Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereLingkungan

Lingkungan


Paskah dan Lingkungan Hidup

Oleh: Pdt. Midian KH Sirait, M.Th.

Lingkungan hidup dan permasalahannya sudah menjadi pusat perhatian dan keprihatinan dunia, termasuk di Indonesia. Akar dari krisis lingkungn hidup -- termasuk masalah pemanasan global -- dewasa kini, terletak pada kekeliruan perspektif manusia modern mengenai alam. Pemanasan global adalah buah dari tindakan manusia akibat keserakahan dan ketakbertanggungjawabannya terhadap alam. Berbagai bencana alam yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsong, angin topan, dsb, membuat masyarakat memberikan perhatian kepada lingkungan hidup.

Iman Kristen dan Tanggung Jawab Ekologi

Melakukan penginjilan kepada setiap manusia yang berkomunikasi dengan setiap orang yang percaya kepada Kristus merupakan bukti kesadaran kita bahwa manusia akan binasa tanpa Kristus. Berkembangnya pemahaman sekelompok Kristen bahwa keselamatan ada di luar Kristus nampaknya mengurangi semangat kelompok ini akan pentingnya penginjilan. Mereka menuduh kelompok Kristen yang rajin melakukan penginjilan sebagai kelompok fundamentalis. Benarkah kelompok yang rajin melakukan penginjilan kelompok fundamentalis?. Menurut kenyataan yang saya lihat, tidak sepenuhnya benar. Jika mau jujur, kelompok yang melakukan penginjilan Beberapakali melakukan kesalahan.

Menyelamatkan Bumi Melalui Gereja

Penulis : Gurgur Manurung

Kita seringkali mendengar pemanasan global di media elektronik dan media cetak. Hutan dibababat orang-orang nakal yang sering disebut illegal logging. Kita dikejutkan dengan berhasilnya departemen kehutanan bersama aparat keamanan menyelamatkan triliunan rupiah uang negara dari penangkapan illegal logging di Papua baru-baru ini. Kita juga dikejutkan kasus Teluk Buyat yang kontraversi itu. Kita tahu tragedy banjir bandang di Bukit Lawang kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara. Hal itu semua terjadi akibat ulah rakusnya manusia. Hal itu tidak terjadi apabila manusia memahami keseimbangan alam. Apakah kita pernah membicarakan krisisnya bumi ini di Gereja?. Seberapa jauh Gereja peduli tentang hal itu?. Atau, jangan-jangan penghuni Gereja yang terlibat orang-orang rakus itu. Dan, apakah mereka para penyumbang bagunan Gereja?. Sudah berapa banyak Gereja yang menyuarakan jemaatnya agar memelihara bumi?. Jangan-jangan para pendeta masih mengkotbahkan “kuasailah bumi?. Kuasailah bumi dalam pengertian apa yang disampaikan para pendeta?. Sudah berapa kali pendeta kita mengkhotbahkan keseimbangan alam?

Tinggalkan Komentar