Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereTubuh Manusia adalah Jerat Dosa Terhadap Jiwa&Roh Manusia

Tubuh Manusia adalah Jerat Dosa Terhadap Jiwa&Roh Manusia


Banyak umat Tuhan, para pendeta, pengajar Firman Tuhan, mereka yang telah membaca Alkitab, mereka yang sedang mencari Tuhan, mereka yang telah lahir baru dan mereka yang katanya sudah mengalami kepenuhan Roh Kudus bahkan Gereja telah TIDAK menyadari dan TIDAK memahami bahwa kelahiran jiwa&roh mereka kedalam dunia ini oleh hasil persetubuhan jasmani(seks) oleh orang tua mereka adalah telah menjebak jiwa&roh mereka kedalam tubuh dosa.

Tubuh dosa adalah tubuh yang senantiasa cenderung ingin berbuat dosa/melanggar hukum Allah diluar kehendak jiwa&roh manusia itu. Hal ini adalah akibat dosa pertama adam dan hawa sebagai manusia pertama. Tubuh dosa itu pun berkesempatan banyak untuk membuat dan mempengaruhi jiwa&roh manusia itu untuk berbuat dosa (kedagingan).

Rasul Paulus mengakui hal ini dan menyadarinya sehingga dia merasa frustrasi.

Roma 7:1-24
7:1. Saudara-saudaraku! Saudara semuanya sudah mengenal hukum. Jadi, kalian tahu bahwa kekuasaan hukum atas seseorang, berlaku hanya selama orang itu masih hidup.

7:2 Seorang wanita yang bersuami, umpamanya, terikat oleh hukum kepada suaminya hanya selama suaminya masih hidup. Kalau suaminya mati, istri itu bebas dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya.

7:3 Kalau wanita itu hidup dengan laki-laki yang lain pada waktu suaminya masih hidup, maka wanita itu dikatakan berzinah. Tetapi kalau suaminya meninggal, maka secara hukum, wanita itu sudah bebas. Dan kalau ia kawin lagi dengan seorang laki-laki yang lain, maka ia tidak berzinah.

7:4 Begitu juga halnya dengan kalian, Saudara-saudaraku. Terhadap hukum agama Yahudi kalian sudah mati, karena kalian telah dipersatukan dengan tubuh Kristus dan menjadi kepunyaan Dia yang sudah dihidupkan kembali dari kematian. Ia dihidupkan dari kematian supaya kita menjadi berguna bagi Allah dalam kehidupan kita.

7:5 Sebab, dahulu kita hidup menurut sifat-sifat manusia. Pada waktu itu keinginan-keinginan yang berdosa, yang timbul karena adanya hukum agama, memegang peranan dalam diri kita. Itu sebabnya kita melakukan hal-hal yang mengakibatkan kematian.

7:6 Tetapi sekarang kita tidak lagi terikat pada hukum agama Yahudi. Kita sudah mati terhadap hukum yang dahulunya menguasai kita. Kita tidak lagi mengabdi dengan cara yang lama, menurut hukum yang tertulis. Sekarang kita mengabdi menurut cara baru yang ditunjukkan oleh Roh Allah kepada kita.

7:7. Kalau begitu, apakah yang dapat kita katakan? Bahwa hukum agama Yahudi jahat? Tentu tidak! Tetapi hukum itulah yang mengajar saya tentang dosa. Saya tidak akan tahu tamak itu apa, kalau hukum agama tidak mengatakan, "Janganlah tamak."

7:8 Melalui hukum agama, dosa mendapat kesempatan untuk menimbulkan segala macam keinginan yang tamak di dalam hati saya; sebab kalau hukum agama tidak ada, maka dosa pun mati.

7:9 Saya dahulu hidup tanpa hukum agama. Tetapi ketika hukum agama muncul, dosa mulai hidup

7:10 dan saya mati. Maka hukum agama itu, yang mulanya dimaksudkan untuk memberi hidup, malah mendatangkan kematian kepada saya.

7:11 Karena melalui hukum agama itu, dosa mengambil kesempatan menipu dan membunuh saya.

7:12 Hukum agama berasal dari Allah, dan setiap perintah dalam hukum itu datangnya dari Allah, jadi adil dan baik.

7:13 Nah, apakah ini berarti bahwa yang baik itu mendatangkan kematian bagi saya? Tentu tidak! Dosalah yang mendatangkan kematian itu. Dengan memakai yang baik, dosa mendatangkan kematian kepada saya, supaya sifat-sifat dosa kelihatan dengan jelas. Melalui perintah-perintah Allah, terbuktilah betapa jahatnya dosa.

7:14. Kita tahu bahwa hukum agama Yahudi berasal dari Roh Allah; tetapi saya ini manusia lemah. Saya sudah dijual untuk menjadi hamba dosa.

7:15 Sebab saya sendiri tidak mengerti perbuatan saya. Hal-hal yang saya ingin lakukan, itu tidak saya lakukan; tetapi hal-hal yang saya benci, itu malah yang saya lakukan.

7:16 Nah, kalau saya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginan saya, itu berarti saya mengakui bahwa hukum agama Yahudi itu baik.

7:17 Jadi, bukan lagi saya sebenarnya yang melakukan itu, melainkan dosa yang menguasai diri saya.

