Doa

Artikel tentang doa, pengajaran tentang doa, kehidupan doa dll

Doa Umat Egois!

Penulis: Mang Ucup

Di dalam agama manapun juga selalu ada beberapa gelintir umatnya yang egois salah satu contoh nyata adalah Mang Ucup karena telah memanjatkan doa; agar tim Jerman bisa keluar sebagai juara, ini tidaklah pantes dan dianggap sebagai pelecehan. Untuk ini saya hanya bisa bilang Amin! Walaupun demikian tidak ada salahnya kalau kita menganalisa dan Ngaca bareng begitu: "Apakah Anda juga termasuk umat Egois alias sami mawon seperti si Ucup?"

Leo Tolstoy berkata: Bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh kita hanya dengan satu tujuan saja ialah mencapai kebahagiaan pribadi. Pascal pun mengaminkannya, bahkan ia menambah, bahwa orang bunuh diri sekalipun sebenarnya hanya demi kebahagiaan dan kepuasannya dia semata-mata.

Untuk mencapai tujuan inilah kita hidup dan menghalalkan segala macam cara upaya, sampai kita tega untuk memanfaatkan Allah demi kepentingan diri kita pribadi. Memang kalau sesumbar keluar sih ngakunya sebagai hamba Allah, tetapi kenyataannya yang kebalikannya terjadi dimana kita telah menurunkan derajat Allah menjadi PRT alias Jongos kita!

Kagak percaya?! Cobalah Anda analisa sendiri isi dari sederet permohonan doa Anda yang berjibun? Pertama minta agar perut kita jadi kenyang kedua minta selamat, agar semua dosa-dosa Gue diampuni dengan digarnir pemanis basa basi dikit, bahwa Gue juga mo mengampuni dosa orang lain, walaupun kenyataannya boro-boro bisa melupakan; untuk memaafkan orang lain azah udah sulit banget.

Belum lagi permohonan-permohonan lainnya, dimana kita ingin jadi kaya, ingin lulus ujian, ingin sehat waalfiat, ingin dapat pangkat, ingin dapat pasangan hidup yang cocok (baca caem & kaya) dan sederet permohonan-permohonan lainnya. Maka dari itu benarlah apa yang ditulis oleh Ken Blanchard bahwa EGO itu adalah singkatan dari "Edging God Out"! (menomor duakan atau menyisihkan Allah).

Berkat itu bisa didefinisikan untuk semua hal-hal yang dapat membuat hidup kita jadi nikmat, harta, kesehatan, keselamatan dst-nya. Kita "menuntut" berkat dari Allah, karena kita merasa sebagai hamba-Nya, jadi wajarlah kalau Ia memberikan upah kepada kita berupa berkat! Kalau permohonan kita tidak dikabulkan, maka kita sering ngambek dan mempertanyakan keberadaan-Nya Allah. Kita sesumbar dan ngakunya sih sebagai hamba Allah, tetapi kalau ditanya berapa jam sehari Lho kerja atau melakukan sesuatu untuk Allah? Boro-boro beberapa jam kalau udah bersedia meluangkan waktu 10 menit azah udah bagus tuh ! Maka dari itu sebelumnya Lho ngambek tanya dulu, apakah Lho layak mendapatkan berkat ini?

Kita ini dilahirkan sebagai umat Egois, begitu kita brol di dunia ini, kita sudah menuntut agar semua kebutuhan kita dilayani, kalau tidak terkabulkan pasti kita akan menangis. Begitu juga pada masa kanak-kanak, kita ngambek, bahkan terkadang menilai, bahwa ortu kita tidak sayang ama kita, karena permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun sebenarnya mereka lebih tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi anaknya.

Sifat manja dan sifat kekanak-kanakan tersebut masih tetap terbawakan terus hingga kita dewasa; yang beda hanya sang pemeran pelengkap penderitanya saja, kalau dahulu ortu kita, sekarang digantikan oleh Allah. Kita mencari pengganti ortu yang bisa melayani, melindungi kita, maklum Jongos dirumah baca "Ortu" udah bisa dipensiun, jadi wajarlah kalau kita butuh jongos baru begitu!

Menurut Sigmund Freud manusia ini menciptakan agama dan illah itu sebenarnya sebagai pengganti orang tua kita dengan harapan agar semua kebutuhkan kita bisa terpenuhi. Ah moso sih? Tanyalah kepada diri sendiri, kapankah kita berdoa semakin rajin dan semakin khusuk, pada umumnya kalau ada maunya. Dan tidak bisa dipungkiri kebanyakan orang menjadi semakin religius, apabila ia sakit atau sedang kena musibah. Oleh sebab itulah kita lebih senang menyebut Allah dengan panggilan nama Bapa, agar lebih familier begitu.

Sebagai orang beragama seharusnya kita mau mengakui dan dapat menerima agar kehendak-Nya saja yang terjadi, maklum Ia kan Big Boss kita, tetapi kenyataannya pada saat kehendak-Nya terjadi kita ngambek dan tidak bisa menerima, karena tidak sesuai dengan keinginan maupun kehendak kita!

Apakah gempa bumi, meletusnya gunung ataupun Tsunami itu hasil dan kehendaknya si setan? Saya yakin tidak sebab Allah tidak bisa diperintah oleh siapapun juga, sedangkan si setan tidak mempunyai kekuasaan maupun kemampuan untuk melakukan ini. Jadi jelas semuanya ini adalah kehendak-Nya oleh sebab itulah seharusnya kita bilang "Tenkyu dan Amin" azah kagak banyak tanya ini maupun itu, bahkan yang lebih kurang ajar lagi dimana kita ingin menggugat maupun menyalahkan Dia ! Kenapa kagak sekalian nge-demo Allah azah!

Jadi sebenarnya kita ini masih seperti anak kecil dan secara rohani belum dewasa. Kita ingin dilayani terus-menerus; merengek ataupun ngambek apabila permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun di dalam Doa sih kita komat-kamit "Biarlah kehendak-Mu terjadi", tetapi wajarlah itu kan namanya juga sekedar basa-basi ato rayuan gombal pemanis doa eh pemanis bibir ato lip-service azah, Allah juga senang kok dirayu dan dipuji!

Kita ini sebenarnya udah jadi pengidap Narsis Rohani berat, dimana kita menuntut agar kehendak Gue saja yang kudu terjadi sedangkan Allah adalah hambanya Gue. Jadi wajarlah kalho Dia kudu selalu mau mengabulkan permohonan Gue. Kita merasa seakan-akan diri kita ini lebih tinggi daripada Sang Pencipta dan ini namanya udah dosa berat tuh, karena ini berarti menghujat Allah.

Oleh sebab itulah umat Kristen paling demen baca Kitab Mazmur 23 disitu udah tercantum komplit, semua kebutuhan yang dapat memberikan kenikmatan maupun kepuasan hidup; mulai dari rumput hijau s/d air, bahkan Bodyguard untuk melindungi juga udah disediakan, jadi kurang apa lagi? Bukankah ini namanya service Hotel Bintang Lima tuh!

Walaupun demikan mang Ucup mo belajar untuk merobah pola hidup saya, dimana Tuhan tidak akan di nomor duakan lagi dan arti kata EGO (Edging God Out = Tuhan disisihkan) dirobah menjadi EGO (Exalting God Only = Hanya Tuhan saja yang dimuliakan) - Amin.

Apakah Doa itu?

Penulis : Rev. David Yonggi Cho

Kita harus selalu berdoa! Bedanya antara orang Kristen dan non- Kristen adalah orang Kristen itu berdoa.Orang yang belum percaya tidak berdoa, tetapi orang-orang percaya berdoa. Mengapa demikian? Doa adalah membuka hatimu dan mengundang Yesus menjadi Tuhan dan Raja atas kehidupanmu. Jika anda sedang berdoa di rumah anda, maka itu berarti anda sedang membuka pintu rumah anda bagi Yesus Kristus.

Jika anda sedang berdoa di tempat kerja anda, maka itu berarti anda sedang mengundang Yesus Kristus Tuhan ke tempat kerja anda.

Jika seluruh negeri berdoa, maka itu berarti anda sedang mengundang Yesus Kristus untuk menjadi Tuhan dan Raja atas negara tersebut.

Sekarang ini, masalahnya adalah orang-orang tidak mengijinkan Yesus Kristus untuk menjadi Tuhan dan Raja atas kehidupan mereka.

Tuhan tidak menjadi tuan atas kehidupan kita. Jika suatu rumah tidak memiliki tuan, maka rumah itu kosong.Jika tuannya tidak berada di rumah, maka pencuri dapat masuk. Kita menghadapi banyak masalah karena Tuhan tidak menjadi tuan atas rumah kita.

Pencuri tidak dapat masuk ke dalam rumah jika tuan rumahnya ada. Jika sebuah rumah kosong, tujuh setan akan datang untuk menghuni rumah tersebut.

Amerika mendapat serangan teroris, tetapi itu tidak terjadi sebelumnya. Mengapa serangan itu terjadi? Itu terjadi karena tidak ada yang menjadi tuan di dalam rumah mereka.

Mereka sangat makmur, tetapi di dalam rumah mereka, tidak ada yang menjadi tuan. Ketika Amerika baru berdiri, Tuhanlah yang menjadi tuannya, tetapi pemerintah Amerika kemudian mendorong sang tuan keluar dari sekolah-sekolah, keluar dari rumah-rumah, dan Amerika menjadi rumah kosong. Maka semua pencuri datang untuk menghuni rumah tersebut.

Amerika sangat kaya dan memiliki kekuatan militer yang hebat, tetapi uang dan kekuatan tidak dapat melindungi Amerika. Hanya Tuhan Yesus dan Allah Bapa yang dapat melindungi Amerika.

Dalam Mazmur 127, "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia- sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga."

Amerika membangun gedung World Trade Center yang begitu indah, dan gedung tersebut merupakan symbol dari kekuatan ekonomi Amerika. Namun, simbol kekayaan dan kemakmuran tersebut hancur.

Karena Tuhan bukanlah tuan rumah dari gedung tersebut, maka gedung tersebut menjadi tidak terlindungi. Gedung Pentagon merupakan gedung yang kuat, tetapi gedung tersebut juga diremukkan.

Tuan rumah harus berada di dalam rumah. Tuhan harus diundang untuk menjadi tuan atas rumah kita.

Mengapa kita berdoa? Kita berdoa untuk mengundang Sang Tuan Rumah, Tuhan Yesus Kristus untuk datang ke dalam rumah kita.

Kita perlu berdoa di rumah-rumah, di sekolah-sekolah, dan di kantor- kantor pemerintahan. Yesus Kristus sedang mengetuk pintu hatimu.

Ia mengatakan bahwa siapapun yang membukakan pintu, maka Ia akan masuk dan makan bersamanya. Wahyu 3:20, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama- sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." Bagaimana kita membukakan pintu? Pintu akan terbuka terhadap doamu yang sungguh- sungguh.

Ketika anda berdoa, Yesus masuk ke dalam hatimu, dan Ia akan hidup bersamamu. Anda tidak perlu menjadi kesepian dan tertolak, tetapi melalui doa, anda dapat hidup bersama Dia.

Tuhan rindu untuk membina suatu hubungan dengan anda karena Ia sangat mengasihi anda. Ayah saya sekarang berusia 90 tahun, dan ibu saya berusia 89 tahun, dan ketika saya mengunjungi mereka, mereka menginginkan saya untuk tinggal di sana untuk seterusnya.

Setelah saya berjam-jam berada di sana, mereka berkata kepada saya, "Kamu tidak boleh pergi sekarang, ini masih terlalu pagi."

Orang tua saya sungguh-sungguh mengasihi saya dan mereka rindu berada dekat dengan saya selama berjam-jam. Saya ingin anda mengetahui bahwa Tuhan Allah Bapa sangat mengasihi anda. Yesus sangat mengasihi anda. Dan Ia ingin menghabiskan banyak waktuNya bersama anda.

Ketika anda menyembahNya, memujiNya dan menghabiskan waktu bersamaNya; Tuhan akan merasa gembira. Ketika anda bergembira di dalam Tuhan, Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Mazmur 37:4, "Dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

Ketika kita berdoa, kita membuka hati kita dan menjadikan Yesus Kristus Raja dan Tuhan dalam kehidupan kita. Yesus yang disalib menghancurkan pekerjaan Iblis.

Kita harus melawan Iblis, dan kita mengusirnya.

Bangsa Israel diserang oleh bangsa Amalek, dan bangsa Amalek dipersenjatai dengan sangat baik. Sedangkan bangsa Israel tidak memiliki kekuatan yang sama.

Ketika Yosua dan bangsa Israel memerangi bangsa Amalek,mereka dikalahkan.

Maka Musa pergi ke medan perang bersama Harun dan dan Hur untuk berdoa. Ketika Musa berdoa, bangsa Israel menang, tetapi ketika Musa berhenti berdoa, bangsa Israel kalah.

Ada medan pertempuran lainnya yang tidak bisa kita lihat dengan mata kita. Ketika Musa memenangkan peperangan roh yang tidak dapat dilihatnya; Tuhan memenangkan perang fisik yang dapat dilihatnya.

Kita dikelilingi oleh kekuatan Iblis yang kotor dan jahat. Banyak orang tersesat, dan mereka hidup dengan berfoya-foya. Banyak pemerintah yang sangat korup.

Tidak peduli berapa banyak polisi atau jaksa yang kaumiliki di dunia ini, dosa tidak pernah bisa diberantas. Kita kalah dalam peperangan di alam roh.

Jika engkau kalah dalam peperangan di alam roh, maka engkau akan kalah pula dalam peperangan di alam fisik.

Ketika kita pertama kali mengusir setan yang kotor dan jahat, maka kemudian kita akan memiliki komunitas yang bersih. Lalu kebencian, ramalan-ramalan, kebohongan, perzinahan, pemerkosaan dan dosa akan pergi. Kita perlu memikirkan dosa-dosa kita.

Pada waktu gereja pertama saya dibangun, orang-orang tidak menginginkannya, dan mereka melemparinya dengan batu. Mertua perempuan saya dan saya berdoa lima jam setiap hari.

Kami berdoa, dan kami menyebut Darah Yesus, dan kami memiliki iman bahwa Tuhan akan berperang bagi kami. Tiba-tiba setan-setan mulai meninggalkan orang-orang dan mereka mulai mendengarkan apa yang saya katakan.

Satu dalam dua keluarga mulai datang ke gereja kami. Orang-orang mulai digerakkan, disembuhkan dan diselamatkan. Dalam tiga tahun, kami mempunyai 500 orang yang menjadi Kristen.

Anda harus memenangkan peperangan roh sebelum anda bisa memenangkan peperangan fisik.

Ketika anda memenangkan peperangan roh, maka anda juga akan memenangkan peperangan fisik.

Dua orang teman baik saya hendak bercerai. Mereka berdua aktif dipaduan suara, dan saya yang memimpin pernikahan mereka.

Mereka hidup bersama dengan harmonis, dan kemudian mereka mulai membenci satu sama lain. Suatu malam mereka menelpon saya agar datang ke rumah mereka.

Mereka mengatakan, "Malam ini adalah malam dimana kami akan berpisah." Saya meminta mereka untuk menunggu sampai besok pagi. Yang pria mengatakan, "Tidak, kami tidak bisa menunggu selama itu karena kami sudah berkemas dan kami akan pergi malam ini." Saya berkata, "Ini jam satu dini hari, bagaimana saya bisa pergi ke rumah kalian?"

Mereka mengatakan, "Engkau yang berdoa dan yang memberkati kami ketika kami menikah, dan sekarang kami ingin engkau berdoa dan memberkati perpisahan kami." Akhirnya saya berpakaian dan pergi ke rumah mereka.

Ketika saya sampai di sana, suami istri tersebut berada di ruangan yang berbeda, dan saya meminta mereka untuk sama-sama keluar. Mereka mengatakan, "Jangan coba-coba menceramahi kami. Ceramahmu tidak akan berguna. Kami ditakdirkan untuk berpisah. Tolong doakan agar kami berpisah dengan gembira." Saya hanya mengatakan, "Mari," dan saya memegang tangan mereka. Saya dapat melihat setan sedang memisahkan mereka.

Tidak ada cara lain untuk menolong kedua orang ini selain melenyapkan setan yang jahat ini. Maka di dalam Nama dan Darah Yesus Kristus, saya mulai berdoa bagi mereka.

Saya berkata, "Kau roh kebencian, aku ikat engkau di dalam nama Yesus, dan saya perintahkan engkau untuk pergi di dalam nama Yesus." Selama tiga puluh menit saya hanya mengatakan hal itu, dan ketika saya sedang berdoa, saya mulai merasakan beberapa tetes air mata jatuh di tangan saya. Saya membuka mata saya untuk melihat mereka; suami istri tersebut menangis. Saya memeluk mereka, kemudian saya pergi dan mengucapkan, "Selamat malam."

Hari Minggu berikutnya, saya melihat kepaduan suara, dan pasangan ini masih bersama di paduan suara. Setelah kebaktian, pasangan ini datang ke kantor saya, dan saya menanyai mereka mengapa mereka belum berpisah.

