Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereRenungan / Bangunlah dan Berjalanlah

Bangunlah dan Berjalanlah


Oleh:Salohcin

Yohanes 5:1 9 & 14

  • 5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.

  • 5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya

  • 5:3 dan di serambi serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang orang buta, orang orang timpang dan orang orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

  • 5:4 Sebab sewaktu waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

  • 5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.

  • 5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"

  • 5:7 Jawab orang sakit itu kepada Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

  • 5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."

  • 5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

  • 5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; ajangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Yohanes 5 dimulai dengan kedatangan Yesus ke Yerusalem iaitu pada waktu Hari Raya orang Yahudi. Di Yerusalem dekat pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam yang bernama Betesda iaitu beerti Rumah Belas Kasihan Di situ terdapat banyak orang sakit yang menunggu goncangan air kolam yang dilakukan oleh malaikat supaya siapa yang masuk ke kolam itu akan disembuhkan apapun juga penyakit mereka. Salah satu orang yang menunggu goncangan air kolam itu ialah orang sakit yang sudah sakit selama 38 tahun. Nama orang ini tidak disebutkan dalam alkitab tetapi kita akan belajar sesuatu yang bermakna daripada peristiwa yang berlaku antara orang sakit ini dengan Yesus. Kalau alkitab terjemahan King James, orang sakit itu digelar The impotent man(ayat 7) iaitu dalam bahasa Yunani disebut Ëœadunatos" yang bermaksud tiada kekuatan(powerless), tidak mampu bergerak dan berada dalam keadaan yang mustahil untuk melakukan sesuatu. Nah, pada masa ini betapa banyak orang kristian yang mengalami keadaan seperti orang sakit ini yang seolah olah tiada kekuatan, pertumbuhan yang terbantut, lumpuh secara rohani, tidak mengalami kemenangan di dalam kehidupan kristian mereka dan mudah saja jatuh ke dalam perangkap iblis serta diikat oleh kuasa kegelapan. Ini menyebabkan orang kristian tidak maju dalam hidup rohani dan fizikal mereka. Orang kristian yang impotent tidak akan berhasil dalam menjangkau jiwa jiwa orang lain karena tiada kesaksian yang baik dari kehidupan mereka yang mampu menarik orang lain kepada Kristus. Bagaimanakah kita dapat mendemonstrasikan kuasa Tuhan dalam hidup kita sedangkan diri kita hidup dalam keadaan yang tidak bertumbuh dan lemah secara rohani? Kita tidak akan dapat menjadi saksi Kristus yang efektif jika kita dalam keadaan yang sakit secara rohani. Mari kita menyelidiki keadaan hidup kita. Adakah kita terus bertumbuh dan semakin matang di dalam Tuhan atau kita semakin jauh daripada Tuhan dan lemah seperti orang sakit itu? Firman Tuhan ini bukan sahaja ditujukan kepada kita secara individu, tetapi juga untuk sesebuah jemaat(gereja), persekutuan kristian dan juga keluarga kristian.

Seperti mana firman yang di dalam kitab nabi Hagai 1:5, perhatikanlah keadaanmu!, mari kita lihat di manakah posisi kehidupan kristian kita. Di ayat yang ke 6 dikatakan bahawa Yesus melihat keadaan orang sakit itu dan Yesus tahu bahwa dia sudah lama sakit, lalu Yesus bertanya kepadanya maukah engkau sembuh? Ini merupakan suatu berita yang baik bagi kita semua. Sesungguhnya Yesus sangat prihatin terhadap apa yang terjadi kepada diri kita. Dia tidak mau keadaan kita yang lemah berterusan tetapi Dia datang untuk memulihkan kehidupan kita. Apa yang harus kita ketahui ialah bahawa Yesus berinisiatif untuk datang menolong kita. Seperti keaadaan orang sakit ini, dia tidak mampu untuk datang kepada Yesus karena dengan kekuatannya sendiri karena dia sangat lemah dan memang mustahil. Selama 38 tahun orang sakit itu menderita dan mungkin sudah beribu kali dia mencoba mencari jalan untuk mendapat kesembuhan namun dia tidak berdaya. Dia juga sudah berusaha untuk masuk ke kolam Betesda(rumah pengampunan) untuk mendapat pemulihan tetapi tidak juga berjaya. Begitu juga dengan hidup kita tanpa Tuhan. Kita tidak dapat pergi kepada Bapa dengan usaha kita sendiri karena kita memang lemah tetapi Tuhan sendiri yang bertindak untuk datang ke dalam dunia untuk memulihkan kehidupan kita dan supaya kita dapat pergi kepada Bapa yang di syurga. Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup(yoh 14:6). Belas kasihan(betesda) juga datang melalui Yesus sendiri yang menjadi pendamai antara kita dengan Tuhan.

