Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are herePerceraian

Perceraian


Apakah Yesus Mengijinkan Perceraian? Sebuah Kajian Teologis Eksegetis Matius 19:3-12

Khotbah Ibadah Raya GBAP Bintang Fajar Palangka Raya
Pdt. Samuel T. Gunawan, SE., M.Th

Teolog Protestan Kharismatik, Pendeta  di GBAP Bintang Fajar  Palangka
Raya;  Dosen  Filsafat-Apologetika  Kharismatik  di  STT  AIMI,  Solo.
Mendapat  gelar  S.E. dari  Universitas  Negeri Palangkaraya  (UNPAR),
gelar M.Th. (Christian Leadership) & gelar M.Th. (Systematic Theology)
dari STT Trinity

Korban Perceraian !

Oleh: Mang Ucup

Pernahkan Anda merenungkan bagaimana perasaan orang yang kehilangan pasangan hidupnya ? Perlu Anda ketahui stres yg paling berat di dalam kehidupan manusia adalah pada saat mereka ditinggal oleh orang yang mereka kasihi. Kebanyakan orang melakukan bunuh diri, bukannya karena kehilangan harta maupun jabatan, melainkan karena kesepian.

Memahami Perceraian dengan Duka yang Dalam

Penulis : Eka Darmaputera

SEMUA orang tahu, bahwa salah satu pilar "perkawinan kristiani", adalah "indisolubilitas"-nya. Artinya, "sekali terikat, pantang ia terurai" "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Matius 19:6). Pertanyaannya adalah, apakah itu berarti bahwa "perceraian" lalu mutlak tidak dimungkinkan sama sekali? Dan bila begitu, bagaimana kita mesti menyikapi realitas terjadinya begitu banyak perceraian - dan yang cenderung semakin lama semakin banyak -- termasuk di kalangan orang-orang kristen sendiri?

Tinggalkan Komentar