Gereja

Perpuluhan

Oleh: Satura

 

Ketika Gereja-gereja aliran Neo Pentakosta atau Kharismatik semakin menggurita, ada salah satu fenomena yang menggelitik pribadi saya sebagai orang terlibat dalam dunia pelayanan gerejawi, yaitu soal Perpuluhan atau Persepuluhan.

Perpuluhan menjadi sebuah bagian dari kehidupan "ber-Tuhan" orang-orang Kristen saat ini, bahkan gereja-gereja aliran mainstream yang sebelumnya tidak menggunakan "konsep" Perpuluhan dalam gerejanya, mulai ikut-ikutan mengadopsi persembahan Perpuluhan dalam kegiatan kerohanian mereka. Kalau istilah saya, mulai mengikuti trend yang ada. Hehehehehee.. Baca selengkapnya ... about Perpuluhan

Urusan Politis, Urusan Gereja

Oleh: Sefnat A. Hontong

Pengantar

Sebagai awal kata, saya harap artikel ini bisa berfungsi sebagai pengantar diskusi, yang bisa saja dianggap belum memadai. Selanjutnya, saya sadar betul bahwa judul seperti ini bisa dan pasti mengundang banyak kontroversial di antara kita. Namun jangan dulu terburu-buru menuding saya secara sinis, oleh sebab hanya judul artikel ini. Berikanlah kesempatan kepada saya untuk menguraikan apa yang saya pikirkan ketika membuat judul artikel ini.

Pertama, yang saya maksudkan dengan arti kata ‘politik’ di sini adalah seperti yang dimaknai oleh Robert P. Borrong, yakni kata politik berasal kata Yunani: (politeia), yang menunjuk pada prinsip-prinsip dan tindakan-tindakan yang bersangkut paut dengan kehidupan umat, masyarakat dan negara atau ‘pengelolaan hidup umat, masyarakat dan negara’. Dengan begitu, maka pengertiannya melebihi pengertian yang sempit dan praktis, sebagaimana orang pada umumnya membaca dan memberi makna terhadap kata ini (politik). Jika ia (politik) adalah sesuatu yang bersangkut paut dengan kehidupan umat, masyarakat dan negara, saya yakin, tidak ada seorangpun yang bisa lepas dari apa yang dinamai politik. Baca selengkapnya ... about Urusan Politis, Urusan Gereja

Cikal Bakal Lahirnya Gereja Barat dan Gereja Timur

Oleh: Phasa Joshua

Istilah Timur dan Barat dalam hal ini berdasarkan pengertian Ilmu Bumi. Tetapi istilah “Timur-Barat” itu dapat juga dipakai dengan cara lain. Dalam hal ini berbicara mengenai Gereja Timur dan Gereja Barat. “Barat” berarti: yang suasananya dipengaruhi oleh pendapat-pendapat seperti yang timbul di kekaiseran Romawi bagian Timur. Gereja-gereja bercorak “Timur” gereja Orthodoks Timur (a.l. Rusia). Gereja-gereja bercorak “Barat” ialah Gereja Roma-Katolik dan gereja-gereja Protestan.

Gereja timur dengan Gereja Barat berpisah satu dengan yang lainnya mulai abad ke-3, karena Gereja Barat mulai mempergunakan bahasa Latin. Pada abad ke-4 terjadi perpecahan serius karena pertikaian mengenai doktrin ketritunggalan. Tetapi kedua pihak kemudian rujuk kembali setelah penyelesaian oleh Gereja Timur setelah konsili Konstantinopel tahun 381. Namun pada abad ke-5 dengan runtuhnya kekaiseraan Barat, kesatuan politik kedua wilaya buyar sama sekali dan hubungan kedua gereja makin renggang disebabkan oleh perkembangan yang semakin menjauhi satu dengan yang lainnya. Perubahan ini terjadi karena kaisar-kaisar Timur tetap menaruh perhatian terhadap Roma dan dan para Paus masi ingin membangun hubungan perastuan dengan Gereja Timur, yaitu dengan dunia beradab. Baca selengkapnya ... about Cikal Bakal Lahirnya Gereja Barat dan Gereja Timur

'Ora Et Labora' Versus 'Labora Nex Ora'

Oleh: Sefnat A. Hontong

Seandainya di hari Raya Pentakosta ini kepada Anda semua ditanyakan manakah yang lebih duluan dilakukan oleh orang yang beriman kepada Tuhan, di antara dua (2) tindakan ini; ‘makan’ dan ‘berdoa’? Apakah Berdoa dulu, baru makan? Ataukah: makan dulu, baru berdoa? Saya yakin, sesuai dengan tradisi umum, Anda semua dengan tegas akan menjawab: berdoa dulu, baru makan. Artinya dengan melakukan ini, kita hendak menyatakan iman kita bahwa makanan yang kita makan itu merupakan wujud berkat Tuhan atas karya hidup kita, sehingga sebelum menikmatinya, kita wajib menyatakan syukur kepada Tuhan, lewat doa kita. Jadi alasan praktisnya sangat jelas di sini, yakni: doa merupakan bentuk syukur kita kepada Tuhan karena sudah memberi berkat dalam karya hidup kita. Baca selengkapnya ... about 'Ora Et Labora' Versus 'Labora Nex Ora'

Gereja Bersalah!!!

