Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereDoktrin / Theoligia Kemakmuran

Theoligia Kemakmuran


Penulis : Walsinur Silalahi

Saat ini banyak gereja,pendeta,orang kristen mengajarkan Theologia kemakmuran.Mereka percaya bahwa orang kristen yang sungguh2 beriman dan mengikuti Tuhan,pasti akan kaya atau harus kaya. Argumentasi mereka diambil dari ayat2 Kitab Suci seperti tertulis dalam Roma 8:14-17.Gal.3:26 dsb.Mereka mengatakan bahwa karena kita anak Allah,sedangkan Allah itu maha kaya,maka kita juga harus kaya.Mengaku diri sebagai anak Allah,tetapi hidup dalam kemiskinan,adalah suatu kontradiksi.Mereka bahkan berani berkata bahwa Allah malu mempunyai anak-anak yang miskin.Mereka mengambil contoh orang2 beriman dan sekaligus orang2 kaya misalnya Daud, Salomo, Ayub, Abraham, Ishak, Yakub dll. Mereka mengatakan bahwa orang2 itu beriman dan taat kepada Tuhan,karena itu mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya.Jadi kalau kita beriman dan taat kepada Tuhan,kita pasti juga menjadi kaya. Mereka bahkan berani berkata kalau kita tidak kaya,itu tandanya kita tidak beriman,tidak taat kepada Tuhan. Ayat2 perjanjian lama yang menunjukkan bahwa Tuhan berjanji akan memberikan berkat jasmani yang berkelimpahan kepada orang2 yang taat akan Dia,yang memberikan persembahan perpuluhan dsb.

Pdt.Dr.Paul Yonggi Cho pernah bersaksi bahwa dulu jemaatnya sedikit dan semuanya miskin.lalu ia mulai mengajar mereka bagaimana menjadi kaya,dan sekarang tidak ada orang miskin dalam gerejanya. Tetapi penganut theologia kemakmuran ini hanya menyoroti bagian2 tertentu dalam Alkitab yang mendukung pernyataan mereka,dan mereka mengabaikan bagian2 lain dari Kitab suci yang jelas menentang penafsiran mereka. Cara penafsiran seperti ini adalah sumber timbulnya ajaran sesat,dan juga cara penafsiran demikian merupakan cara nabi palsu dalam mempertahankan ajaran sesat mereka.

Kitab suci memang menggambarkan hubungan Allah dengan kita sebagai Bapa dengan AnakNya.tetapi Kitab Suci juga menggambarkan hubungan Allah dengan kita sebagai Tuan dengan Hamba(Yoh:13:16),dan juga sebagai komandan dan prajurit.

Gambaran bahwa kita adalah anak Allah bisa menimbulkan pemikiran bhw hidup Kristen itu enak,kaya dsb.tetapi gambaran kita adalah hamba jelas menimbulkan kesan yg berbeda.Seharusnya kita meninjau semua gambaran2 itu, bukan salah satu saja.Dalam hidup kristen itu bukan hanya terdapat hal2 yang enak saja,tetapi juga ada kepatuhan mutlak,pelayanan,peperangan,penderitaan,bahkan kemiskinan. Hal2 seperti ini tidak pernah mereka perhatikan atau sengaja diabaikan?

Tinggalkan Komentar