Kerajaan yang di Dalam

[block:views=similarterms-block_1]

Jika kita perhatikan lebih jauh, sebenarnya manusia menyukai dan terfokus pada hal-hal yang dapat dilihat oleh mata jasmani mereka. Memang manusia cenderung memperhatikan sesuatu yang terlihat oleh mata jasmani. Manusia tidak suka hal-hal yang tidak terlihat, sama seperti bangsa Israel di zaman nabi Samuel. Mereka meminta seorang raja manusia yang jelas terlihat oleh mata jasmani mereka, yang dapat memimpin mereka dalam peperangan dan membebaskan mereka dari segala persoalan mereka. Dengan permintaan ini, sesungguhnya mereka telah menolak Raja yang tidak terlihat yaitu Tuhan, Allah Israel sendiri.

Tetapi Tuhan Yesus datang dan membukakan pada kita bahwa baik persoalan kita yang sesungguhnya, maupun solusi atas persoalan kita itu, semuanya ada di dalam diri kita. Persoalan kita yang sesungguhnya adalah hati kita yang licik ini, bahkan dikatakan lebih licik dari segala sesuatu (Yeremia 17:9). Hati kita inilah yang menajiskan kita (Matius 15:19-20). Inilah yang merupakan persoalan kita sesungguhnya. Namun, Tuhan Yesus juga mengungkapkan bahwa jawaban atas persoalan kita itu ada di dalam diri kita juga. Jawaban atas persoalan kita adalah kerajaan sorga yang ada di dalam diri kita.

Lukas 17 yang telah kita kutip di atas menegaskan, “…Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu”. Terjemahan bahasa Indonesia "di antara" ini, berasal dari kata Yunani "entos". Kata Yunani "entos" sebenarnya berarti "di dalam". Selain di dalam Lukas 17:21, kata Yunani "entos" ini hanya dipakai satu kali lagi yaitu di dalam Matius 23:26. Di dalam Matius 23:26, Tuhan Yesus menggunakan kata "entos" ketika Ia berkata, “Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam (entos) cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih”. Kita tahu bahwa arti suatu kata ditentukan oleh bagaimana ia digunakan, atau bagaimana penggunaannya. Di dalam Matius 23:26, "entos" digunakan sedemikian sehingga tidak mungkin seseorang menerjemahkannya menjadi "di antara", seperti yang terdapat dalam terjemahan bahasa Indonesia pada Lukas 17:21. Sesuai penggunaannya di dalam Matius 23:26, kita pasti menerjemahkan "entos" menjadi "di dalam". Oleh karena itu, terjemahan yang tepat dari Lukas 17:21 adalah, “…Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di dalam kamu”.

Ketika Tuhan Yesus mengatakan, “…sesungguhnya Kerajaan Allah ada di dalam kamu", Ia katakan hal ini bukan kepada murid-murid-Nya atau kepada orang yang telah percaya pada-Nya. Namun, Ia mengatakannya kepada orang-orang Farisi, yang jelas-jelas menentang-Nya. Jadi, kita dapat simpulkan bahwa kerajaan Allah itu ada di dalam diri setiap orang, entah orang itu sudah percaya Tuhan atau belum. Tentu saja, bagi orang yang belum percaya Tuhan, kerajaan sorga yang di dalam mereka tidak memberi pengaruh apa-apa atas kehidupannya. Tetapi yang sedang kita permasalahkan di sini adalah bahwa jawaban dari persoalan setiap manusia, ada di dalam diri mereka sendiri.

Jika seseorang telah sungguh-sungguh percaya Tuhan Yesus dan mengalami lahir baru, serta menyadari bahwa kerajaan sorga itu ada di dalam dirinya, bahkan bertumbuh terus dalam pengenalannya akan kerajaan sorga, maka kuasa dan kemuliaan kerajaan sorga itu akan membereskan kenajisan hatinya. Kerajaan sorga itu seperti ragi yang akan mengkhamirkan seluruh adonan. Artinya, kerajaan sorga itu pada akhirnya akan mempengaruhi seluruh keberadaan orang tersebut. Jika seseorang telah dipenuhi dan dipengaruhi secara total oleh kerajaan sorga, maka persoalan orang tersebut sudah selesai. Demikianlah cara Tuhan menyelesaikan persoalan manusia. Ia menyelesaikannya dari dalam, oleh kuasa dan kemuliaan kerajaan sorga.

Telah kita sebutkan di atas, bahwa persoalan manusia adalah hatinya yang licik, yang pada gilirannya menajiskan seluruh keberadaannya. Hati manusia yang licik ini tidak dapat diselesaikan dan dibereskan dengan melakukan rutinitas agamawi, dengan teori-teori atau doktrin-doktrin apapun juga, dengan pendidikan dan peraturan-peraturan apapun juga, bahkan penjara-penjara pun tidak mampu mengubah hati manusia. Hati manusia hanya dapat dibereskan oleh kuasa dan kemuliaan kerajaan sorga. Dan kerajaan sorga itu ada di dalam diri setiap orang.

Siapakah raja di dalam kerajaan sorga ini? Ketika Pilatus bertanya pada Yesus, “... Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang kedalam dunia ini...". (Yohanes 18:37). Yesus adalah raja di dalam kerajaan sorga. Walaupun orang-orang Yahudi menolak-Nya, tetapi siapapun yang menerima-Nya, akan mengalami kuasa dan kemuliaan kerajaan sorga itu. Kuasa dan kemuliaan kerajaan sorga inilah yang akan menyelesaikan persoalan manusia. Datanglah kerajaan-Mu, Amin.

Blog penulis: Gema Sion Ministry