Doa

Artikel tentang doa, pengajaran tentang doa, kehidupan doa dll.

(Artikel lain tentang doa dapat dibaca di situs e-Doa)

Apakah Doa Syafaat Itu?

Penulis : Rev. Paul .Y. Chun

Doa adalah Nafas Rohani Untuk Menguatkan Roh Kita

Sebelum mempelajari tentang doa syafaat, kita harus bertanya terlebih dahulu, "Apakah doa itu? Apa pikiran Anda tentang doa?". Kita dapat mengemukakan bermacam-macam jawaban, tetapi hubungan atau keterkaitannya hampir sama. Doa adalah percakapan rohani dengan Tuhan, yaitu saat kita berbicara kepada Tuhan dan Dia menjawab atau saat Tuhan berbicara kepada kita, dan kita menjawab. Itulah yang disebut doa. Doa bukan percakapan satu arah. Dan kita tahu, dalam Alkitab tertulis, "Tetaplah berdoa" (I Tes 5:17).

Dalam tubuh kita, "organ"yang terus bekerja dan tidak pernah berhenti adalah jantung. Siapapun mengetahui hal itu. Kalau jantung kita berhenti, semua organ di dalam tubuh kita juga berhenti. Doa adalah nafas rohani, sama seperti kerja jantung. Kalau doa berhenti, kehidupan rohani kita juga berhenti. Kehidupan doa seperti peredaran darah yang bersikulasi di dalam tubuh kita. Tenaga yang baru, tersedia untuk hidup kita sewaktu darah beredar atau bersikulasi di dalam tubuh sambil menyaring semua kotoran. Doa juga memperbaharui dan membersihkan bagian yang sudah kotor. Doa adalah sarana untuk menyucikan dan membersihkan diri kita, ini merupakan keinginan Tuhan. Doa adalah nafas rohani untuk memeperkuat roh kita.

Syafaat

Sekarang kita menyelidiki tentang syafaat. Syafaat berarti datang di hadapan Tuhan dengan tujuan menggantikan posisi seseorang. Saya ingin Anda mempercayai bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang menggantikan posisi kita di hadapan Allah untuk selama-lamanya. Firman Tuhan berkata, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26). Ingatlah, Roh Kudus membimbing kita supaya dapat berdoa.

Perantara (Intercession)

Syafaat diekspresikan dalam bahasa Inggris sebagai kata "intercession." Arti kosakata ini adalah berdiri di antara dua orang, seperti saya berada dalam kelompok itu, yaitu saya berdiri di antara dua orang yang datang bersama di hadapan Tuhan. Penjelasan yang lain, syafaat adalah berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan haknya agar menerima rahmat Tuhan. Orang-orang yang mempunyai hak, akan berdoa

Siapakah Pendoa Syafaat?

Pendoa syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di hadapan Tuhan untuk menggantikan posisi orang lain yang sudah jauh dari Tuhan atau hidup tanpa Tuhan. Jadi sebelum berdoa untuk orang lain, pendoa syafaat harus sudah mendapat pengampunan dosa dari Tuhan.

Kita tahu bahwa pendoa syafaat adalah seseorang yang datang di hadapan Tuhan dengan membawa haknya. Hak-hak pendoa syafaat itu diterima dari Tuhan yang dimulai dari pengampunan dosa sampai menjadi anak Tuhan. Dan karena sudah mendapat pengampunan dosa maka kita dapat membimbing orang lain untuk mendapat pengampunan dosa juga. Prinsip yang sama dengan hal ini adalah anugerah, kasih, rahmat Tuhan dan mengampuni tanpa syarat.

Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan. Ingat perumpamaan, jika kita mempunyai hutang sepuluh ribu talenta dan dihapuskan, apa yang akan kita lakukan kepada orang yang berhutang seratus dinar? Hal ini sama seperti saya yang seharusnya dilemparkan ke dalam api neraka yang kekal (berhutang besar), tetapi karena menerima Yesus Kristus kemudian diampuni oleh Tuhan, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan kepada orang lain yang melakukan kesalahan kecil kepada saya (berhutang kecil)? Jadi, orang yang mempunyai pengalaman diampuni dan menerima pengampunan dari Tuhan, dapat mengampuni orang lain tanpa syarat. Orang seperti itu sajalah yang dapat berdoa syafaat untuk orang lain.

Lalu bagaimana cara dapat berdoa dengan sepenuh hati? Sama seperti hal tadi, yaitu jika kita sudah menerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka kita dapat berdoa untuk orang lain dengan kasih tanpa syarat. Seseorang yang sudah menerima kasih Tuhan dapat mengetahui dan mengerti konsep kasih. Kasih itu bukan cinta yang sering dikatakan oleh semua orang. Seseorang dapat mengasihi tanpa syarat dan berdoa tanpa syarat jika sudah menerima kasih Tuhan yang tidak pernah berubah. Sebagai pendoa syafaat kita harus memperhatikan hal-hal ini. Pada saat berdoa di hadapan Tuhan jangan melakukan dengan syarat. Karena pendoa syafaat yang menerima kasih dari Tuhan tanpa syarat harus dapat berdoa tanpa syarat untuk negara yang belum pernah dikunjungi, yang bahasa dan sukunya tidak diketahui.

Dalam kitab Ester ada empat tokoh penting. Tokoh pertama adalah ratu Ester, tokoh kedua adalah Ahasyweros, seorang raja. Tokoh ketiga adalah Mordekhai, saudara dari ayah Ester yang membantu Ester. Tokoh keempat adalah Haman, seorang perdana mentri yang melakukan apa saja untuk memuaskan hasratnya. Jika kita menyeldiki hal tersebut dari pandangan doa syafaat, maka ratu Ester melambangkan pendoa syafaat, Mordekhai melambangkan Roh Kudus, Ahasyweros melambangkan Tuhan dan Haman melambangkan setan yang membunuh dan menghancurkan. Kita dapat mengetahui kisah mereka melalui kitab Ester. Pada saat semua suku Israel berpuasa dan berdoa sehati, maka nasib mereka berubah dan lolos dari kematian.