Mereka mengatakan bahwa saya telah berdoa selama tiga puluh menit untuk mengusir setan dan sesuatu yang ada di dalam diri mereka telah pergi. Haleluya! Kebencian telah pergi, kesalahpahaman telah pergi, 590 mereka merasa sangat bodoh dengan diri mereka sendiri. Mereka merasa begitu malu karena mereka telah bertengkar seperti anak kecil.

Yang pria mengatakan, "Kami mulai tertawa-tawa setelah anda pergi, dan kami membongkar kembali barang-barang kami. Sekarang kami bahkan tidak ingat mengapa kami begitu marah saat itu." Ketika engkau memenangkan peperangan roh, maka peperangan fisik juga dimenangkan!

Yesus mengatakan bahwa setan datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan. Yesus datang untuk memberikanmu kehidupan dan kehidupan yang berkelimpahan. Ketika engkau berperang dalam peperangan roh, engkau akan memaksa mundur kekuatan setan, dan engkau akan mengundang kekuatan Tuhan untuk datang.

Ini sebabnya mengapa kita harus berdoa. Kita tidak boleh merasa susah, kita harus berdoa. Kita harus berdoa bagi Amerika, dan untuk perang di Afganistan, dan bagi semua hal.

Kita melihat Amerika diserang secara fisik, dan kita dapat melihat perang di Afganistan, tetapi kita tidak akan pernah memenangkan peperangan ini dengan bom. Kita hanya bisa memenangkan peperangan ini dengan doa dan dengan mengikat setan yang berada di balik semua ini.

Peperangan yang sebenarnya adalah peperangan roh. Gereja di Amerika harus berdoa, dan kita harus menyokong mereka dalam doa. Gereja- gereja di seluruh dunia harus bersatu dan berdoa. Kita harus mengikat setan yang hendak mencuri, membunuh dan menghancurkan. Tuhan akan mengikat musuh dan menghancurkan pekerjaannya yang jahat. Semua otoritas dalam alam roh harus dimulai dengan doa.

Apabila pemimpinnya telah diikat, maka para penjahat tidak dapat masuk ke dalam rumah. Sang pemimpin disini adalah si Iblis, dan ia memegang kendali atas hati orang-orang, tetapi ketika engkau mengikat si Iblis melalui doa, dan mengusirnya, maka engkau dapat membebaskan orang tersebut dari tangan si Iblis.

Kebangkitan dan pertumbuhan dalam gereja datangnya dari doa. Tanpa doa, gereja tidak akan pernah bisa bangkit. Keselamatan jiwa-jiwa tidak dapat terjadi tanpa doa.

Gereja kami telah bertumbuh karena para kepala komunitas selnya sering berdoa. Kami memenangkan peperangan roh. Kita harus bersatu dan berdoa di dalam kasih dan iman untuk semua hal di gereja, di kota, dalam pemerintahan, dalam keluarga, dan dunia.

Doa merupakan peperangan roh, dan ketika musuh telah diikat, maka Yesus dapat masuk dan melakukan pekerjaanNya yang dahsyat. Anda perlu berdoa dengan penuh kerinduan di pagi hari, sepanjang malam dan tanpa henti. Anda harus berdoa dengan segenap hati agar Kerajaan Tuhan datang, dan kehendakNya terjadi di dalam kehidupanmu, di dalam gerejamu, di kotamu, di negeramu, dan di dunia. Amin.

Alasan lain mengapa kita berdoa adalah karena doa dapat menggerakkan tangan Tuhan. Pada saat Perang Korea, orang-orang Korea Utara berusaha mendorong orang-orang Korea Selatan ke laut.

Presiden Rhee mengundang semua pendeta untuk datang ke rumahnya, dan ia berkata, "Ini adalah kesempatan terakhir yang kita miliki." Ia mengatakan bahwa temannya Jenderal McArthur akan mengirim pengebom- pengebom dan mengebom para komunis, tetapi ia mengatakan bahwa sekarang ini adalah musim hujan dan setiap hari turun hujan.

Ia mengatakan bahwa apabila turun hujan, para pengebom tidak bisa terbang dan melakukan tugas mereka, oleh karena itu kami harus berdoa sehingga hujan tidak turun selama musim hujan. Musim hujan berlangsung selama sebulan, tetapi kami tidak akan mampu menahan musuh selama sebulan. Oleh karena itu kami harus berdoa sehingga hujan berhenti.

Presiden Rhee berkata, "Para pendeta, kalian semua harus berdoa bagi kami. Negara ini bisa terus ada atau tidak, tergantung pada doa-doa kalian." Para pendeta berdoa dan berdoa,, dan doa mereka menggerakkan tangan Tuhan, dan Ia menghentikan hujan. Pada tahun 1950, pada pertengahan musim hujan, tidak ada hujan.

Setiap hari pasukan Amerika membombardir pasukan musuh, dan hal itu melumpuhkan kekuatan mereka. Kemudian Jenderal McArthur mendarat di Incheon. Jika para pendeta tidak berdoa selama waktu itu, maka tidak akan ada Korea Selatan. Doa mereka telah menggerakkan tangan Tuhan yang berkuasa.

Matius 18:19, "Dan lagi aku berkata kepadamu: Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga."

Jika kita bersatu di dalam kasih, kesatuan dan doa, maka hal itu akan menggerakkan hati dan tangan Tuhan, dan Ia akan mengadakan mujizat yang engkau perlukan. Alkitab mengatakan, "Panggillah Aku, maka Aku akan menjawab engkau, dan Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang misterius dan besar."

Ketika engkau berdoa bersama di dalam keluargamu, Tuhan akan mulai melakukan mujizat di dalam keluargamu. Ketika engkau berdoa bersama di tempat kerjamu, Tuhan akan mulai melakukan mujizat di tempat kerjamu. Ketika kita berdoa bersama di dalam kasih dan kesatuan, sejarah akan diubahkan.

Dengan berdoa, kita mengundang Tuhan untuk menjadi Raja atas kehidupan kita, atas rumah kita, atas gereja kita, atas kota kita dan atas dunia. Itulah sebabnya mengapa kita perlu berdoa.

Sumber: Full Gospel Indonesia

Apakah Doa Syafaat Itu?

Penulis : Rev. Paul .Y. Chun

Doa adalah Nafas Rohani Untuk Menguatkan Roh Kita

Sebelum mempelajari tentang doa syafaat, kita harus bertanya terlebih dahulu, 'Apakah doa itu? Apa pikiran Anda tentang doa?'. Kita dapat mengemukakan bermacam-macam jawaban, tetapi hubungan atau keterkaitannya hampir sama. Doa adalah percakapan rohani dengan Tuhan, yaitu saat kita berbicara kepada Tuhan dan Dia menjawab atau saat Tuhan berbicara kepada kita, dan kita menjawab. Itulah yang disebut doa. Doa bukan percakapan satu arah. Dan kita tahu, dalam Alkitab tertulis, 'Tetaplah berdoa' (I Tes 5:17).

Dalam tubuh kita, 'organ'yang terus bekerja dan tidak pernah berhenti adalah jantung. Siapapun mengetahui hal itu. Kalau jantung kita berhenti, semua organ di dalam tubuh kita juga berhenti. Doa adalah nafas rohani, sama seperti kerja jantung. Kalau doa berhenti, kehidupan rohani kita juga berhenti. Kehidupan doa seperti peredaran darah yang bersikulasi di dalam tubuh kita. Tenaga yang baru, tersedia untuk hidup kita sewaktu darah beredar atau bersikulasi di dalam tubuh sambil menyaring semua kotoran. Doa juga memperbaharui dan membersihkan bagian yang sudah kotor. Doa adalah sarana untuk menyucikan dan membersihkan diri kita, ini merupakan keinginan Tuhan. Doa adalah nafas rohani untuk memeperkuat roh kita.

Syafaat

Sekarang kita menyelidiki tentang syafaat. Syafaat berarti datang di hadapan Tuhan dengan tujuan menggantikan posisi seseorang. Saya ingin Anda mempercayai bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang menggantikan posisi kita di hadapan Allah untuk selama-lamanya. Firman Tuhan berkata, 'Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan' (Roma 8:26). Ingatlah, Roh Kudus membimbing kita supaya dapat berdoa.

Perantara (Intercession)

Syafaat diekspresikan dalam bahasa Inggris sebagai kata 'intercession.' Arti kosakata ini adalah berdiri di antara dua orang, seperti saya berada dalam kelompok itu, yaitu saya berdiri di antara dua orang yang datang bersama di hadapan Tuhan. Penjelasan yang lain, syafaat adalah berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan haknya agar menerima rahmat Tuhan. Orang-orang yang mempunyai hak, akan berdoa

Siapakah Pendoa Syafaat?

Pendoa syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di hadapan Tuhan untuk menggantikan posisi orang lain yang sudah jauh dari Tuhan atau hidup tanpa Tuhan. Jadi sebelum berdoa untuk orang lain, pendoa syafaat harus sudah mendapat pengampunan dosa dari Tuhan.

Kita tahu bahwa pendoa syafaat adalah seseorang yang datang di hadapan Tuhan dengan membawa haknya. Hak-hak pendoa syafaat itu diterima dari Tuhan yang dimulai dari pengampunan dosa sampai menjadi anak Tuhan. Dan karena sudah mendapat pengampunan dosa maka kita dapat membimbing orang lain untuk mendapat pengampunan dosa juga. Prinsip yang sama dengan hal ini adalah anugerah, kasih, rahmat Tuhan dan mengampuni tanpa syarat.

Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan. Ingat perumpamaan, jika kita mempunyai hutang sepuluh ribu talenta dan dihapuskan, apa yang akan kita lakukan kepada orang yang berhutang seratus dinar? Hal ini sama seperti saya yang seharusnya dilemparkan ke dalam api neraka yang kekal (berhutang besar), tetapi karena menerima Yesus Kristus kemudian diampuni oleh Tuhan, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan kepada orang lain yang melakukan kesalahan kecil kepada saya (berhutang kecil)? Jadi, orang yang mempunyai pengalaman diampuni dan menerima pengampunan dari Tuhan, dapat mengampuni orang lain tanpa syarat. Orang seperti itu sajalah yang dapat berdoa syafaat untuk orang lain.

Lalu bagaimana cara dapat berdoa dengan sepenuh hati? Sama seperti hal tadi, yaitu jika kita sudah menerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka kita dapat berdoa untuk orang lain dengan kasih tanpa syarat. Seseorang yang sudah menerima kasih Tuhan dapat mengetahui dan mengerti konsep kasih. Kasih itu bukan cinta yang sering dikatakan oleh semua orang. Seseorang dapat mengasihi tanpa syarat dan berdoa tanpa syarat jika sudah menerima kasih Tuhan yang tidak pernah berubah. Sebagai pendoa syafaat kita harus memperhatikan hal-hal ini. Pada saat berdoa di hadapan Tuhan jangan melakukan dengan syarat. Karena pendoa syafaat yang menerima kasih dari Tuhan tanpa syarat harus dapat berdoa tanpa syarat untuk negara yang belum pernah dikunjungi, yang bahasa dan sukunya tidak diketahui.

Dalam kitab Ester ada empat tokoh penting. Tokoh pertama adalah ratu Ester, tokoh kedua adalah Ahasyweros, seorang raja. Tokoh ketiga adalah Mordekhai, saudara dari ayah Ester yang membantu Ester. Tokoh keempat adalah Haman, seorang perdana mentri yang melakukan apa saja untuk memuaskan hasratnya. Jika kita menyeldiki hal tersebut dari pandangan doa syafaat, maka ratu Ester melambangkan pendoa syafaat, Mordekhai melambangkan Roh Kudus, Ahasyweros melambangkan Tuhan dan Haman melambangkan setan yang membunuh dan menghancurkan. Kita dapat mengetahui kisah mereka melalui kitab Ester. Pada saat semua suku Israel berpuasa dan berdoa sehati, maka nasib mereka berubah dan lolos dari kematian.

Melalui bangkitnya 'Gerakan Doa Syafaat Bersama’, maka Tuhan menggenapi janjiNya menghidupkan orang yang mati dan membinasakan pembunuh. Doa syafaat mengubah sejarah dengan cara demikian. Hal itu harus kita percayai dan alami. Karena bukanlah sifat doa syafaat yang sesungguhnya jika berpikir bahwa wilayah atau apa saja dapat diubahkan dan digenapi hanya melalui satu orang yang sudah diubah dan menerima kuasa. Saya berharap semua orang Kristen di dunia bersatu dan berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan dunia ini. Jika demikian, bagaimana hati seorang pendoa syafaat dapat datang kepada Tuhan?

Untuk itu, kita menyelidiki di dalam Alkitab mengenai ciri-ciri orang yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Kita dpaat mengetahui bahwa mereka semua adalah pendoa syafaat. Jika kita dapat memilih seseorang yang mempunyai iman yang luar biasa, tentunya dia adalah pendoa syafaat di hadapan Tuhan. Dia dapat berdoa untuk orang lain, mendengar suara Tuhan dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan ingin membimbing zaman ini melalui mereka.

Abraham adalah Pendoa Syafaat yang Mengagumkan

Sebagai pendoa syafaat Abraham muncul dalam kitab Kejadian 18:22-33. Namun kita akan mempelajari mulai pada Kejadian pasal 12 saat pertama kali Abraham mendengar suara Tuhan lalu dia pergidari negerinya, sanak saudaranya, rumah dan harta bapaknya serta hanya mempunyai harta yang ada padanya. Kemudian karena menaati firmanNya, Tuhan memberkati Abraham dengan melimpah.

Keponakannya yang bernama Lot juga ikut bersama-sama dengan Abraham dan Lot pun diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada suatu saat di antara kedua orang tersebut muncul persoalan oleh karena harta mereka yang sangat banyak. Sperti juga kita yang kadang-kadang berpikir jika harta semakin banyak, maka karya Tuhan semakin baik. Tetapi kita harus ingat bahwa ada kemungkinan hasilnya lebih buruk daripada waktu yang lalu. Umat Allah yang ingin menjadi pendoa syafaat harus sadar dan bangun dari lamunan keduniawian bahwa harta menyelesaikan segala masalah: Harta dapat menjadi berhala.

Kuasa Tuhan yang Maha Kudus dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Walaupun keadaan pendoa syafaat lemah dan tidak lebih baik, dia harus mempercayai bahwa dia berkenan di hati Tuhan dan berdoa sesuai dengan pokok doa yang diinginkan Tuhan sehingga dia dapat dipakai dengan dahsyat. Walaupun demikian pada saat kedua orang tersebut berpisah, Abraham menyesali hal itu. Tetapi di dalam Alkitab tertulis bahwa persoalan tersebut tidak menjadi masalah untuk Abraham. Perlu diingat apa yang dilakukan oleh Abraham pada saat terjadi peperangan di Sodom dan Gomora. Setelah beberapa saat Lot pindah ke kota tersebut, Abraham pergi ke tempat peperangan itu untuk menyelamatkan Lot. Dari hal ini kita harus mengambil pelajaran mengenai hati Abraham yang menolong Lot. Apakah Anda bersukacita jika orang yang memfitnah dan mengecewakan Anda menderita kesusahan? Anda harus berdoa supaya perasaan seperti itu hilang karena seorang pendoa syafaat yang sungguh-sungguh harus mampu berdoa untuk memberkati orang yang telah menganiaya. Tuhan juga berfirman, 'Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu' (Mat 5:44). Tetapi untuk melakukan firman Tuhan ini tidaklah mudah. Hal tersebut jarang terjadi karena mengasihi musuh biasanya hanya dalam hati saja. Tetapi kalau firman ini dapat mengubahkan diri kita maka kita dapat mengasihi.

Setelah Lot diselamatkan dalam peperangan, Tuhan berfirman akan memusnahkan semua tanah Sodom oleh karena dosa mereka. Sodom dan Gomora akan dimusnahkan karena Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar. Kita akan mengamati apa yang didoakan oleh Abraham untuk menyelamatkan Lot di hadapan Tuhan.

Berdoa dengan Iman

Pertama, berdoa dengan iman. Abraham adalah seorang pendoa yang berima580Ia berdoa dengan sikap yang mengakui keadilan Tuhan, yaitu menghadap Tuhan dengan iman bahwa apa yang dijanjikan oleh Tuhan menurut firman Allah akan digenapi. Allah berkenan terhadap doa yang didoakan oleh orang yang beriman. Alkitab menyaksikan hal itu. Allah menghendaki doa seorang yang percaya bahwa yang didoakan akan diterima. Allah berkenan ketika kita menanggapi hal yang didoakan. Allah mendengar doa orang yang dilakukannya dengan iman. Tetapi Aku berkata kepadamu: 'Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sam pai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: 'Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu' (Mat 11:22-24). '… dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu KepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya' (Yoh 14:13-14). 'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya' (Yoh 15:7).

Abraham dibenarkan karena iman. Pada waktu Abraham berdoa syafaat untuk Lot, doa itu dijawab dan digenapi oleh Tuhan. Tanah Sodom dan Gomora diselamatkan oleh Tuhan melalui doa syafaat Abraham dan Lot pun tidak tahu tentang hal itu. Tetapi Abraham tidak berkata, 'Karena saya berdoa maka Lot dapat diselamatkan.' Tetapi dia mengucap syukur kepada Tuhan.

