Oleh: Sunanto
perubahan (metamorfosis) manusia batiniah yang memakai contoh proses
perubahan yang terjadi pada ulat kepompong menjadi kupu-kupu. Beberapa
waktu yang lalu ketika berkunjung ke sebuah toko buku, secara
kebetulan saya melihat sebuah buku bergambar yang dengan sangat jelas
menggambarkan proses metamorfosis yang terjadi pada kupu-kupu. Lewat
buku itu saya semakin memahami proses metamorfosis yang terjadi dari
ulat menjadi kupu-kupu. Sebelum seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu,
ia harus lebih dulu membungkus dirinya dalam sebuah kepompong yang ia
buat sendiri. Hari demi hari sang ulat merajut tanpa lelah sampai
seluruh dirinya terbungkus oleh kepompong yang biasanya akan
tergantung di sebuah batang pohon. Di dalam kepompong tersebut sang
ulat mengisolasi dirinya dari dunia luar dan melepaskan kulit lamanya
agar ia bisa berubah menjadi kupu-kupu. Proses pelepasan kulit lama
ini menggambarkan proses pembaharuan pikiran yang harus dialami oleh
semua orang yang ingin mengalami proses perubahan menjadi manusia
baru. Perhatikan, sang ulat tidak melepaskan kulit lamanya sebelum ia
terisolasi (terpisah dari dunia luar) di dalam kepompong. Seringkali
Tuhan akan membawa kita ke dalam posisi yang mirip seperti ulat dalam
kepompong dimana kita merasa terpisah dari dunia ini dan dicekam oleh
perasaan kesepian. Saya sendiri pernah mengalami masa-masa kesepian
saat Tuhan sedang membentuk saya untuk menjadi lebih serupa dengan
Dia. Dalam masa-masa kesepian ini Tuhan memulihkan hidup saya dan
melepaskan banyak kepercayaan (pola pikir) saya yang lama.
sangat tergantung dari program (skrip,pikiran) dari aplikasi sofware
tersebut. Sebagai seseorang yang dulunya pernah bekerja sebagai
programmer saya sangat memahami bahwa untuk mengubah sebuah isi
aplikasi maka perlu mengubah programnya (otaknya). Bila saya salah
dalam menulis skrip program dari sebuah aplikasi maka dapat dipastikan
aplikasi komputer yang saya buat tersebut akan bekerja dengan tidak
semestinya. Demikian juga untuk mengubah seorang manusia maka perlu
mengubah pikirannya. Kita semua merupakan orang-orang yang telah
diprogram pikirannya sedemikian rupa dan program tersebut mempengaruhi
tingkah-laku luar kita. Apa yang kita pikirkan akan menjadi apa yang
kita katakan dan apa yang kita katakan akan menjadi apa yang kita
buat. Untuk menilai seseorang kita dapat menilainya dari kata-kata
yang ia ucapkan sebab kata-kata tersebut mencerminkan pikiran orang
tersebut. Ada orang tertentu yang mudah marah atau tersinggung bila di
kritik sebab pikirannya telah diprogram untuk marah bila di kritik.
Ada orang yang mudah nangis bila ditekan sebab pikirannya telah
diprogram untuk menangis bila sedang mengalami tekanan.
bom Bali yang berdaya ledak sangat dasyat sehingga mengakibatkan
jatuhnya banyak korban. Polisi bekerja dengan baik sehingga salah satu
pelakunya tertangkap yaitu yang bernama Amrozi. Saya sangat terkejut
ketika melihat ekspresi muka Amrozi yang penuh tawa saat muncul di
televisi. Bahkan ia tidak merasa menyesal atau takut dengan hukuman
mati yang mengancamnya. Ia percaya bahwa ia telah melakukan jihad dan
pasti akan masuk surga bila mati nanti. Kisah Amrozi ini menggambarkan
bagaimana seseorang yang telah di cuci otak ( diprogram) sedemikian
rupa sehingga ia sampai tega melakukan sebuah tindakan terorisme yang
tidak berprikemanusiaan.