7:18 Saya tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang baik di dalam diri saya; yaitu di dalam tabiat saya sebagai manusia. Sebab ada keinginan pada saya untuk berbuat baik, tetapi saya tidak sanggup menjalankannya.

7:19 Saya tidak melakukan yang baik yang saya ingin lakukan; sebaliknya saya melakukan hal-hal yang jahat, yang saya tidak mau lakukan.

7:20 Kalau saya melakukan hal-hal yang saya tidak mau lakukan, itu berarti bukanlah saya yang melakukan hal-hal itu, melainkan dosa yang menguasai diri saya.

7:21 Jadi, saya mengambil kesimpulan bahwa hukum inilah yang memegang peranan: yaitu bahwa kalau saya mau melakukan yang baik, maka hanya yang jahat saja yang timbul pada saya.

7:22 Batin saya suka akan hukum Allah,

7:23 tetapi saya sadar bahwa dalam diri saya ada pula hukum lain yang memegang peranan--yaitu hukum yang berlawanan dengan hukum yang diakui oleh akal budi saya. Itu sebabnya saya terikat pada hukum dosa yang memegang peranan di dalam diri saya.

7:24 Nah, beginilah keadaan saya: saya mentaati hukum Allah dengan akal budi saya, tetapi dengan tabiat manusia saya, saya takluk pada dosa. Alangkah celakanya saya ini! Siapakah yang mau menyelamatkan saya dari badan ini yang membawa saya kepada kematian? Syukur kepada Allah! Ia mau menyelamatkan saya melalui Yesus Kristus.

Perhatikan Roma ayat 15 bahwa meskipun Rasul Paulus yang dekat dengan Tuhan telah memahami/mengetahui arti hukum Allah dan arti dosa dia tetap saja berbuat hal-hal yang ia benci/tidak ia kehendaki. Ayat 17 dosa telah menguasainya. Ayat 18 tidak ada sesuatu pun yang baik dalam dirinya/tubuhnya yaitu tabiat sebagai manusia. Ayat 18 Sebaliknya ia melakukan hal-hal yang jahat, yang tidak ia mau lakukan.

Perhatikan ayat 22 bahwa batin Rasul Paulus suka akan hukum Allah tetapi di dalam dirinya/tubuhnya ada hukum lain yang memegang peranan yaitu kalau ia ingin berbuat baik tetapi yang jahat timbul dalam dirinya.

Kejadian
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar dibumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata mata,

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Berdasarkan Kejadian 6:5 bahwa kecenderungan hati manusia adalah membuahkan kejahatan
semata. Hal ini sama dengan pemahaman Rasul Paulus Roma 7:19.

Berdasarkan Roma 7:20 bahwa Rasul Paulus menyadari bahwa dosa lah yang telah menguasainya. Dimanakah kuasa dosa itu ? Di dalam tubuh manusia.

Manusia terdiri dari tubuh jasmani,jiwa dan roh. Tubuh jasmani adalah tubuh manusia yang memiliki darah dan daging. Jiwa adalah berhubungan dengan akal budi manusia. Roh adalah nafas Allah yang di hembuskan kedalam manusia.

Jiwa&roh adalah satu kesatuan tetapi tubuh jasmani adalah hanya media/tempat jiwa&roh manusia, Tetapi tubuh jasmani manusia memiliki kuasa dosa yang bisa mempengaruhi jiwa&roh manusia untuk berbuat dosa. Kuasa dosa dalam tubuh manusia menimbulkan keinginan di dalam hati manusia kemudian keinginan ini mempengaruhi akal budi manusia untuk mempertimbangkan tentang baik-buruknya, untung-ruginya, kemudian roh manusialah yang memutuskan dan melaksanakan keinginan tersebut dengan menggerakkan anggota tubuhnya.

Yakobus
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Tuhan tidak pernah mencobai manusia tetapi manusia mencobai dirinya dengan keinginannya. Masalah dan kesusahan datang karena manusia berbuat kesalahan dalam mengambil keputusan terhadap keinginannya. Semua berawal dari keinginan. Setiap hari ada aja masalah tetapi selama dekat dan dalam perlindungan Tuhan maka manusia itu aman sebab Tuhan menjauhkan masalah itu dari pada mereka, tetapi jika manusia itu angkuh, berdosa, berbuat kesalahan, jauh dari Tuhan maka Tuhan mengizinkan masalah itu datang untuk menegur manusia itu tetapi Tuhan tidak menciptakan masalah itu untuk manusia.

Sebagai contoh jika manusia bersetubuh apakah roh manusia yang menginginkan persetubuhan itu serta merasakan kenikmatannya atau tubuh manusia yang menginginkannya serta merasakan kenikmatannya, sehingga manusia mau berbuat zinah. Kepuasan siapakah yang di penuhi disini daging jasmani manusia atau roh manusia?

Contoh berikutnya jika manusia sanggup mencuri, menipu, membunuh, menjual diri demi memiliki sesuatu, demi mengenakan sesuatu, demi merasakan sesuatu, apakah dalam hal ini roh manusia yang merasakan, mengenakan dan memiliki sesuatu itu ATAU tubuh manusia yang merasakan, mengenakan dan memiliki sesuatu itu.

