Oleh: Wiempy Wijaya
Shalom Aleichem, Di bawah ini akan saya bahas mengenai Gereja Dan Sakramen.
1. Apakah yang dimaksud dengan gereja ? Gereja berasal dari kata Ekklesia yang berarti di panggil keluar untuk berkumpul. Dalam Perjanjian Baru berarti kumpulan orang-orang yang di panggil keluar dari dunia yang berdosa, lalu dipisahkan untuk melayani Kristus ( 1 Petrus 1 : 1 - 2 )
Liberalisme di Belanda
Oleh: Herlianto
Di Eropa, negeri yang paling sekuler dan liberal adalah Belanda, ini dimungkinkan karena bangsa Belanda termasuk yang paling bebas, terbuka, dan sangat toleran, ini berarti bahwa sifat itu membawa negeri Belanda pada situasi dimana semua faham baru dan perilaku bisa ditoleransikan. Akibat kebebasan sekuler dan liberal telah menjadikan Amsterdam sebagai pusat peredaran obat bius bahkan ada anggota dewan kota yang pecandu narkoba, dan juga menjadi surga perilaku homoseksual.
Penulis: Aart van Beek
Gereja pelayanan saya, bertempat di pinggir utara sebuah taman
bernama Southside Park. Itu sebabnya, gereja putih kecil itu disebut
Park-view. Gereja saya beranggotakan orang-orang keturunan Asia,
namun di sampingnya ada gereja Katolik Meksiko besar. Gereja itu
merupakan salah satu tempat paling suci bagi orang-orang Meksiko di
seluruh Amerika Serikat, sehingga setiap minggu 6.000 jemaat datang
untuk mengikuti kebaktian, yang semuanya diselenggarakan dalam
bahasa Spanyol.
Penulis : Weinata Sairin
Dalam perspektif kristen, gereja bukan hanya berarti bangunan tempat umat Kristen beribadah. Gereja adalah persekutuan yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang (I Petrus 2:9-10). Jadi gereja tidak semata-mata persekutuan biasa yang dibentuk, dipimpin oleh sekelompok orang. Gereja adalah persekutuan milik Allah yang diberi mandat oleh Allah untuk menebarkan syalom di tengah-tengah sejarah dunia. Ada aspek vertikal/transendental yang penting digarisbawahi ketika kita berbicara tentang gereja. Gereja ada oleh karena kuasa Allah. Gedung gereja dapat saja ditutup, dirusak/dibakar oleh siapapun, tetapi sebagai persekutuan milik Allah gereja tak pernah bisa dihabisi - kecuali atas kehendak Allah. Itulah sebabnya "gereja liar" tak pernah ada. Istilah itu amat menyinggung perasaan umat Kristus. Keresmian sebuah gereja sama sekali tidak pernah berada pada manusia, atau kuasa apapun, apalagi pada sebuah SKB; tapi pada Yesus Kristus Raja dan Kepala Gereja.
Penulis : Hendry Ongkowidjojo
Jika kita menoleh ke belakang, kita mungkin tidak lagi merasa terlalu heran dengan kondisi saat ini karena di sepanjang sejarahnya, Gereja memang tidak sering berhasil melakukan perannya di tengah-tengah dunia. Namun demikian, tidak selamanya hal ini benar. Masih ada masa- masa dimana Gereja berhasil menjalankan tugasnya, dimana dampaknya masih dapat dirasakan bahkan hingga saat ini. Salah satunya ialah di masa Reformasi.
Penulis : Gurgur Manurung
Kita seringkali mendengar pemanasan global di media elektronik dan media cetak. Hutan dibababat orang-orang nakal yang sering disebut illegal logging. Kita dikejutkan dengan berhasilnya departemen kehutanan bersama aparat keamanan menyelamatkan triliunan rupiah uang negara dari penangkapan illegal logging di Papua baru-baru ini. Kita juga dikejutkan kasus Teluk Buyat yang kontraversi itu. Kita tahu tragedy banjir bandang di Bukit Lawang kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara. Hal itu semua terjadi akibat ulah rakusnya manusia. Hal itu tidak terjadi apabila manusia memahami keseimbangan alam. Apakah kita pernah membicarakan krisisnya bumi ini di Gereja?. Seberapa jauh Gereja peduli tentang hal itu?. Atau, jangan-jangan penghuni Gereja yang terlibat orang-orang rakus itu. Dan, apakah mereka para penyumbang bagunan Gereja?. Sudah berapa banyak Gereja yang menyuarakan jemaatnya agar memelihara bumi?. Jangan-jangan para pendeta masih mengkotbahkan “kuasailah bumi�. Kuasailah bumi dalam pengertian apa yang disampaikan para pendeta?. Sudah berapa kali pendeta kita mengkhotbahkan keseimbangan alam?
Penulis : Markus Rani
ALLAH hadir dalam globalisasi. Paling sedikit, dari perspektif Allah, globalisasi mempunyai arah, sasaran, dan tujuan tertentu. Dengan demikian, globalisasi mempunyai dimensi teologis, bukan suatu proses yang sekuler belaka. Karena itu, tugas gereja bukan bagaimana meniadakan globalisasi, melainkan bagaimana mengisi. Hal itu perlu dilakukan karena Mamon juga tidak kurang hadir dalam (arus) globalisasi.
Sehubungan dengan semakin dekatnya jadwal pemilihan untuk referendum mengenai reproduksi buatan di Italia pada tanggal 12-13 Juni, berikut penulis melaporkan beberapa perkembangan yang terjadi di Italia, bahwa meskipun dilanda kritik di sana-sini, Gereja Katolik Italia senantiasa menganjurkan kepada umat beriman untuk tidak datang memilih demi membela kehidupan manusia.
Umat kristiani sebagai warga gereja, jangan sampai tumbuh menjadi ´´kerajaan-kerajaan´´ kecil yang eksklusif. Umat kristiani harus meneladani Yesus yang membawa kesaksian kebenaran, berbaur dengan masyarakat.
Aliran ini berpusat di Bethel,Brooklyn-Newyork dengan tenaga full time sekitar 2000 personil melalui jaringan Watch Tower Bible and Tract Society. Mereka sangat giat menyebarkan ajarannya keseluruh dunia.Organisasi ini mempunyai 4,7 juta anggota aktif,tersebar di 231 negara termasuk Indonesia.