seseorang sedang di hipnotis ? Saya pernah beberapa kali melihatnya
dalam sebuah acara yang disiarkan oleh sebuah stasiun TV. Dalam adegan
tersebut seseorang yang disebut ahli hipnotis akan mengatakan beberapa
kata ke alam bawah sadar dari orang yang sedang dihipnotis. Orang yang
sedang terhipnotis tersebut akan melakukan apa yang diperintahkan ke
dalam pikirannya sampai ia “dibangunkan” oleh sang penghipnotis. Bila
anda pernah menyaksikan maka anda pasti akan tertawa menyaksikan
tingkah laku dari orang yang sedang dihipnotis tersebut. Namun tahukah
anda bahwa tanpa disadari kita semua sebenarnya sedang
tidur/terhipnotis ? Tahukah anda bahwa kita semua hidup dalam sebuah
ilusi sampai Roh Kudus “membangunkan” diri kita untuk hidup dalam
realita (kebenaran) ? Dunia ini dipenuhi oleh manusia-manusia yang
sedang tidur dan tidak menyadari apa yang sedang mereka buat. Oleh
karena itu Tuhan memerintahkan kita untuk berubah oleh pembaharuan
pikiran. Dengan kata lain kita diperintahkan untuk bangun/sadar dari
semua ilusi yang telah menghipnotis hidup kita.
bahagia kita membutuhkan sesuatu atau seseorang. Salah satu kebodohan
manusia adalah kita percaya bahwa kita tidak dapat hidup tanpa berada
dalam sebuah kelompok. Manusia memang makhluk sosial dalam pengertian
untuk memenuhi kebutuhan hidup maka kita saling membutuhkan tetapi
kita sebenarnya tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi bahagia.
Kebahagiaan yang sejati bersumber dari dalam yaitu dari sukacita dan
sejahtera oleh Roh bukan bersumber dari luar. Merupakan sebuah ilusi
bila kita tidak dicintai oleh seseorang maka kita tidak dapat
berbahagia sebab ternyata ada wanita cantik yang dicintai dan dikejar-
kejar oleh banyak pria tetap saja ia tidak merasa bahagia. Sebenarnya
orang lain tidak memiliki kekuatan untuk membuat kita bahagia atau
menderita. Tatkala kita berubah menjadi manusia baru yang telah
mengalami pembaharuan pikiran (pencerahan) maka tidak ada seorangpun
yang dapat membuat kita kecewa lagi.
kebahagiaan kita sebab semuanya itu tidak kekal dan dapat berubah
dalam sekejab. Karir kita dapat menurun, harta kita dapat ludes
dibakar api dalam sekejab, sahabat kita dapat berubah sikap menjadi
seorang penghianat. Kebahagiaan yang sejati terjadi bila kita telah
mengalami pencerahan dan bersentuhan dengan realita dari kehidupan
ini. Pembaharuan pikiran merupakan sebuah proses pencerahan/penyadaran
dimana kita menyadari bahwa selama ini kita telah hidup dalam sebuah
ilusi. Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus diberikan kepada kita untuk
membawa kita kepada seluruh kebenaran. Roh Kudus diberikan kepada kita
sebagai penolong agar kita dapat mengalami proses pembaharuan pikiran
sehingga kepercayaan-kepercayaan kita yang salah dapat digantikan oleh
kebenaran Firman Allah. Yesus berkata, “ Kamu akan mengetahui
kebenaran dan kebenaran akan memerdekakanmu”. Yesus yang juga adalah
Firman kebenaran datang ke dunia ini untuk memberikan kehidupan yang
berkelimpahan agar kita menjadi orang yang bebas dan merdeka. Jadilah
manusia yang merdeka dan setelah itu bantulah orang lain agar mereka
bisa mengalami hidup dalam kemerdekaan yang sejati ini !
- Printer-friendly version
- Login or register to post comments












sabda.org