Markus 7:38
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Berdasarkan markus 7:38 bahwa roh manusia itu penurut, suka akan hukum Allah tetapi daging manusia itu lemah terhadap keinginan dosa yang berkuasa atasnya. Perhatikan dalam Roma 7:23 bahwa dalam diri/tubuh Rasul Paulus hukum lain memegang peranan yaitu hukum yang berlawanan dengan hukum yang diakui oleh akal budinya (hukum Allah). Jiwa&roh Rasul Paulus terikat pada hukum dosa (keinginan dosa) yang memegang peranan dalam dirinya/tubuhnya.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Berdasarkan Roma 12:2 bahwa Rasul Paulus yang telah memahami Roma 7:1-24 kemudian mengajar agar manusia menjaga akal budi yaitu jiwa manusia itu untuk tidak dipengaruhi oleh kuasa hukum dosa dalam tubuhnya sehingga jiwa&roh manusia itu dapat membedakan kehendak Allah yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kuasa hukum dosa dalam tubuh manusia sanggup menipu, membohongi, membutakan kesadaran jiwa (akal budi) manusia sehingga roh manusia itu mengambil keputusan yang salah dan berbuat dosa. Disamping kuasa dosa (keinginan dosa) dalam tubuh manusia, iblis pun di alam roh turut berusaha mempengaruhi manusia untuk berbuat dosa.

1Petrus 5:8
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Perhatikan 1Petrus 5:8 bahwa iblis ada senantiasa di sekeliling manusia dan berusaha menelan, menangkap manusia itu agar berbuat dosa.

Jadi dari sini dapat kita lihat bahwa BAHAYA yang mengancam, memaksa dan mempengaruhi manusia untuk terus berbuat dosa adalah TUBUH manusia itu sendiri yang di kuasai oleh hukum dosa dan IBLIS yang ada disekeliling manusia.

Benar kata pepatah manusia bahwa musuh terbesar yang dihadapi manusia itu adalah dirinya sendiri.

Jika manusia terlahir musuh utamanya adalah dirinya (tubuh yang di kuasai hukum dosa/keinginan dosa) dan Iblis yang ada di dalam dunia ini.

Disini kita sebagai manusia juga dapat melihat bahwa jiwa&roh manusia yang berada (bersemayam) dalam tubuh jasmaninya adalah sama seperti sebutir telur burung rajawali yang dierami oleh ayam, setelah menetas anak burung rajawali itu akan meniru cara hidup ayam sebab ia pikir dia adalah ayam dan hal itu ia pikir baik.

Jiwa&roh manusia pun demikian akan meniru cara hidup kedagingan manusia sebab mereka satu tubuh dan ia pikir itu ialah baik dan benarlah manusia itu masih hidup di dunia dan mengikuti cara hidup dunia.
Tetapi roh manusia bukan berasal dari dunia melainkan nafas Allah. Manusia lahir karena manusia telah dikaruniai oleh Tuhan kemampuan untuk beranak cucu melalui persetubuhan jasmani orang tuanya, terlahirlah jiwa&roh manusia yang baru hasil dari persetubuhan itu.

Jiwa&roh Manusia itu tidak tahu, tidak paham bahwa diantara keinginan mereka ada yang tidak sesuai dengan keinginan Allah yaitu keinginan daging yang menguasainya. Beberapa keinginan daging itu membuat jiwa&rohya tidak dapat membedakan kehendak Allah sebab mereka telah buta rohani.
Manusia yang terlahir rentan untuk melakukan kesalahan ini, pasti 100%.

Pada akhirnya dalam Roma 7:24 Rasul Paulus dalam kesadarannya oleh hikmat Tuhan sangat merasa sangat tertekan,frustrasi dan mengatakan betapa CELAKAnya dia bahwa dengan akal budinya (jiwa) dia menaati hukum Allah tetapi dengan tabiat manusianya (kedagingannya/tubuhnya)dia takluk/kalah terhadap dosa.

Rasul Paulus pun sama seperti kita manusia dan ia mengetahui rahasia sorgawi, rahasia hukum taurat, rahasia hikmat ilahi yang tidak dimiliki manusia pada umumnya sebab ia dibimbing oleh Roh Kudus. Rasul Paulus adalah contoh bagaimana manusia harus mengerti arti hidup di dunia ini.

Hidup ini adalah sebuah pertandingan iman. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Tidak seorangpun akan masuk sorga kalau tidak melakukan kehendak Allah.

Jika demikian berapa persentase manusia yang hanya percaya saja kepada Tuhan Yesus akan masuk surga?

Hidup di dunia bukan sekedar makan, minum, kerja, kawin-mengawinkan, melahirkan, tidur dll tapi ini adalah perjalanan;perputaran waktu;pertandingan iman manusia yang menuntut pertanggung jawaban jiwa&roh manusia ke hadapan Allah setelah waktu itu habis (mati) dan itu TIDAK semudah yang kita bayangkan.

Perhatikan ucapan Rasul paulus ini: "Siapakah yang mau menyelamatkan saya dari badan ini yang membawa saya kepada kematian?"

Berdasarkan ucapan Rasul Paulus diatas bahwa badannya/tubuhnya membawa jiwa&roh nya kepada kebinasaan, sebab upah dosa ialah maut.

Bahkan Rasul Paulus terdengar seperti ingin meninggalkan badannya/tubuhnya. Bukankah pernyataan Rasul Paulus itu terdengar seperti bahwa tubuh jasmaninya-nya itu adalah sebuah jerat terhadap jiwa&rohnya.