Doa Orang Benar Hanya Merenungkan Tuhan

Saya berharap ketika pendoa syafaat berdoa untuk orang lain jangan menonjolkan kebenarannya sendiri, karena dia mendapat jawaban dari Tuhan dan bersukacita tentang hal itu. Juga bersyukurlah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan mendengar doa kita dan melakukan 'revival.' Nama Tuhan ditinggikan jika doa orang yang benar tidak menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan.

Sebagai pendoa syafaat kita mendapat banyak pengalaman rohani dan sudah seharusnya pendoa syafaat bersyukur kepada Tuhan dan meninggikan nama Tuhan. Jika kita berdoa untuk orang lain, mereka juga akan mendapat pengalaman rohani samapa seperti yang kita alami. Ingat, jangan menghakimi orang lain ataupun membatasi karya Tuhan yang mau memakai kita. Caranya, sejak awal kita harus bersyukur karena diberi kuasa dan kasih karunia dari Tuhan untuk dipakai sebagai alatNya.

Selain itu, yang diinginkan oleh Tuhan dengan berdoa kita dapat terus menerus mempertahankan kasih karunia dan kuasa yang ada di dalam hati. Oleh karena iman orang benar yang memiliki motivasi, tujuan serta pengharapan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, akan menghasilkan doa yang benar. Kita harus mengetahui tujuan berdoa. Jika tujuan itu hanya untuk kehormatan, kekayaan, kekuasaan, dan jumlah pertambahan jemaat saja, maka hal itu akan menjauhkan kita dari Tuhan. Tetapi doa yang mempunyai tujuan,alas an dan pengharapan yang jelas dapat menggerakkan sejarah kekristenan pada masa lalu dan sanggup bertahan karena pendoa syafaat tidak goyah terhadap kesulitan apa saja. Contohnya, gerakan Kebangunan Rohani di Inggris yang dimulai oleh Wesley, awalnya hanya melibatkan sekitar 20 orang pendoa syafaat.

Perintah untuk beriman kepada Tuhan juga tertulis dalam kitab Markus. Supaya dapat berjalan bersama Allah, kita harus mempunyai iman sesuai dengan tingkat iman yang sudah diberikan Tuhan. Jika kita melakukannya sesuai tingkat iman yang sudah diberikan oleh Tuhan, maka tidak akan ada masalah. Tetapi jika seseorang merasa mempunyai tingkat iman tertentu yang ternyata melebihi tingkat iman pemberian Tuhan, maka kehidupan rohaninya menjadi bermasalah. Melalui orang yang taat, Tuhan menggenapi terjadinya gerakan Kebangunan Rohani yang dahsyat yang mengubahkan dunia ini. Contohnya, hamba yang mempunyai dua talenta, walaupun dipercayakan sedikit, tetapi dia menaati untuk menjalankannya dengan jumlah iman tertentu yang sesuai. Di lain pihak, walaupun mempunyai lebih banyak talenta, tetapi dipakai untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri, menyebabkan ke hidupan rohaninya hancur sehingga Tuhan tidak berkenan. Tuhan tidak menjawab doa yang didasari hawa nafsu dan hasrat. Kita harus menyadari bahwa berdoa dengan hasrat dan ambisi manusia, dapat menjadi peluang untuk roh jahat melakukan kejahatan. 'Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu' (Yak 4:3).

Berdoa Dengan Rendah Hati

Kedua, berdoa dengan rendah hati. Rendah hati dapat diartikan sebagai kemurnian dan kelemahlembutan. Kita akan mempelajari Abraham yang adalah nenek moyang orang beriman. Dia adalah 'prototype'(gamabar awal) Yesus Kristus yang memberikan teladan kerendahan hati. Abraham menyahut, 'Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu' (Kej 18:27). Bagaimana cara Abraham dapat berbicara seperti itu di hadapan Tuhan? Hal itu menunjukkan walaupun Abraham melihat dirinya tidak baik, tetapi dengan berani meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia dengan berani meminta karena Tuhan membenarkan, memilih dan menjadikannya anak Tuhan serta membimbingnya. Kata-kata 'Walaupun aku debu dan abu'menunjukkan sifat kerendahan hati yang sungguh di hadapan Tuhan.

Alkitab memberikan tekanan khusus pada kerendahan hati dan tinggi hati. Dalam Amsal 18:12 tertulis, 'Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.' Rendah hati juga berkaitan dengan kelembutan hati. Kelembutan hati di dalam Alkitab berarti orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Abraham adalah orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Jika Tuhan memerintahkan kepada Abraham, 'Pergi,' maka dia pergi, dan jika, 'Jangan pergi,' maka Abraham tidak pergi.

Bandingkanlah kuda liar dan kuda jinak, yang mana lebih cepat larinya? Sewajarnyalah, kuda liar berlari lebih cepat dibanding kuda jinak, namun tidak ada seorangpun yang mau menunggang kuda liar. Sebab jika kuda jinak disuruh oleh pemiliknya, 'Pergi,' maka kuda itu pergi, dan jika,'Berhenti,' kuda itupun berhenti. Kuda liar memang berlari lebih cepat, tetapi tidak menaati pemiliknya, hanya berlari sesuai dengan keinginannya. Demikian juga kehidupan kerohanian kita, dapat menjadi rendah hati oleh bimbingan Roh Kudus yang melatih kita. Arti yang lain dari rendah hati adalah kemurnian hati.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan' (Mat 11:29).

'Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat' (I Petrus 3:12).

Rendah hati berarti kemurnian, kemurnian adalah kesederhanaan (Bahasa Inggris: 'simple’). Semakin murni, semakin tidak bercampur dengan unsure lain. Hampir semua orang di dalam Alkitab yang beriman besar adalah orang yang sederhana cara berpikirnya. Jika mereka diperintahkan Tuhan, 'Pergi,' pasti pergi. Kalau Tuhan berkata kepada mereka A, maka mereka mengakui hal itu akan menjadi A. Tetapi orang yang rumit cara berpikirnya akan kehilangan iman yang besar karena mereka sering mempertanyakan alasan dari perkataan Tuhan. Kita dapat memperoleh kemurnian melalui berdoa. Jika Anda ingin kemurnian dari Tuhan, berdoalah demikian,

'Tuhan, tolong hapuskan perkara yang tidak Tuhan inginkan dari hati dan pikiran saya. Saya ingin hidup seperti yang Tuhan inginkan. Tolong hapuskan juga hal-hal yang menghalangi untuk maju di hadapan Tuhan dengan rendah hati, baik yang ada di dalam hati, pikiran dan kehidupan saya. Tolong pimpin saya supaya dapat melayani Tuhan dengan hati yang murni.'

Kita tidak dapat berdoa syafaat tanpa kerendahan hati. Saya pernah berdoa untuk setiap negara melalui informasi dari buku. Saya berdoa untuk tempat yang tidak saya ketahui sama sekali sebagai sasaran visi dan misi sambil menangis dan berteriak kepada Tuhan. Selesai berdoa saya tidak merasa sedih, jengkel atau sakit hati walaupun tadi menangis dan berteriak. Hal itu terjadi karena Roh Kudus memberikan hati seperti itu di dalam hati saya. Jika saya berdoa sebenatar saja di dalam hati, Roh Kudus mengijinkan saya merasakan hati Tuhan.

Berdoa Dengan Berani

Ketiga, berdoa dengan berani. Tuhan ingin memakai kita untuk berdoa syafaat, supaya tidak membatasi Tuhan untuk hal itu, kita harus mempunyai hati yang berani.

Katanya, 'Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?' FirmanNya: 'Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu' (Kej 18:31).

Ayat tersebut menunjukkan sebuah jalan keluar yang memenangkan setiap peperangan rohani atau perjuangan rohani. Melalui orang beriman, Tuhan ingin memberikan kemenangan. Kepada orang yang rendah hati Tuhan mencurahkan anugerah dan kuasa, namun Tuhan juga ingin memakai orang yang berani. Tuhan tidak dapat memakai orang yang tidak berani karena orang itu setiap hari ragu-ragu walaupun dia mempunyai anugerah dan kuasa. Perkataan Abraham 'Aku berani meminta'dapat diganti dengan 'Aku berani berdoa di hadapan Tuhan.'

Pada saat Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia berkata 'Ikutlah Aku'bukan untuk orang yang diam dan duduk saja. Tetapi Tuhan memanggil Matius, seorang pemungut cukai dan Petrus yang menjahit jala supaya dapat menjala ikan di laut dengan hati yang tulus. Jadi Tuhan memilih dan memakai orang yang mempunyai ketulusan hati dengan pekerjaan sendiri. Tuhan sudah melihat kemungkinan orang itu maka Tuhan meminta meninggalkan semua hal itu sekarang supaya dapat melihat keberaniannya. Tuhan ingin mengamati apakah dia berani mengikuti Tuhan dengan iman. Tuhan ingin kita taat kepadaNya. Setelah Tuhan menumbuhkan iman Abraham, Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan Ishak supaya dapat melihat ketaatan Abraham. Maka dapat disimpulkan 'tidak taat adalah tanda tidak beriman.'

Pada saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, saat menginginkan kita berdoa, tetapi jika kita tidak menaati karena memikirkan keadaan dan kondisi kita, apa yang akan terjadi? Tuhan mencari orang taat yang menanggapi dengan segera dan melalui orang itu Tuhan selalu menggenapi karyaNya. Pada saat mendengar musik dan mengemudikan mobil, di rumah maupun di gereja, kapan saja dan di manapun, Tuhan meminta keberanian dan ketaatan kita. Tuhan ingin kita mempunyai keberanian yang tidak goyah. Tanpa iman dan keberanian kita tidak dapat melayani pengusiran setan dan berdoa untuk orang sakit. Kalau tidak siap, kita akan mendapat masalah sendiri pada saat mendoakan. Antara berteriak karena merasa takut dan berteriak karena merasa berani saat mengusir setan merupakan tingkatan yang berbeda. Menyadari keinginan Tuhan me mbuat kita berani. Kita akan menyelidiki hal itu lebih dalam pada bagian kedua.

Berdoa untuk Komunitas

Keempat, berdoa untuk komunitas. Abraham berdoa untuk Lot dan orang-orang yang tinggal di dalam kota itu.

'Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada didalamnya itu? Jauhlah kiranya daripadaMu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian daripadaMu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?' Tuhan berfirman: 'Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka. Abraham menyahut:'Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?' FirmanNya, 'Aku tidakmemusnahkannya jika Aku dapati emapat puluh lima di sana!' (Kej 18:24-28).

Di dalam ayat tersebut kita dapat melihat bahwa oleh karena Lot, Abraham berdoa syafaat untuk semua orang dalam kota itu. Sebagai hamba Tuhan yang diberkati, kemanapun Abraham pergi maka daerah itu diberkati dan orang di sekelilingnya juga mendapat berkat. Ini adalah dalah satu prinsip berkat. Prinsip itu diterapkan oleh Yusuf. Saya berharap prinsip ini juga terjadi karena pendoa syafaat yang berdoa, sehingga tempat yang mereka kunjungi dan doakan serta orang yang bersama dengan mereka diberkati dan semuanya berjalan dengan baik.

Suatu saat walaupun pendoa syafaat tidak mendapat keuntungan dari hal tersebut, namun karena berguna untuk komunitas dan kerajaan Allah, maka dia harus berdoa. Saat itulah akan kita sadari bahwa Tuhan menumbuhkan iman kita hingga tingkat tertentu. Kita mampu berdoa dengan hati yang melingkupi seluruh dunia pada saat kita terus menerus berdoa seperti itu. Kita tahu hati manusia sangat penuh dengan keinginan. Meskipun kekayaan, kehormatan dan kenikmatan dimasukkan semuanya di dalam hati, tetapi tidak pernah merasa puas. Ini adalah sifat manusia. Bahkan untuk mendapatkan lebih banyak, hati manusia memberontak. Tetapi saya mengucap syukur karena hati kita yang besar sudah dipenuhi oleh Tuhan pencipta dunia ini. Pada saat Tuhan masuk ke dalam hati, maka bagian kosong hati kita dapat diisi. Selain memiliki hati yang melingkupi dunia, Kitadapat berdoa juga supaya Tuhan yang memiliki dan mengawasi berlangsungnya sejarah dunia. Saya berharap para pendoa syafaat akan berdoa seperti poin-poin tersebut. Sehingga oleh iman kita menerima hati Tuhan, berdoa dalam jamahan Roh Kudus, membaca Alkitab dan mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Abraham yang berdoa sesuai kehendak Tuhan dengan iman dan kemurnian hati untuk satu bangsa di hadapan Tuhan.

Berdoa dengan Kesabaran dan Ketekunan

Kelima, berdoa dengan kesabaran dan ketekunan. Abraham berdoa dengan kesabaran dan ketekunan untuk keselamatan keponakannya, yaitu Lot dan kota Sodom. Di sepanjang perjalanan doa saya pernah melihat banyak orang yang menyerah dan berhenti. Pada saat Tuhan sudah mendengar doa kita dan menanggapi, kita sangat mudah berhenti mendoakan hal itu. Begitu bodohnya jika melakukan hal itu. Kesabaran diperlukan seorang pendoa syafaat untuk dapat dengan senang hati menunggu sampai mendapat tanggapan Tuhan. Nikmatilah berdoa dengan kesabaran dan ketekunan sampai menerima tanggapan Tuhan dan dapat merasakan kebahagiaan yang dulu tidak pernah dibayangkan.

Sebagai kesimpulan, kita akan mengelompokkannya dalam beberapa bagian. Melalui doa Abraham kita akan menyelidiki sikap seorang pendoa syafaat, antara lain:

Pertama, pendoa syafaat adalah orang yang menolong orang lain, sehingga orang tersebut yang sudah jauh dari Tuhan menjadi orang yang mengenal Tuhan, lalu mau mendatangi Tuhan dan akhirnya mereka mendekat lagi kepada Tuhan.

Kedua, pendoa syafaat harus berdoa untuk orang yang belum mempunyai keselamatan supaya memperoleh keselamatan. Kalau ada orang yang sakit dan penyakitnya mengganggu hubungannya dengan Tuhan, maka dia harus berdoa kepada Tuhan supaya orang itu sembuh.

Ketiga, jika roh jahat mengikat seseorang, maka pendoa syafaat harus mengikat roh jahat dan mengusirnya. Tuhan akan memberitahu pendoa syafaat jika seseorang karena luka hati tidak menerima anugerah Tuhan dengan sepenuhnya. Oleh karena itu pendoa syafaat dapat membimbing mereka di hadapan Tuhan karena Tuhan siap mencurahkan kuasa yang dapat menyembuhkannya Saya berdoa supaya kehendak Tuhan yang mengagumkan dapat digenapi

Yesus Pengantara yang Kekal untuk Umat Manusia

Kita dapat mempelajari di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Saat kita berdoa untuk orang lain, maka gerakan Kebangunan Rohani pasti digenapi. Contohnya, saat Abraham bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk keponakannya Lot, maka gerakan kebangkitan dimulai dan keselamatan diterima. Pada saat Musa bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk orang Israel yang berdosa di hadapan Tuhan, gerakan Kebangunan Rohani juga terjadi dan keselamatanpun diterima.

Sedangkan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, pada saat para jemaat berdoa dengan kesungguhan untuk Petrus yang dimasukkan ke dalam penjara, maka malaikat menyelamatkan dia. Paulus dan Silas didukung dari belakang oleh pendoa syafaat yang terus menerus berdoa. Di dalam suratnya rasul Paulus meminta jemaat terus menerus berdoa untuk dirinya. Walaupun kuasa dari Tuhan sudah banyak diterima Paulus dengan berdoa sendirian tetapi segalanya tidak dapat digenapi. Paulus dapat menggenapi pekerjaan kebangkitan Tuhan yang dahsyat melalui pendoa syafaat yang terus menerus berdoa di sekelilingnya tanpa dilihat. Seperti itulah pelayanan doa syafaat, bisa menghidupkan jiwa yang sedang mengalami kematian, bisa melakukan salah satu bagian peranan yang penting untuk pekerjaan Tuhan. Jika demikian siapa yang paling banyak melakukan pelayanan doa syafaat?

'Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka' (Ibr 7:25).

Kita dapat mengetahui melalui ayat tadi bahwa Yesus Kristus senantiasa berdoa untuk kita di sebelah kanan tahta Allah. Itu berarti pengantara kekal kita adalah Yesus Kristus. Sementara tinggal di bumi ini menjadi seperti Yesus Kristus adalah kerinduan kita. Lalu bagaimana caranya? Yaitu dengan menaati dan meneladani pelayanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Langkah pertama menjadi pengantara seperti Yesus Kristus dan langkah berikutnya dengan meneladani pelayanan Yesus Kristus.

Yesus meruntuhkan tembok dosa yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan, sehingga menghancurkan manusia. Saat Yesus berada di dunia, Dia juga menjadi pendoa syafaat supaya orang yang percaya kepada Yesus dapat masuk sorga. Selain itu, Tuhan Yesus mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang percaya setelah Tuhan mati dan dibangkitkan. Siapapun yang percaya, dapat menerima Roh Kudus sebagai anugerah ini.