Kesakitan pada tubuh kita atau lemah secara rohani boleh disebabkan oleh dosa-dosa kita. Seperti yang terjadi kepada orang sakit itu, dia sakit disebabkan oleh dosanya. Oleh sebab itu Yesus berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (yohanes 5:14). Di dalam kitab Mazmur 107:17 juga ad a mengatakan: Ada orang orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan kesalahan mereka Kadang kadang kita boleh sakit karena kita masih sakit hati dengan orang lain ataupun dengan kata lain kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain. Awas! Sikap tidak mengampuni adalah suatu DOSA! Mengampuni atau memaafkan adalah suatu perintah dalam firman Tuhan. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." Matius 6:14 15 Bukankah ngeri akibatnya jikalau kita tidak mau berdamai dan mengampuni orang lain? Saya sudah melihat hal yang seperti ini berlaku di mana orang tersebut tidak mau berdamai, meminta maaf dan memaafkan orang yang menyakiti hatinya. Perkara yang amat menyedihkan adalah mereka ini adalah orang yang melayani Tuhan.

Suatu hal yang saya pelajari dari hal tersebut, kita sebagai manusia masing masing mempunyai ego di dalam hati kita. Kita susah untuk mengampuni orang lain karena kita merasa diri kita betul dan kita mau orang lain yang mengikuti keinginan kita. Ini yang dinamakan kesombongan. Sekalipun kita adalah orang yang melayani Tuhan, ego ataupun kesombongan itu boleh wujud di dalam diri kita. Ego ini harus dikikis dan dibuang dari dalam diri kita. Mari kita selidiki hati kita, adakah kita masih menyimpan kesalahan orang lain atau sakit hati kepada orang lain termasuk orang yang sama sama melayani dengan kita suatu ketika dahulu? Pilihan terletak di dalam tangan kita. Jikalau kita mengambil keputusan untuk mengampuni, maka kita juga akan di ampuni oleh Tuhan tetapi jikalau kita tidak mau berdamai dan memaafkan orang yang menyakiti hati kita, maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita. Apabila kita tidak di ampuni oleh Tuhan, sesungguhnya api neraka adalah tempat yang akan kita pergi sesudah di hakimi.

Maukah kita mengalami hal yang seperti itu? Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan, jikalau Tuhan sudah sanggup mengampuni dosa kita bahkan melupakan dosa dosa kita itu, apakah alasan kita untuk tidak mau memaafkan orang lain? Tidak ada ruginya jika kita memaafkan dan berdamai dengan orang lain malah saya percaya kita akan memiliki damai di dalam hati kita. Salah satu kompenen di dalam kasih ialah tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

1 Korintus 13:4-6

Jikalau kita masih marah akan perbuatan orang terhadap diri kita maka itu bermakna bahawa kita tidak memenuhi tuntutan kasih. Mari kita berbalik semula kepada kisah orang sakit itu. Apabila Yesus datang kepadanya dan bertanya maukah engkau sembuh?, orang sakit itu menjawab: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Nah, mari kita perhatikan betul-betul. Orang sakit ini tidak menjawab pertanyaan Yesus tetapi dia memberi alasan. Seharusnya orang sakit itu cuma perlu menjawab "ya" atau "tidak" . Orang sakit itu seolah olah menyalahkan orang lain dengan alasan yang dia beri. Seringkali apabila kita menghadapi suatu masalah, kita mencari alasan dan tidak kurang juga yang menuduh orang lain untuk membela dirinya. Kita juga suka menuding jari kepada orang lain daripada merenung sedalam dalamnya perihal mengenai diri kita sendiri. Sejak zaman Adam dan Hawa, sikap tuduh menuduh sudah wujud dalam manusia setelah mereka berdosa memakan buah pengetahuan akan apa yang baik dan jahat. Apabila Tuhan bertanya kepada Adam, Adam menyalahkan Hawa dan Hawa pula menyalahkan ular.