Dengan demikian bukankah ini juga berarti bahwa tubuh umat manusia sekarang ini telah menjadi jerat kepada jiwa&roh manusia itu untuk terus berbuat dosa. Ini adalah akibat dosa warisan adam dan hawa.

Setiap jiwa&roh yang terlahir kedalam dunia ini akan terjerat tubuh dosa kemudian melakukan dosa kemudian jadi pendosa kemudian di hakimi.

Oleh tubuh jasmani manusia jiw&roh manusia merasa lapar, dahaga, marah, emosi butuh seks kemudian jiwa&roh manusia itu iri hati, dengki, berbohong, membunuh, berzinah, mencuri dll semua demi kepuasan daging yang bertentangan dengan hukum Allah.

Jika demikian halnya bukankah ini juga berarti:
1. Setiap umat Tuhan/manusia yang menginginkan dan melahirkan anak ke dalam dunia ini juga telah menginginkan dan telah menjerat jiwa&roh anaknya kedalam tubuh dosa untuk terus berbuat dosa sebab kecenderungan hati manusia selalu berbuah kejahatan (Kej.6:5)
2. Setiap umat Tuhan/manusia yang menginginkan dan melahirkan anak ke dalam dunia ini secara langsung membuat jiwa&roh anak mereka berdosa.
3. Setiap umat Tuhan/manusia yang menginginkan dan melahirkan anak ke dalam dunia ini menjerat/menjebak jiwa&roh anak mereka untuk berada di ujung maut, sebab upah dosa ialah maut.
4.Setiap umat Tuhan/manusia yang menginginkan dan melahirkan anak ke dalam dunia ini menjerat/menjebak jiwa&roh anak mereka untuk masuk kedalam neraka sebab setiap jiwa&roh manusia yang terlahir kedalam dunia ini tidak ada yang benar.

Berdasarkan kenyataan diatas berapa persenkah peluang/kesempatan manusia untuk masuk surga?

Mungkin banyak diantara kita pasti menggunakan ayat dibawah ini untuk pembelaan.

Yohanes
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Benar saya sangat percaya sekali bahwa hanya Tuhan Yesus lah yang dapat menyelamatkan jiwa&roh manusia yang telah terlahir kedalam dunia ini dan masih hidup, tetapi mari kita coba jawab beberapa pertanyaan dibawah ini untuk mengetahui kenyataan pasti tentang hidup manusia:

1. Apakah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu Salib bertujuan dan telah menghilangkan sifat dan akibat dosa mula-mula (Kej. 3:16-19) dari dalam diri manusia?
2. Apakah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib bertujuan dan telah merubah kejiwaan, sifat perilaku dan hati manusia yang jahat secara langsung menjadi sifat perilaku, hati dan kejiwaan manusia yang lebih baik?
3. Apakah setiap manusia yang lahir kedalam dunia ini yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, lahir dari keluarga kriste pasti tidak akan melakukan dosa?
4. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah pasti setiap jiwa&roh manusia tidak akan berbuat dosa?
5. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah setiap jiwa&roh manusia sudah pasti akan masuk surga hanya dengan mengandalkan iman saja?
6. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah setiap jiwa&roh manusia sudah pasti akan masuk surga tanpa harus berbuat apa-apa?
7. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah pasti setiap jiwa&roh manusia akan masuk surga, walaupun tidak mengusahakan hidupnya untuk kudus, benar, setia, berbuah, mengakui Yesus di hadapan manusia dan memikul salibnya?
8. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah pasti setiap jiwa&roh manusia akan masuk surga, walaupun tidak mencari dan melakukan kehendak Allah?
9. Jika dosa manusia telah ditanggung dan ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, Apakah pasti setiap jiwa&roh manusia yang terlahir kedalam dunia ini tidak akan masuk neraka?
10. Siapakah umat Kristen yang mampu melaksanakan Firman Tuhan Matius 5:16-48 (ini adalah sedikit dari banyak perintah Tuhan Yesus)?

Matius
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga.?

7:23 Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan”

Berdasarkan Matius 7:22-23 Tuhan Yesus telah membuat BATASAN yang pasti tentang siapa yang boleh dan akan masuk surga. Bahkan manusia yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, bernubuat demi Tuhan, mengusir setan demi nama Tuhan Yesus pun pada akhirnya tidak diterima dan tidak diakui oleh Tuhan Yesus, karena mereka yang telah percaya kepada Tuhan Yesus masih tetap saja melakukan kejahatan (ini sama saja dengan hidup tidak benar).

Jadi jika demikian kebenarannya, APAKAH dasar manusia untuk BERMEGAH untuk tetap saja melahirkan jiwa&roh anak mereka kedalam dunia ini, bahkan jiwa&roh manusia itu sendiri sulit untuk berbuat benar di dalam Tuhan, sulit untuk masuk surga. Bagaimana pula dengan jiwa&roh anaknya?

Persyaratan Tuhan untuk masuk surga itu begitu tinggi, ayo siapa yang sanggup melaksanakan Matius 5:16-48 dengan benar?
Matius 5:16-48 hanyalah sedikit dari banyak perintah Tuhan.

Seharusnya manusia yang terlahir kedalam dunia dan umat Tuhan yang mengetahui kebenaran ini meratapi hidupnya sebab jika mereka tidak bisa memenuhi persyaratan Tuhan maka mereka pasti masuk neraka.