Roh Kudus Pendoa Syafaat untuk Kita

Muncul pertanyaan dalam hati kita, siapakah saksi yang dapar membuktikan bahwa Yesusmendoakan kita? Roh Kudus adalah saksi itu. Dia memberikan kesaksian di dalam hati bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, dan sungguh-sungguh adalah pendoa syafaat kita. Selain sebagai saksi, Roh Kudus juga berdoa untuk kita di dalam hati.

'Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.' (Roma 8:26-27)

Firman Tuhan tadi memberi kesaksian bahwa Roh Kudus juga berdoa untuk kita. Bagaimana kita dapat mengetahui saat hal itu terjadi? Yaitu pada saat hati kita disegarkan dengan membaca firman Tuhan atau ada kebebasan di dalam hati saat kita memuji Tuhan. Contoh, saya pernah melihat seseorang yang kerasukan setan disembuhkan pada saat memuji Tuhan. Kita juga pernah menangis saat berdoa, memuji atau mendengar firman Tuhan, walaupun tidak ada alasannya. Atau apakah anda pernah mengalami damai sejahtera yang mengalir di dalam hati? Itulah yang terjadi saat Roh Kudus mendoakan kita, dan kita juga tidak menyadari bahwa kita ikut melakukan pekerjaan Roh Kudus, di dalam hati kita. Kalau kehidpan kita tidak mengecewakan Roh Kudus dan tinggal dalam kehendakNya yang penuh dengan sukacita, maka Roh K udus akan menghilangkan keraguan di dalam hati kita. Dia akan mendorong kita untuk dapat berdoa serta menolong untuk menjalin hubungan lebih mendalam dengan Tuhan, sehingga memperoleh pokok doa yang diinginkan Tuhan.

Pada saat menjalin hubungan lebih mendalam dengan Roh Kudus, kita dapat mendoakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang harus kita lakukan di dunia ini terhadap bangsa dan generasi agar lebih maju. Saya berharap, kita dapar berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan keadaan rohani bangsa ini dan semua pekerjaanNya sekali lagi. Saya berangan-angan menjadi pendoa syafaat yang menginjili dunia dan pada saat itu kita akan mengalami karya Tuhan yang luar biasa, sebab Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaanNya itu.

Sumber: Full Gospel Indonesia

Bagaimana Menerima Pimpinan Roh Kudus

Penulis : Rev. Paul Y Chun

Bagaimana kita memelihara pimpinan Roh Kudus? Supaya bisa dipimpin oleh Roh Kudus kita harus menyerahkan apa saja yang menghalangi pimpinan Roh Kudus, juga harus membayar harga untuk hal itu dan mau mengambil keputusan untuk berkorban. Orang yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus akan melakukan sesuatu dengan hawa nafsu.

Walaupun sesuatu hal yang hendak dilakukan itu penting sekali, tetapi jika Roh Kudus tidak memimpin, hal itu harus diserahkan kemudian mengikuti pimpinan Roh Kudus. Jika orang seperti itu menjadi pemimpin, maka kelompok tersebut dapat mempunyai gerakan dan kehidupan yang penuh semangat. Pada awalnya, gerakan pekerjaan Tuhan tidak diwujudkan oleh seorang pemimpin yang istimewa. Jika setiap pemimpin kelompok dipimpin dan diubah oleh Roh Kudus, maka pekerjaan Tuhan digenapi. Pada saat menerima pimpinan Roh Kudus pelayanan kita dibaharui dan dipenuhi sukacita setiap hari dan mengucap syukur atas kekuatan untuk melakukan kegiatan yang baru dalam kehidupan kita. Selain itu saya berharap dan percaya bahwa pekerjaan Tuhan di dalam kita dilakukan dengan k uasa dan kekuatan yang Tuhan berikan dalam pimpinan Roh Kudus.

Bagaimanakah Pimpinan Roh Kudus Itu?

Jika demikian, bagaimana mengetahui seseorang menerima Roh Kudus atau tidak? Siapapun mempunyai masalah dalam kehidupan tetapi pada saat masalah itu datang, bagaimana cara menyelesaikannya? Melalui hal ini kita dapat mengetahui apakah seseorang benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus atau tidak. Ada orang yang walaupun sudah pergi ke gereja tetapi ketika mendapat masalah masih tetap menyelesaikannya dengan cara, rencana, pikiran, tindakan, dan pengetahuannya sendiri dan apa saja yang dilakukannya. Orang seperti itu belum dipimpin oleh Roh Kudus yang belum sempurna, pada saat timbul masalah walaupun dia mempunyai pikiran, pengetahuan cara sendiri namun dia hanya memakai cara Tuhan. Jika terjadi masalah apakah penyelesaiannya menggunakan cara Tuhan ata u dengan cara sendiri? Cara apa yang akan Anda ikuti sekarang? Saya harap Anda akan mengikuti cara Tuhan dan menjadi orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Contoh Pimpinan Roh Kudus di Dalam Alkitab

Untuk dapat mengetahui cara Tuhan. mari kita menyelidikinya dalam Alkitab. Kita bisa mendapatkan ajaran yang baik dari kitab Keluaran. Dalam pasal 33 muncul banyak peristiwa yang dialami oleh orang Israel sehingga berdosa di hadapan Tuhan. Mereka mengeluh terus-menerus kepada Musa dan Tuhan, kemudian mulai menentang Musa. Tuhan berbicara kepada Musa seperti dulu Dia berjanji kepada Israel, yaitu Tuhan akan memimpin mereka ke Kanaan yang berlimpah susu dan madu.

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah Kupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ituAku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Hamori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebusyakni ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan (Kel. 33:1-3)

Setelah memperoleh hal yang baik dari hasil tanah, hidup berkelimpahan dan mendapat jawaban doa dari Tuhan, mereka harus tetap berada dalam hadirat Tuhan dan Tuhan harus ada di tempat tersebut. Jika tidak seperti itu maka mereka dapat menderita walaupun mempunyai harta benda yang bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan. Jika mereka pergi menghadap Tuhan di tanah yang sudah diberkati, maka mereka akan mempunyai banyak harta benda dan kebudayaan berkembang secara alamiah.

Tetapi kenyataannya mereka semakin menderita di dalam hatinya. Tuhan hadir di berbagai kejadian dan kita dapat menikmati hal itu, tetapi umat Israel tidak mengetahuinya. Tujuan mereka hanya ingin masuk ke tanah Kanaan tetapi Musa tetap bergantung kepada Tuhan. “Tuhan, walaupun tanah Kanaan diberkati dengan berlimpah susu dan madu, tanpa Tuhan kami tidak bisa masuk. Saya menjadi puas di dunia ini, jika Tuhan tidak hanya memimpin kami di tanah Kanaan, tetapi sepanjang hidup kami. Tuhan ampunilah dosa kami dan tetaplah bersama kami.

Musa mulai berdoa di hadapan Tuhan. Ketika Musa turun dari Gunung Sinai, Tuhan menyuruhnya meninggalkan semua perhiasan orang Israel yang mereka pakai untuk membuat anak lembu emas. Mereka membuat patung dengan perhiasan mereka, karena mereka berbeban berat dan tidak melihat pimpinan Tuhan. Oleh sebab itu mereka menyembah patung yang mereka pikir akan menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. Jikalau mereka masih mempunyai perhiasan, maka kemungkinan masih dapat dipakai untuk membuat patung lagi. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan membuang perhiasan itu.

Sekarang Musa bertemu dengan Tuhan, bukan di tempat kemah tetapi di luar perkemahan. Di luar perkemahan adalah tempat orang yang mempunyai dosa. Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan orang Israel, bukan di tempat kemah pertemuan. Ketika Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan, hadirat Tuhan penuh. Pada saat itu Musa berdoa di hadapan Tuhan “Tuhan, apakah Engkau memanggil saya? Orang Israel adalah umat pilihanMu. Tuhan memilih saya bukan? Maka sekarang jika kiranya saya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga saya dan orang Israel mengenal Engkau, supaya saya tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Tentang doa itu Tuhan menjawab, “Aku sendiri akan memimpin engkau.

Tuhan hadir dalam setiap masalah, itulah pekerjaan yang Tuhan lakukan.

Mengapa Kita Menerima Pimpinan Roh Kudus?

Kelompok doa tidak boleh menjadi kumpulan doa semata. Di dalam doa Tuhan hadir dan menjawab pokok-pokok doa dan melakukan pembaharuan. Tuhan beserta dengan Anda dan saya, hal itu dapat terlihat pada saat Tuhan memberikan kekuatan yang baru, memperbaharui iman dan memberikan kekuatan. Tuhan menyatakan kehendak-Nya melalui kita. Doa syafaat bukan tujuan kita, melainkan hadirat Tuhanlah yang menjadi tujuan utama di dalam doa syafaat. Tuhan menyertai dan setelah doa itu dijawab tempat itu juga diberkati oleh Tuhan.

Setelah menerima jawaban dan pimpinan Tuhan, pekerjaan dan pemeliharaan Tuhan akan menyertai kita selama-lamanya. Begitu pula dengan peperangan rohani, bukan kita yang berperang dalam peperangan rohani. Yang memimpin peperangan rohani adalah Yesus Kristus yang telah menang di kayu salib. Dia yang telah menghancurkan semua kuasa Setan untuk kemuliaan Bapa dan pada saat kita taat di hadapan Tuhan kita dapat maju dan memproklamirkan kemenangan dalam nama Yesus. Saya harap Anda dapat mempercayai bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan di atas kayu salib; kebahagiaan, damai sejahtera dan sukacita.

Semua hal rohani itu dipuaskan di dalam hati, sehingga pada saat melakukan peperangan rohani, kita tidak menjadi lelah dan tertekan. Semakin kita berperang, maka semakin besar kebahagiaan dan mujizat iman yang terjadi di dalam kehidupan kita. Juga hati kita megakui pekerjaan Tuhan bahwa Dialah yang melakukan peperangan rohani itu. Tuhan sudah memberikan kemenangan melalui Yesus di kayu salib kepada kita sehingga jika kita menaati Tuhan, maka kita dapat menikmati kebahagiaan dan kagum atas kemenangan itu.

Kekalahan dalam peperangan rohani disebabkan gagal dalam kehidupan iman dan ketaatan di hadapan Tuhan. Jika tidak taat di hadapan Tuhan dan tidak mengetahui kehendak-Nya maka kita kalah dalam peperangan rohani. Oleh karena itu menerima pimpinan Roh Kudus sangatlah perlu.

Pimpinan Roh Kudus yang Paling Kuat Adalah Hadirat Tuhan.

Sekarang kita melihat bagaimana Musa menyelesaikan masalah dengan cara Tuhan. Musa membuang perhiasan dan berdoa dengan mempertaruhkan hidup di hadapan Tuhan. Dia mulai berdoa dengan memegang janji Tuhan dan berkat Tuhan supaya Tuhan memberikan hidup kepadanya. Dia mau menaati jalan Tuhan.

Isi doa Musa singkat, “Tuhan bagaimana Engkau memimpin jalanku? Aku ingin mengetahui jalan-Mu lebih dari pada rencanaku dan keinginanku. Aku juga ingin mengetahui bagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel masuk ke tanah yang diberkati oleh karena orang Israel. Apa yang harus kami lakukan supaya Tuhan menyertai kami?

Zaman ini lebih mengejar sesuatu yang bisa dipegang tangan kita secara nyata daripada hadirat Tuhan yang menyertai kita. Ketika orang lian melihat hal seperti itu mereka kagum dan berkata: Hebat! Tetapi justru sesuatu yang sangat hebat adalah jika Tuhan menyertai kita selama-lamanya. Sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan dapat habis. Akan tetapi Tuhan menyertai kita, Tuhan mendukung kita dan terus-menerus memimpin jalan kita dan Jehovah Jireh menyertai kita.

Pada saat kita memerlukan kesehatan akan diberi kesehatan, memerlukan harta benda akan diberi harta benda, memerlukan kebijkasanaan akan diberi kebijaksanaan, memerlukan mujizat akan diberikan mujizat. Jika ingin melihat pekerjaan-Nya, Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya kepada kita melalui iman. Yang paling penting adalah Tuhan menyertai kita.

Walaupun keadaan sulit jika Tuhan menyertai, maka kita sudah menang. Meskipun keadaan baik jika hadirat Tuhan tidak ada, maka pekerjaan Tuhan tidak nyata karena Tuhan tidak menyertai kita sehingga kita dapat jatuh. Apa yang dilakukan tergantung waktu-Nya. Tuhan menjawab doa Musa, “Saya akan menyertai engkau. Alangkah hebat jawaban-Nya. Itulah pimpinan Roh Kudus.

Bagaimana kehidupan Anda sehari-hari saat dipimpin oleh Roh Kudus? Berapa lama kehidupan iman Anda dipimpin oleh Roh Kudus? Kehidupan iman yang dewasa penting tetapi Alkitab berkata bahwa tidak ada kehidupan iman yang berhasil kalau hidup keagamaan kita tidak benar. Berapa lama kita berada di dalam hadirat Tuhan, itulah yang menjadi fokus Tuhan. Orang Israel yang menjadi tawanan perang menderita dan menghadapi kesulitan. Tapi cobalah berpikir, Tuhan menghitung waktu orang Israel dengan apa? Tuhan tidak menghitung kehidupan orang Israel selama di padang gurun selama 40 tahun, tetapi berapa lama Tuhan menyertai mereka.

Pengalaman kehidupan iman dihargai pada waktu berapa lama Tuhan menyertai kita. Jika kita tidak mempunyai saat-saat di mana Tuhan menyertai kita, sebenarnya kita tidak mempunyai arti dalam kehidupan ini. Begitu pula dengan kehidupan berdoa. Coba renungkan berapa lama kita berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat menyebut “Tuhan dalam berdoa, jika kita benar-benar berdoa dalam hadirat Tuhan, maka akan muncul mujizat yang dahsyat.

Pimipinan Roh Kudus Melalui Pujian

Kita perlu berpikir tentang pujian. Jika kita berdoa dalam hadirat Tuhan dan mulai menerima firman Tuhan, maka pengurapan Roh Kudus akan turun. Sesuai dengan firman kita akan mengalami kehadiran Roh Kudus melalui doa dan pujian. Itulah alasannya kita menaikkan pujian. Roh Kudus hadir pada saat berdoa, dalam puji-pujian dan firman.

Secara pribadi atau kelompok cara yang paling baik untuk dapat masuk lebih dalam di dalam hadirat Roh Kudus adalah melalui pujian. Kitab Mazmur menjelaskan kepada kita tentang hadirat Tuhan di dalam pujian mereka begitu jelas terlihat. Pada saat mengajar di sekolah teologi saya pernah mengajar tentang tafsiran Perjanjian Lama melalui kitab Mazmur. Perasaan dan pengalaman yang dialami oleh Daud saat memuji, mengakui dan merasakan hadirat Tuhan sebagaimana terdapat dalam kitab puisi tersebut, juga saya alami pada saat saya mengajarkan firman dalam kitab Mazmur. Walaupun masih dalam suasana belajar, murid-murid mengalami pertobatan sambil menangis dan berseru dengan segenap hati.

Hati orang yang pernah bertemu dengan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang takut akan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang memuji Tuhan adalah hati yang seperti itu. Tetapi murid mulai menangis karena tidak mempunyai hati seperti itu pada dirinya sendiri. Mazmur bukan suatu puisi yang dibaca keyika hati senang

Hati orang yang berkenan kepada Tuhan maka pujian, pengakuan, dan renungan orang tersebut juga akan berkenan di hati Tuhan. Di dalam kitab Mazmur dinyatakan pengakuan, renungan, doa dan pujian yang berkenan kepada-Nya.

Kehadiran Roh Kudus Dalam Doa Syafaat

Saat dalam persekutuan doa, hendaklah kita fokus pada kehadiran Roh Kudus ditempat itu lebih dari pada orang yang hadir. Saya percaya walaupun hanya dua atau tiga orang berkumpul di persekutuan doa itu, Roh Kudus akan hadir dan mendukung mereka dan mengizinkan mereka berdoa di tempat itu, sehingga mereka dapat membuka takhta Allah.

Pada saat Anda melakukan kehidupan doa yang dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, mujizat yang dahsyat akan terjadi. Sampai sekarang apapun yang belum pernah Anda dengar, belum pernah Anda lihat, belum pernah Anda pikir dan belum pernah timbul dalam hati Anda, jika Anda mempercayai Roh Kudus maka semua hal akan terwujud (1 Kor. 2:9)

Pada saat Roh Kudus memimpin kita menaikkan puji-pujian maka akan terjadi pertobatan, kesembuhan penyakit dalam puji-pujian, bahkan roh-roh jahat akan keluar, sehingga kita dapat mengalami kebebasan dan sukacita yang penuh dari atas oleh karena roh dan jiwa bebas pada saat memuji dengan sukacita. Masuk dalam pujian harus dengan ucapan syukur dan sukacita. Pada saat berdoa syafaat kita harus masuk di dalam hadirat Roh Kudus dengan cara seperti itu.

