Lebih dari Pemenang

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

Khotbah dalam ibadah “Weekend Celebration” El Shaddai Youth Ministry Sabtu, 20 Oktober 2012

“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37)

Pengantar

Titik awal kita kita menuju kemenangan bukanlah kekalahan, tetapi kemenangan, yaitu Kristus. “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Korintus 15:57). Sebagai orang Kristen kita tidak berpindah dari dari kekalahan kepada kemenangan atau berpindah dari keraguan kepada iman. Alkitab mengajarkan bahwa berangkat dari kemenagan kepada kemenangan, dari iman kepada iman. Paulus mengatakan “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:16-17). Selanjutnya dalam 12 Korintus 2:14 Paulus mengatakan “Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana”.

Apakah yang Dimaksud dengan Frase “Lebih dari Pemenang”?

Kata Yunani untuk “pemenang” adalah “nikon”, yaitu seorang yang oleh kasih karunia Allah yang diterimannya melalui iman kepada Yesus Kristus telah mengalami kelahiran kembali (regenerasi) dan tinggal tetap di dalam kemenangan atas dosa, dunia dan Iblis. Para pemenang adalah orang-orang Kristen yang menolak untuk berkompromi dengan dunia dan kefasikan (Roma 12:1-2); tetap setia pada Kristus sampai saat yang paling akhir dan memperoleh mahkota sebagai hadiah (Bandingkan 1 Korintus 9:25; Wahyu 3:10). Paulus mengatakan tentang dirinya sendiri “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Timotius 4:7-8).

Bagaimana Menjadi Orang Kristen yang Berkemenangan?


Pertama, mengetahui rahasia kemenangan kita. Rahasia kemenangan kita adalah kematian Kristus di kayu salib yang mendamaikan, menebus, menggantikan, membenarkan dan membebaskan kita dari kuasa dosa dan kuasa setan (Kolose 2:13-15; Ibrani 2:14-15).


Kedua, mengetahui posisi kita dalam Kristus. Paulus mengatakan dalam Roma 8:37 bahwa didalam Kristus kita “more than conquerors” (lebih dari pemenang). Apabila kita ingin memang, kita harus memulainya dari kemenangan. Kebimbangan, kekalahan, keputusaan bukanlah modal yang dapat kita gunakan untuk membangun kehidupan yang berkemenangan. Kita tidak mungkin menjadi orang-orang yang menang jika kita sendiri tidak mengetahui posisi kita sebagai orang-orang yang menang, di dalam Kristus (1 Korintus 15:57). Melihat posisi kita sebagai orang-orang yang kalah, tidak berdaya dan tanpa pengharapan adalah tipuan iblis, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44).  Alkitab menubuatkan kemenangan kita bersama-sama dengan Kristus dalam Wahyu  17:14 “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."


Ketiga, menggunakan otoritas dan perlengkapan yang telah disediakan Allah bagi kita. Otoritas adalah kuasa atau wewenang  yang menunut kepatuhan. Kristus adalah pemegang otoritas tertinggi (Matius 28:18-20; Filipi 2:9-11). Kristus telah mendelegasikan otoritas kepada gerejaNya, yaitu orang-orang percaya. Setiap orang percaya harus mempergunakan otoritas itu untuk melawan dosa, dunia, dan Iblis (Lukas 10-17-19; arkus 16:17; Yakobus 4:7).Selanjutnya orang-orang percaya harus mempergunakan sarana-sarana yang telah disediakan untuk hidup dalam kemenangan, yaitu: Iman (1 Petrus 5:9-10; 1 Yohanes 5:4-5), darah Yesus Kristus (Wahyu 12:11), firman Tuhan (Mazmur 119:9; 1 Yohanes 2:13-14), dan kuasa Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:8).


Keempat, hidup di dalam Roh (Galatia 5:16,25). Apakah kehidupan dalam Roh itu? Roh Kudus yang mendiami orang percaya ketika mereka lahir baru dan penuh Roh Kudus, kemudian Roh itu memimpin hidup mereka dan mereka taat kepadaNya dan firmanNya, itulah kehidupan dalam roh. Sementara baptisan Roh Kudus merupakan suatu pengalaman permulaan yang khusus, tidak diulang-ulang, dan bersifat permanen (ini sama dengan pemeteraian oleh Roh Kudus saat seseorang diselamatkan); maka kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu pengalaman yang harus terus menerus diulang selama hidup orang percaya, dan dipertahankan agar jangan sampai hilang atau padam. Namun jika hilang masih dapat ditemukan kembali, jika padam masih dapat dinyalakan lagi (Efesus 5:18; 1 Tesalonika 5:19). Setiap orang percaya dituntut untuk penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18). Untuk hidup dalam Roh maka orang percaya harus taat sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus dalam hidup mereka (Galatia 5:25). Kehidupan dalam Roh adalah bagaimana cara kita mengikuti dan respon pada pimpinan Roh dan taat kepada apa yang dikehendakiNya. Untuk taat kepada Roh Kudus dibutuhkan Iman dan penyerahan diri sepenuhnya.

Janji Bagi Para Pemenang?

Berikut ini adalah tujuh janji yang diberikan Kristus bagi para pemenang, yaitu orang-orang yang dipanggil, dipilih dan setia (Wahyu 14:17).
1. Wahyu 2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."
2. Wahyu 2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."
3. Wahyu 2:17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
4. Wahyu 2:26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;
5. Wahyu 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
6. Wahyu 3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
7. Wahyu 3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.