Hidup bukanlah sebuah permainan, hidup adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar terhadap jiwa&rohnya kepada Tuhan.

Setiap manusia yang lahir target utamanya adalah surga, tujuan injil juga adalah agar jiwa&roh manusia yang terlahir dalam dunia ini masuk surga, jika demikian bukahkah berada di dalam dunia ini seperti bagaikan telur di ujung tanduk, kalau jatuh yah telur itu pecah. Bukankah ini berarti manusia membahayakan jiwa&roh mereka tuk berada di dalam didunia ini.

Baiklah mungkin beberapa umat Tuhan akan menyebutkan ayat dibawah ini sebagai pembelaan:

Yohanes
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Berdasarkan Yohanes 14:26 diatas saya memiliki beberapa pertanyaan dibawah ini:
1. Apakah Roh Kudus masuk kedalam tubuh seseorang bertujuan membimbing manusia ATAU
mengambil alih tubuh manusia itu serta perbuatan tubuh itu selama-lamanya?
2. Jika manusia dibimbing oleh Roh Kudus, Apakah manusia itu dikendalikan oleh Roh Kudus ATAU manusia itu mendengarkan saran/teguran Roh Kudus kemudian mempertimbangkannya lalu mengambil keputusan untuk melaksanakan pertimbangan/teguran tersebut.
3. Apakah manusia yang telah pernah dipenuhi oleh Roh Kudus sudah pasti 100% tidak akan melakukan dosa seumur hidupnya kepada Tuhan ? (Bandingkan Matius 7:21-23)
4. Apakah manusia yang telah pernah dipenuhi oleh Roh Kudus sudah pasti 100% akan hidup benar, kudus, setia seumur hidupnya kepada Tuhan? (Bandingkan Matius 7:21-23)
5. Apakah manusia yang telah pernah pernah dipenuhi oleh Roh Kudus sudah pasti 100% masuk surga? (Bandingkan Matius 7:21-23)

Bahkan Rasul Paulus sendiri mengakui bahwa meskipun ia suka akan hukum Allah tetapi ia tetap saja takluk kepada dosa dan berbuat dosa yang tidak ia kehendaki, apa lagi manusia seperti kita yang menerima pengajaran dari Rasul Paulus.

1. Adakah murid sudah lebih hebat dari guru yang mengajarnya?
2. Adakah manusia sekarang yang membaca surat Rasul Paulus dan menerima ajarannya sudah lebih hebat dan lebih berhikmat dari Rasul Paulus sehingga manusia sekarang begitu yakin dan sangat percaya diri pasti masuk surga hanya dengan yakin dan percaya saja kepada Tuhan Yesus, berminggu setiap hari minggu dan berdoa?
3. Siapakah diantara umat sekarang ini telah memenuhi beberapa persyaratan mengikut Yesus Matius 10:32-33;37-40?
4. Siapakah umat Tuhan yang telah menyangkal dirinya, mengakui Tuhan Yesus di hadapan manusia, kehilangan nyawanya demi nama Tuhan Yesus?

JIKA MANUSIA TIDAK KEHILANGAN NYAWANYA DEMI TUHAN YESUS APAKAH MANUSIA PASTI MASUK SURGA?

Semua perkataan dan perintah Tuhan Yesus dalam kitab Matius sampai Yohanes adalah perintah langsung dari Tuhan Yesus bukan dari murid-murid dan pelayan Tuhan. Perkataan Tuhan dan perintah Tuhan itu begitu Keras, langsung dan tidak bertele-tele. Tuhan Telah membuat batasan mengikut Dia dan syarat masuk surga.

Jadi apakah kita umat Tuhan akan menganggap remeh kitab Matius-Yohanes, apakah kita akan mengganggap itu hanya sebagai Tulisan biasa saja. Mari kita coba pahami inti perkataan dan cara Tuhan Yesus mengatakannya, itu adalah keras dan langsung.Tuhan memberi batasan......

Fakta bahwa murid-murid Tuhan Yesus kehilangan nyawa dalam pemberitaan injil, rasul Paulus pun kehilangan nyawa dalam pemberitaan injil.

Siapakah diantara kita manusia yang masih hidup di dunia ini yang telah kehilangan nyawa demi injil Tuhan Yesus atau mengalami dakwaan seperti Rasul Paulus dan murid-murid Tuhan Yesus.

Jika mereka yang telah mati dan percaya kepada Tuhan Yesus tetapi tidak kehilangan nyawanya demi Tuhan Yesus, Apakah pasti mereka akan masuk surga (Matius 10:39)?

Sebagai Umat Tuhan yang telah mengetahui kebenaran ini, Apakah manusia akan tetap bermegah dalam keinginan memiliki anak dan melahirkan anak ke dalam dunia ini?

Kita tahu bahwa hidup di dunia ini cuma sebentar (pertandingan iman) setelah itu adalah penghakiman Tuhan. Inilah hidup manusia bermula dari

dilahirkan (oleh hasil persetubuhan jasmani orang tua manusia itu)->pertandingan iman(perjalanan waktu di bumi)-> penghakiman (setelah manusia mati)->penentuan (masuk surga atau neraka).