Melalui bangkitnya "Gerakan Doa Syafaat Bersama’, maka Tuhan menggenapi janjiNya menghidupkan orang yang mati dan membinasakan pembunuh. Doa syafaat mengubah sejarah dengan cara demikian. Hal itu harus kita percayai dan alami. Karena bukanlah sifat doa syafaat yang sesungguhnya jika berpikir bahwa wilayah atau apa saja dapat diubahkan dan digenapi hanya melalui satu orang yang sudah diubah dan menerima kuasa. Saya berharap semua orang Kristen di dunia bersatu dan berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan dunia ini. Jika demikian, bagaimana hati seorang pendoa syafaat dapat datang kepada Tuhan?

Untuk itu, kita menyelidiki di dalam Alkitab mengenai ciri-ciri orang yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Kita dpaat mengetahui bahwa mereka semua adalah pendoa syafaat. Jika kita dapat memilih seseorang yang mempunyai iman yang luar biasa, tentunya dia adalah pendoa syafaat di hadapan Tuhan. Dia dapat berdoa untuk orang lain, mendengar suara Tuhan dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan ingin membimbing zaman ini melalui mereka.

Abraham adalah Pendoa Syafaat yang Mengagumkan

Sebagai pendoa syafaat Abraham muncul dalam kitab Kejadian 18:22-33. Namun kita akan mempelajari mulai pada Kejadian pasal 12 saat pertama kali Abraham mendengar suara Tuhan lalu dia pergidari negerinya, sanak saudaranya, rumah dan harta bapaknya serta hanya mempunyai harta yang ada padanya. Kemudian karena menaati firmanNya, Tuhan memberkati Abraham dengan melimpah.

Keponakannya yang bernama Lot juga ikut bersama-sama dengan Abraham dan Lot pun diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada suatu saat di antara kedua orang tersebut muncul persoalan oleh karena harta mereka yang sangat banyak. Sperti juga kita yang kadang-kadang berpikir jika harta semakin banyak, maka karya Tuhan semakin baik. Tetapi kita harus ingat bahwa ada kemungkinan hasilnya lebih buruk daripada waktu yang lalu. Umat Allah yang ingin menjadi pendoa syafaat harus sadar dan bangun dari lamunan keduniawian bahwa harta menyelesaikan segala masalah: Harta dapat menjadi berhala.

Kuasa Tuhan yang Maha Kudus dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Walaupun keadaan pendoa syafaat lemah dan tidak lebih baik, dia harus mempercayai bahwa dia berkenan di hati Tuhan dan berdoa sesuai dengan pokok doa yang diinginkan Tuhan sehingga dia dapat dipakai dengan dahsyat. Walaupun demikian pada saat kedua orang tersebut berpisah, Abraham menyesali hal itu. Tetapi di dalam Alkitab tertulis bahwa persoalan tersebut tidak menjadi masalah untuk Abraham. Perlu diingat apa yang dilakukan oleh Abraham pada saat terjadi peperangan di Sodom dan Gomora. Setelah beberapa saat Lot pindah ke kota tersebut, Abraham pergi ke tempat peperangan itu untuk menyelamatkan Lot. Dari hal ini kita harus mengambil pelajaran mengenai hati Abraham yang menolong Lot. Apakah Anda bersukacita jika orang yang memfitnah dan mengecewakan Anda menderita kesusahan? Anda harus berdoa supaya perasaan seperti itu hilang karena seorang pendoa syafaat yang sungguh-sungguh harus mampu berdoa untuk memberkati orang yang telah menganiaya. Tuhan juga berfirman, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Mat 5:44). Tetapi untuk melakukan firman Tuhan ini tidaklah mudah. Hal tersebut jarang terjadi karena mengasihi musuh biasanya hanya dalam hati saja. Tetapi kalau firman ini dapat mengubahkan diri kita maka kita dapat mengasihi.

Setelah Lot diselamatkan dalam peperangan, Tuhan berfirman akan memusnahkan semua tanah Sodom oleh karena dosa mereka. Sodom dan Gomora akan dimusnahkan karena Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar. Kita akan mengamati apa yang didoakan oleh Abraham untuk menyelamatkan Lot di hadapan Tuhan.

Berdoa dengan Iman

Pertama, berdoa dengan iman. Abraham adalah seorang pendoa yang berima580Ia berdoa dengan sikap yang mengakui keadilan Tuhan, yaitu menghadap Tuhan dengan iman bahwa apa yang dijanjikan oleh Tuhan menurut firman Allah akan digenapi. Allah berkenan terhadap doa yang didoakan oleh orang yang beriman. Alkitab menyaksikan hal itu. Allah menghendaki doa seorang yang percaya bahwa yang didoakan akan diterima. Allah berkenan ketika kita menanggapi hal yang didoakan. Allah mendengar doa orang yang dilakukannya dengan iman. Tetapi Aku berkata kepadamu: "Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sam pai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: "Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu" (Mat 11:22-24). "… dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu KepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya" (Yoh 14:13-14). "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" (Yoh 15:7).

Abraham dibenarkan karena iman. Pada waktu Abraham berdoa syafaat untuk Lot, doa itu dijawab dan digenapi oleh Tuhan. Tanah Sodom dan Gomora diselamatkan oleh Tuhan melalui doa syafaat Abraham dan Lot pun tidak tahu tentang hal itu. Tetapi Abraham tidak berkata, "Karena saya berdoa maka Lot dapat diselamatkan." Tetapi dia mengucap syukur kepada Tuhan.

Doa Orang Benar Hanya Merenungkan Tuhan

Saya berharap ketika pendoa syafaat berdoa untuk orang lain jangan menonjolkan kebenarannya sendiri, karena dia mendapat jawaban dari Tuhan dan bersukacita tentang hal itu. Juga bersyukurlah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan mendengar doa kita dan melakukan "revival." Nama Tuhan ditinggikan jika doa orang yang benar tidak menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan.

Sebagai pendoa syafaat kita mendapat banyak pengalaman rohani dan sudah seharusnya pendoa syafaat bersyukur kepada Tuhan dan meninggikan nama Tuhan. Jika kita berdoa untuk orang lain, mereka juga akan mendapat pengalaman rohani samapa seperti yang kita alami. Ingat, jangan menghakimi orang lain ataupun membatasi karya Tuhan yang mau memakai kita. Caranya, sejak awal kita harus bersyukur karena diberi kuasa dan kasih karunia dari Tuhan untuk dipakai sebagai alatNya.