Oleh: Sefnat A. Hontong

Di sekitar kita, pada satu pihak ada banyak saudara yang tidak sehat, putus sekolah, tinggal di gubuk derita, tidak punya HP, TV, apalagi sepeda motor karena tidak beruntung menjadi orang yang banyak rejeki. Sementara pada pihak yang lain, ada juga beberapa saudara kita yang suka mabuk-mabukan, gunakan narkoba, jalan-jalan ke tempat ‘hiburan’ sebagai kebutuhan hidup karena bebas menggunakan duitnya. Paling banter dari semua itu adalah ternyata ada beberapa saudara lain yang menjadi preman, PSK, pengedar togel dan koruptor untuk membiayai hidupnya. Pertanyaan saya adalah: mengapa bisa begitu ya……?

Banyak orang sudah memberi jawab terhadap pertanyaan dan fenomena tersebut. Ada yang mengaitkannya dan berpendapat bahwa sebagian dari fakta di atas disebabkan oleh ‘dosa’ pribadi dan ‘dosa’ turunan. Dalam artian bahwa beberapa dari fenomena itu bisa terjadi karena ‘kutuk’ kepada orang-orang yang ‘tidak setia’ bahkan telah ‘melawan’ kebenaran tertentu yang diklaim sebagai kehendak Tuhan, misalnya: malas, tak peduli, tidak punya semangat wirausaha, apatis, dan konsumtif. Ada juga yang menegaskan bahwa beberapa perbuatan a-moral di atas bisa terjadi karena kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, masyarakat, dll. Baca selengkapnya ... about Gereja Bersalah!!!

Arti dan Karakteristik Gereja Sejati

Oleh: Samuel T. Gunawan, M.Th *

PROLOG

Jhon MacArthur menulis, “Ketika suatu zaman hanya menilai gereja berdasarkan penampilan luarnya, hal yang sangat penting diketahui adalah bagaimana menentukan sebuah gereja yang benar-benar sehat. Kriteria Alkitabiah untuk melihat kesehatan rohani dari sebuah gereja bukanlah apa yang tampak diluar dihadapan dunia, tapi apa yang tampak di dalam di hadapan Allah”.

Buramnya gambar gereja sejati saat ini disebabkan berbagai faktor. Pertama, ketidakjelasan terhadap ekklesiologikal yaitu pengajaran tentang gereja yang benar menurut ajaran Kitab Suci. Kedua, munculnya berbagai teori para “pakar” tentang pertumbuhan gereja dengan berbagai “istilah” bukannya menambah jelas pokok persoalan seputar ekklesiologikal ini tetapi justru menyebabkan kebingungan saat teori tersebut diadopsi dan diterapkan pada gereja-gereja lokal. Ketiga, banyaknya denominasi gereja yang masing-masing mengklaim sebagai yang paling benar dalam menafsirkan Kitab Suci dan merasa sebagai yang superior menjadikan masalah ini semakin rumit.
Baca selengkapnya ... about Arti dan Karakteristik Gereja Sejati

Home & House

Oleh: Jafar Thamrin

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (Matius 7:24-25)

Bagi sebagian orang yang telah belajar bahasa Inggris mungkin masalah ini tidak masalah, tapi bagi yang baru belajar mungkin akan sedikit bingung. Karena kedua kata itu sama-sama artinya "rumah" dalam bahasa Indonesia. Baca selengkapnya ... about Home & House

Diakonia Gereja: Kepedulian kepada Umat-Nya yang Terkena Bencana

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, M.Th. (Pendeta HKBP Resort Kalimantan Timur)

Bencana berupa gempa, tanah longsor, banjir, dan kekeringan bertubi-tubi melanda berbagai daerah di Tanah Air. Wujud perilaku peduli seseorang terhadap orang lain membutuhkan perhatian konkrit dalam bentuk biaya dan pertolongan lainnya. Banyak korban gempa yang meminta layanan pengobatan dan memanfaatkan fasilitas layanan medis. Penanganan pos pengungsian, yang tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan menuju kehidupan yang baik dan harmoni.

Di tengah keadaan yang seperti itu, kita, sebagai gereja yang Tuhan tempatkan di bumi Indonesia, terpanggil untuk bersama-sama mengulurkan tangan mengatasi permasalahan yang terjadi tersebut. Yaitu, membantu terbentuknya komunitas baru dan membantu menuju kemandirian masyarakat pengungsi sehingga dapat menjadi masyarakat pengungsi mandiri. Kita harus berupaya untuk menguatkan mereka untuk melihat masa depan bersama Kristus. Baca selengkapnya ... about Diakonia Gereja: Kepedulian kepada Umat-Nya yang Terkena Bencana

Hari Tuhan

Oleh: Berea Indonesia

Mengapa kita harus berkumpul?

Yesus memanggil kita "gereja" yaitu tubuh-Nya. Oleh karena itu gereja bukanlah berarti gedung atau bangunan, tetapi "Ekklesia". Dengan kata lain, perkumpulan atau persekutuan orang-orang percaya "di dalam" Yesus sebagai tubuh-Nya.

Orang-orang Kristen selalu menghadiri Ibadah pada Hari Tuhan. Pada Hari Tuhan, orang-orang Kristen datang dari daerah tempat tinggal mereka masing-masing untuk beribadah kepada Tuhan dan dipersatukan dengan Dia. Baca selengkapnya ... about Hari Tuhan

Pages