Makin banyak anak dilahirkan kedalam dunia ini semakin banyak jiwa&roh manusia terjerat dalam tubuh dosa, semakin banyak jiwa&roh manusia berbuat dosa, semakin banyak jiwa&roh manusia akan berkesempatan masuk neraka.

Hayo siapa yang bisa memberikan persentase kemungkinan jiwa&roh manusia akan mudah masuk surga?

Saya merasa bahwa banyak umat Tuhan telah terlena dan terbuai dengan ajaran gereja yang halus yang mengutamakan menyenangkan telinga manusia dan telinga diri mereka sendiri, tetapi tidak membeberkan atau menjelasakan dengan benar fakta pahit bagi manusia terlahir kedalam dunia ini.
Mari kita teliti sejarah manusia berdasarkan Alkitab

A. Kisah Penciptaan Manusia Mula-Mula.
Kejadian
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Berdasarkan Kejadian 2:7 diatas bahwa manusia itu dibentuk dari debu tanah, manusia itu hidup dari hembusan nafas Allah. Saya percaya bahwa hembusan nafas itu adalah jiwa&roh manusia. Berarti didalam setiap tubuh manusia terdapat jiwa&roh manusia, sejak manusia yang pertama itu sampai sekarang telah terdapat milyaran hingga triliunan jiwa&roh manusia terlahir kedalam dunia ini serta menguasai dan menaklukkan bumi beserta isinya. Kejadian 1:28 telah digenapi.

Kejadian
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi itulah hari keenam.

Dari kutipan kejadian 1:31 diatas jelas bahwa segala yang diciptakan Allah pada mulanya adalah sunguh amat baik.

B. Manusia Jatuh Kedalam Dosa
Kejadian
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu untuk menempatkannya dalam taman Eden untuk
mengusahakan dan memelihara taman itu.
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia itu ” Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu. “sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:15 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”.

Kemudian datanglah si ular (iblis) kepada perempuan itu dengan maksud menjebak manusia itu agar mereka memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, sehingga mereka melanggar dan memberontak terhadap perintah TUHAN Allah dan menjadi berdosa, sama seperti iblis.
Dosa berawal dari Lucifer, “si Bintang Timur, Putra Fajar,” yang paling cantik dan gagah perkasa dari semua malaikat. Karena tidak puas dengan semua ini, dia ingin menjadi Allah yang mahatinggi dan hal ini menyebabkan kejatuhannya dan awal dari dosa (Yesaya 14:12-15). Iblis menipu manusia pertama itu bahwa mereka akan menjadi sama seperti Allah (tinggi hati) kalau memakan buah itu. Iblis ingin membawa dosa dan kerusakan kepada manusia beserta seluruh keturunannya yang adalah ciptaan sempurna segambar dengan TUHAN Allah. Ini adalah jebakan satu kali yang berakibat dosa fatal untuk selamanya bagi manusia itu beserta seluruh keturunannya.

1Yohanes
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Kita juga tahu bahwa upah dosa ialah maut.

3:16. Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh- tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.

Kejadian 3:16-19 adalah ayat-ayat yang sangat sering diabaikan oleh umat Tuhan, mereka menganggapnya tidak penting & tidak berarti, padahal ini adalah ayat-ayat hukuman Tuhan terhadap manusia pertama yang juga harus turut dirasakan oleh keturunannya, kita manusia sekarang ini. Ayat-ayat hukuman itu bukanlah sekedar ayat hukuman tetapi lebih daripada itu yaitu maut dan neraka dihadapan jiwa&roh manusia yang terlahir itu.
Setiap manusia yang menginginkan dan melahirkan anak maka jiwa&roh anak itu harus merasakan dan mengalami dosa warisan adam itu kemudian jiwa&roh anak itu berada di ujung maut dan neraka.

Setiap jiwa&roh manusia yang terlahir ke dalam dunia langsung dihadapkan kepada 2 pilihan berat yaitu surga atau neraka.

Untuk masuk surga itu sangat berat dan tidak mungkin dilakukan oleh manusia tetapi untuk masuk neraka itu gampang serta penderitaan di dalamnya selama-lamanya. Jika manusia tidak diselamatkan oleh Yesus maka otomatis jiwa&roh mereka pasti akan masuk neraka, tidak diragukan lagi.

Jiwa&roh Manusia terlahir kedalam dunia ini oleh sebab hasil perbuatan persetubuhan jasmani antara laki-laki dan prempuan.

Mari kita coba pahami dengan dalam dan benar akibat Kejadian 3:16-19 bahwa terlahir kedalam dunia ini kalau tidak di rencanakan oleh Allah maka jiwa&roh manusia itu hanyalah akan menuai warisan dosa adam dan kematian, maut, neraka.
Tetapi banyak umat Tuhan tidak mau mengerti akan hal ini karena egoisme mereka, mereka menutup sebelah mata mereka bahkan kedua-duanya atas Kejadian 3:16-19. Umat Tuhan hanya mementingkan diri mereka sendiri kalau mereka tetap ingin punya anak yaitu seks...seks....seks.....seks...seks. Mereka tidak mau peduli kalau anak-anak mereka harus merasakan warisan dosa adam kemudian menghadapi maut/neraka.

Jika laki-laki tidak bersetubuh dengan perempuan maka jiwa&roh anak-anak manusia tidak dilahirkan ke dalam dunia dan jiwa&roh mereka tidak akan turut merasakan dosa warisan adam itu serta tidak perlu menghadapi maut/nereka.