Perhatikan:

Firman Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kau perbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.

Kejadian 3:11,13

Sikap ini telah diwarisi oleh manusia sampai pada hari ini. Begitu susah untuk manusia mengakui kesilapannya sendiri sebaliknya menuduh orang lain seperti yang dilakukan juga oleh orang sakit itu. Hal ini mengingatkan saya tentang sebuah lagu kanak kanak yang berjudul "Bangau oh bangau". Lagunya seperti ini:

Bangau oh bangau,kenapa engkau kurus?
Macam mana aku tak kurus,ikan tidak timbul.

Ikan oh ikan kenapa kau tak timbul?
Macam mana aku nak timbul,rumput panjang sangat.

Rumput oh rumput,kenapa kau panjang sangat?
Macam mana aku tak panjang,kerbau tak makan aku.

Kerbau oh kerbau,kenapa kau tak makan rumput?
Macam mana aku nak makan,perut aku sakit?

Perut oh perut,kenapa engkau sakit?
Macam mana aku tak sakit,makan nasi mentah?

Nasi oh nasi kenapa engkau mentah?
Macam mana aku tak mentah,kayu abi basah?

Kayu oh kayu,kenapa engkau basah?
Macam mana aku tak basah,hujan timpa aku?

Hujan oh hujan kenapa timpa kayu?
Macam mana aku tak timpa,katak panggil aku.

Katak oh katak kenapa panggil hujan?
Macam mana aku tak panggil,ular nak makan aku.

Ular oh ular,kenapa nak makan katak?
Macam mana aku tak makan,memang makanan aku!

Walaupun lirik lagu itu menceritakan kisah binatang tetapi ilham lagu itu adalah dari manusia. Di sini terbukti sekali lagi bahawa manusia memang suka menuduh. Daripada lagu itu adalah lebih baik untuk kita belajar daripada ular yang mengaku saja perbuatannya walaupun di dalam alkitab ular selalu melambangkan iblis namun saya ingin katakan tidak semestinya begitu. Adakah anda setuju? Pada masa sekarang ini, banyak orang sudah berhenti melayani Tuhan. Apabila mereka di tanya, ada yang mengatakan mereka sudah jemu dengan sikap pelayan Tuhan yang lain, rasa diri mereka tidak di hargai dalam memberi pendapat, merasakan pelayanan mereka di suatu tempat itu tidak berbaloi dan hanya membuang masa. Memang tidak dinafikan ada waktunya kita melayani bersama pelayan Tuhan yang lain yang mempunyai kerenah yang berbeda-beda dan kadang kadang menyakitkan hati kita dan ada juga waktunya pelayanan yang kita lakukan seolah olah tidak dihargai. Namun begitu, kita harus kembali kepada dasar kita iaitu Yesus sendiri. Siapakah yang sedang kita layani sebenarnya? Kita bukan ingin memuaskan hati manusia dan mendapat penghargaan dari manusia tetapi semuanya untuk Tuhan. Amen?

Di dalam sesebuah pelayanan, kita harus belajar untuk saling menghormati pelayan Tuhan yang lain. Jangan kita menunggu orang lain supaya menghormati kita dahulu maka baru kita mau menghormati orang lain. Perhatikan firman Tuhan ini: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat"

Roma 12:10

Jika kita saling mendahului dalam memberi hormat, setiap konflik dapat di selesaikan. Saya pernah mengalami saat saat kekecewaan dan hampir putus asa dalam pelayanan. Saya kecewa melihat sikap pelayan pelayan Tuhan yang seolah-olah tidak mengambil serius hal pelayanan mereka dan membuat saya kadang-kadang marah dan rasa tidak mau meneruskan pelayanan saya di tempat tersebut. Namun satu hal yang saya lakukan dan di sini saya ingin mengongsikannya bersama dengan saudara dan saudari yang membaca penulisan saya ini. Di saat saya merasa kecewa melihat sikap pelayan Tuhan yang lain, saya membawa semua hal itu ke hadapan Tuhan melalui doa. Dalam doalah saya sering meluapkan segala perasaan saya pada Tuhan dan sering kali saya meluapkannya dengan tangisan. Ingin saya nyatakan di sini bahawa tidak salah kita meluahkan isi hati kita kepada Tuhan karena Dia memang rindu kita berkongsi segala masalah dan beban kita kepada Nya. "Percayalah kepada Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita". Mazmur 62:9

