Penulis : Markus Rani
ALLAH hadir dalam globalisasi. Paling sedikit, dari perspektif Allah, globalisasi mempunyai arah, sasaran, dan tujuan tertentu. Dengan demikian, globalisasi mempunyai dimensi teologis, bukan suatu proses yang sekuler belaka. Karena itu, tugas gereja bukan bagaimana meniadakan globalisasi, melainkan bagaimana mengisi. Hal itu perlu dilakukan karena Mamon juga tidak kurang hadir dalam (arus) globalisasi.
Penulis : RP Borrong
Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik melipatgandakan akselerasi komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi. Disintegrasi negara-negara komunis yang mengakhiri Perang Dingin memungkinkan kapitalisme Barat menjadi satu-satunya kekuatan yang memangku hegemoni global. Itu sebabnya di bidang ideologi perdagangan dan ekonomi, globalisasi sering disebut sebagai Dekolonisasi (Oommen), Rekolonisasi ( Oliver, Balasuriya, Chandran), Neo-Kapitalisme (Menon), Neo-Liberalisme (Ramakrishnan). Malahan Sada menyebut globalisasi sebagai eksistensi Kapitalisme Euro-Amerika di Dunia Ketiga.