Keluaran
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Berdasarkan Keluaran 20:5 Ingat Tuhan adalah Allah yang pencemburu yang membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anaknya artinya anak-anak manusia akan turut merasakan akibat dosa adam. Kita tahu hal ini tapi apa yang telah diperbuat oleh umat Tuhan sekarang ini.? Umat Tuhan malah menginginkan jiwa&roh anak mereka terlahir kedalam dunia. Betapa kejamnya, mereka menyiksa jiwa&roh anak mereka sendiri. Apakah mereka layak disebut anak Tuhan.

Berdasarkan Kejadian 3:16-19 diatas jelaslah bahwa si iblis berhasil menipu manusia yang pertama itu dan membuat mereka berdosa terhadap TUHAN Allah. Terbukalah celah, kesempatan itu bagi si Iblis membuat manusia yang pertama itu kehilangan kemuliaan Allah, mereka mengetahui yang baik dan yang jahat, mereka pun akhirnya dihukum dan dikutuk oleh TUHAN Allah. Dengan hal ini maka Iblis akan lebih mudah menguasai manusia itu beserta keturunannya, menipu mereka, menyesatkan mereka, menggiring mereka kepada kesesatan, kehancuran dan kematian abadi. Iblis pun berkesempatan membuat keturunan manusia itu memuja dan meninggikannya seperti tuhan serta membuat banyak jiwa jiwa masuk neraka. Itulah kepuasan dan tujuan iblis.

Sejak saat itu dosa diwariskan kepada semua generasi umat manusia dan kita, sebagai keturunan Adam, mewarisi dosa dari dia. Roma 5:12 memberitahukan bahwa melalui Adam dosa masuk ke dalam dunia dan kematian diwariskan kepada semua orang karena “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23).

Kejadian
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar dibumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata mata,

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Berdasarkan Kejadian 6:5-7 diatas jelaslah sejak akibat dosa pertama itu keturunan Adam dan Hawa memiliki kecenderungan hati yang membuahkan kejahatan sehingga perbuatan mereka itu memilukan hati TUHAN. Ini adalah rencana iblis sejak awal dan ia telah bermegah atas hal itu. Oleh sebab kejahatan mereka TUHAN menghapuskan semua manusia yang hidup pada waktu itu terkecuali Nuh telah mendapat karunia dimata TUHAN.

Dari dahulu sampai sekarang manusia tidak pernah bisa hidup secara damai peperangan,
perselisihan, penyesatan, keserakahan, keangkuhan telah dibuat Iblis untuk membuat manusia untuk saling membunuh dan melakukan kejahatan, banyaklah jiwa&roh manusia yang telah mati dan tidak terselamatkan menjadi korban akibat semua itu, banyak diantara jiwa&roh mereka yang tidak sempat mengenal Yesus Kristus, jiwa&roh mereka tidak hidup benar dan kudus berakhir di dalam maut dan akan masuk neraka.

Umat Tuhan tahu hal ini tetapi menutup matanya terhdap kebenaran ini yaitu bahwa umat Tuhan menginginkan dan melahirkan anak maka jiwa&roh anak-anak mereka tetap saja pasti memiliki kecenderungan hati berbuah kejahatan. Apakah mereka layak disebut umat Tuhan?
Anak mereka turut mewarisi dosa adam, hati anak mereka menghasilkan kejahatan, jiwa&roh anak mereka berdosa kemudian harus dihadapkan kepada penghakiman dan keputusan surga atau neraka.

C. Manusia Diselamatkan
Yohanes
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Ibrani
11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Umat Tuhan sudah tahu dan sadar bahwa sangat besar pengorbanan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa&roh manusia yang sudah terlahir kedalam dunia ini yaitu kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Tetapi umat Tuhan yang telah mengetahui hal ini tetap saja melahirkan jiwa&roh anak mereka kedalam dunia ini oleh persetubuhan jasmani mereka, Umat Tuhan malah membuat semakin banyak jiwa&roh manusia harus di selamatkan karena melahirkan mereka kedalam dunia ini. Semakin banyak jiwa&roh manusia yang akan membuat Tuhan bersedih karena kejahatan hati mereka.

Umat Tuhan menggunakan alasan bahwa Tuhan menyuruh manusia untuk bertambah banyak demi melindungi nafsu seks kedagingan mereka semata. Apakah Tuhan memaksa manusia untuk bertambah banyak? tidak kan. Itu adalah sebuah pilihan. Kalau yah tidak ada masalah kalau tidak juga tidak ada masalah. Umat Tuhan hanya mementingkan kepentingan peribadi mereka untuk seks....seks....seks....seks.. dan punya anak padahal di satu sisi mereka menutup mata atas kebenaran yang harus dihadapi jiwa&roh anak mereka yaitu warisan dosa adam kemudian maut dan neraka. Apakah mereka layak disebut umat Allah atau orang tua yang baik terhadap anak mereka?

Kepada pembaca,
Saya mengakui bahwa setelah membaca Alkitab saya mendapatkan pemahaman tentang kisah penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa, hubungan dan perjalanan manusia dengan Tuhan baik yang buruk sampai yang baik, Firman Tuhan, kehendak Tuhan, Injil, tujuan Injil, masa depan yang akan terjadi dll. Keseluruhan nya itu adalah bertujuan agar manusia yang telah terlahir kedalam dunia dan masih hidup agar belajar dari kisah masa lalu yang tertulis dalam Alkitab agar hidup manusia itu selamat.