Selain itu, yang diinginkan oleh Tuhan dengan berdoa kita dapat terus menerus mempertahankan kasih karunia dan kuasa yang ada di dalam hati. Oleh karena iman orang benar yang memiliki motivasi, tujuan serta pengharapan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, akan menghasilkan doa yang benar. Kita harus mengetahui tujuan berdoa. Jika tujuan itu hanya untuk kehormatan, kekayaan, kekuasaan, dan jumlah pertambahan jemaat saja, maka hal itu akan menjauhkan kita dari Tuhan. Tetapi doa yang mempunyai tujuan,alas an dan pengharapan yang jelas dapat menggerakkan sejarah kekristenan pada masa lalu dan sanggup bertahan karena pendoa syafaat tidak goyah terhadap kesulitan apa saja. Contohnya, gerakan Kebangunan Rohani di Inggris yang dimulai oleh Wesley, awalnya hanya melibatkan sekitar 20 orang pendoa syafaat.

Perintah untuk beriman kepada Tuhan juga tertulis dalam kitab Markus. Supaya dapat berjalan bersama Allah, kita harus mempunyai iman sesuai dengan tingkat iman yang sudah diberikan Tuhan. Jika kita melakukannya sesuai tingkat iman yang sudah diberikan oleh Tuhan, maka tidak akan ada masalah. Tetapi jika seseorang merasa mempunyai tingkat iman tertentu yang ternyata melebihi tingkat iman pemberian Tuhan, maka kehidupan rohaninya menjadi bermasalah. Melalui orang yang taat, Tuhan menggenapi terjadinya gerakan Kebangunan Rohani yang dahsyat yang mengubahkan dunia ini. Contohnya, hamba yang mempunyai dua talenta, walaupun dipercayakan sedikit, tetapi dia menaati untuk menjalankannya dengan jumlah iman tertentu yang sesuai. Di lain pihak, walaupun mempunyai lebih banyak talenta, tetapi dipakai untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri, menyebabkan ke hidupan rohaninya hancur sehingga Tuhan tidak berkenan. Tuhan tidak menjawab doa yang didasari hawa nafsu dan hasrat. Kita harus menyadari bahwa berdoa dengan hasrat dan ambisi manusia, dapat menjadi peluang untuk roh jahat melakukan kejahatan. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak 4:3).

Berdoa Dengan Rendah Hati

Kedua, berdoa dengan rendah hati. Rendah hati dapat diartikan sebagai kemurnian dan kelemahlembutan. Kita akan mempelajari Abraham yang adalah nenek moyang orang beriman. Dia adalah "prototype"(gamabar awal) Yesus Kristus yang memberikan teladan kerendahan hati. Abraham menyahut, "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu" (Kej 18:27). Bagaimana cara Abraham dapat berbicara seperti itu di hadapan Tuhan? Hal itu menunjukkan walaupun Abraham melihat dirinya tidak baik, tetapi dengan berani meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia dengan berani meminta karena Tuhan membenarkan, memilih dan menjadikannya anak Tuhan serta membimbingnya. Kata-kata "Walaupun aku debu dan abu"menunjukkan sifat kerendahan hati yang sungguh di hadapan Tuhan.

Alkitab memberikan tekanan khusus pada kerendahan hati dan tinggi hati. Dalam Amsal 18:12 tertulis, "Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan." Rendah hati juga berkaitan dengan kelembutan hati. Kelembutan hati di dalam Alkitab berarti orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Abraham adalah orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Jika Tuhan memerintahkan kepada Abraham, "Pergi," maka dia pergi, dan jika, "Jangan pergi," maka Abraham tidak pergi.

Bandingkanlah kuda liar dan kuda jinak, yang mana lebih cepat larinya? Sewajarnyalah, kuda liar berlari lebih cepat dibanding kuda jinak, namun tidak ada seorangpun yang mau menunggang kuda liar. Sebab jika kuda jinak disuruh oleh pemiliknya, "Pergi," maka kuda itu pergi, dan jika,"Berhenti," kuda itupun berhenti. Kuda liar memang berlari lebih cepat, tetapi tidak menaati pemiliknya, hanya berlari sesuai dengan keinginannya. Demikian juga kehidupan kerohanian kita, dapat menjadi rendah hati oleh bimbingan Roh Kudus yang melatih kita. Arti yang lain dari rendah hati adalah kemurnian hati.

"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Mat 11:29).

"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat" (I Petrus 3:12).

Rendah hati berarti kemurnian, kemurnian adalah kesederhanaan (Bahasa Inggris: "simple’). Semakin murni, semakin tidak bercampur dengan unsure lain. Hampir semua orang di dalam Alkitab yang beriman besar adalah orang yang sederhana cara berpikirnya. Jika mereka diperintahkan Tuhan, "Pergi," pasti pergi. Kalau Tuhan berkata kepada mereka A, maka mereka mengakui hal itu akan menjadi A. Tetapi orang yang rumit cara berpikirnya akan kehilangan iman yang besar karena mereka sering mempertanyakan alasan dari perkataan Tuhan. Kita dapat memperoleh kemurnian melalui berdoa. Jika Anda ingin kemurnian dari Tuhan, berdoalah demikian,

"Tuhan, tolong hapuskan perkara yang tidak Tuhan inginkan dari hati dan pikiran saya. Saya ingin hidup seperti yang Tuhan inginkan. Tolong hapuskan juga hal-hal yang menghalangi untuk maju di hadapan Tuhan dengan rendah hati, baik yang ada di dalam hati, pikiran dan kehidupan saya. Tolong pimpin saya supaya dapat melayani Tuhan dengan hati yang murni."

Kita tidak dapat berdoa syafaat tanpa kerendahan hati. Saya pernah berdoa untuk setiap negara melalui informasi dari buku. Saya berdoa untuk tempat yang tidak saya ketahui sama sekali sebagai sasaran visi dan misi sambil menangis dan berteriak kepada Tuhan. Selesai berdoa saya tidak merasa sedih, jengkel atau sakit hati walaupun tadi menangis dan berteriak. Hal itu terjadi karena Roh Kudus memberikan hati seperti itu di dalam hati saya. Jika saya berdoa sebenatar saja di dalam hati, Roh Kudus mengijinkan saya merasakan hati Tuhan.

Berdoa Dengan Berani

Ketiga, berdoa dengan berani. Tuhan ingin memakai kita untuk berdoa syafaat, supaya tidak membatasi Tuhan untuk hal itu, kita harus mempunyai hati yang berani.

Katanya, "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?" FirmanNya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu" (Kej 18:31).

