayan Tuhan, maka seluruh perkara pelayanan menjadi ternoda.. Setitik nila tak ubahnya dengan sebuah masalah, seperti orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan, tetapi karena Akhan… mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.” (bdk Yosua 7:1)

Rencana Tuhan Dibalik Penderitaan

Oleh : Maria Ks

Zaman sekarang berjagalah , lihat dunia bergelora kedengaran sana – sini banyak kabar yang menyatakan begitu banyak bencana yang terjadi .Tak ada satupun yang luput dari bencana . Setiap hari disaat kita duduk didepan televise ataupun disaat kita mendengarkan radio,berita – berita yang disampaikan tak lepas dari kesusahan- kesusahan yang dialami oleh dunia . Berita – berita tentang banjir , tanah longsor, gempa bumi , kelaparan , bahkan sampai pada tindak – tindak kriminal yang semakin hari semakin meningkat dikarenakan krisis ekonomi yang berkepanjangan mewarnai kehidupan umat manusia di muka bumi ini , seolah – olah tiada lagi harapan bagi manusia untuk bisa hidup dalam damai sejahtera .

Takut Akan Tuhan

Oleh : Yohanes Wijaya

“Sebab Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN.” (1Raja-Raja 18:3)

Kredo, Rasio dan Tradisi Gereja Dalam Perspektif Kharismatik

Oleh : Pdt. Samuel T. Gunawan, SE, M.Th

Tiga bidang penting dimana Kharismatik paling sering diserang dengan keras oleh para openan Kharismatik adalah perihal kredo, rasio dan tradisi gereja. Sebenarnya, Kharismatik tidak menganggap bahwa rasio, tradisi gereja dan pengakuan iman itu tidak penting. Jika ada orang atau kelompok tertentu yang menganggapnya demikian, mereka bukanlah representatif dari gerakan Kharismatik. Dalam pemahaman teologi Kharismatik, walaupun kredo, rasio dan tradisi gereja itu penting tetapi bukanlah penentu kebenaran. Karena itu ketiga hal di atas perlu di kaji lebih jauh, dan bab ini disediakan bagi pengkajian tersebut.

Tinggalkan Komentar