Arti dan Karakteristik Gereja Sejati

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: Samuel T. Gunawan, M.Th *

PROLOG

Jhon MacArthur menulis, “Ketika suatu zaman hanya menilai gereja berdasarkan penampilan luarnya, hal yang sangat penting diketahui adalah bagaimana menentukan sebuah gereja yang benar-benar sehat. Kriteria Alkitabiah untuk melihat kesehatan rohani dari sebuah gereja bukanlah apa yang tampak diluar dihadapan dunia, tapi apa yang tampak di dalam di hadapan Allah”.

Buramnya gambar gereja sejati saat ini disebabkan berbagai faktor. Pertama, ketidakjelasan terhadap ekklesiologikal yaitu pengajaran tentang gereja yang benar menurut ajaran Kitab Suci. Kedua, munculnya berbagai teori para “pakar” tentang pertumbuhan gereja dengan berbagai “istilah” bukannya menambah jelas pokok persoalan seputar ekklesiologikal ini tetapi justru menyebabkan kebingungan saat teori tersebut diadopsi dan diterapkan pada gereja-gereja lokal. Ketiga, banyaknya denominasi gereja yang masing-masing mengklaim sebagai yang paling benar dalam menafsirkan Kitab Suci dan merasa sebagai yang superior menjadikan masalah ini semakin rumit.


Lalu, bagaimana kita bisa membedakan bahwa suatu gereja lokal (denominasi) termasuk bagian dari gereja sejati?

PEMAHAMAN YANG KELIRU TENTANG GEREJA

Ada berbagai macam pengertian dan pemahaman yang keliru tentang gereja. Karena itu penulis berpendapat bahwa sebelum mendefinisikan gereja perlu untuk mengetahui apa itu yang bukan gereja.

Pertama, Gereja bukanlah kelanjutan dari Yudaisme. Gereja jelas merupakan entitas yang berbeda dari Israel. Ketika Tuhan kita Yesus Kristus mengatakan ”Aku akan mendirikan jemaatKu” jelas tertulis dalam bentuk kata kerja yang akan datang, yang menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang belum dikerjakan Kristus sampai saat itu (Matius 16:18). Sesungguhnya Gereja baru mulai sebagai realita yang berfungsi ketika Roh Kudus dicurahkan pada Hari Pentakosta. Gereja bukanlah kesinambungan dari Israel, walaupun ada terdapat kesinambungan antara mereka yang ditebus dari segala zaman yang berhubungan dengan surga sebagai tujuan Mereka. Gereja belum ada dalam zaman Perjajian Lama, namun baru ditetapkan pada hari Pentakosta.

Kedua, Gereja bukanlah kerajaan Allah. Walaupun Gereja merupakan bagian dari Kerajaan Allah, tetapi Gereja bukanlah Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah kerajaan yang bersifat universal dan kekal; dari awal sampai akhir, semuanya termasuk di dalamnya atau inklusif, kemarin, sekarang dan selama-lamanya. Kerajaan Allah meliputi segala sesuatu yang adalah milik Allah. Kitab Suci menegaskan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja bukan Raja Gereja karena Gereja tidak pernah direncanakan menjadi sebuah kerajaan secara geografis maupun politis.

Ketiga, Gereja bukanlah denominasi ataupun organisasi, bukan juga gedung atau bangunan fisiknya. Menurut Alkitab, gereja adalah Tubuh Kristus yaitu kumpulan orang-orang yang telah menempatkan iman mereka pada Yesus Kristus untuk keselamatan (Yohanes 3:16; 1 Korintus 12:13).

ARTI DARI GEREJA SEJATI    

Pertama, kata Gereja dalam bahasa Inggris Church yang artinya That Which Belongs to the Lord. Gereja disebut dengan istilah Yunani Ekklesia berasal dari dua kata, yaitu "Ek" yang berarti keluar dan "Kaleo" yang berarti memanggil. Ekklesia berarti orang-orang yang dipanggil Allah dari dunia, untuk kemudian menjadi umat-Nya. Gereja ialah kumpulan orang-orang yang percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, yang ditebus, dipanggil keluar dari dunia dan menjadi umat Tuhan. Kata ini dipakai untuk menyatakan secara khusus identitas orang yang percaya.