Ayat tersebut menunjukkan sebuah jalan keluar yang memenangkan setiap peperangan rohani atau perjuangan rohani. Melalui orang beriman, Tuhan ingin memberikan kemenangan. Kepada orang yang rendah hati Tuhan mencurahkan anugerah dan kuasa, namun Tuhan juga ingin memakai orang yang berani. Tuhan tidak dapat memakai orang yang tidak berani karena orang itu setiap hari ragu-ragu walaupun dia mempunyai anugerah dan kuasa. Perkataan Abraham "Aku berani meminta"dapat diganti dengan "Aku berani berdoa di hadapan Tuhan."

Pada saat Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia berkata "Ikutlah Aku"bukan untuk orang yang diam dan duduk saja. Tetapi Tuhan memanggil Matius, seorang pemungut cukai dan Petrus yang menjahit jala supaya dapat menjala ikan di laut dengan hati yang tulus. Jadi Tuhan memilih dan memakai orang yang mempunyai ketulusan hati dengan pekerjaan sendiri. Tuhan sudah melihat kemungkinan orang itu maka Tuhan meminta meninggalkan semua hal itu sekarang supaya dapat melihat keberaniannya. Tuhan ingin mengamati apakah dia berani mengikuti Tuhan dengan iman. Tuhan ingin kita taat kepadaNya. Setelah Tuhan menumbuhkan iman Abraham, Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan Ishak supaya dapat melihat ketaatan Abraham. Maka dapat disimpulkan "tidak taat adalah tanda tidak beriman."

Pada saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, saat menginginkan kita berdoa, tetapi jika kita tidak menaati karena memikirkan keadaan dan kondisi kita, apa yang akan terjadi? Tuhan mencari orang taat yang menanggapi dengan segera dan melalui orang itu Tuhan selalu menggenapi karyaNya. Pada saat mendengar musik dan mengemudikan mobil, di rumah maupun di gereja, kapan saja dan di manapun, Tuhan meminta keberanian dan ketaatan kita. Tuhan ingin kita mempunyai keberanian yang tidak goyah. Tanpa iman dan keberanian kita tidak dapat melayani pengusiran setan dan berdoa untuk orang sakit. Kalau tidak siap, kita akan mendapat masalah sendiri pada saat mendoakan. Antara berteriak karena merasa takut dan berteriak karena merasa berani saat mengusir setan merupakan tingkatan yang berbeda. Menyadari keinginan Tuhan me mbuat kita berani. Kita akan menyelidiki hal itu lebih dalam pada bagian kedua.

Berdoa untuk Komunitas

Keempat, berdoa untuk komunitas. Abraham berdoa untuk Lot dan orang-orang yang tinggal di dalam kota itu.

"Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada didalamnya itu? Jauhlah kiranya daripadaMu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian daripadaMu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" Tuhan berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka. Abraham menyahut:"Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" FirmanNya, "Aku tidakmemusnahkannya jika Aku dapati emapat puluh lima di sana!" (Kej 18:24-28).

Di dalam ayat tersebut kita dapat melihat bahwa oleh karena Lot, Abraham berdoa syafaat untuk semua orang dalam kota itu. Sebagai hamba Tuhan yang diberkati, kemanapun Abraham pergi maka daerah itu diberkati dan orang di sekelilingnya juga mendapat berkat. Ini adalah dalah satu prinsip berkat. Prinsip itu diterapkan oleh Yusuf. Saya berharap prinsip ini juga terjadi karena pendoa syafaat yang berdoa, sehingga tempat yang mereka kunjungi dan doakan serta orang yang bersama dengan mereka diberkati dan semuanya berjalan dengan baik.

Suatu saat walaupun pendoa syafaat tidak mendapat keuntungan dari hal tersebut, namun karena berguna untuk komunitas dan kerajaan Allah, maka dia harus berdoa. Saat itulah akan kita sadari bahwa Tuhan menumbuhkan iman kita hingga tingkat tertentu. Kita mampu berdoa dengan hati yang melingkupi seluruh dunia pada saat kita terus menerus berdoa seperti itu. Kita tahu hati manusia sangat penuh dengan keinginan. Meskipun kekayaan, kehormatan dan kenikmatan dimasukkan semuanya di dalam hati, tetapi tidak pernah merasa puas. Ini adalah sifat manusia. Bahkan untuk mendapatkan lebih banyak, hati manusia memberontak. Tetapi saya mengucap syukur karena hati kita yang besar sudah dipenuhi oleh Tuhan pencipta dunia ini. Pada saat Tuhan masuk ke dalam hati, maka bagian kosong hati kita dapat diisi. Selain memiliki hati yang melingkupi dunia, Kitadapat berdoa juga supaya Tuhan yang memiliki dan mengawasi berlangsungnya sejarah dunia. Saya berharap para pendoa syafaat akan berdoa seperti poin-poin tersebut. Sehingga oleh iman kita menerima hati Tuhan, berdoa dalam jamahan Roh Kudus, membaca Alkitab dan mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Abraham yang berdoa sesuai kehendak Tuhan dengan iman dan kemurnian hati untuk satu bangsa di hadapan Tuhan.

Berdoa dengan Kesabaran dan Ketekunan

Kelima, berdoa dengan kesabaran dan ketekunan. Abraham berdoa dengan kesabaran dan ketekunan untuk keselamatan keponakannya, yaitu Lot dan kota Sodom. Di sepanjang perjalanan doa saya pernah melihat banyak orang yang menyerah dan berhenti. Pada saat Tuhan sudah mendengar doa kita dan menanggapi, kita sangat mudah berhenti mendoakan hal itu. Begitu bodohnya jika melakukan hal itu. Kesabaran diperlukan seorang pendoa syafaat untuk dapat dengan senang hati menunggu sampai mendapat tanggapan Tuhan. Nikmatilah berdoa dengan kesabaran dan ketekunan sampai menerima tanggapan Tuhan dan dapat merasakan kebahagiaan yang dulu tidak pernah dibayangkan.

Sebagai kesimpulan, kita akan mengelompokkannya dalam beberapa bagian. Melalui doa Abraham kita akan menyelidiki sikap seorang pendoa syafaat, antara lain:

Pertama, pendoa syafaat adalah orang yang menolong orang lain, sehingga orang tersebut yang sudah jauh dari Tuhan menjadi orang yang mengenal Tuhan, lalu mau mendatangi Tuhan dan akhirnya mereka mendekat lagi kepada Tuhan.