Apabila kita selalu melakukannya maka hubungan kita dengan Tuhan juga akan semakin intim. Yesus sentiasa mengalu alukan kita yang berbeban berat untuk datang kepada Nya. "Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Matius 11:28 Coba kita praktikkan hal ini. Luahkan segalanya kepada Tuhan walaupun itu kekecewaan dan kemarahan. Jika kita melakukannya, kita akan beroleh kekuatan daripada Tuhan untuk bersabar,tekun dalam pelayanan,bahkan memaafkan orang yang menyakiti hati kita. Memang berat rasanya untuk memaafkan orang tetapi jika kita membawa hal itu kepada Tuhan maka Dia akan memampukan kita untuk memaafkan orang lain. Setelah saya meluahkan segalanya kepada Tuhan, tibalah saatnya untuk saya berdiam diri di hadapan Tuhan. Untuk apa? Untuk mendengar isi hati Tuhan. Ingin saya tegaskan di sini bahawa sangat penting untuk mendengar isi hati Bapa kita yang di Syurga. Jangan kita hanya tahu untuk berdoa bla bla bla tetapi selepas itu tidak memberi ruang kepada Tuhan untuk berbicara kepada kita. Mendengar isi hati Tuhan boleh dilakukan dengan merenung firman Tuhan dan suara Roh Kudusnya. Pada waktu itulah kita akan belajar banyak perkara yang akan mengubah persepsi fikiran kita dan juga motivasi yang benar dalam melayani Tuhan.

Kita harus merelakan supaya hati kita dibentuk oleh Tuhan. Lalu apakah yang saya dengar daripada Tuhan? Roh Kudus mulai berbicara: "Engkau harus berfokus kepada Ku. Pelayananmu harus tertuju kepada Ku. Mengenai hamba hamba Ku yang lain, Aku juga mengasihi mereka sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Belajarlah untuk mengasihi dan menerima mereka". Dari kata kata itu saya belajar sesuatu yang sangat berharga. Saya belajar untuk melayani Tuhan dalam keadaan apapun saya berada dan siapapun orang yang di sekeliling saya. Tuhan mengajar saya supaya menerima kelemahan orang lain sebagaimana Tuhan juga telah menerima seadanya diri saya ini.

Kita sebagai manusia masing masing mempunyai kelemahan yang tersendiri dan sebab itulah kita harus saling mendukung dan melengkapi satu dengan yang lain. Saya berpendapat bahwa ada waktunya kelemahan itu baik. 3 sebab yang menyebabkan saya mengatakan demikian yaitu:

  1. Kelemahan kita akan mengajar kita bahawa kita memerlukan orang lain.

  2. Mengelakkan kita daripada bersikap sombong dan mementingkan diri
    sendiri. Jika kita tiada kelemahan, boleh menyebabkan kita merasa tidak memerlukan bantuan orang lain bahkan kita akan menolak Tuhan karena kita merasa mampu untuk melakukan banyak perkara.

  3. Menggalakkan persekutuan yang membentuk satu tubuh Kristus yang
    sempurna. Masing masing kita memainkan peranan untuk memberi faedah
    kepada tubuh Kristus secara bersama. Rujuk 1 korintus 12:12,30

Jika pada waktu ini kita merasa begitu lemah dan dan banyak kekurangan, kita harus bersandar kepada Tuhan dan mengimani Dia dengan sungguh sungguh karena hanya melalui Dia kita dapat melakukan segala hal walaupun yang mustahil bagi manusia. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7,8)

