Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereRenungan / Waktu

Waktu


Oleh: Sulistijo

Waktu, Siapakah Engkau ?

Aku serasa mengenalmu tapi tak pernah melihatmu.

Sang Nabi berkata di kitab Kejadian 1:14; demikianlah firman Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.

Waktu, apakah engkau hanya catatan hari berganti hari dan tahun berganti tahun?

Bukankah setiap bangsa telah mencatat hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun mereka. Dan setiap tahun mereka merayakan pergantian tahun.

Aku pun telah mencatat hari lahirku dan pada waktu aku meninggal nanti seseorang akan mencatat hari kematian di batu nisanku.

Waktu, engkau serasa ada tetapi manusia hanya mampu mencatat hari-hari, bulan-bulan, tahun-tahun dari benda-benda langit yang diciptakan Allah.

Waktu milik siapakah engkau?

Ketika aku berkata “waktuku”, apakah benar engkau milikku ?

Aku dapat memberikan uang dan harta bendaku tetapi aku tidak dapat memberikan waktuku kepada orang lain.

Ketika aku melihat orang yang sudah tidak dapat menghitung waktu ternyata aku masih dapat menghitung waktu.

Demikian juga ketika aku dan kamu sudah tidak dapat menghitung waktu tetapi orang lain masih dapat menghitung waktu.

Waktu ternyata engkau tetap ada baik ketika aku ada maupun ketika aku tiada.

Waktu, ternyata engkau bukan milikku tetapi milik Penciptamu.

Waktu, engkau hanya dipinjamkan oleh Pencipta mu kepada setiap orang, tanpa tahu berapa lama engkau dipinjamkan.

Ketika fajar menyingsing, manusia bergegas ke sekolah, kuliah, bekerja, kemudian makan siang, makan malam dan ketika matahari tenggelam mereka beristirahat.

Waktu, engkau bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Waktu, engkau sangat berkuasa sehingga mampu membelenggu setiap orang, dan mengatur seluruh kehidupan dan kegiatan manusia.

Waktu, engkau adalah gambar dari seluruh kegiatan, perbuatan, ingatan akan hari-hari yang indah, maupun hari-hari yang menyedihkan.

Waktu, setiap orang harus tunduk kepadamu,dan sesungguhnya, Pencipta mu Maha Besar dan berkuasa atas kehidupan manusia.

Hamba bersyukur untuk waktu yang dipinjamkan dan hamba berserah mengikuti waktu yang Engkau ciptakan.

Bimbing hambamu agar mengerti kehendakMu sehingga perbuatan yang merupakan gambar dari waktu dapat berkenan kepadaMu.

Seperti sang Nabi memohon di Mazmur 90 :12: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Diambil dari: www.secercahcahaya.com

Tinggalkan Komentar