Kedua, pendoa syafaat harus berdoa untuk orang yang belum mempunyai keselamatan supaya memperoleh keselamatan. Kalau ada orang yang sakit dan penyakitnya mengganggu hubungannya dengan Tuhan, maka dia harus berdoa kepada Tuhan supaya orang itu sembuh.

Ketiga, jika roh jahat mengikat seseorang, maka pendoa syafaat harus mengikat roh jahat dan mengusirnya. Tuhan akan memberitahu pendoa syafaat jika seseorang karena luka hati tidak menerima anugerah Tuhan dengan sepenuhnya. Oleh karena itu pendoa syafaat dapat membimbing mereka di hadapan Tuhan karena Tuhan siap mencurahkan kuasa yang dapat menyembuhkannya Saya berdoa supaya kehendak Tuhan yang mengagumkan dapat digenapi

Yesus Pengantara yang Kekal untuk Umat Manusia

Kita dapat mempelajari di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Saat kita berdoa untuk orang lain, maka gerakan Kebangunan Rohani pasti digenapi. Contohnya, saat Abraham bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk keponakannya Lot, maka gerakan kebangkitan dimulai dan keselamatan diterima. Pada saat Musa bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk orang Israel yang berdosa di hadapan Tuhan, gerakan Kebangunan Rohani juga terjadi dan keselamatanpun diterima.

Sedangkan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, pada saat para jemaat berdoa dengan kesungguhan untuk Petrus yang dimasukkan ke dalam penjara, maka malaikat menyelamatkan dia. Paulus dan Silas didukung dari belakang oleh pendoa syafaat yang terus menerus berdoa. Di dalam suratnya rasul Paulus meminta jemaat terus menerus berdoa untuk dirinya. Walaupun kuasa dari Tuhan sudah banyak diterima Paulus dengan berdoa sendirian tetapi segalanya tidak dapat digenapi. Paulus dapat menggenapi pekerjaan kebangkitan Tuhan yang dahsyat melalui pendoa syafaat yang terus menerus berdoa di sekelilingnya tanpa dilihat. Seperti itulah pelayanan doa syafaat, bisa menghidupkan jiwa yang sedang mengalami kematian, bisa melakukan salah satu bagian peranan yang penting untuk pekerjaan Tuhan. Jika demikian siapa yang paling banyak melakukan pelayanan doa syafaat?

"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka" (Ibr 7:25).

Kita dapat mengetahui melalui ayat tadi bahwa Yesus Kristus senantiasa berdoa untuk kita di sebelah kanan tahta Allah. Itu berarti pengantara kekal kita adalah Yesus Kristus. Sementara tinggal di bumi ini menjadi seperti Yesus Kristus adalah kerinduan kita. Lalu bagaimana caranya? Yaitu dengan menaati dan meneladani pelayanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Langkah pertama menjadi pengantara seperti Yesus Kristus dan langkah berikutnya dengan meneladani pelayanan Yesus Kristus.

Yesus meruntuhkan tembok dosa yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan, sehingga menghancurkan manusia. Saat Yesus berada di dunia, Dia juga menjadi pendoa syafaat supaya orang yang percaya kepada Yesus dapat masuk sorga. Selain itu, Tuhan Yesus mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang percaya setelah Tuhan mati dan dibangkitkan. Siapapun yang percaya, dapat menerima Roh Kudus sebagai anugerah ini.

Roh Kudus Pendoa Syafaat untuk Kita

Muncul pertanyaan dalam hati kita, siapakah saksi yang dapar membuktikan bahwa Yesusmendoakan kita? Roh Kudus adalah saksi itu. Dia memberikan kesaksian di dalam hati bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, dan sungguh-sungguh adalah pendoa syafaat kita. Selain sebagai saksi, Roh Kudus juga berdoa untuk kita di dalam hati.

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)

Firman Tuhan tadi memberi kesaksian bahwa Roh Kudus juga berdoa untuk kita. Bagaimana kita dapat mengetahui saat hal itu terjadi? Yaitu pada saat hati kita disegarkan dengan membaca firman Tuhan atau ada kebebasan di dalam hati saat kita memuji Tuhan. Contoh, saya pernah melihat seseorang yang kerasukan setan disembuhkan pada saat memuji Tuhan. Kita juga pernah menangis saat berdoa, memuji atau mendengar firman Tuhan, walaupun tidak ada alasannya. Atau apakah anda pernah mengalami damai sejahtera yang mengalir di dalam hati? Itulah yang terjadi saat Roh Kudus mendoakan kita, dan kita juga tidak menyadari bahwa kita ikut melakukan pekerjaan Roh Kudus, di dalam hati kita. Kalau kehidpan kita tidak mengecewakan Roh Kudus dan tinggal dalam kehendakNya yang penuh dengan sukacita, maka Roh K udus akan menghilangkan keraguan di dalam hati kita. Dia akan mendorong kita untuk dapat berdoa serta menolong untuk menjalin hubungan lebih mendalam dengan Tuhan, sehingga memperoleh pokok doa yang diinginkan Tuhan.

Pada saat menjalin hubungan lebih mendalam dengan Roh Kudus, kita dapat mendoakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang harus kita lakukan di dunia ini terhadap bangsa dan generasi agar lebih maju. Saya berharap, kita dapar berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan keadaan rohani bangsa ini dan semua pekerjaanNya sekali lagi. Saya berangan-angan menjadi pendoa syafaat yang menginjili dunia dan pada saat itu kita akan mengalami karya Tuhan yang luar biasa, sebab Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaanNya itu.

Sumber: Full Gospel Indonesia

Apakah Doa itu?

Penulis : Rev. David Yonggi Cho

Kita harus selalu berdoa! Bedanya antara orang Kristen dan non- Kristen adalah orang Kristen itu berdoa.Orang yang belum percaya tidak berdoa, tetapi orang-orang percaya berdoa. Mengapa demikian? Doa adalah membuka hatimu dan mengundang Yesus menjadi Tuhan dan Raja atas kehidupanmu. Jika anda sedang berdoa di rumah anda, maka itu berarti anda sedang membuka pintu rumah anda bagi Yesus Kristus.

Jika anda sedang berdoa di tempat kerja anda, maka itu berarti anda sedang mengundang Yesus Kristus Tuhan ke tempat kerja anda.

