Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereRenungan / Hari Tuhan

Hari Tuhan


Oleh: Berea Indonesia

Mengapa kita harus berkumpul?

Yesus memanggil kita "gereja" yaitu tubuh-Nya. Oleh karena itu gereja bukanlah berarti gedung atau bangunan, tetapi "Ekklesia". Dengan kata lain, perkumpulan atau persekutuan orang-orang percaya "di dalam" Yesus sebagai tubuh-Nya.

Orang-orang Kristen selalu menghadiri Ibadah pada Hari Tuhan. Pada Hari Tuhan, orang-orang Kristen datang dari daerah tempat tinggal mereka masing-masing untuk beribadah kepada Tuhan dan dipersatukan dengan Dia.

Pada hari ini, kita beribadah, mengucap syukur kepada Allah yang memberikan kita hidup melalui Yesus, dan yang juga menguduskan tubuh kita oleh Roh Kudus, sebagai bait-bait kudus Allah.

Pada malam Ia dikhianati, Yesus membagikan cawan dan roti kepada murid-murid-Nya dan memerintahkan mereka untuk melakukan hal ini sebagai peringatan akan Dia. (Lukas 22:19-20, 1 Korintus 11:23-25). Jadi murid-murid biasanya berkumpul bersama pada Hari Tuhan untuk memecahkan roti (Kisah Para Rasul 20:7).

Tuhan kita dibangkitkan dari kematian pada hari pertama minggu itu. Setelah Dia diangkat ke surga, Dia sudah mengutus Roh Kudus kepada kita sesuai dengan janji-Nya untuk menyaksikan fakta bahwa Dia dibangkitkan dan bahwa Dia juga sedang membela kita di sebelah kanan Allah (Roma 8:34).

Oleh karena itu, kita harus berkumpul pada Hari Tuhan, tidak seperti mereka yang tidak rindu untuk beribadah, dan giat menantikan menjelang tibanya Hari itu (Ibrani 10:25) untuk memperingati dan memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus dan turunnya Roh Kudus.

Mengapa "Hari Tuhan"?

Karena itu adalah harinya Tuhan (Wahyu 1:10). Yesus dibangkitkan dari kubur pagi-pagi sekali pada hari pertama minggu itu (Markus 16:1-7) dan menjadi buah sulung kebangkitan, harapan dari semua umat manusia (1 Korintus 15:20). Turunnya Roh Kudus -- yang Yesus sudah janjikan -- terjadi pada hari Pantekosta, Hari Tuhan (Kisah Para Rasul 2:1-4). Sejak hari itu, orang-orang percaya mulai bersaksi tentang Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 1:8). Oleh karena itu Hari Tuhan menjadi peringatan lahirnya Gereja Kristus.

Hari Tuhan adalah hari pertama dari tiap-tiap minggu (1 Korintus 16:2), hari yang penuh dengan hidup dan berkat bagi enam hari yang berikut. Yesus mati satu hari sebelum hari Sabat, dibaringkan di kubur pada hari Sabat dan dibangkitkan dari kematian pada Hari Tuhan. Melalui kebangkitan-Nya, Dia menghancurkan kuasa maut dan memastikan keselamatan kita. Pada Hari Tuhan dua ribu tahun silam, orang-orang Kristen dibebaskan dari maut dan kutuk. Jadi sekarang ini pada Hari Tuhan, kita menghargai benar harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal.

Roh Kudus mendiami orang-orang Kristen yang telah disucikan oleh darah Yesus, dan memberikan kesaksian atas kebangkitan Yesus.

Hari Sabat tidak mampu memberi kebebasan sejati bagi roh jiwa kita. Yesus Kristus menyempurnakan hari Sabat dan memberi kebebasan sejati kepada roh jiwa manusia. Yesus Kristus lebih besar daripada hari Sabat dan Dialah Tuhan atas hari Sabat (Matius 12:8). Marilah kita menghadiri ibadah dengan setia untuk mematuhi perintah-Nya.

Ucapan Syukur untuk Keselamatan Kita, Inspirasi untuk Kebangkitan Kita

Pada Hari Tuhan, kita dipenuhi dengan ucapan syukur atas penebusan dan keselamatan. Hari Tuhan adalah hari sukacita, hari satu-satunya yang adalah milik kasih karunia dan kebenaran. Pada Hari Tuhan ini, orang-orang Kristen bertemu dan saling membagi pengharapan mereka atas kebangkitan. Jika tidak ada kebangkitan, iman kita mejadi sia-sia (1 Korintus 15:12-20). Tujuan akhir iman bagi kita orang-orang Kristen adalah kebangkitan (Filipi 3:10-14).

Kristus dibangkitkan dari kematian, menjadi buah sulung kebangkitan diantara mereka yang tertidur dan terangkat ke sorga.

Ketika Dia datang kembali, mereka yang menjadi milik-Nya pertama-tama akan dibangkitkan (1 Korintus 15:20-23), dan sisanya akan ikut dalam kebangkitan yang berikut (1 Korintus 15:24). Jika tidak ada kebangkitan orang mati maka tidak ada harapan untuk kehidupan kekal. Untuk dibangkitkan dari kematian sebagai yang tidak bisa binasa lagi adalah bagian inti dari iman kita dan suatu janji penting dari Allah untuk Gereja Kristen masa kini.

Diberkatilah mereka yang akan termasuk dalam kebangkitan pertama (Wahyu 20:4-6). Pada Hari Tuhan, kita memperbaharui kepastian kita akan kebenaran dan janji mengenai kebangkitan pertama. Selama kita menerima kesaksian Tuhan melalui Firman-Nya. Kita juga dapat mengalami sebelumnya sejenis kehidupan yang kita akan miliki di surga ketika kita memerintah untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, kita harus mengakhiri kebiasaan kita yang bermalas-malasan dan berpartisipasi dalam pekerjaaan melayani Gereja untuk kemuliaan Kristus. Kita harus hidup sebagai imamat yang rajani (1 Petrus 2:9) dan berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua.

Beberapa Kebiasaan-kebiasaan yang Baik dalam Beribadah pada Hari Tuhan

  1. Pada hari-hari kerja:

  2. Tetap berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menghadiri Ibadah pada Hari Tuhan. Pada hari Sabtu malam, persiapkan uang persembahan dan perlengkapan yang diperlukan seperti Alkitab, Kidung Pujian, alat tulis dan lain-lain.

  3. Pada Hari Tuhan:

  4. Bangun lebih pagi dan mempersiapkan diri. Tiba di gereja dua puluh menit sebelum ibadah dimulai. Beribadah dengan kepenuhan Roh Kudus (Yohanes 4:24). Ambil bagian dalam pekerjaan pelayanan (Efesus 4:12). Jauhkan diri dari melakukan kesenangan, dan keinganan duniawi dan dari amarah. Gunakan kata-kata berkat. Layani sesama. Jangan membuat janji untuk tujuan keduniawian dan rencana apapun untuk mengadakan perjalanan.

Tinggalkan Komentar