Pendoa syafaat tidak hanya berkumpul menyusun topik doa, memuji Tuhan, dan kemudian berdoa dengan tekun sesuai urutan. Pada saat persekutuan dimulai, harus dapat berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat seperti itu mujizat yang dahsyat akan terjadi di tempat itu. Pada saat berdoa Tuhan sendiri yang akan menyertai. Tuhan tetap menyertai walaupun hanya 2 atau 3 orang saja yang berkumpul, yang penting adalah Tuhan menyertai seperti Tuhan menyertai 100 orang yang berkumpul. Jika 100 orang berkumpul tetapi Tuhan tidak menyertai, maka hanya merupakan orang banyak yang berkumpul melakukan sebuah program. Tetapi jika Tuhan hadir, percayalah semua program yang telah ada akan diubah menjadi program Tuhan.

ORANG YANG MEMILIKI VISI

Yang kedua, pemimpin persekutuan adalah orang yang harus memiliki visi. Di dalam Alkitab, pendoa yang dipimpin oleh Tuhan semuanya adalah orang yang memiliki visi. Pendoa dapat memegang visi Tuhan. Berapa lama persekutuan doa dapat berlangsung tergantung pada visi. Walaupun sudah berdoa selama hidup, tetapi jika visinya salah maka visi pun tidak terwujud.

Ada orang mengikuti persekutuan doa supaya bisa berdoa untuk masalah pribadi tetapi setelah mendapat jawaban semangat doanya hilang. Mengapa hal itu terjadi? Memang kita mempunyai masalah pribadi, tetapi yang penting adalah visi. Walaupun ada anggota tim doa syafaat yang meninggal dunia, tetapi jika tim itu masih ada, tim itu harus memegang visi Tuhan yang besar supaya bisa berdoa sampai Tuhan datang.

Harus Berdoa Dengan Visi

Jika orang berdoa dengan visi, masalah tidak menjadi persoalan. Misalnya masalah kesehatan, masalah anak, masalah keluarga, dan masalah materi (harta benda) dan siapapun bisa mempunyai masalah tersebut. Pada saat mendoakan masalah itu, bagaimana jika bertemu dengan pemimpin yang mempunyai visi atau orang yang mempunyai visi dari Tuhan?

Pada awalnya dia akan masuk ke persekutuan doa untuk masalah kesehatannya, tetapi jika dia ikut memegang visi pemimpin tersebut maka kemuliaan Tuhan akan hadir selama dia berada di tempat itu. Pekerjaan Tuhan yang disertai dengan memegang visi selama hidup dapat menyatakan kemuliaan Tuhan. Orang yang tidak mempunyai visi adalah orang yang berpikir visi itu tidak ada hubungan dengannya, sehingga dia tidak tertarik untuk mendoakannya. Dia tidak mempunyai visi tentang doa.

Berapa kuat suatu kelompok doa tergantung dari apakah visi kelompok doa itu berasal dari Tuhan. Pada saat mendoakan pendeta kami, kami berdoa mengenai kesehatannya, roh yang dikuasai oleh Tuhan, kuasa yang dia terima dari Tuhan, dan sebagainya. Tetapi yang lebih penting adalah harus berdoa supaya Tuhan menggenapi visi yang sudah Tuhan berikan kepada pendeta kami. Juga harus berdoa kepada Tuhan mencukupkan semua keperluan.

Umat yang tidak mempunyai visi akan liar. Firman Tuhan berkata, “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat (Ams. 29:18)

Kunci supaya doa Anda menjadi kuat untuk selamanya adalah harus mempunyai visi. Zaman sekarang adalah zaman yang tidak mempunyai visi. Ada banyak orang hidup tanpa visi. Walaupun sudah percaya kepada Yesus dan menerima keselamtan, masih ada di antara mereka yag hidup tanpa visi. Bukan karena tidak mempunyai visi, tetapi karena mereka tidak mengetahui visi apa yang Tuhan beri.

Saya berharap Anda menerima dan memegang visi Tuhan supaya mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas pada zaman ini.

Pada saat berdoa dengan memegang teguh visi akan mendapatkan kekuatan untuk berdoa. Mujizat yang Tuhan berikan untuk jawaban doa akan terjadi. Pada saat memilih seorang pemimpin, sama seperti memilih orang yang mempunyai visi yang sama karena jika visinya berbeda maka kelompok tersebut dipimpin ke arah yang berlainan. Pemimpin doa syafaat di gereja harus mempunyai visi yang sama dengan visi gereja. Jadi visi gereja tersebut menjadi visinya sendiri. Orang yang tidak seperti itu tidak dapat menjadi pemimpin doa syafaat, walaupun sudah masuk ke dalam kelompok doa syafaat.

ENAM TAHAP MEMILIH PEMIMPIN YANG SESUAI DENGAN TELADAN TUHAN YESUS

Tahap Memilih

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana memilih pemimpin doa syafaat sesuai dengan Alkitab. Kita akan mempelajari melalui tahap-tahap apa saja Tuhan Yesus memilih seorang pemimpin. Dalam hal ini ada enam tahapan.

Tahap pertama adalah Tuhan Yesus memilih. Walaupun pemimpin doa syafaat dikirimkan oleh Roh Kudus, akan tetapi orang tersebut harus diuji apakah benar-benar disertai oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memanggil murid-muridnya di sekitar daerah Galilea. Tuhan Yesus berkata, “Ikutlah Aku, Aku akan menjadikanmu menjadi penjala manusia. Murid yang paling dekat dengan Tuhan Yesus adalah Petrus, Yakobus, Yohanes. Pertama 3 orang kemudian menjadi 12 orang, terus bertambah menjadi 70 orang, 120 orang dan 500 orang. Pada saat Yesus memanggil murid yang pertama dimulai dengan panggilan, kemudian menjadi pilihan. Pilihan dimulai dari panggilan, kemudian akan mendapatkan pelayanan yang sesuai sehingga dapat berbuah dengan baik di dalam pelayanan. Pilihan bukanlah hal yang sepihak.

Jika pendeta memilih Anda sebagai pemimpin doa syafaat untuk disiplin, ikutlah dengan sukarela. Tuhan akan berkenan kepada orang yang mengikuti Dia dengan sukarela. Pada saat Tuhan memilih murid-murid-Nya, mereka bukanlah orang yang hebat tetapi orang yang taat. Walaupun mereka bukan orang yang berpendidikan, tetapi Tuhan melihat kemungkinan bahwa mereka dapat menjadi orang yang mendirikan Kerajaan Surga di mana saja, karena mereka lebih mudah untuk diajari dan disiplin untuk taat melakukan kehendak-Nya.

Tahap Mengajar

Tahap yang kedua adalah mengajar. Tuhan mengajar mereka yang sudah dipilih. Pada saat mengajar mereka Tuhan memberikan kuasa dan memperlihatkan mujizat. Tuhan mengutus mereka dan merasa heran akan mujizat itu dan berkata, “Hal itu tidak hanya Aku saja yang dapat melakukan, kalian juga bisa melakukannya seperti yang Aku lakukan di dalam nama-Ku. Tuhan mengutus mereka untuk memberitakan Injil kerajaan surga dengan memberi kuasa untuk memulihkan orang yang sakit dan yang lemah serta mengusir setan dari orang yang kerasukan. Para murid pergi dan melakukan semuanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan kemudian sesuatu terjadi. Lalu mereka kembali dengan semangat yang tinggi. Mereka yang dulu diam, sekarang berbicara tentang pelayanannya masing-masing dengan semangat yang menggebu-gebu.

Tuhan bertanya kepada mereka, “Apa yang dikatakan orang setelah melihat pelayanan kalian? Menurut kata orang siapa Anak Manusia itu? Murid-murid-Nya menjawab: “Ada yang berkata salah seorang nabi, ada juga yang berkata Elia, yang lain berkata Musa yang dibangkitkan. Tuhan Yesus bertanya lagi kepada mereka, “Tetapi menurut kalian sendiri siapa Aku ini? Pada saat itu Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “Sebab bukan manusia yang memberitahukan hal itu kepadamu, melainkan Bapa yang di surga. Alangkah baiknya jawaban Petrus.

Setelah orang-orang didisiplin dan dididik, kemudian mereka dapat mempraktekkan pelayanan yang diberikan kepada mereka. Sama seperti itu dalam disiplin doa syafaat seorang pemimpin tidak boleh membiarkan hanya dengan perkataan, “Berdoalah dengan keras! atau “Hadirlah dalam persekutuan doa syafaat. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengajar. Kedua bagaimana memimpin kelompok doa dengan baik dan mendalam. Tuhan Yesus todak memaksa, juga tidak mencela kalau tidak berdoa. Murid-murid melihat dan melakukan teladan yang ditunjukkan Yesus dalam berdoa. Doa syafaat juga harusa diajarkan. Tidak ada gunanya kalau kita hanya berkata, “Ayo masuk dalam hadirat Roh Kudus. Tetapi kita harus mengalami hadirat Roh Kudus secara langsung. Ketika kita menga jar, “Kita harus masuk ke hadirat Roh Kudus melalui pujian, kita harus menolong murid untuk mengalami hadirat Roh Kudus melalui pujian secara langsung. Yesus tidak memaksa mereka untuk mengikuti Dia, tetapi menunjukkan teladan-Nya.

Tahap Pengabdian

Ketiga adalah tahap pengabdian. Tuhan memilih, mengajar dan memberi teladan kepada para murid. Kenudian Tuhan Yesus meminta pengabdian mereka. Dalam mengabdi yang paling penting adalah mempunyai motivasi mengapa kita berdoa syafaat? Siapa yang dapat berdoa syafaat? Kita semua dapat melakukannya. Kita semua mempunyai kemampuan untuk berdoa syafaat. Memang ada harga yang harus dibayar dalam mengikut Tuhan. Secara manusia hal itu merugikan, tetapi kita harus berserah untuk hal itu. Membayar harga dalam mengikuti kehendak Tuhan adalah sebuah pengabdian. Serahkanlah dirimu. Siapa yang dapat melakukan hal ini? Yaitu orang yang mempunyai visi. Karena dengan mempunyai visi mereka dapat mengikuti jalan Tuhan da n membayar harga. Bagaimana murid-murid dapat mati sahid, mati di kayu salib dengan cara terbalik sambil memuji Tuhan? Karena mereka mempunyai visi yang mulia yang lebih berharga dari pada hidup mereka sendiri. Oleh karena itu mereka berlari menuju visi yang mulia.

Mengapa berdoa syafaat. Saya percaya pekerjaan Tuhan akan terjadi jika ada visi. Pada zaman ini, yang penting adalah visi bagaimana caranya memberi pengharapan untuk masa depan kepada orang yang tersesat. Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Oleh karena itu. Jika kita memegang teguh visi untuk hidup bersama Tuhan Yesus, maka hal itu akan mengubah seluruh kehidupan kita. Tetapi ada orang yang berpikir bahwa jika ia mati pasti masuk surga dan hidup kekal. Oleh karena itu dia hanya memfokuskan pada visi tersebut. Kemudian dia hanya menghadiri kebaktian dengan tekun saja. Jika orang seperti itu mendapat penderitaan, mereka tidak bisa maju.

Selain itu, yang Tuhan inginkan dari saya adalah melakukan pelayanan dengan baik dan memberikan kemuliaan kepada Tuhan, serta melakukan visi kekal yang diberikan Tuhan kepada saya sehingga dapat menyimpan harta di surga selama hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, apa yang menjadi visi kita di dunia harus senantiasa dipegang.

Ada visi untuk satu bulan, satu tahun dan juga selama hidup. Saya harap Anda benar-benar memegang visi tersebut. Tuhan akan memberikan visi kepada Anda. Anda harus mempersiapkan diri dan mau membayar harga supaya dapat mengikut Yesus. Jika Anda tidak mempunyai pengabdian untuk taat seperti yang Tuhan inginkan maka Anda tidak dapat melakukan tugas pelayanan dengan baik.

Tahap Mandat

Tahap yang keempat adalah mandat. Tuhan Yesus memberikan mandat kepada pelayan-Nya. Mandat untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan Tuhan menyertai. Kemudian Tuhan memberikan kuasa kepada mereka supaya dapat menginjili dengan berani. Tanda-tanda ajaib mengikuti pekerjaan Tuhan itu ketika mereka menggunakan kuasa dan otoritas dalam nama Yesus Kristus sehingga ketika mereka berdoa mujizat Tuhan terjadi. Mandat yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya bukan merupakan mandat yang berisi program latihan yang membutuhkan proses beberapa minggu, melainkan mandate untuk mengikuti kehendak Tuhan dengan kesiapan diri dan mau membayar harga, supaya dapat mewujudkan tugas yang Tuhan berikan.

Visi yang Tuhan berikan selama hidup pada zaman ini harus sesuai dengan panggilan dan mau menerima ajaran melalui firman Tuhan. Mulai saat itu Tuhan memberikan mandat kepada kita. Mandat adalah menerima tugas atau pekerjaan. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada orang yang setia dalam pekerjaan yang kecil sampai yang besar. Jika Anda terlatih, maka Anda akan menerima mandat berupa tugas pekerjaan yang Tuhan inginkan untuk diwujudkan. Pada saat seseorang menerima tugas pekerjaan itu, ia akan langsung berkata, “Tuhan, siapakah saya, manusia yang lemah, mengapa Tuhan berikan tanggung jawab itu pada saya.

Begitu pula dengan pendoa syafaat, dapat berbicara seperti ini, “Saya berdoa untuk orang lain dengan tekun dan terus-menerus, sehingga Tuhan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin kelompok doa syafaat. Mulai sekarang hal itu membutuhkan dukungan doa dari kelompok doa syafaat dan juga memerlukan doa kesehatian untuk tim doa. Jika kita dapat melakukan tugas yang Tuhan berikan mulai saat itulah kehidupan kita berubah.

Tahap Mengawasi dan Penafsiran

Tahap kelima adalah mengawasi dan penafsiran. Pada saat mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan, yang penting adalah mengawasi pendoa syafaat sambil menerima pimpinan dari Tuhan. Pemimpin harus dapat mengajar bagaimana tim doa syafaat melakukan kehidupan iman mereka dan bagaimana mereka dapat dipimpin oleh Tuhan.

“Kemudian kutujuh puluh itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu “ Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh jahat takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga (Luk. 10:17-20).

Jadi, pada saat murid kembali dari penginjilan Yesus mengevaluasi apakah mereka melakukan kesalahan dalam penginjilan dan apakah mereka menginjili dengan cara yang betul atau tidak.

Tahap Pelipatgandaan

Tahap keenam adalah pelipatgandaan. Untuk mengetahui pohon itu baik atau tidak hanya dapat dilihat dari buahnya. Sama halnya dengan pelipatgandaan, bagaimana cara membuat orang lain menjadi seperti kita sendiri. Pemimpin harus mendoakan banyak orang sebagaimana mendoakan diri sendiri supaya dapat mengalami karya Tuhan dan mengabaikan diri. Dan juga harus mendidik orang-orang tersebut dalam kelompok doa syafaat.

Saya harap Anda mempunyai kuasa sehingga dapat berdoa lebih kuat daripada orang lain yang hanya berdoa supaya dapat dilihat orang. Tidak hanya mempunyai keahlian dan menyimpannya untuk diri sendiri, tetapi harus terus-menerus membagikan kepada orang-orang yang mempunyai kemauan untuk hal tersebut sehingga semakin bertambah jumlah orang dalam tim doa syafaat, supaya dapat dipakai untuk zaman ini. Percayalah akan hal itu.

ORANG YANG BERIMAN

Ketiga, dasar sebagai pendoa syafaat adalah orang yang beriman. Di dalam Alkitab ciri-ciri khusus orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang memiliki iman. Seperti tertulis dalam kitab Ibrani, “Tetapi tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani. 11:6) Jadi, bertindak dengan iman dapat menyenangkan hati Tuhan. Dalam kitab Roma 14:23 tertulis,Tetapi barangsiapa yang bimbang kalau dia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Di ayat tersebut tertulis, Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Ini bukti bahwa jika kita tidak mempunyai iman kita berdosa. Bukti itu dinyatakan setelah manusia jatuh dalam dosa sampai sekarang.

Sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa mereka mempunyau keturunan yaitu Kain dan Habel. Sejak kecil mereka sudah beribadah kepada Tuhan. Walaupun Kain dan Habel bersama-sama beribadah kepada Tuhan, tetapi Tuhan lebih senang kepada persembahan Habel dan menolak persembahan Kain. Padahal Kain mempunyai orang tua sama dengan Habel. Mereka sama-sama dilahirkan dari orang tua yang sama dan beribadah kepada Tuhan juga bersama-sama.

Mengapa Tuhan menerima persembahan dari seseorang dan menolak persembahan yang lain? Karena yang satu memberi persembahan hanya menurut adat-istiadat agama dan secara formal dan tidak ada artinya sama sekali. Sedangkan yang lain memberi persembahan dengan iman. Persembahan yang kita berikan harus seperti persembahan Habel, bukan seperti Kain. Persembahan seperti itulah yang diterima oleh Tuhan.

