Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereRenungan / Teladan Yusuf: Teguh di Tengah Tekanan

Teladan Yusuf: Teguh di Tengah Tekanan


Oleh: Ev. Margareth Linandi

Setiap manusia di dunia ini tidak ada satu pun yang tidak mengalami tekanan. Termasuk tokoh-tokoh Alkitab yang dekat dengan Tuhan sekalipun mengalami tekanan berat dalam hidupnya. Tokoh-tokoh Alkitab itu antara lain adalah Abraham, Yusuf, Hana, Daniel, Paulus, dan lainnya. Saat ini kita akan mempelajari tentang teladan Yusuf di mana ia bisa teguh di tengah tekanan.

A. Siapakah Yusuf?

- Yusuf adalah anak laki-laki ke-11 yang dilahirkan oleh Rahel (dan Yakub) (Kejadian 30:23-24).

- Pekerjaan Yusuf adalah penggembala kambing domba.(Kejadian 37:2)

- Ahli mimpi (Kejadian 37:5-11)

Mimpi 1: Yusuf dan keluarganya sedang mengikat berkas gandum dan kemudian bangkitlah berkas gandum Yusuf, sedang berkas gandum lain mengelilingi dan sujud menyembah pada berkas Yusuf.

Mimpi 2: Matahari, bulan dan 11 bintang sujud menyembah pada Yusuf.

B. Sikap saudara-saudaranya pada Yusuf.

1. Benci pada Yusuf karena ayahnya lebih sayang pada Yusuf dari semua anak Yakub lainnya.(Kej. 37:4)

2. Iri pada Yusuf karena mimpi-mimpi Yusuf (Kejadian 37:11)

C. Tekanan yang dialami Yusuf.

Karena mimpi-mimpi Yusuf dan perlakuan yang berbeda yang diberikan oleh Yakub kepada ke 11 saudaranya, maka Yusuf mendapat tekanan dari saudara-saudaranya antara lain:

1. Yusuf dimasukkan ke dalam sumur yang kosong dan tidak berair.(Kejadian 37:24)

2. Yusuf dijual dengan harga 20 syikal perak kepada orang Midian dan dibawa kepada Potifar ke Mesir.

3. Yusuf difitnah dan dimasukkan dalam penjara di Mesir.

Penyebabnya adalah karna Yusuf sangat elok parasnya dan manis sikapnya, sehingga membuat istri Potifar tergoda dan mengajak Yusuf untuk tidur dengannya, tapi Yusuf menolak dan kemudian ia difitnah oleh istri Potifar dan ia dimasukkan ke dalam penjara di Mesir.

4. Setelah dapat menceritakan arti mimpi juru minum dan juru roti di penjara, Yusuf tetap dilupakan dan tetap berada di dalam penjara.

D. Sikap Yusuf menghadapi tekanan.

1. Takut akan Tuhan; menjauhi larangan-Nya. (Kejadian 39:9 b)

2. Bersandar pada Tuhan, tidak mengeluh di saat tekanan menimpa dan menerima sesuatu yang buruk juga dari Tuhan.

3. Yusuf tidak menyalahkan Allah atas peristiwa yang menimpanya.

4. Yusuf tidak mendendam kepada saudara-saudaranya .(Kej 45: 15; 21-23)

E. Buah dari keteguhan hatinya. (Yusuf)

1. Allah membuat segala sesuatu yang dilakukan Yusuf berhasil. (Kejadian 39:2)

2. Allah membuat Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara.(Kejadian 39:21)

3. Yusuf diangkat sebagai penguasa Mesir dan diberi fasilitas oleh Firaun termasuk istri yang cantik (Kej 41:41-45)

Kalau diaplikasikan dalam hidup sehari-hari, kita pasti bisa mengalami tekanan baik besar, kecil, tua, muda, semuanya pasti mengalami penderitaan. Beberapa minggu belakangan ini hampir semua orang mengalami tekanan yang berat yaitu banjir, di samping banjir, ada lagi penjarahan, sakit penyakit seperti gatal-gatal, demam berdarah, di samping itu juga harta benda rusak dan harga barang semakin tinggi saat banjir melanda.

Banyak orang menanggapi tekanan seperti disebutkan di atas dengan sikap negatif dan ada juga dengan sikap positif. Sikap negatif antara lain:

a. mengomel/bersungut-sungut.

b. menyalahkan Tuhan.

c. bunuh diri.

d. putus asa.

Ada juga yang dengan sikap positif seperti yang dianjurkan Paulus dalam Filipi 4;4; I Tesalonika 5:17 dan I Tesalonika 5:18 yaitu:

1. Sukacita (Filipi 4:4; I Tesalonika 5:16)

Surat Filipi berisi sukacita. Latar belakang kejadian waktu surat ini ditulis Paulus sedang dalam keadaan tidak menyenangkan, di mana ia dipenjarakan di Filipi karna memberitakan Injil. Tapi dalam keadaannya yang sangat menyedihkan Paulus menghimbau jemaatnya untuk bisa bersukacita senantiasa dalam Tuhan. Arti bersukacita disini dalam bahasa Inggrisnya adalah joy. di mana itu dimaksudkan adalah tetap bergembira walau dalam keadaan menderita, dukacita, sakit, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, tidak ada uang, terus menerus sepanjang hari.

2. Tetaplah berdoa (I Tesalonika 5:17)

Doa adalah kunci kekuatan bagi orang yang mengalami tekanan, dengan tidak jemu-jemu.

3. Mengucap syukurlah dalam segala hal baik suka maupun duka, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kita.

Biar kita seperti Yusuf dalam tekanan tetap bersandar pada Tuhan dan tidak menyakiti hati Tuhan dengan menyalahkan Tuhan. Segala kemuliaan bagi Allah. Kiranya Allah membantu kita melewati tekanan demi tekanan. Amin.

Tinggalkan Komentar