Mengenakan Manusia Baru

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh:Sunanto

Ef 4:22-24 “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”.

Menurut C.S. Lewis, jika kita mau mengijinkan Allah untuk bekerja dalam hidup kita maka Ia akan membuat orang-orang yang paling lemah dan paling kotor di antara kita untuk menjadi seorang pria atau wanita yang mulia, makhluk abadi yang menyenangkan, berseri-seri yang senantiasa memancarkan energi, sukacita, hikmat dan kasih yang begitu rupa.

[block:views=similarterms-block_1]

Proses untuk berubah menjadi manusia baru ini memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama serta kadang bisa sangat menyakitkan. Tetapi bila kita telah berhasil mencapainya maka kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Inilah jenis kehidupan yang dijalani oleh Yesus Kristus ketika Dia menjalani hidup sebagai manusia di dunia ini. Dan tujuan utama Yesus datang ke dunia ini adalah untuk menularkan kehidupan baru ini kepada setiap orang yang bersedia untuk menjadi muridNya.

Kata Kristen sendiri berarti Kristus kecil sehingga seharusnya setiap orang Kristen memiliki tujuan untuk berubah menjadi serupa dengan Kristus.

Untuk dapat mengenakan manusia baru ini terlebih dahulu kita harus mengalami proses kematian terhadap manusia lama kita.Proses kematian terhadap manusia lama inilah yang membutuhkan waktu dan melibatkan rasa sakit. Kita mungkin tidak dapat mempercepat waktu dari proses tersebut tetapi kita bisa memperlamanya. Oleh karena itu kita harus memiliki respon yang benar dalam menghadapi setiap ujian dan pencobaan yang Tuhan ijinkan untuk mentransformasi hidup kita menjadi manusia baru yang berkarakter. Kita harus memiliki hati yang taat dan mau berubah sehingga tidak mempersulit pekerjaan Roh Kudus untuk menyempurnakan diri kita.

Lewis mengatakan jika anda ingin hangat maka anda harus dekat dengan api, jika anda ingin basah maka anda harus masuk ke dalam air. Jika anda menginginkan sukacita, kedamaian dan kuasa maka anda harus mendekat atau bahkan masuk ke dalam sesuatu yang memilikiNya. Salah satu tujuan Tuhan mengijinkan krisis terjadi dalam hidup kita adalah supaya kita mendekat kepadaNya. Tuhan bukannya senang melihat anak-anakNya menderita tetapi seringkali sebagai manusia kita cenderung menjauh dariNya saat semuanya terasa nyaman. Kenyamanan hidup biasanya akan mendorong kita menjauh dari Allah tetapi krisis hampir pasti membuat kita mencari Allah. Oleh sebab itu Yesus mengatakan sangat sukar bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah sebab orang yang memiliki kekayaan materi cenderung untuk mengandalkan kekayaannya sehingga mereka sulit untuk belajar bergantung kepada Tuhan.

Mungkin ada diantara anda yang membaca tulisan ini sedang mengalami kebosanan dalam menjalani hidup anda sebagai orang Kristen. Saya juga pernah mengalami perasaan jenuh tersebut dimana doa dan pembacaan Firman rasanya menjadi hambar. Saya berdoa agar melalui tulisan ini Tuhan memberikan kerinduan di hati anda untuk berubah menjadi manusia baru sehingga hidup Kekristenan anda tidak akan sama lagi. Sekali lagi, untuk memperoleh kehidupan baru yang dipenuhi sukacita dan damai sejahtera itu tidaklah mudah dan instan. Hanya orang-orang yang bersedia membayar harga dan bertekad untuk tidak mundur sesulit apapun rintangan yang harus dihadapi dalam perjalananlah yang akan berhasil masuk ke dalam tanah perjanjian. Kita tidak dipanggil untuk mati di padang gurun melainkan untuk masuk ke tanah perjanjian dan menikm ati hidup yang berkelimpahan !