Jika Tuhan menerima persembahan Anda, Tuhan akan memberikan damai sejahtera, kebahagiaan, iman untuk kesembuhan dan penghiburan. Seperti itulah pekerjaan Tuhan akan terjadi sehingga Anda sangat bersukacita jika Tuhan menerima persembahan Anda.

Apabila setelah bertemu Tuhan, memuji dan menyembah-Nya, tetapi hatinya masih berbeban berat dan perasaannya kacau balau, itu berarti masih ada yang salah. Dunia ini memang semakin hari menjadi semakin sulit tetapi kehidupan iman dalam hati kita harus terus maju. Yang penting adalah iman. Jika kita mempunyai iman maka dapat menyenangkan Tuhan. Tuhan melakukan pekerjaan melalui orang yang menyenangkan hati-Nya dan Tuhan akan lebih mengasihi mereka.

Adakalanya kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita senang tetapi ada pula orang yang membuat jengkel. Tuhan adalah Pribadi dan menyertai orang yang menyenangkan diri-Nya dan lebih melakukan pekerjaan-Nya melalui orang seperti itu. Alasannya adalah orang yang beriman akan melakukan pekerjaan Tuhan. oleh karena itu orang yang menyenangkan Tuhan harus berada dalam kelompok doa syafaat.

Apakah Menyatakan Kebenaran Tuhan?

Orang yang menyenangkan Tuhan harus mengikuti kebenaran dasar. Jangan sampai menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi harus mengutamakan kebenaran Tuhan. Apa saja yang dilakukan harus memancarkan kemuliaan Tuhan. Orang yang berdoa mudah bersalah karena menonjolkan dirinya. Pada saat penyakit seseorang disembuhkan dan sukacita melimpah, kita harus memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.

Ketika kelompok doa sudah berkembang menjadi besar, seorang pemimpin jangan berkata seperti ini, “Banyak orang masuk karena saya yang mempimpin kelompok itu dengan baik walaupun dia memang sudah melaksanakan peranannya dengan baik. Seharusnya pemimpin tersebut berkata seperti ini “Siapakah saya, Tuhanlah yang mendatangkan banyak orang supaya kehendak-Nya digenapi. Tuhanlah yang lebih banyak melakukan pekerjaan-Nya. Orang yang beriman tidak memperlihatkan kebenaran dirinya sendiri, tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan saja.

Pada zaman ini sulit untuk hidup beriman, karena kebenaran manusia lebih banyak muncul daripada kebenaran Tuhan. Nyatakanlah kebenaran Tuhan, tinggikanlah Tuhan. Meskipun kita memiliki kekurangan dan kelemahan, tetapi Tuhan akan mnyertai kita. Walupun seseorang hebat, pintar dan dipakai secara dahsyat di hadapan Tuhan, tetapi jika menonjolkan dirinya sendiri Tuhan tidak akan menyertai dia. Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya dalam kelompok melalui orang yang beriman. Di dalam kitab Yakobus 5:16 tertulis, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa orang yang sesuai dengan kehendak Al lah akan menyatakan kebenaran Tuhan dan Tuhan akan berkenan kepada orang itu.

“Kamu adalah orang yang benar. Ada orang yang menerima pengampunan dosa melalui kuasa darah Yesus Kristus dan tidak melupakan berkat dan karunia yang telah diterimanya, sehingga ingin memberikan hidup untuk kemuliaan Tuhan dengan sukacita dan haru. Kelompok yang anggotanya adalah orang-orang seperti itu, jika berkumpul bersama untuk berdoa, maka mujizat akan terjadi. Apabila kebenaran Tuhan ditonjolkan maka tidak akan ada pertengkaran, cemburu dan iri hati.

ORANG YANG TEKUN BERDOA

Syarat keempat untuk pemimpin kelompok doa syafaat adalah kehidupan doa pribadi yang kuat. Kehidupan doa pribadi harus dipertahankan. Kita bukan pendoa yang berdoa untuk persekutuan doa syafaat. Secara pribadi kita harus bergaul terus menerus dengan Tuhan melalui doa paling sedikit satu jam sehari.

Di dalam Matius 26:36, ada kejadian bahwa Yesus berdoa di taman Getsemani. Yesus pergi bersama dengan murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Yesus pergi sedikit lebih jauh dari mereka lalu tersungkur ke tanah dan berdoa tentang penyaliban-Nya. Setelah berdoa Yesus kembali kepada murid-murid-Nya dan melihat mereka tertidur. Lalu Dia berkata, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan-Ku? Kemudian Dia berkata lagi, “Berjaga-jagalah dan berdolah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Hal ini berarti kita harus berdoa satu jam sehari secara pribadi.

Kita dapat belajar tentang kebenaran yang harus kita doakan setiap saat supaya tidak mengalami pencobaan. Karena jika kehidupan imannya tidak benar maka banyak orang jatuh dalam pencobaan walaupun telah berdoa syafaat dengan tekun. Untuk dapat mencapai tahap melayani Tuhan dengan sukacita kita harus dapat berdoa sebagai anggota kelompok di kelompok doa syafaat. Pemimpin harus seperti itu. Keberadaan seorang pemimpin harus ditentukan dengan iman dan jiwa yang baik begitu pula dengan anggota kelompok.

Dalam kitab 1 Samuel 12:23-24 tertulis, “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Hanya takut akan Tuhan dan setelah beribadah kepadaNya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah betapa besarnya hal-hal yang dilakukannya di antara kamu. Di sini Samuel berkata, “jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu Jika orang yang beriman tidak berdosa di hadapan Tuhan dengan berhenti berdoa bagi orang lain; seperti berdoa bagi keselamatan keluarganya, orang yang lemah di dalam keluarganya, tentang iman, maka doanya akan dijawab. Percayalah pada firman Tuhan itu. Meskipun k ita rindu doa-doa kita dijawab tetapi seringkali kita berdosa karena tidak terus-menerus mendoakannya. Pada saat orang yang percaya bangkit dan berdoa terus menerus bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, maka mereka (orang-orang yang tidak percaya) akan datang kepada Tuhan. Tuhan menjawab doa orang yang berdoa. Orang-orang tersebut mau datang kepada Tuhan dan berubah bukan karena kekuatan manusia tetapi kuasa Tuhanlah yang mengubahkan mereka dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi.

Doa yang tidak putus-putusnya dinaikkan di hadapan Tuhan bagi keluarga kita, maka Tuhan akan menggenapi pekerjaan-Nya atas keluarga kita. Pada saat terus-menerus berdoa bagi bangsa dan negara supaya kehendak Tuhan digenapi, Tuhan akan menjawab doa kita. Inilah alasan melakukan kehidupan doa pribadi yang tekun di mana doa tersebut akan diwujudkan.

Cara Hidup Dalam Doa

Jika demikian bagaimana seharusnya hidup dalam doa. Kita harus berdoa di dalam hadirat Roh Kudus. Cara yang paling baik adalah masuk di dalam hadirat Roh Kudus kemudian baru berdoa. Mujizat yang hebat akan terjadi pada saat kita masuk lebih dalam di hadirat Tuhan dan bergaul dengan-Nya melalui doa, baik berdoa di dalam hati maupun dengan suara keras, tetapi semua harus berfokus pada Tuhan. Memuji Tuhan juga harus berfokus kepada-Nya, tidak peduli siapa yang datang di sebelah kita. Semuanya, baik hati dan pikiran harus tertuju kepada Tuhan. Pada saat seperti inilah mujizat Tuhan akan dinyatakan.

Pada saat saya mulai memuji dan masuk hadirat Tuhan maka hati, pikiran dan semua yang ada pada saya seperti dikendalikan oleh Tuhan dan saya mulai berdoa kepada-Nya. Hanya di hadirat Tuhanlah tempat bertemu dengan Allah yang hidup. Puji-pujian yang sungguh-sungguh kepada Tuhan juga diperlukan, yaitu saat kita memuji dengan sepenuh hati saat masuk dalam hadirat-Nya. Tuhan juga dapat mengubah kita melalui puji-pujian yang sungguh-sungguh di hadirat Roh Kudus.

Tuhan menyuruh kita untuk memuji dan masuk di dalam doa, kemudian mulai menghancurkan setan yang kuat. Mulai saat itulah peperangan rohani dilakukan. Jika kita masuk dalam hadirat Tuhan melalui puji-pujian dan Roh Kudus hadir, maka Roh Kudus akan melakukan pekerjaan-Nya. Sementara kita berdoa, Roh Kudus juga akan membimbing kita untuk melakukan bagian kita.

Kebahagiaan hidup dan kepuasan jiwa saya dapatkan pada saat berdoa dalam hadirat Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus yang masuk dalam hati saya dinyatakan di dalam kehidupan doa pribadi. Jika tidak mempunyai kehidupan doa secara pribadi maka akan mendapatkan kesulitan di dalam doa bersama dengan orang lain. Oleh karena itu kita harus mempunyai kehidupan doa pribadi yang baik.

Walaupun kita dapat berdoa bagi diri kita sendiri tetapi kita tetap memerlukan orang lain untuk mendukung kita dalam doa. Tidak ada seorang pun yang selalu dapat mempertahankan dirinya sendiri. Pada saat ada orang yang mendukung seseorang melalui doa maka orang tersebut dikuatkan kembali atau kehidupan rohaninya dipulihkan. Orang tersebut dapat mengalami pemulihan meskipun orang yang berdoa tersembunyi. Oleh karena itu kita harus saling mendoakan.

ORANG YANG SUDAH DEWASA SECARA ROHANI

Kelima. Pemimpin doa haruslah seorang yang sudah dewasa rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani harus berdoa syafaat. Menurut 1 Korintus 2:13-14 dan 1 Korintus 13:11 dapat diketahui siapakah orang yang sudah dewasa secara rohani. Orang yang sudah dewasa adalah orang yang bisa menjaga orang lain. Di dalam 1 Korintus 3:1-3 ada tiga macam orang, yaitu orang yang belum diselamatkan, orang Kristen yang masih hidup menurut keinginan duniawi dan orang Kristen yang dipimpin Roh Allah. Orang yang belum diselamatkan tidak menerima dan mengerti karya Roh Kudus.

Siapakah orang yang masih hidup menurut keinginan duniawi? Orang yang telah menerima keselamatan tetapi masih hidup menurut keinginan duniawi, secara rohani masih seperti anak kecil oleh karena itu tidak bisa makan makanan orang dewasa, hanya bisa makan makanan bayi karena ia belum cukup kuat untuk mencerna makanan orang dewasa. Tetapi orang yang dewasa rohani mempunyai hikmat Tuhan dan dia mengerti pekerjaan Tuhan yang diberikan kepadanya untuk dilakukan. Di dalam Alkitab dikatakan, “Orang yang rohani bisa mengerti hal-hal rohani dan bijaksana dan orang lain mengetahui kerohaniannya.

Apa ciri-ciri anak kecil? Anak kecil (bayi) tidak bisa memikirkan orang lain, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Pada saat bayi buang air besar atau kencing, dia hanya menangis saja, itu sudah cukup baginya karena orang dewasa yang menggantikan popoknya. Jika lapar dia menangis lagi dan orang dewasa membawa makanan dan menyuapkan makanan. Setelah bayi itu menjadi besar dia dapat makan sendiri.

Bayi memikirkan diri sendiri, begitu pula dengan bayi rohani. Dapat makan sendiri adalah suatu proses perkembangan menjadi dewasa. Orang dewasa dapat makan nasinya sendiri maupun menyuapkan nasi kepada orang lain. Demikian juga dengan doa. Ketika bayi rohani mendoakan saya, dia tidak tahu kalau doanya salah. Tetapi setelah saya ajari tentang firman Tuhan dan membimbingnya secara rohani, maka rohaninya menjadi berkembang sehingga dapat membaca firman Tuhan dan menyadari kesalahan dia dulu. Dia dapat makan nasinya sendiri.

Bukti dari sebuah pemrosesan terjadi pada saat mendengar firman Tuhan ia menerima anugrah, memuji dan bersukacita. Jika hal itu terus menerus terjadi tahap demi tahap, maka ia menuju kedewasaan sehingga dia dapat mengajar orang lain atau memimpin pujian dan doa.

Dan kita semua harus mencapai tahap kedewasaan rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani dapat melakukan pekerjaannya sendiri dan menjaga kehidupan imannya maupun membimbing kehidupan iman orang lain dan menjaga orang lain. Tetapi seorang pemimpin di sebuah kelompok doa yang memiliki anggota yang sudah dewasa dan meminta dirinya terus menerus didoakan maka kelompok doa ini tidak dapat berjalan baik. Apabila orang-orang diminta hanya untuk mendoakan pokok yang sama terus menerus seperti, “Tolong soakan supaya saya mengerti firman Tuhan, jika hal ini dilakukan setiap saat maka kelompok doa tersebut tidak dapat berjalan baik. Oleh sebab itu kita harus mempunyai mata rohani yang dapat melihat hal-hal rohani dan tidak hanya memiliki mata jasmani yang hanya bisa melihat hal-hal yang terlihat.

ORANG YANG BISA MEMBIMBING DAN MEMBENTUK PERSEKUTUAN DOA

Keenam, pemimpin persekutuan doa adalah orang yang dapat membentuk persekutuan doa, menghibur dan membimbing anggota-anggota persekutuan doa itu. Membentuk artinya memimpin mereka bukan dengan membuat aturan sendiri lalu dimasukkan ke dalam kelompok doa untuk dipakai sebagai pedoman untuk memimpin mereka berdoa.

Setan sangat membenci kelompok doa syafaat. Seseorang berkata jika dia adalah setan, dia akan mengikuti orang yang berdoa syafaat tersebut dan menghancurkan kelompok doa syafaat. Karena pendoa syafaat adalah orang-orang yang menghancurkan kerajaan setan dan membangun kerajaan surga. Oleh karena itu kelompok doa syafaat sering menerima serangan setan.

Seseorang yang sedang berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam kelompok doa, tiba-tiba suatu hari dia sulit untuk berdoa. Jangan menuduhnya bahwa dia belum dewasa atau tidak memiliki kehidupan doa pribadi, tetapi harus menghibur dia dan terus menerus berdoa untuknya. Pemimpin doa harus sering datang membimbing dan menghiburnya. Jika ada seseorang yang jatuh dalam kelompok doa, kita harus berdoa bersama untuk orang itu. Cara terbaik adalah berdoa secara bersama-sama dan dia berdiri di tengah kelompok dan meminta kepenuhan Allah.

Jika orang diurapi dan berdoa dengan sehati maka pekerjaan Tuhan akan digenapi. Orang yang masuk di dalam kelompok doa syafaat tidak boleh tinggi hati. Ia harus minta dukungan doa terus menerus. Jika ada orang yang hanya berdoa untuk orang lain, dia adalah orang yang bermasalah. Saya selalu meminta dukungan doa untuk anak saya, keluarga saya dan diri saya sendiri. Setiap saat saya bisa mendapat serangan yang keras dari setan, oleh karena itu saya meminta dukungan doa untuk dilindungi dan saya juga terus menerus berdoa.

Kita dapar membentuk persekutuan doa untuk menghibur dan membimbing jika mendapat kebijaksanaan dan kuasa dari Tuhan

ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA SECARA ROHANI

Ketujuh, pemimpin harus menjadi orang yang dapat dipercaya. Kepercayaan duniawi diperlukan, tetapi yang terpenting adalah kepercayaan rohani. Orang yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh adalah orangnya Kristus. Orang tersebut dapat menjadi korban untuk kemuliaan Tuhan. Itulah kepercayaan rohani, walaupun tubuhnya hancur tetapi pekerjaan Tuhan akan digenapi kepada orang yang melakukan kehendak Tuhan.

Pada saat menginjili saya menjadi apa saja untuk dapat menolong dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Jika kita berdoa seperti itu jiwa itu akan menerima keselamatan. Jika suatu benih tidak ditaburkan maka tidak dapat menghasilkan banyak buah. Oleh karena itu milikilah kepercayaan yang berasal Tuhan.

Orang mempunyai banyak kesalahan tetapi tetap dikasihi oleh Tuhan dan dia mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan menutup semua kesalahannya. Tuhan memakai kita bukan karena kita sempurna. Jika kita dapat mengetahui orang itu sangat mengasihi Tuhan, maka orang lainpun akan yang mengasihi Tuhan dan mengikuti-Nya. Jika seseorang pada saat menyembah Tuhan di gereja motivasinya hanya mencari kasih Allah dan berkat Tuhan saja, maka Tuhan tidak akan memberikan kepercayaan kepadanya. Pemimpin kelompok doa syafaat haruslah orang yang diakui dan dapat dipercayai Tuhan. Jika demikian mulailah berdiri dalam otoritas rohani.

ORANG YANG BISA MEMBERI WAKTU

Terakhir, yang kedelapan, seorang pemimpin adalah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan doa. Sebagai pemimpin harus dapat memberikan waktu yang cukup. Jika Tuhan telah memberikan berkat harta dan waktu yang dapat dipakai untuk berdoa syafaat di hadapan Tuhan, masuklah ke persekutuan doa. Apabila kita berdoa seperti itu, maka Tuhan akan menggenapi.