Marilah kita jangan berdalih lagi. Jangan kita terlalu banyak memberi alasan dalam hidup ini. Yesus sedang bertanya kepada kita baik yang mengalami kesakitan pada tubuh, lemah secara rohani, keadaan gereja yang mundur dan keadaan keluarga yang mungkin semakin retak, Yesus bertanya: Maukah engkau sembuh? Maukah kau dipulihkan? Maukah kau mendapat kekuatan yang baru daripada Ku? Jikalau anda sudah tidak melayani Tuhan disebabkan anda telah disakiti dan kecewa melihat karena hamba hamba Tuhan yang lain, pada saat ini Tuhan ingin bertanya: Maukah kau mengampuni orang yang menyakiti hatimu dan berdamai dengan mereka tanpa menyimpan sedikit rasa marah terhadap mereka? Maukah kau mengasihi mereka seperti mana Aku juga mengasihi mereka dan mengasihi engkau? Maukah kau kembali melayani Ku untuk kemuliaan Ku? Saudara dan saudari yang dikasihi, renungkan pertanyaan di atas dan ambillah keputusan yang wajar. Berdoalah dan renungkan firman Tuhan supaya anda mengetahui kehendak Nya.

Jika anda merasa Tuhan menjamah dan berbisik di dalam hati anda saat anda membaca penulisan ini, jangan keraskan hatimu. "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara Nya, janganlah keraskan hatimu! Ibrani 4:7b. Saya juga ingin mengongsikan sedikit kalimat doa yang sering saya ucapkan kepada Tuhan iaitu begini: Tuhan,ajar aku melihat orang lain seperti mana Engkau melihat mereka. Ajarlah aku menerima keadaan mereka sebagaimana Engkau telah menerima apapun keadaan diri saya. Ajar juga saya mengasihi mereka seperti mana Engkau mengasihi mereka.

Apabila kita dengan sungguh-sungguh menginginkan hal seperti itu, Tuhan akan mengubah cara kita melihat orang lain, mengubah cara kita berfikir dan menilai serta membentuk hati kita dengan mengalirkan kasih Nya ke dalam hati kita supaya kita dapat mengasihi orang lain. Tuhan melihat manusia dengan penuh kasih sayang dan belas kasihan dan Dia menginginkan kita juga melakukan hal yang sama.

Berbalik kepada kisah orang sakit itu, di ayat yang ke 8, Yesus berkata kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Di ayat yang ke-9 pula mengatakan: Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Melalui ayat inilah kemuncak mesej yang ingin saya kongsikan bersama dengan saudara dan saudari. Kita dapat melihat reaksi Yesus yang tidak memberi respon kepada alasan orang sakit itu yang seolah olah menyalahkan orang lain. Ini karena Yesus tahu bahwa alasannya itu tidak dapat menyelesaikan apa apa dan tidak dapat memulihkan keadaannya itu. Marilah kita menyadari bahawa alasan dan rungutan kita tidak akan berhasil memulihkan keadaan kita. Namun ada berita baik bagi kita semua iaitu: Firman Tuhan mampu memulihkan kita. Kata kata yang keluar dari mulut Yesus adalah firman yang berkuasa yang menyembuhkan orang sakit itu dan keadaannya dipulihkan. Saya percaya hal itu juga dapat berlaku kepada kita karena Yesus yang kita sembah tidak pernah berubah dan Ia sama dari dahulu kala sebelum dunia dijadikan, hari ini, dan sampai selama lamanya.

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selamalamanya. Ibrani 13:8, "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. Maleakhi 3:6, Hanya firman Tuhan yang mampu melepaskan kita dari ikatan dosa dan iblis serta menyembuhkan kita. Jika pada saat ini kita berasa lemah dan tidak berdaya baik dari segi tubuh badan maupun dari segi rohani, marilah kita mulai tekun dalam merenungkan firman Tuhan serta hidup sesuai dengan firman Tuhan itu supaya segala ikatan dosa dan sakit penyakit kita dikalahkan. Bagi yang sakit pada tubuh badan, percayalah kepada firman Tuhan dan mulailah mengucapkan kata kata iman kepada dirimu sendiri. Contohnya begini: Dalam nama Yesus aku telah sembuh. Saya berdoa bagi yang sakit secara jasmani, di dalam nama Yesus Kristus, anda telah di sembuhkan. Kenapa Firman Tuhan itu sangat berkuasa untuk menyembuhkan? Jawapannya tertulis di dalam alkitab. Contohnya: disampaikan Nya firman Nya dan disembuhkan Nya mereka, diluputkan Nya mereka dari liang kubur. Mazmur 107:20, Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri sebab itu Ia berkuasa. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama sama dengan Allah.