Jika seluruh negeri berdoa, maka itu berarti anda sedang mengundang Yesus Kristus untuk menjadi Tuhan dan Raja atas negara tersebut.

Sekarang ini, masalahnya adalah orang-orang tidak mengijinkan Yesus Kristus untuk menjadi Tuhan dan Raja atas kehidupan mereka.

Tuhan tidak menjadi tuan atas kehidupan kita. Jika suatu rumah tidak memiliki tuan, maka rumah itu kosong.Jika tuannya tidak berada di rumah, maka pencuri dapat masuk. Kita menghadapi banyak masalah karena Tuhan tidak menjadi tuan atas rumah kita.

Pencuri tidak dapat masuk ke dalam rumah jika tuan rumahnya ada. Jika sebuah rumah kosong, tujuh setan akan datang untuk menghuni rumah tersebut.

Amerika mendapat serangan teroris, tetapi itu tidak terjadi sebelumnya. Mengapa serangan itu terjadi? Itu terjadi karena tidak ada yang menjadi tuan di dalam rumah mereka.

Mereka sangat makmur, tetapi di dalam rumah mereka, tidak ada yang menjadi tuan. Ketika Amerika baru berdiri, Tuhanlah yang menjadi tuannya, tetapi pemerintah Amerika kemudian mendorong sang tuan keluar dari sekolah-sekolah, keluar dari rumah-rumah, dan Amerika menjadi rumah kosong. Maka semua pencuri datang untuk menghuni rumah tersebut.

Amerika sangat kaya dan memiliki kekuatan militer yang hebat, tetapi uang dan kekuatan tidak dapat melindungi Amerika. Hanya Tuhan Yesus dan Allah Bapa yang dapat melindungi Amerika.

Dalam Mazmur 127, "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia- sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga."

Amerika membangun gedung World Trade Center yang begitu indah, dan gedung tersebut merupakan symbol dari kekuatan ekonomi Amerika. Namun, simbol kekayaan dan kemakmuran tersebut hancur.

Karena Tuhan bukanlah tuan rumah dari gedung tersebut, maka gedung tersebut menjadi tidak terlindungi. Gedung Pentagon merupakan gedung yang kuat, tetapi gedung tersebut juga diremukkan.

Tuan rumah harus berada di dalam rumah. Tuhan harus diundang untuk menjadi tuan atas rumah kita.

Mengapa kita berdoa? Kita berdoa untuk mengundang Sang Tuan Rumah, Tuhan Yesus Kristus untuk datang ke dalam rumah kita.

Kita perlu berdoa di rumah-rumah, di sekolah-sekolah, dan di kantor- kantor pemerintahan. Yesus Kristus sedang mengetuk pintu hatimu.

Ia mengatakan bahwa siapapun yang membukakan pintu, maka Ia akan masuk dan makan bersamanya. Wahyu 3:20, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama- sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." Bagaimana kita membukakan pintu? Pintu akan terbuka terhadap doamu yang sungguh- sungguh.

Ketika anda berdoa, Yesus masuk ke dalam hatimu, dan Ia akan hidup bersamamu. Anda tidak perlu menjadi kesepian dan tertolak, tetapi melalui doa, anda dapat hidup bersama Dia.

Tuhan rindu untuk membina suatu hubungan dengan anda karena Ia sangat mengasihi anda. Ayah saya sekarang berusia 90 tahun, dan ibu saya berusia 89 tahun, dan ketika saya mengunjungi mereka, mereka menginginkan saya untuk tinggal di sana untuk seterusnya.

Setelah saya berjam-jam berada di sana, mereka berkata kepada saya, "Kamu tidak boleh pergi sekarang, ini masih terlalu pagi."

Orang tua saya sungguh-sungguh mengasihi saya dan mereka rindu berada dekat dengan saya selama berjam-jam. Saya ingin anda mengetahui bahwa Tuhan Allah Bapa sangat mengasihi anda. Yesus sangat mengasihi anda. Dan Ia ingin menghabiskan banyak waktuNya bersama anda.

Ketika anda menyembahNya, memujiNya dan menghabiskan waktu bersamaNya; Tuhan akan merasa gembira. Ketika anda bergembira di dalam Tuhan, Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Mazmur 37:4, "Dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

Ketika kita berdoa, kita membuka hati kita dan menjadikan Yesus Kristus Raja dan Tuhan dalam kehidupan kita. Yesus yang disalib menghancurkan pekerjaan Iblis.

Kita harus melawan Iblis, dan kita mengusirnya.

Bangsa Israel diserang oleh bangsa Amalek, dan bangsa Amalek dipersenjatai dengan sangat baik. Sedangkan bangsa Israel tidak memiliki kekuatan yang sama.

Ketika Yosua dan bangsa Israel memerangi bangsa Amalek,mereka dikalahkan.

Maka Musa pergi ke medan perang bersama Harun dan dan Hur untuk berdoa. Ketika Musa berdoa, bangsa Israel menang, tetapi ketika Musa berhenti berdoa, bangsa Israel kalah.

Ada medan pertempuran lainnya yang tidak bisa kita lihat dengan mata kita. Ketika Musa memenangkan peperangan roh yang tidak dapat dilihatnya; Tuhan memenangkan perang fisik yang dapat dilihatnya.

Kita dikelilingi oleh kekuatan Iblis yang kotor dan jahat. Banyak orang tersesat, dan mereka hidup dengan berfoya-foya. Banyak pemerintah yang sangat korup.

Tidak peduli berapa banyak polisi atau jaksa yang kaumiliki di dunia ini, dosa tidak pernah bisa diberantas. Kita kalah dalam peperangan di alam roh.

Jika engkau kalah dalam peperangan di alam roh, maka engkau akan kalah pula dalam peperangan di alam fisik.

Ketika kita pertama kali mengusir setan yang kotor dan jahat, maka kemudian kita akan memiliki komunitas yang bersih. Lalu kebencian, ramalan-ramalan, kebohongan, perzinahan, pemerkosaan dan dosa akan pergi. Kita perlu memikirkan dosa-dosa kita.

Pada waktu gereja pertama saya dibangun, orang-orang tidak menginginkannya, dan mereka melemparinya dengan batu. Mertua perempuan saya dan saya berdoa lima jam setiap hari.

