Kesaksian

Ceritakan Pada Dunia Untukku

Penulis : John Powell, S.J.

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh. Baca selengkapnya ... about Ceritakan Pada Dunia Untukku

Kesaksian Didik Nini Thowok

Sosok Didik Nini Thowok adalah sosok yang lekat dengan tarian humoris. Membawakan karakter perempuan dan gerak-gerak tarian yang " diplesetkan", Didik selalu berhasil membuat penontonnya tertawa terpingkal-pingkal. Setelah puluhan tahun belajar seni tari dari berbagai daerah, antara lain Jawa, Sunda, Bali, dan Jepang, kini Didik berhasil memadukan semua gaya itu menjadi tarian dengan gayanya sendiri yang khas dan humoris. Dengan kemampuannya itu Didik meraih sukses sebagai penari yang melintas batas budaya dan negara. Baca selengkapnya ... about Kesaksian Didik Nini Thowok

Tuhan Meluputkan Kami Dari Tsunami

Penulis : Yohana Fonny - Jakarta

Shalom,saya mau bersaksi tentang kemurahan dan penyertaan Tuhan yang telah menyelamatkan keluarga saya dari bencana Tsunami di Aceh. Saya berasal dari kota Banda Aceh tetapi sekarang sedang kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Memang rencana Tuhan sungguh indah dan tiada terduga,sebenarnya sebelum ujian tengah semester adik saya berencana untuk pulang ke Banda Aceh. Adik saya lalu menelepon papa saya supaya dia diberi izin pulang. Tetapi papa saya malah marah-marah dan tidak mengijinkan dia pulang karena papa saya menilai itu adalah pemborosan mengingat liburan Natal hanya 2 minggu.Papa saya bahkan mengancam dia kalau berani pulang maka tidak usah kuliah lagi.Lagipula liburan tersebut bertepatan dengan pernikahan paman saya jadi mama saya berencana untuk ke Jakarta. Akan tetapi mendengar rengekan adik saya, mama saya tampaknya ingin membatal kan rencana kedatangannya ke Jakarta.Tetapi papa saya terus mendesak mama saya ke Jakarta dan akhirnya tanggal 12 Desember 2004 mama saya ke Jakarta membawa adik saya yang paling kecil. Pada tanggal 26 Desember pagi jam 8 pagi papa saya menelepon kalau terjadi gempa dan gempanya sangat kuat dan banyak rumah yang roboh.Pada saat itu papa saya lagi di pasar menjual hasil panen udangnya.Biasanya papa saya selesai panen sekitar jam 10an,tetapi pagi itu papa sebelum jam 7 sudah selesai panen. Baca selengkapnya ... about Tuhan Meluputkan Kami Dari Tsunami

Anak-anak Gunung

Penulis : Daniel Alamsjah

Suatu pagi dibulan Februari yang cerah, jam baru menunjukan jam 6 pagi Anak-anak sudah rapi bergerombol didepan gereja dengan seragam dari TK, SD dan SMP. Mereka adalah anak-anak sekolah minggu yang ingin berangkat ke sekolah Dari wajah2 mereka sangat ceria setelah melewati liburan hari minggu, Mereka membiasakan diri berdoa digereja sebelum berangkat ke sekolah yg berjarak 3 km Pagi itu aku berniat bersama-sama mereka untuk pulang setelah pelayanan semalam di desa. Baca selengkapnya ... about Anak-anak Gunung

Kisah Enam Bulan Penculikan Pendeta Jokran Ratu

Pergumulan Panjang dalam Penantian yang Tak Pasti

Penulis : Izaac Tulalessy

JAKARTA - Kamis (2/6), tepat enam bulan lamanya Pendeta Jokran Ratu yang Pimpinan Jemaat Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) di Dusun Labuan, Desa Elfule Kecamatan Namrole Kabupaten Pulau Buru, diculik. Nasib sang pendeta entah hidup atau mati hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Baca selengkapnya ... about Kisah Enam Bulan Penculikan Pendeta Jokran Ratu

Tags: 

Mata

Penulis : sonny ar Papaku sudah berumur 63 tahun dan papa berulang tahun juga setiap tgl. 25 desember 2005. Tapi, kami gak pernah secara khusus merayakan hari ultah papa, karena hari itu kami merayakan hari natal. Cuma, pas memberi salam selamat natal, kami memberi "bonus" selamat ulang tahun juga sama papa. Baca selengkapnya ... about Mata

Tuhan Menyuruh Saya Telepon Ke Nias

Penulis : Ev. Sonny Eli Zaluchu, MA

Detik detik Gempa di Nias...
Saya baru pulang dari perjalanan panjang di Jerusalem, Jordania dan Abu Dhabi dan berjanji pada kedua orang tua saya yang masih tinggal di kota Gunungsitoli Nias untuk menghubungi mereka setelah tiba kembali di Indonesia. Tetapi dua malam berturut-turut ternyata saya "ketiduran" akibat penyesuaian metabolisme tubuh karena melakukan perjalanan melampauhi batas waktu sehingga saya tidak jari menelepon ke Nias. Baru pada hari Senin (28/3/2005) malam pukul 10.30 WIB saya akhirnya berkesempatan menelepon orang tua di Nias, melepas kangen setelah lama meninggalkan Indonesia. Telepon malam itu agak panjang karena kedua anak saya juga ingin berbicara dengan neneknya. Rupanya mereka telah tertidur dan "terpaksa" bangun mendengar deringan telepon di tengah keheningan malam. Saya menutup telepon sekitar setengah jam. Baca selengkapnya ... about Tuhan Menyuruh Saya Telepon Ke Nias

Pages