Renungan

Siapakah Debata (Dewata) itu?

Penulis : Rheinhard Sinaga

Tuhan melarang penyembahan kepada ilah-ilah asing [Keluaran 20 ayat 3-5]. Penyembahan kepada ilah-ilah asing merupakan perzinahan rohani yang menduakan Tuhan [Imamat 20 ayat 6]. Siapakah yang termasuk ilah-ilah asing? Ilah-ilah asing adalah ilah, tuhan sembahan bangsa-bangsa [1 Tawarikh 16 ayat 26]. Hanya Tuhan yang telah datang sendiri ke dunia ini, Tuhan kita YESUS KRISTUS, sebagai satu-satunya TUHAN pencipta alam semesta yang patut disembah oleh seluruh ciptaan-Nya. Baca selengkapnya ... about Siapakah Debata (Dewata) itu?

Minggu Advent: Menanti dan Introspeksi

Penulis : Weinata Sairin

Keunikan dan kekayaan dari sebuah negara Indonesia adalah bahwa berbagai agama hidup dan tumbuh kembang dengan leluasa di dalamnya. Indonesia bukan negara agama yang mengakomodasi ketunggalan agama, tetapi sebuah negara Pancasila yang mengakomodasi kemajemukan agama. Bahkan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Dari pengalaman empirik, relasi antarumat beragama berlangsung dengan baik. Sikap saling menolong, saling respek, saling mengunjungi dan saling mengucapkan selamat pada hari-hari raya keagamaan terwujud dalam keseharian untuk melakukan hal-hal itu, mereka tidak diatur oleh ketentuan perundangan apapun juga; sebab realitas itu merupakan aktualisasi dari nilai-nilai luhur ajaran setiap agama. Bukan hanya lima agama yang hidup di Indonesia seperti yang acap diklaim pemerintah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Baca selengkapnya ... about Minggu Advent: Menanti dan Introspeksi

Jangan Berhenti Pada Jembatan Saja

Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Sudahkah kita mendapat pertolongan pada waktunya? Saat Saudara menempatkan Yesus pada posisinya yang tepat, yaitu sebagai Tuhan, pada saat itu juga kita menerima sebuah hak yang istimewa. Hak ini adalah hak untuk masuk ke tahta karunia-Nya setiap saat. Bukankah ini suatu yang sangat luar biasa ! Suatu kehormatan bagi kita untuk dapat masuk dengan penuh keberanian masuk ke ruangan tahta kerajaan-Nya yang luar biasa. Tapi bukan ini saja, kita dapat mendekati Dia dan meminta apa saja yang kita mau. Itu hak kita! Baca selengkapnya ... about Jangan Berhenti Pada Jembatan Saja

Pages