Kami berdoa, dan kami menyebut Darah Yesus, dan kami memiliki iman bahwa Tuhan akan berperang bagi kami. Tiba-tiba setan-setan mulai meninggalkan orang-orang dan mereka mulai mendengarkan apa yang saya katakan.

Satu dalam dua keluarga mulai datang ke gereja kami. Orang-orang mulai digerakkan, disembuhkan dan diselamatkan. Dalam tiga tahun, kami mempunyai 500 orang yang menjadi Kristen.

Anda harus memenangkan peperangan roh sebelum anda bisa memenangkan peperangan fisik.

Ketika anda memenangkan peperangan roh, maka anda juga akan memenangkan peperangan fisik.

Dua orang teman baik saya hendak bercerai. Mereka berdua aktif dipaduan suara, dan saya yang memimpin pernikahan mereka.

Mereka hidup bersama dengan harmonis, dan kemudian mereka mulai membenci satu sama lain. Suatu malam mereka menelpon saya agar datang ke rumah mereka.

Mereka mengatakan, "Malam ini adalah malam dimana kami akan berpisah." Saya meminta mereka untuk menunggu sampai besok pagi. Yang pria mengatakan, "Tidak, kami tidak bisa menunggu selama itu karena kami sudah berkemas dan kami akan pergi malam ini." Saya berkata, "Ini jam satu dini hari, bagaimana saya bisa pergi ke rumah kalian?"

Mereka mengatakan, "Engkau yang berdoa dan yang memberkati kami ketika kami menikah, dan sekarang kami ingin engkau berdoa dan memberkati perpisahan kami." Akhirnya saya berpakaian dan pergi ke rumah mereka.

Ketika saya sampai di sana, suami istri tersebut berada di ruangan yang berbeda, dan saya meminta mereka untuk sama-sama keluar. Mereka mengatakan, "Jangan coba-coba menceramahi kami. Ceramahmu tidak akan berguna. Kami ditakdirkan untuk berpisah. Tolong doakan agar kami berpisah dengan gembira." Saya hanya mengatakan, "Mari," dan saya memegang tangan mereka. Saya dapat melihat setan sedang memisahkan mereka.

Tidak ada cara lain untuk menolong kedua orang ini selain melenyapkan setan yang jahat ini. Maka di dalam Nama dan Darah Yesus Kristus, saya mulai berdoa bagi mereka.

Saya berkata, "Kau roh kebencian, aku ikat engkau di dalam nama Yesus, dan saya perintahkan engkau untuk pergi di dalam nama Yesus." Selama tiga puluh menit saya hanya mengatakan hal itu, dan ketika saya sedang berdoa, saya mulai merasakan beberapa tetes air mata jatuh di tangan saya. Saya membuka mata saya untuk melihat mereka; suami istri tersebut menangis. Saya memeluk mereka, kemudian saya pergi dan mengucapkan, "Selamat malam."

Hari Minggu berikutnya, saya melihat kepaduan suara, dan pasangan ini masih bersama di paduan suara. Setelah kebaktian, pasangan ini datang ke kantor saya, dan saya menanyai mereka mengapa mereka belum berpisah.

Mereka mengatakan bahwa saya telah berdoa selama tiga puluh menit untuk mengusir setan dan sesuatu yang ada di dalam diri mereka telah pergi. Haleluya! Kebencian telah pergi, kesalahpahaman telah pergi, 590 mereka merasa sangat bodoh dengan diri mereka sendiri. Mereka merasa begitu malu karena mereka telah bertengkar seperti anak kecil.

Yang pria mengatakan, "Kami mulai tertawa-tawa setelah anda pergi, dan kami membongkar kembali barang-barang kami. Sekarang kami bahkan tidak ingat mengapa kami begitu marah saat itu." Ketika engkau memenangkan peperangan roh, maka peperangan fisik juga dimenangkan!

Yesus mengatakan bahwa setan datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan. Yesus datang untuk memberikanmu kehidupan dan kehidupan yang berkelimpahan. Ketika engkau berperang dalam peperangan roh, engkau akan memaksa mundur kekuatan setan, dan engkau akan mengundang kekuatan Tuhan untuk datang.

Ini sebabnya mengapa kita harus berdoa. Kita tidak boleh merasa susah, kita harus berdoa. Kita harus berdoa bagi Amerika, dan untuk perang di Afganistan, dan bagi semua hal.

Kita melihat Amerika diserang secara fisik, dan kita dapat melihat perang di Afganistan, tetapi kita tidak akan pernah memenangkan peperangan ini dengan bom. Kita hanya bisa memenangkan peperangan ini dengan doa dan dengan mengikat setan yang berada di balik semua ini.

Peperangan yang sebenarnya adalah peperangan roh. Gereja di Amerika harus berdoa, dan kita harus menyokong mereka dalam doa. Gereja- gereja di seluruh dunia harus bersatu dan berdoa. Kita harus mengikat setan yang hendak mencuri, membunuh dan menghancurkan. Tuhan akan mengikat musuh dan menghancurkan pekerjaannya yang jahat. Semua otoritas dalam alam roh harus dimulai dengan doa.

Apabila pemimpinnya telah diikat, maka para penjahat tidak dapat masuk ke dalam rumah. Sang pemimpin disini adalah si Iblis, dan ia memegang kendali atas hati orang-orang, tetapi ketika engkau mengikat si Iblis melalui doa, dan mengusirnya, maka engkau dapat membebaskan orang tersebut dari tangan si Iblis.

Kebangkitan dan pertumbuhan dalam gereja datangnya dari doa. Tanpa doa, gereja tidak akan pernah bisa bangkit. Keselamatan jiwa-jiwa tidak dapat terjadi tanpa doa.

Gereja kami telah bertumbuh karena para kepala komunitas selnya sering berdoa. Kami memenangkan peperangan roh. Kita harus bersatu dan berdoa di dalam kasih dan iman untuk semua hal di gereja, di kota, dalam pemerintahan, dalam keluarga, dan dunia.

Doa merupakan peperangan roh, dan ketika musuh telah diikat, maka Yesus dapat masuk dan melakukan pekerjaanNya yang dahsyat. Anda perlu berdoa dengan penuh kerinduan di pagi hari, sepanjang malam dan tanpa henti. Anda harus berdoa dengan segenap hati agar Kerajaan Tuhan datang, dan kehendakNya terjadi di dalam kehidupanmu, di dalam gerejamu, di kotamu, di negeramu, dan di dunia. Amin.