Memberi waktu cukup untuk persekutuan doa, .. mempunyai banyak waktu. Walaupun mempunyai banyak . Cuma jika jarang hadir di gereja. Orang yang beriman.. mengasihi Tuhan dan orang yang menghormati Tuhan, menghadiri acara gereja dengan baik. Demikian juga halnya dengan persekutuan doa. Pemimpin haruslah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan. Jika seorang pemimpin terlalu sibuk dan sering merasa khawatir karena ada janji dengan orang lain, maka orang lain juga akan sering melihat jam.

Pada saat Roh Kudus bekerja, jangan dibatasi oleh waktu, tetapi harus memberi waktu dengan sempurna untuk Allah bekerja. Walaupun seseorang sibuk, dia bisa menjadi anggota tim tetapi tidak dapat menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu pada saat mulai menjadi anggota tim, harus dapat mengatur waktu. Pemimpin juga harus dapat menepati janji dengan baik mulai dari awal sampai akhir dan dia harus selalu hadir lebih cepat di tempat persekutuan daripada anggota tim lainnya. Jika seseorang terburu-buru, dia tidak dapat menerima pimpinan Roh Kudus. Jangan lupa, jika kita mempunyai waktu untuk mencari Tuhan dan tidak terburu-buru, maka Tuhan akan memimpin kita.

Being Led by the Holy Spirit

Penulis : DR. David Yonggi Cho

Salah satu hal terpenting di dalam pelayanan bukanlah membuat rencana dengan pimpinan Roh Kudus. Meskipun berkali-kali kita merasa perlu untuk memulai suatu rencana atau proyek yang baru, tetapi kita harus menunggu sampai Roh Kudus memimpin kita. Kita harus mengikuti pimpinan Roh Kudus. Apabila Roh Kudus menggerakkan kita untuk melakukan suatu hal tertentu, maka kita harus meninggalkan rencana kita dan mematuhiNya dengan segera.

Alkitab membandingkan Roh Kudus dengan �€œangin�€Ã¯Â¿Â½. Hal ini tertulis dalam Yohanes 3:8, �€œAngin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau kemana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.�€Ã¯Â¿Â½ Oleh karena itu, para pendeta yang sedang melakukan pekerjaan Tuhan harus mengakui pimpinan yang kuat dari Roh Kudus.

Namun, kebanyakan para pendeta membuat rencana besar secara detail untuk pelayanan mereka tanpa membicarakannya dulu dan tanpa menaati pimpinan dari Roh Kudus. Ini salah! Rencana yang seperti itu bukan berasal dari inspirasi dan pimpinan Roh Kudus, dan rencana yang seperti itu tidak didukung oleh kekuatan Allah.

Tentu saja seorang pendeta harus membuat rencana-rencana untuk pelayanannya. Seorang pendeta juga harus membuat suatu program untuk kebaktian. Tetapi yang terpenting dari semuanya, seorang pendeta harus dipimpin oleh Roh Kudus, ia harus selalu peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan tunduk pada pimpinan Roh Kudus. Oleh karena itu, seorang pendeta harus berdoa tanpa henti. Melalui doa, seseorang harus melatih dirinya untuk berkomunikasi dengan Roh Kudus. Seorang pendeta yang tidak melatih dirinya, tidak akan mampu mengenali pekerjaan Roh Kudus sehingga ini akan meminimalisasi keefektifan Roh Kudus.

Sebagai hamba Tuhan, kita tidak boleh melupakan Roh Kudus sebagai Partner Senior kita di dalam pelayanan kita. Kita tidak dapat melayani dengan kekuatan kita sendiri. Ketika kita berdiri di belakang mimbar untuk menyampaikan Firman Tuhan, Roh Kudus harus menjadi Tuan kita. Kita harus membiarkan Roh Kudus menyampaikan pesanNya. Ketika pesan itu telah sampai, kita harus menggunakan karunia Roh Kudus. Karunia Roh Kudus yang telah diberikan Tuhan kepada kita harus dibukakan.

Selain itu, seorang pendeta harus menyampaikan pesan tersebut dengan penuh urapan diikuti dengan adanya tanda-tanda dari Roh Kudus. Hal ini tertulis dalam Markus 16:17, �€œTanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.�€Ã¯Â¿Â½ Tanda-tanda akan menyertai pengajaran kita tentang Injil.

Kita harus merasakan karunia Roh Kudus. Jika tidak, mujizat tidak akan terjadi. Selain itu, karena karunia Roh Kudus merupakan tanda-tanda yang mengikuti pesan dari Roh Kudus, maka mula-mula kita harus berjalan dalam iman. Jika kita hanya diam, maka Roh Kudus juga akan diam, dan tidak akan ada tanda-tanda yang terlihat. Ketika kita memiliki iman di dalam Tuhan dan terus mempercayai Dia, Roh Kudus akan menolong kita dan tanda-tanda akan mengikuti pelayanan kita.

Ada satu alasan mengapa pekerjaan Roh Kudus yang ajaib dan besar tidak terjadi dalam Gereja Tuhan, seperti yang terjadi pada waktu Gereja mula-mula. Hal itu dikarenakan kita tidak bisa menaati Roh Kudus, kita tidak mengenali cara kerjaNya, meskipun Ia sedang menunggu kita dan ingin bekerja bersama kita.

Bahkan sekarangpun Tuhan ingin bekerja bersama kita dan membukakan tanda-tanda dari Roh Kudus.

Oleh karena itu, seorang pendeta harus memiliki kemampuan rohani untuk mengenali dengan peka cara kerja Roh Kudus.

Seperti kita dapat dengan mudah mengenali suara teman-teman kita di telepon, maka kita juga dapat dengan mudah mengenali suara Tuhan apabila kita memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan setiap harinya melalui renungan FirmanNya dan melalui doa doa bersama Roh Kudus.

Apabila seorang hamba Tuhan menaati Dia dan dipimpin olehNya, maka pelayanannya akan penuh semangat dan sukses besar.

Sumber: Spiritual Leadership For The New Millenium

Berdoa untuk Bangsa

Penulis : Herlianto

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Jeremia 29:7)

Pada tanggal 17 Agustus 2005, bangsa Indonesia merayakan genap 60 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi manusia, umur 60 tahun adalah umur memasuki masa lanjut usia, tapi bagi suatu negara, kelihatannya umur itu masih merupakan masa balita, apalagi kalau dibandingkan dengan kemerdekaan Amerika Serikat yang sudah 229 tahun merdeka atau kalau dibandingkan dengan kemerdekaan negara-negara tua lainnya.

Dapat dimaklumi mengapa situasi hukum di Indonesia belumlah mantab dan jalan, soalnya negeri paman Sam sendiri sekalipun dalam banyak segi aspek hukum sudah menjadi penyangga tatanan sosial, masalah hukum bukanlah sesuatu yang mudah dijadikan penyangga bangsa dan negara karena kompleksnya masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi bagi negara kepulauan di Indonesia yang memiliki begitu banyak tradisi budaya dan kesukuan dengan agama masing-masing yang berbeda-beda.

Kita masih prihatin bahwa sekalipun sudah berumur 60 tahun, kemerdekaan Indonesia belumlah berhasil menegakkan kebenaran, keadilan maupun mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Dimana-mana kita melihat ketidak adilan, money politics masih menghantui dunia kekuasaan di Indonesia. Korupsi masih dan bahkan meluas dipraktekkan oleh segenap masyarakat Indonesia. Pilkada yang merupakan pesta demokrasi masih mencoreng wajah dunia perpolitikan di Indonesia dengan kerusuhan yang terjadi dibanyak daerah yang disebabkan rasa adil masyarakat terkoyak oleh praktek perpolitikan dan perebutan kekuasaan yang tidak benar.

Dunia mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya, baik dalam komoditi pariwisatanya, kelautannya, pertaniannya, pertambangannya, potensi industrinya, apalagi sumber daya manusianya sehingga menjadi pengekspor TKI terbesar di dunia. Namun yang menjadi masalah adalah bahwa setelah 60 tahun merdeka, bangsa Indonesia belum terbebas dari individualisme dan kekayaan bangsa yang bagitu besar karena korupsi hanya dinikmati sekelompok orang dan meninggalkan sebagian besar bangsa Indonesia menderita kekurangan yang makin tahun makin akut. Pemerataan dan keadilan sosial masih menjadi mimpi sampai diumur lansia dan jurang kaya miskin masih menganga lebar.

Pada umur kemerdekaan yang ke-60 tahun, masih saja kita lihat antrian BBM dan gejolak ekonomi karena kenaikan harga BBM yang baru naik dan kabarnya akan dinaikkan lagi, suatu tragedi yang menimpa bangsa padahal perut bumi Indonesia mengandung cadangan minyak yang besar. Sebagai akibatnya, harga-harga komoditi masih terus menerus merangkak naik, pelan tapi pasti, ditengah kurs dolar Amerika yang masih tetap tinggi.

Dalam bidang kesehatan rasanya pemerataan kesehatan masih juga menjadi mimpi, adanya bayi miskin yang ditolak masuk di beberapa rumah sakit di Jakarta baru-baru ini menunjukkan dengan jelas bahwa pelayanan kesehatan masih menjadi barang asing bagi kebanyakan rakyat Indonesia. Kita patut prihatin bahwa penyakit-penyakit mematikan semacam yang disebabkan oleh flu-burung, demam berdarah, masih terus saja mengintai.

Pendidikan lebih lagi kelihatannya masih parah. Kalau dahulu pendidikan rasanya begitu murah dan bisa dinikmati sebagian besar rakyat yang mau belajar, sekarang makin menjauh dengan adanya komersialisasi pendidikan, uang masuk yang cukup tinggi, dan komersialisasi pengadaan paket buku. Sungguh merupakan keprihatinan bangsa bahwa sekalipun Indonesia sudah mencapai umur kemerdekaan yang lanjut soal ini bukannya makin menjadi baik tetapi makin parah.

Keamanan belum dirasakan oleh banyak orang, perang antar warga, demo-demo menuntut keadilan, sampai teror-teror bom, masih saja menjadi duri bagi bangsa Indonesia, sehingga pembangunan tidak bisa berjalan dengan lancar. Banyak daerah di Indonesia masih bergejolak karena masalah konflik SARA, bahkan beberapa daerah memiliki potensi berusaha memisahkan diri. Rasanya keamanan masih jauh dari jangkauan bangsa Indonesia.

Dalam hal kerukunan agama ternyata bangsa Indonesia masih perlu banyak berbenah. Tumbuhnya fundamentalisme dan radikalisme agama makin mencoreng semangat kerukunan beragama yang selama ratusan tahun sebenarnya sudah dialami di bumi Nusantara ini. Kasus perusakan dan pembakaran rumah-rumah ibadah, bukan saja antar agama yang berbeda, tetapi juga melibatkan agama yang sama namun memiliki penafsiran aliran yang berbeda, masih sering dan sampai kini masih terus terjadi.

Semua hal itu masih menjadikan negara Indonesia sebagai negara pra-sejahtera bagi sebagian besar penduduknya, sekalipun sebagian kecil menikmatinya secara berkelimpahan. Indonesia terbilang sebagai negara beragama, namun mengapa agama dan ekonomi rakyatnya masih belum sejahtera?

Sampai dimanakah peran para pemimpin agama, kotbah-kotbah mereka dan pelayanan agama? Agama selama ini masih menjadi mimbar pelipur lara dan kurang greget memberantas koruptor dan korupsi di Indonesia. Apakah di Indonesia diperlukan kelahiran kembali Karl Marx yang pernah mengkritik agama sebagai candu bagi masyarakat ? Agama yang sering dijadikan obat pembius untuk mengatasi penyakit masyarakat, padahal potensi agama sebenarnya sangat besar sebagai obat penyembuh suatu bangsa.

Umat Kristen terpanggil untuk berdoa dan berusaha bagi bangsanya, bangsa Indonesia, dan mengisi kemerdekaan itu dengan kerja keras dan pengabdian. Bagi mereka yang bekerja sebagai politikus, rasa keadilan dan kejujuran harus menjadi semangat untuk melayani sesamanya dan bukannya mengejar kekuasaan dan uang demi kenikmatan sendiri. Bagi para pengusaha seharusnya mereka selalu takut akan Tuhan sehingga menjalankan bisnisnya secara jujur demi kemajuan ekonomi bangsa Indonesia yang mensejahterakan rakyat.

Bagi para pendidik, mereka terpanggil untuk memberi pendidikan yang baik dan terjangkau bagi semua orang agar negara dan bangsa Indonesia maju pendidikannya dan berdampak bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Bagi rohaniwan, mereka terpanggil untuk menyadarkan umatnya agar prinsip kasih kepada sesama, keadilan dan kejujuran bisa menjadi nafas hidup bangsa Indonesia yang terbilang mayoritasnya beragama itu.

60 tahun sudah cukup lama untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai penunggu yang sabar, dan kesejahteraan kota memang perlu didoakan oleh umat beriman, namun terlebih dari itu harus diusahakan dengan kerajinan dan sekuat tenaga agar kesejahteraan bangsa Indonesia bisa dicapai pada dasawarsa ini atau kita akan kehilangan momentum memperoleh pemerintahan dengan para pejabatnya yang makin diperbaiki yang saat ini kita nikmati.

Saudara-saudara marilah kita berdoa untuk para pejabat pemerintahan, pengusaha dan segenap bangsa Indonesia, dan berusaha agar bangsa Indonesia memasuki tahun kemerdekaannya yang ke-61 dengan takut akan Tuhan dan mengasihi sesamanya. Dengan sikap iman dan mental demikian diharapkan Tuhan memperkenan bangsa Indonesia untuk maju menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejahtera.

Amin!

Doa

Penulis : Nababan,

Zanchius berkata "All beings whatever, from the highest angel to the meanest reptile to the minutest atom, are the objects of God´s eternal decrees" (The doctrine of absolute predestination).

Bavinck berkata "The final answer to the question why a thing is and why it is as it is must ever remain: ´God willed it´,according to His absolute sovereignty" (The Doctrine of God)

Berkhof mengatakan "reformed theology stresses the sovereignty of God in virtue of which He has sovereignly determined all things from all eternity whatsoever will come to pass" ( Systematic theology).

Seseorang bertanya dalam hati ketika membaca pernyataan para teolog calvinists diatas, "apakah fungsi doa jika memang Allah sudah menetapkan semua akan akan terjadi dalam sejarah sampai sedetail-detailnya?" atau "jika begitu untuk apa berdoa toh Allah sudah menetapkan segalanya. Jadi doa saya tidak akan merubah apa-apa".

Pandangan calvinist (determinist)

C.Samuel Storms menggunakan contoh sebagai berikut: anggap bahwa Allah menetapkan bahwa Gary akan bertobat pada tanggal 8 agustus. Dan Allah sudah menetapkan untuk melahir-barukan Gary sebagai respon terhadap doa Storms pada tanggal 7 agustus. Apakah jika Storms tidak berdoa maka ketetapan Allah untuk menyelamatkan Gary bisa gagal? Storms menjawabnya sebagai berikut "Jika saya tidak berdoa pada tanggal 7 maka gary tidak akan diselamatkan pada tanggal 8. Tapi saya pasti akan berdoa pada tanggap 7 karena Allah sudah menetapkannya untuk menyelamatkan Gary pada tanggal 8, dan Allah telah menetapkan pada tanggal 7 saya akan berdoa untuk Gary."

Jadi Storms ingin mengatakan kepada kita bahwa hanya karena Allah sudah menetapkan segalanya bukan berarti kita harus jadi malas berdoa. Tapi tetap saja pernyataan tersebut penuh konflik. Karena, jika saya tidak berdoa kesimpulannya berarti bahwa saya memang tidak ditetapkan Allah untuk berdoa. Ini sangat jelas karena menurut Storms dan para calvinists lainnya, Allah menggaransi bahwa ketetapan-Nya dari awal sampai akhir akan terlaksana tanpa gagal setitikpun. Jadi jawaban dari Storms untuk menguatkan para pembacanya untuk berdoa juga sudah ditetapkan oleh Allah. Dan jika para pembacanya merasa yakin dan termotivasi untuk berdoa, maka mereka pasti akan berdoa (karena memang sudah ditetapkan Allah). Tapi jika para pembacanya ragu dan malah tidak merasa perlu untuk berdoa maka kesimpulannya mereka inipun memang sudah ditetapkan Allah untuk tidak berdoa. Jadi walau mengelak bagaimanapun juga, mereka yang menganut determinisme tidak bisa lolos dari keberatan menganggap remeh pentingnya doa (atau penginjilan dll ! ).