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yohanes 1:1,3). Bagi yang terikat dengan tabiat tabiat dosa seperti mabuk,ketagihan rokok,sikap pemarah,ketagihan seksual dan sebagainya, firman Tuhan juga mampu membebaskan kita asal saja kita tekun merenungkan dan mengamalkannya. Maka kata Nya kepada orang orang Yahudi yang percaya kepada Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar benar adalah murid Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yohanes 8:31,32).

Tabiat tabiat buruk memang sangat sukar dilepaskan kalau kita tidak mempunyai tekad yang kuat untuk ingin lepas dan tidak membenarkan kuasa Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup kita. Roh Kudus bekerja melalui firman Tuhan yang kita baca dan renungkan. Perhatikan perkataan tetap, dan frasa kebenaran itu akan memerdekakan kamu di ayat yang di atas. Tetap dalam firman Tuhan berarti suatu tindakan yang berterusan dalam mendengar,merenungkan dan melakukan firman-Nya. Jangan sesekali mengamalkan rutin seminggu,sebulan atau setahun sekali dalam merenungkan firman Tuhan. Ia nya harus dilakukan secara berterusan dari hari ke hari.

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Jika hal itu kita lakukan, saya percaya kita akan terlepas dari semua ikatan yang membelenggu kehidupan kita yang menyebabkan kita lumpuh rohani dan tidak dapat melangkah lebih jauh bersama Tuhan tetapi jika kita tidak melakukannya, itu bermakna kita tidak serius dalam hubungan kita dengan Tuhan dan keadaan kita juga sukar dipulihkan.Tuhan ingin memulihkan segala aspek kehidupan kita tetapi kita harus memberi respon yang positif kepada firman-Nya.

Pada waktu ini banyak orang kristian, gereja Tuhan dan persekutuan kristian yang sudah semakin tenggelam, ada yang suam suam kuku dan tidak kurang juga yang sudah berpaling daripada Tuhan. Perhatikanlah ke mana arah tuju gereja, persekutuan, keluarga dan hidup anda. Adakah semuanya semakin maju atau sebaliknya. Tuhan sebenarnya mau anak anak Nya semakin bertumbuh dalam mengenali Nya, semakin dewasa dalam iman dan berbuah lebat. Tuhan ingin supaya kita bangun daripada keadaan kita yang tidak mengalami kemajuan dan hanya melalui Yesus sahaja penerobosan( breakthrough) dapat terjadi di dalam kehidupan kita. Tuhan juga ingin kita bangun dari kekecewaan, penderitaan, kemiskinan dan dari apa saja yang menghalang kita untuk terus bertumbuh dan dimaksimakan sepenuhnya potensi kita bagi Kristus Yesus. Bangun juga berarti sadar dari keadaan yang seolah olah tidur, termenung, berangan angan dan di buai mimpi. Berjalan pula berarti kita melangkah dengan iman dan maju ke hadapan. Tuhan memang inginkan anak-anak-Nya supaya berhasil dalam kehidupan mereka. Kejayaan dan keberhasilan akan kita nikmati apabila kita tinggal di dalam Firman Nya karena di luar Yesus kita tidak dapat membuat apa apa(Yoh 15:5). Hanya di dalam Yesus sahaja ada harapan dan kemenangan. Seperti yang terjadi dengan orang sakit yang disembuhkan oleh Yesus itu, pasti dia tidak pernah menyangka bahwa keadaan hidupnya boleh berubah. Selama 38 tahun dia tidak melihat adanya harapan dan masa depan yang baik namun kehadiran Yesus telah mengubah segalanya. Begitu juga dengan kehidupan kita, jika Yesus hadir dalam hidup kita Dia mampu mengubah segala sesuatu yang tidak berpengharapan menjadi sesuatu yang penuh harapan.

Benarkanlah Yesus hadir dalam hidup anda. Untuk mengakhiri penulisan saya ini, sekali lagi saya ingin katakan: BANGUNLAH DAN BERJALANLAH!

Tinggalkan Komentar