Kedua, Gereja Sejati dibangun di atas Kristus sebagai Pondasi atau Batu Penjurunya. Yesus Kristus Tuhan kita adalah pendiri Gereja. Ia berkata ”Aku akan mendirikan jemaatKu” jelas tertulis dalam bentuk kata kerja yang akan datang yang menunjukkan pada sesuatu yang akan digenapi di kemudian hari. Gereja adalah milikNya (Mat 16:18); Dia adalah dasar Gereja (1 Kor 3:11); Dia adalah Batu Penjuru Gereja (KPR 4:11; Ef 2:20); Dia adalah Kepala dari Gereja (Ef 1:20-23); Ia memberikan karunia-karunia kepada anggota-anggota tubuhNya (Ef 4:8) dan mengirim Roh Kudus yang menghidupkan Gereja sehingga dapat sungguh-sungguh berfungsi (KPR 2:23).

Ketiga, Gereja itu unik dan paradoks. Unik karena disebut dengan metaforikal seperti, Bangunan Allah, Ladang Allah, Bait Allah, Pengantin Kristus, dan Tubuh Kristus. Paradoks karena memiliki dua sisi yang berbeda tetapi menyatu dan tak dapat dipisahkan satu dengan lainnya walau dapat dibedakan. Di satu sisi gereja itu bersifat tidak kelihatan (Invisible Church) dan di lain sisi gereja itu nyata (Visible Church). Gereja yang tidak kelihatan disebut universal sedangkan gereja yang kelihatan disebut gereja lokal.

KARAKTERISTIK DARI GEREJA SEJATI

John Calvin menyebutkan dua tanda dari Gereja sejati, yaitu pemberitaan firman Tuhan dan pelaksanaan sakramen. Beberapa kredo Reformed kemudian menambahkan satu tanda lagi, yaitu disiplin gereja. Perbedaan ini tidak berarti bahwa Calvin mengabaikan disiplin, sebaliknya, Calvin sangat menekankan hal ini. Hanya, dia tidak menganggap point ini sebagai salah satu tanda sejati dari gereja. Penulis telah mengamati, setidaknya ada 7 karakteristik gereja sejati.

Pertama, Kristus sendirilah yang menjadi Kepala Gereja. Kristuslah yang memberi petunjuk dan perintah kepada gerejaNya. Gereja harus menanggapi perintah itu secara positif. Sebagai Kepala, Kristus memberikan perintah itu melalui Roh Kudus kepada tubuhNya, dan tubuh itu harus melakukan apa yang dikehendaki oleh Kepala. Jika hubungan tubuh terputus dari Kepala, maka tubuh akan terputus dari SUMBER kehidupan. (Ef 1:22-23).

Kedua, adanya hiraraki yang jelas di dalam gereja. Kitab suci mengajarkan bahwa Allah adalah Kepala dari semua, yang telah memberikan kepada AnakNya kedudukan sebagai pemimpin (headship) atas gereja (Ef 1:20-23). Saat ini Kristus bekerja di dalam gereja melalui pelayanan Roh Kudus (Yoh 14:18,26). Ia bekerja melalui para rasul (Ef 2:20) dan pemimpin gereja selanjutnya (Ef 4:11-12) untuk menjalankan kepemimpinan di dalam gereja dan memperlengkapi jemaat bagi pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuhNya. Perjanjian Baru menyebutkan bahwa gereja memiliki dua pejabat gereja yang ditahbiskan yaitu Penatua dan Diakon (Flp 1:1).

