Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are herePelayanan Gereja / Berjalan Bersama Tuhan

Berjalan Bersama Tuhan


Oleh: Sunanto

Kel 33:15-16 Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"

Dalam perjalanan menuju Kanaan, bangsa Israel dipimpin oleh Tuhan dengan menggunakan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Namun karena bangsa ini sering memberontak maka akhirnya Tuhan menjadi murka dan menyuruh mereka pergi tanpa penyertaanNya. Musa menolak untuk pergi tanpa pimpinan Tuhan walaupun Tuhan menjanjikan akan mengutus seorang malaikat untuk mengalahkan musuh-musuh mereka. Musa mengetahui bilamana Tuhan tidak menyertai mereka maka mereka tidak akan memiliki kebahagiaan meskipun berhasil masuk ke tanah perjanjian.

Bagi Musa, tanpa adanya hadirat Tuhan percuma saja memiliki tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya itu. banyak gereja yang ia rintis atau berapa banyak negara yang ia sudah layani. Kesuksesan sejati diukur dari seberapa dalam kita mengenal Allah dan taat melakukan kehendakNya. Sekalipun tidak ada seorangpun yang mengenal kita tetapi bila kita mengenal Allah dengan intim dan taat kepadaNya maka di mata Tuhan kita merupakan orang yang sukses. Saya percaya sesampainya di surga nanti akan banyak orang yang terkejut sebab banyak orang yang tidak dikenal di dunia ini justru menempati posisi yang tinggi di surga. Selama hidupNya di dunia ini Yesus tidak pernah berusaha mencari reputasi atau popularitas sebab ukuran kesuksesan bagiNya bukanlah berapa banyak orang yang mengikuti dan mengagumi Dia melainkan diukur dari keberhasilanNya untuk mentaati kehendak Bapa.

Pemimpin-pemimpin dunia lainnya berusaha mencari reputasi dan mengumpulkan sebanyak mungkin pengikut akan tetapi Yesus malah berusaha agar diriNya tidak dikenal (tidak bereputasi) sebab Ia ingin memberikan semua kemuliaan bagi Bapa. Harta terbesar yang Tuhan ingin berikan kepada kita bukanlah kekayaan dunia ini melainkan hadiratNya. Bukannya salah memiliki harta dan popularitas sebab itu juga bisa merupakan salah satu bentuk berkat dari Allah tetapi berkat utama yang Ia ingin berikan kepada kita adalah hadiratNya. Saya tidak ingin hidup satu hari di dunia ini tanpa mengalami indahnya hadirat Tuhan. Saya tidak menolak bila Tuhan memberkati hidup saya dengan kekayaan dunia ini tetapi bagi saya yang utama itu adalah memiliki hadiratNya sebab tanpa hadiratNya semua harta yang dimiliki itu percuma saja ( tidak dapat dinikmati ).

Akan tetapi saya lebih memilih untuk hidup sederhana namun disertai hadiratNya daripada hidup kaya tanpa disertai hadiratNya. Saya bertemu dengan banyak orang kristen yang tidak bahagia meskipun mereka memiliki kekayaan dunia ini sebab mereka tidak memiliki hadirat Allah dalam hidup mereka.

Banyak pelayan Tuhan yang mengira jika pelayanan mereka maju maka mereka akan bahagia sehingga mereka bekerja keras supaya pelayanan mereka berkembang namun tanpa penyertaan hadirat Tuhan justru kemajuan itu akan menjadi beban bagi mereka sehingga tidak sedikit yang kerohaniannya malah menjadi kering.

Doa saya setiap hari, “Oh Tuhan kiranya hadiratMu senantiasa memimpin dan menyertai hidupKu. Aku tidak ingin hidup seharipun tanpa mengalami hadiratMu “. Kerinduan saya agar anda semua juga bisa memiliki hidup yang disertai oleh hadiratNya sebab tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain menikmati hidup dalam hadirat Tuhan. Bill Bright berkata tidak ada orang kristen yang taat tetapi tidak bahagia dan tidak ada orang kristen yang tidak taat tetapi bahagia.Hiduplah dalam ketaatan dan ijinkan Dia memimpin seluruh aspek hidup anda maka anda akan menikmati kebahagiaan hidup dalam hadiratNya!

Tinggalkan Komentar