Memahami semua itu saya sampai kepada satu kesimpulan bahwa terlahir kedalam dunia ini adalah suatu tanggung jawab yang sangat berat dan beban yang sangat berat diluar keinginan dan kehendak saya.

Tiba-tiba saya memahami/mata saya terbuka lebar dan mendapati bahwa jika saya tidak hati-hati maka saya akan masuk neraka, jika saya tidak hidup benar, tidak hidup kudus, tidak setia, tidak berbuah bagi Tuhan, tidak mengakui Tuhan dihadapan manusia, tidak melakukan kehendak Allah dll maka saya tidak akan pernah bisa masuk surga. Jika saya tidak dapat melakukan perintah Tuhan Yesus maka saya tidak akan bisa masuk surga. Yang akan saya hadapi adalah neraka yaitu lautan siksaan api yang abadi.

Saya memahami hidup ini hanya sebentar dan akhir hidup manusia ini hanya ada 2 yaitu masuk surga atau masuk neraka.

Masuk neraka itu sangat mudah tetapi masuk surga itu sangat berat dan susah. Iman tanpa perbuatan adalah mati.

Walaupun saya percaya kepada Tuhan Yesus kalau saya tidak melakukan kehendak Allah maka saya tidak akan masuk surga.

Terlahir kedalam dunia ini adalah berarti sebuah perjuangan hidup untuk menyelesaikan pertandingan iman.

Saya sadar tubuh ini dikuasai oleh hukum dosa dan jiwa&roh saya berada di dalamnya, disamping itu iblis pun berusaha menjatuhkan dan menghancurkan hidup saya.

Hidup didalam dunia ini penuh kesusahan,kesedihan, kekecewaan, kehancuran, pertengkaran, perselisihan, dll.

Saya sangat sadar terlahir kedalam dunia ini serta hidup ini sangat...sangat...sangat...berharga. Saya akan mempertanggung jawabkan hidup ini kelak kepada Tuhan. Saya juga harus melalui kepahitan hidup yang tidak berguna bagi saya.

Ini bukanlah keinginan saya.....tetapi saya sudah terlahir dan saya mau atau tidak harus menjalani, merasakan dan menghadapi semua itu. Hidup ini bukanlah permainan bagi saya sebab taruhannya sangat besar yaitu jiwa&roh.

Saya dilahirkan karena keinginan dari nenek saya dari pihak ayah yang menginginkan cucu lelaki sebelum dia meninggal dan permohonan itu di kabulkan oleh orang tua saya.

Tetapi apakah orang tua saya paham dan mengerti apa yang akan saya hadapi didunia ini?
Tidak sebab bagi mereka melahirkan anak adalah hal yang biasa yang mana manusia lainnya juga melahirkan anak. Bagi mereka ini adalah hal biasa.
Apakah mereka tahu beban yang harus aku tanggung. Tidak. Mereka tidak tahu, yang mereka tahu bahwa mereka harus bertanggung jawab memberi makan, menyekolahkan dll.
Mereka senang dengan tambahan anak dalam kehidupan mereka.
Mereka hanya memikirkan diri mereka, sebab mereka tidak pernah mempertimbangkan apa yang akan kurasakan, kuhadapi.

Akulah yang akan menghadap penghakiman Allah kelak, akulah yang turut merasakan keputusan Allah itu. Bukan mereka. Akulah yang harus menanggung kesalahanku, bukan mereka. Akulah yang akan mengalami kesulitan dunia ini.

Membaca Alkitab aku menyadari bahwa aku belum bisa menyenangkan Tuhan. Aku malu pada Tuhan, takut pada Tuhan, khawatir akan hari penghakiman Allah. Beratlah tanggunganku.

Saya sadar untuk bisa diselamatkan bukan hanya percaya saja tetapi lebih daripada itu yaitu dituntut perbuatan.

Hanya Tuhan Yesuslah yang dapat menyelamatkan hidupku.
Jika aku memahami demikian tentu saja andapun akan mengalaminya juga.

Apakah anda akan mengorbankan anak-anak anda untuk dilahirkan kedalam dunia ini kemudian mengalami apa yang saya dan anda akan alami demi hanya memperoleh kepuasan keinginan anda.

Ingatlah hidup bukanlah permainan, anak anda lah yang akan menanggung hidupnya serta akan menghadap penghakiman Allah atas hidupnya bukan anda sebagai orang tua.
Anda pun akan diadili secara peribadi oleh Allah atas hidup anda sendiri.
Tidak ada seorang pun yang benar dihadapan Tuhan. Jadi apakah anda akan bermegah untuk tetap punya anak? Mohon pertimbangkan lagi satu juta kali sebelum anda memutuskan untuk melahirkan anak.lebih baik memelihara anak orang lain yang tidak kenal Tuhan sehinggal kenal Tuhan dan diselamatkan.

Mohon pertimbangkan lagi beban yang akan mereka harus hadapi, mohon jangan terlalu egois.

Pernahkah anda menanyakan apakah anda ingin dilahirkan kedalam dunia ini?

Tinggalkan Komentar