Ketiga, Keimamatan dan pelayanan setiap orang percaya. Keunikan dari pekerjan Tuhan saat ini adalah bahwa Ia tidak membesarkan nama salah satu pemimpin tetapi Ia menggunakan seluruh Tubuh Kristus menjadi alatNya, dengan penuh kuasa Ia bekerja melalui seluruh Tubuh Kristus di seluruh dunia. Roh Kudus memberikan karunia-karunia tertentu (spesifik) kepada setiap orang percaya untuk melayani tubuh Kristus (1 Kor 12:4-11; Ef 4:11-13).

Keempat, Kitab Suci harus menjadi otoritas utama bagi iman dan praktik kehidupan Jemaat. Rasul Paulus menasihati Titus demikian “Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat” (Tit 2:1). Selanjutnya Rasul Paulus menghubungkannya ajarah sehat dengan praktek kehidupan sehari-hari (Tit 2:1-14). Ajaran sehat adalah doktrin atau (didaskalia). Kata ini berkaitan dengan apa yang diajarkan. Ajaran sehat akan memelihara orang percaya agar tetap sehat dan terhindar dari kekeliruan. Doktrin yang sehat menghasilkan pertumbuhan dan paktek kehidupan kudus dan berkenan kepada Allah.

Kelima, merupakan kumpulan orang yang telah mengalami pembaharuan (KPR 2:41-42). Gereja yang memiliki anggota jemaat dalam jumlah besar, tidak identik dengan gereja yang benar. Ini bisa terjadi jika jemaat yang dimaksud belum mengalami pertobatan atau lahir baru. Orang-orang yang telah lahir baru disebut murid Kristus. Kristus menginginkan semua bangsa menjadi muridNya atau mathetes, yaitu para pengikut Yesus atau orang-orang yang mengaku bahwa Yesus adalah Kristus dan Tuhan.

Keenam, melaksanakan dua ordinansi. Kedua ordinansi (atau sakramen) tersebut adalah baptisan air dan perjamuan kudus. Walaupun kedua ordinansi ini tidak dimaksudkan untuk mendatangkan keselamatan atau anugerah tetapi kedua peraturan ini ditetapkan oleh Kristus agar dilaksanakan oleh gereja (Mat 28:19; 1 Kor 11:23-26).

Ketujuh, pelaksanaan amanat agung Kristus (Mat 28;18-20). Memperhatikan prioritas dari program-program dan berbagai aktivitas gereja lokal sekarang ini, kita mungkin bertanya-tanya apakah gereja telah lupa atau bingung akan misinya sebagai orang-orang percaya. Gereja sibuk, tetapi sibuk mengerjakan apa? Berapa banyak program, pertemuan, dan aktivitas benar-benar menghasilkan jiwa-jiwa baru? Gereja sejati adalah gereja yang mengemban misi amanat Kristus.

EPILOG

Sebagaimana disebut di atas, bahwa buramnya gambar gereja sejati disebabkan berbagai faktor, yang utamanya adalah ketidakjelasan terhadap ekklesiologikal yaitu pengajaran tentang gereja yang benar menurut ajaran Kitab Suci. Isu ini sangat krusial karena dengan memahami doktrin gereja yang benar akan mengarahkan para pemimpin gereja dan jemaat kepada praktek yang benar pula, dengan demikian setidaknya sebagian permasalahan yang ada di sekitar gereja dapat dicegah dan disikapi dengan lebih bijak.

Akhirnya, penting diingat bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang yang tidak sempurna, yaitu orang-orang yang mengakui bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang telah diperbaharui (ditebus), ingin bertumbuh dan butuh kasih karunia Tuhan. Memahami arti dan karakteristik dari gereja yang sejati justru membawa setiap jemaat bisa hidup damai meski masing-masing memiliki perbedaan dan keragaman dalam berbagai denominasi saat ini.

* Penulis berpendirian Protestan-Kharismatik, Pendeta dan Gembala di GBAP Jemaat El Shaddai; Pengajar di STT IKAT dan STT lainnya. Mendapatkan gelar S.E dari UNPAR; S.Th Christian Education, M.Th Christian Leadership (2007) dan M.Th Theology Systematic (2009) dari STT-ITC Trinity.