Jadi dalam pandangan ini, tidak tepat jika dikatakan bahwa Allah merespon doa kita, karena sejak dari awalnya Allah sendiri sudah menetapkan doa kita. Paul Helm, teolog/filsuf reformed, mengatakan, walaupun doa tersebut sudah ditetapkan oleh Allah, kita tetap dapat mengatakan "God answers because men pray" (Allah menjawab karena manusia berdoa). Mungkin maksud Helm disini adalah: mengatakan bahwa Allah menjawab doa adalah berarti Allah, yang menetapkan permintaan (doa) tertentu dari orang tertentu, menetapkan untuk memenuhinya, SETELAH orang tertentu yang sudah ditetapkan tersebut memintanya (dikutip dari John sanders, The God who Risks). Jadi ´Allah merespon doa´ artinya bahwa Allah memutuskan terlebih dahulu orang tertentu meminta permintaan tertentu baru setelah itu Allah menjawab permintaan tersebut. ´Allah yang mendengar doa´ disini berarti Allah yang mendengar perkataan-Nya sendiri melalui manusia tertentu. Padahal sebenarnya Allah seperti itu sebenarnya tidak merespon doa kita. Kalau begitu, apakah maksud dari Yakobus ketika berkata "...kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa" Yak 4:2) ? Jika Allah sudah menetapkan seseorang berdoa maka ketetapan itu pasti akan terlaksana dan orang tersebut pasti akan berdoa. Jika semua keinginan Allah pasti terlaksana maka kita tidak akan gagal menerima sesuatu hanya karena kita tidak memintanya!

Model determinist adalah model ´causal relationship´, bukan ´personal relationship´. Allah bebas mengatakan ´ya´ dan ´tidak´ kepada kita karena kita tidak bebas mengatakan ´ya´ dan ´tidak´ kepada Allah.

Pandangan non-calvinist (non-determinist)

Menurut pandangan ini Allah benar-benar merespon doa kita. Ketika Allah marah pada bangsa israel (Kel 32:9-10), Musa meminta agar Allah mengurungkan niat-Nya dan Allah mau mengabulkan permintaan Musa (32:10-14). Ketika Allah berkata kepada nabi Yesaya bahwa raja Hizkia akan mati, Hizkia berdoa kepada Allah dan Allah mengabulkan doanya (2Raj 20:1-6). Hal ini sesuai dengan perkataan Yakobus diatas dengan sedikit diubah "mereka menerima karena mereka meminta". Yakobus berkata "doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya". Doa menggerakan Allah dan membuat perubahan pada dunia ini.

Tuhan Yesus berulang-ulang mengajarkan betapa pentingnya doa itu. Yesus menyuruh kita untuk meminta kepada Allah (Mat 7:7, 11; 18:19-20; yoh 14:1-16; 15:7, 16; 16:23). Pengajaran ini hanya ada artinya jika memang doa benar-benar membawa perubahan terhadap sesuatu.

Pengajaran Alkitab tentang pentingnya doa hanya berarti jika kita meminta kepada Tuhan sesuatu yang Allah tidak akan lakukan kecuali diminta (atau paling tidak, hanya terkadang saja). Peter Geach mengatakan "unless it is sometimes true that God brings about the course of events in a way that he would not had he not been asked, petitionary prayer is idle: just as it would be idle for a boy to ask his father for a specific birthday present if the father has made up his mind what to give irrespective of what the boy asks".

Sebagai contoh, ada banyak kisah dimana Alkitab menceritakan bagaimana Allah berencana untuk menghakimi suatu bangsa atau kota tapi mengurungkan niatnya karena doa (Kis 32:14; Bil 11:1-2; 14:12-20; 16:20-35; Ul 9:13-14, 18-20,25; 2Sam 24:17-25; 1Raj 21:27-29; Yer 26:19 dll). Mazmur 106:23 berbunyi "Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya tidak mengetengahi dihadapan-ya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka".

Ayat seperti ini menjelaskan bahwa nasib sebagian orang ditentukan oleh ada tidaknya orang berdoa atau tidak. Ayat seperti ini tidak ada artinya jika memang masa depan itu semuanya sudah tertutup. Bagaimana mungkin Allah benar-benar mengurungkan niat-Nya jika Dia sudah mengetahui pasti apa yang akan terjadi dimasa depan dari sejak kekekalan? Apakah Allah disini jujur mengatakan kepada kita bahwa Dia memang merubah pikirannya atau Allah disini berpura-pura saja mengatakan kepada kita bahwa Dia merubah pikiran-Nya padahal sebenarnya tidak? Allah benar-benar merespon kepada kita. Respon Allah bukanlah sebuah ´kepura-puraan. Dia tidak berpura-pura merespon doa padahal Dia memang sedang melakukan sesuatu yang toh Dia akan lakukan tanpa doa kita.

Jika kita percaya bahwa masa depan itu sebagian terbuka, maka doa kita memainkan peran penting dalam bagian resiko yang Allah ambil ketika Dia menciptakan dunia yang Dia tidak tetapkan segala hal yang akan terjadi. Disini terlihat jelas fungsi doa, bukan sekedar ilusi, melainkan nyata. Peter Baelz menyebut fungsi doa sebagai "one of the central variables that make it possible for God to do something that he could not have done without our asking."

Kita berdoa dengan sabar dan tekun karena kita merasakan bahwa doa kita bisa merubah sesuatu dan Allah bertindak karena doa kita. Tidak ada sesuatu yang darurat jika kita sudah berpikir bahwa allah sudah menetapkan segalanya atau jika masa depan tertutup. Jika begitu, kita berdoa hanya karena masalah ketaatan bukan karena pengharapan. Tapi jika rencana Allah bisa berubah dan masa depan tidak tertutup, maka doa baru mempunyai arti.

Apa yang terjadi dibumi mempengaruhi apa yang terjadi disurga. Yesus berkata "Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga" (Mat 18:18). Allah sungguh mengasihi kita dan menaruh perhatian kita dalam hati-Nya hanya karena hal tersebut menjadi perhatian kita. Inilah natur dari ´personal, loving relationship´. Relationship bukanlah hal mendominasi atau memanipulasi melainkan partisipasi atau kerja sama dimana kita menjadi kawan sekerja Allah (1Kor 3:9). Dalam doa, Allah memperlakukan kita sebagai subjek, bukan objek.

Allah menciptakan kita bukan hanya supaya Allah bisa mengatur seenaknya, walaupun Allah punya hak untuk itu, tapi Allah juga mau agar kita mempengaruhi Dia. Itulah sebabnya Allah mau kita berdoa. Mungkin ada yang berkeberatan bahwa kita tidak punya urusan untuk menasehati Allah yang maha bijaksana. Tapi Alkitab tidak menyuruh kita diam (Fil 4:6; 1Yoh 5:14-15) dan menyuruh kita berdoa dalam nama Yesus (Yoh 14:13-14). Abraham, Musa, Elia ´adu argumen´ dengan Allah. Mereka tidak selalu diam dihadapan Allah. Tokoh-tokoh Alkitab berdoa karena mereka tahu doa bisa merubah sesuatu, termasuk pikiran Allah. Mereka berbicara bersama Allah dalam rangka untuk menentukan bersama apa yang akan terjadi selanjutnya. Allah mau dialog seperti ini, bukan karena kita lebih bijaksana dari Allah sehingga bisa menasehati Allah, melainkan karena Allah memutuskan untuk menjadikan kepentingan atau keinginan kita menjadi kepentingan-Nya juga. Allah menginginkan kita menjadi partner-Nya, bukan karena Dia butuh nasehat kita, tapi karena Dia ingin persekutuan dengan kita.

Doa Bapa Kami... Interaktif

Bapa kami yang ada di surga Ya??
Jangan menginterupsiku....aku sedang berdoa..... Tapi kau memanggilKU
memanggilMU? aku tidak memanggilMU. Aku sedang berdoa. Bapa kami yang ada di surga.........
Nah, kau melakukannya lagi. melakukan apa?
MemanggilKu. Kau berkata, "Bapa kami yang ada di surga..." Inilah Aku. Apa yang sedang kau pikirkan?

Tapi aku tidak bermaksud apa-apa dengan perkataan itu. aku hanya, yah.... hanya sedang mengatakan doaku untuk hari ini. Aku selalu mengucapkan Doa Bapa Kami. Doa itu membuatku merasa lega dan nyaman, sepertinya aku telah menyelesaikan tugasku.
Baiklah. Teruskan.

Dikuduskanlah NamaMu.
Tahan. Apa yang kau maksud dengan perkataan itu?

Perkataan apa?
perkataan "Dikuduskanlah NamaMu"

Artinya...........Artinya......... aku tidak tau apa artinya itu. Mengapa aku harus tahu? perkataan itu hanyalah bagian dari doa itu saja. Omong-omong, apa maksud dari perkataan itu?
Artinya.. "Mulia", "Kudus" "Luar Biasa"

Hey, masuk akal juga. Aku tidak pernah berpikir tentang apa artinya "Dikuduskanlah" sebelumnya. Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.
Apakah engkau bersungguh-sungguh?

ya, mengapa tidak?
apa yang akan kau lakukan untuk hal itu?

lakukan? tidak ada, kurasa. aku hanya berpikir bahwa dunia ini akan jadi damai jika Kau memegang kontrol/berkuasa atas semuanya di sini seperti yang Kau lakukan di atas sana.
Sudahkah Aku berkuasa atasmu?

hmmm, aku pergi ke gereja
itu bukanlah apa yang Aku tanyakan. Bagaimana dengan kebiasaanmu yang jelek yang kau punya? dan sifat suka marahmu? engkau sungguh-sungguh mempunyai masalah di sana, lo. Dan kemudian...caramu dalam menghabiskan uangmu....semuanya untuk dirimu sendiri. Dan bagaimana dengan jenis buku yang kau baca?

Berhentilah mengkritikku!! aku sama baiknya seperti orang-orang lain yang tidak terlalu fanatik yang ada di gereja.
Maafkan Aku. Kupikir engkau sedang berdoa supaya kehendakKU terjadi. Jika itu yang kau kehendaki untuk terjadi, maka semuanya itu haruslah dimulai oleh orang-orang yang berdoa untuk hal itu. Seperti engkau contohnya.

oh... baiklah!! kurasa aku memang mempunyai beberapa masalah. Sekarang ketika Kau menyebutkannya, aku mungkin dapat menyebutkan beberapa yang lain lagi.
Aku juga dapat.

aku belum memikirkan tentang hal-hal itu sampai sekarang, tapi aku benar-benar ingin lepas dari beberapa dari hal-hal jelek tersebut. aku ingin, kau tahu, aku ingin benar-benar bebas.
Bagus. sekarang kita sampai pada suatu poin. Kita akan bekerja bersama.....kau dan AKU. Beberapa peperangan dapat benar-benar dimenangkan. Aku bangga akan engkau.

Sebentar Tuhan, aku sungguh-sungguh harus menyelesaikan doa ini. Ini sudah menjadi lebih lama daripada yang biasanya........ berikan pada kami rejeki kami hari ini.....
Kamu perlu untuk bebas dari roti itu juga....kamu telah menjadi terlalu gemuk.......

Hey, tunggu sebentar!!! Apa ini "Hari pengkritikan Saya?" aku sekarang sedang mengerjakan tugas rohaniku, dan tiba-tiba Kau masuk dan mengingatkanku akan semua masalahku.
Berdoa adalah hal yang berbahaya. Kamu dapat mengubah banyak hal. itulah sebabnya Aku berusaha untuk mendekatimu. Kau memanggilku dan di sinilah AKU sekarang. Sudah terlambat untuk berhenti sekarang. Teruslah berdoa. Aku tertarik pada bagian selanjutnya dari doamu.... nah....teruskanlah......

Aku takut.
takut? akan apa?

aku tahu apa yang akan KAU katakan
coba dan lihatlah.

Ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Bagaimana dengan Mary ?

ya kan!!! aku tahu!!!!! aku tahu ENGKAU akan mengingatkanku akan dia!!! Dia telah mengatakan kebohongan-kebohongan tentang aku, mencurangi aku dalam hal uang, dia tidak pernah membayar kembali utang-utangnya kepadaku. aku bersumpah aku akan membalasnya.
Tapi doamu?.........bagaimana dengan doamu???

aku tidak bersungguh-sungguh dengan doaku.
yah....setidaknya engkau jujur. Tapi tidaklah menyenangkan mempunyai banyak kepahitan di dalam dirimu, kan?

Tidak, tapi aku akan merasa jauh lebih baik begitu aku bisa membalasnya. Aku telah membuat beberapa rencana untuk si Mary. Dia akan berharap dia tidak pernah menyakitiku dulu.
Kamu tidak akan merasa lebih baik. Kamu akan merasa tambah parah. pembalasan tidaklah manis. pikirkanlah betapa tidak bahagianya engkau sekarang. Tapi aku dapat mengubah itu semua.

KAU dapat? bagaimana?
Ampunilah Mary. Kemudian AKU akan mengampunimu. Lalu semua kebencian dan dosa akan menjadi masalah Mary dan bukan masalahmu.kau mungkin telah kehilangan uang, tapi engkau akan mamiliki hatimu.

tapi Tuhan, aku tidak dapat memaafkan Mary.
Kalau begitu AKU juga tidak dapat memaafkanmu.

oh.... KAU benar!!!! KAU selalu benar. dan lebih dari keinginanku untuk balas dendam kepada Mary, aku ingin bersamaMU...Baiklah!! Aku mengampuni dia. Tolonglah dia untuk menemukan jalan yang benar Tuhan. dia telah terikat begitu parah, ......sekarang aku baru memikirkannya. Bagaimanapun caranya, bagaimanapun jalannya, tunjukkan padanya jalan yang benar.
Nah, begitu!!! Bagaimana perasaanmu?

hmmmm....tidak buruk. lumayan juga.... bahkan sekarang aku merasa sangat senang. KAU tahu, aku tidak berpikir aku akan pergi tidur malam ini dengan gelisah untuk pertama kalinya sejak yang dapat kuingat. Mungkin aku tidak akan merasa begitu lelah mulai dari sekarang karena aku tidak istirahat dengan cukup.
kamu belum selesai dengan doamu. Teruskan.

oh... Baiklah.... dan jauhkanlah kami dari pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat
Bagus...bagus....AKU akan melakukannya. hanya jangan kau tempatkan dirimu sendiri pada tempat di mana engkau akan dengan mudah dicobai.

apa yang KAU maksudkan Tuhan?
Barhentilah pergi ke tempat-tempat yang tidak baik, melihat acara tv dan film-film yang tidak sepatutnya dilihat, mendengarkan pembicaraan penuh dosa, pergi ke tempat-tempat dimana playboy dan playgirl dijual. Gantilah beberapa hubungan persahabatanmu. Beberapa dari mereka yang menyebut dirinya temanmu sudah mulai mempengaruhimu. mereka akan membuat kamu terlibat dalam hal-hal yang salah dan tidak baik segera. jangan tertipu. mereka selalu mengatakan mereka bersenang-senang dengan hal-hal tersebut, tapi bagimu itu adalah suatu kehancuran. Jangan menggunakanKU sebagai pintu keluar darurat.

aku tidak mengerti
tentu kau mengerti. Kau telah melakukannya banyak kali. saat kau terperangkap dalam situasi yang buruk, masalah yang berat, kamu lari kepadaku. "Tuhan, bantulah aku keluar dari kekacauan ini, dan aku berjanji aku tidak akan melakukannya lagi." Ingatkah kau akan beberapa penawaran yang kau coba buat denganKU?

ya, dan aku malu Tuhan. sungguh aku malu.
yang mana yang kamu ingat?

aku ingat, ketika wanita di sebelah rumah melihatku pergi ke bar di lingkungan ini.... aku telah mengatakan pada suamiku bahwa aku akan pergi ke toko, aku ingat mengatakan padaMU "Tuhan, jangan biarkan dia mengatakan pada suamiku ke mana aku pergi aku janji aku akan berada di gereja setiap hari minggu."
Dia tidak mengatakan apa-apa pada suamimu, tapi engkau tidak memenuhi janjimu, bukan?

ampuni aku Tuhan, aku benar-benar menyesal. Sampai sekarang aku berpikir jika aku berdoa dalam doa Bapa Kami setiap hari, maka aku bisa melakukan apapun yang aku mau, aku tidak mengharapkan apa-apa untuk terjadi sebagaimana mestinya hal itu terjadi.
teruskanlah. selesaikan doamu.

O ya..... karena ENGKAULAH yang empunya kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. AMEN.
Apakah kau tahu apa yang akan membawa kemuliaan padaKU? apa yang akan membuatKU sungguh-sungguh bahagia?

Tidak, tapi aku ingin tahu. Aku ingin menyenangkanMU. Aku telah dapat melihat kekacauan yang telah kubuat dalam hidupku, dan aku dapat melihat bagaimana menyenangkannya dan luar biasanya untuk menjadi salah satu dari pengikutMU yang sungguh-sungguh.
kau baru saja menjawab pertanyaannya.

benarkah?
ya. satu-satunya hal yang akan membuatKU bahagia adalah memiliki orang-orang seperti engkau yang sungguh-sungguh mencintaiKU. dan AKU bisa melihat apa yang sedang terjadi di antara kita. Sekarang... karena beberapa dosa-dosa lama ini sudah rungkap dan dihilangkan, ...... tidak ada perkataan yang dapat menjelaskan apa yang dapat kita lakukan berdua.

Tuhan, marilah lihat apa yang dapat kita buat dari aku, OK?
YA, MARI........

Doa Syafaat