Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereDoktrin / Pengertian tentang Lahir Baru

Pengertian tentang Lahir Baru


Oleh: Wiempy

Pengertian tentang Lahir Baru menurut Alkitab akan saya uraikan dibawah ini.

Seseorang yang sudah benar-benar lahir baru, yang diberikan sebagai "kasih karunia" (anugerah) dari Tuhan tidak dapat menahan kuasa kasih karunia Tuhan untuk menyelamatkannya. Dan Tuhan akan menyelamatkan semua orang2 pilihan yang ingin Ia selamatkan, dan tidak satu orangpun yang dapat menghalangi rencana Tuhan. Yesus berkata di Yohanes 10:27-29:

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa."

Allah yang kita sembah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Ia adalah "pengarang dan penyelesai" dari iman kita jika itu adalah iman yang diberikan sebagai kasih karunia dari Tuhan. Alkitab berkata di Ibrani 12:2a (versi BIS):

"Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir".

Karena itu dijamin kalau kita sudah betul-betul diselamatkan kita tidak dapat kehilangan keselamatan tersebut (Roma 8:35-39). Nah, sekarang kapan kita bisa mengetahui kalau kita sudah betul-betul diselamatkan? Alkitab berkata misalnya di Roma 8:16:

"Roh Allah akan bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah."

Dan di 1 Yohanes 2:3-6 berkata: "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

Memang sebagai manusia kita terdiri dari tubuh (daging) dan jiwa (roh), dan sebelum diselamatkan baik di dalam keadaan tubuh maupun jiwa kedua-duanya sama-sama memberontak terhadap Allah, jadi Roh Allah (Allah Roh Kudus) tidak dapat bersaksi di dalam kehidupan orang-orang yang belum diselamatkan karena mereka masih belum mengenal Allah. Ini membuktikan bahwa seorang yang belum dilahirkan kembali tidak dapat masuk kedalam surga. Yohanes 3:5 berkata: "Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air [Injil] dan Roh [Allah Roh Kudus], ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Tetapi ketika kita sudah betul-betul diselamatkan, kita menerima --kebangkitan jiwa yang sama sekali baru -- dimana didalam keadaan jiwa kita sudah tidak mau untuk berbuat dosa lagi. Tuhan berkata di 1 Yohanes 3:9: "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah"

Allah juga berbicara tentang transformasi rohani ini di 1 Petrus 1:23 dimana kita baca: "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal."

Dalam kata lain akan ada perubahan yang besar dan nyata di dalam kehidupan kita ketika kita sudah betul-betul diselamatkan. Sebagai contoh kalau kita melihat kehidupan kita beberapa tahun yang lalu kita akan melihat perubahan2 besar yang membuat kita semakin menuruti kehendak-kehendak Allah.

Adalah benar walaupun setelah diselamatkan (menerima kebangkitan jiwa yang baru) kita masih mempunyai tubuh yang belum dibangkitkan dan masih ingin untuk berbuat dosa (Roma 7). Tetapi setiap kali kita ingin untuk berbuat dosa, kita akan merasa tidak nyaman di dalam jiwa kita. Akan ada "pertentangan" (konflik) yang besar di dalam jiwa kita kalau kita ingin untuk berbuat dosa. Dan disaat yang sama dengan itu kita mempunyai keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus menerus untuk melakukan kehendak-kehendak Allah. Kita akan merasa sangat sedih dan terganggu jika kita terus- menerus memberontak terhadap Allah dan jatuh ke dalam dosa.

Disisi lain kita akan bersuka-cita dalam membaca Alkitab dan bersedia menyediakan semakin banyak waktu untuk mempelajari firman Tuhan didalam Alkitab. Allah Roh Kudus memberikan jaminan didalam kebangkitan jiwa kita yang baru, bahwa di dalam keadaan jiwa kita yang baru kita adalah seorang anak Tuhan dan semakin mau untuk menjadi patuh pada kehendak2 Tuhan didalam Alkitab.

Dan perlu kita ingat bahwa keadaan lahir baru tidak sama dengan keadaan bahwa seseorang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, atau ia sudah pernah melakukan upacara baptis air, atau ia sudah menjadi anggota gereja tertentu atau ia sudah menerima upacara perjamuan kudus secara tetap. Menerima Yesus secara pribadi atau melakukan sakramen-sakramen adalah pekerjaan yang kita lakukan sendiri, dan pekerjaan yang kita lakukan sendiri tidak dapat menyelamatkan kita (Efesus 2:8-9, Titus 3:5, Roma 11:6). Dalam kata lain kita harus menunggu Tuhan untuk menggenapkan keselamatan kita menurut jadwal dan kerelaan-Nya, di Roma 9:16 Tuhan berkata: "Jadi hal itu [yaitu keselamatan] tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

It is good that a man should both hope and quietly wait for the salvation of the LORD. (Lamentations 3:26)

Tinggalkan Komentar