Alasan lain mengapa kita berdoa adalah karena doa dapat menggerakkan tangan Tuhan. Pada saat Perang Korea, orang-orang Korea Utara berusaha mendorong orang-orang Korea Selatan ke laut.

Presiden Rhee mengundang semua pendeta untuk datang ke rumahnya, dan ia berkata, "Ini adalah kesempatan terakhir yang kita miliki." Ia mengatakan bahwa temannya Jenderal McArthur akan mengirim pengebom- pengebom dan mengebom para komunis, tetapi ia mengatakan bahwa sekarang ini adalah musim hujan dan setiap hari turun hujan.

Ia mengatakan bahwa apabila turun hujan, para pengebom tidak bisa terbang dan melakukan tugas mereka, oleh karena itu kami harus berdoa sehingga hujan tidak turun selama musim hujan. Musim hujan berlangsung selama sebulan, tetapi kami tidak akan mampu menahan musuh selama sebulan. Oleh karena itu kami harus berdoa sehingga hujan berhenti.

Presiden Rhee berkata, "Para pendeta, kalian semua harus berdoa bagi kami. Negara ini bisa terus ada atau tidak, tergantung pada doa-doa kalian." Para pendeta berdoa dan berdoa,, dan doa mereka menggerakkan tangan Tuhan, dan Ia menghentikan hujan. Pada tahun 1950, pada pertengahan musim hujan, tidak ada hujan.

Setiap hari pasukan Amerika membombardir pasukan musuh, dan hal itu melumpuhkan kekuatan mereka. Kemudian Jenderal McArthur mendarat di Incheon. Jika para pendeta tidak berdoa selama waktu itu, maka tidak akan ada Korea Selatan. Doa mereka telah menggerakkan tangan Tuhan yang berkuasa.

Matius 18:19, "Dan lagi aku berkata kepadamu: Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga."

Jika kita bersatu di dalam kasih, kesatuan dan doa, maka hal itu akan menggerakkan hati dan tangan Tuhan, dan Ia akan mengadakan mujizat yang engkau perlukan. Alkitab mengatakan, "Panggillah Aku, maka Aku akan menjawab engkau, dan Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang misterius dan besar."

Ketika engkau berdoa bersama di dalam keluargamu, Tuhan akan mulai melakukan mujizat di dalam keluargamu. Ketika engkau berdoa bersama di tempat kerjamu, Tuhan akan mulai melakukan mujizat di tempat kerjamu. Ketika kita berdoa bersama di dalam kasih dan kesatuan, sejarah akan diubahkan.

Dengan berdoa, kita mengundang Tuhan untuk menjadi Raja atas kehidupan kita, atas rumah kita, atas gereja kita, atas kota kita dan atas dunia. Itulah sebabnya mengapa kita perlu berdoa.

Sumber: Full Gospel Indonesia

Bagaimana Menerima Pimpinan Roh Kudus

Penulis : Rev. Paul Y Chun

Bagaimana kita memelihara pimpinan Roh Kudus? Supaya bisa dipimpin oleh Roh Kudus kita harus menyerahkan apa saja yang menghalangi pimpinan Roh Kudus, juga harus membayar harga untuk hal itu dan mau mengambil keputusan untuk berkorban. Orang yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus akan melakukan sesuatu dengan hawa nafsu.

Walaupun sesuatu hal yang hendak dilakukan itu penting sekali, tetapi jika Roh Kudus tidak memimpin, hal itu harus diserahkan kemudian mengikuti pimpinan Roh Kudus. Jika orang seperti itu menjadi pemimpin, maka kelompok tersebut dapat mempunyai gerakan dan kehidupan yang penuh semangat. Pada awalnya, gerakan pekerjaan Tuhan tidak diwujudkan oleh seorang pemimpin yang istimewa. Jika setiap pemimpin kelompok dipimpin dan diubah oleh Roh Kudus, maka pekerjaan Tuhan digenapi. Pada saat menerima pimpinan Roh Kudus pelayanan kita dibaharui dan dipenuhi sukacita setiap hari dan mengucap syukur atas kekuatan untuk melakukan kegiatan yang baru dalam kehidupan kita. Selain itu saya berharap dan percaya bahwa pekerjaan Tuhan di dalam kita dilakukan dengan k uasa dan kekuatan yang Tuhan berikan dalam pimpinan Roh Kudus.

Bagaimanakah Pimpinan Roh Kudus Itu?

Jika demikian, bagaimana mengetahui seseorang menerima Roh Kudus atau tidak? Siapapun mempunyai masalah dalam kehidupan tetapi pada saat masalah itu datang, bagaimana cara menyelesaikannya? Melalui hal ini kita dapat mengetahui apakah seseorang benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus atau tidak. Ada orang yang walaupun sudah pergi ke gereja tetapi ketika mendapat masalah masih tetap menyelesaikannya dengan cara, rencana, pikiran, tindakan, dan pengetahuannya sendiri dan apa saja yang dilakukannya. Orang seperti itu belum dipimpin oleh Roh Kudus yang belum sempurna, pada saat timbul masalah walaupun dia mempunyai pikiran, pengetahuan cara sendiri namun dia hanya memakai cara Tuhan. Jika terjadi masalah apakah penyelesaiannya menggunakan cara Tuhan ata u dengan cara sendiri? Cara apa yang akan Anda ikuti sekarang? Saya harap Anda akan mengikuti cara Tuhan dan menjadi orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Contoh Pimpinan Roh Kudus di Dalam Alkitab

Untuk dapat mengetahui cara Tuhan. mari kita menyelidikinya dalam Alkitab. Kita bisa mendapatkan ajaran yang baik dari kitab Keluaran. Dalam pasal 33 muncul banyak peristiwa yang dialami oleh orang Israel sehingga berdosa di hadapan Tuhan. Mereka mengeluh terus-menerus kepada Musa dan Tuhan, kemudian mulai menentang Musa. Tuhan berbicara kepada Musa seperti dulu Dia berjanji kepada Israel, yaitu Tuhan akan memimpin mereka ke Kanaan yang berlimpah susu dan madu.

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah Kupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ituAku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Hamori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebusyakni ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan (Kel. 33:1-3)

Setelah memperoleh hal yang baik dari hasil tanah, hidup berkelimpahan dan mendapat jawaban doa dari Tuhan, mereka harus tetap berada dalam hadirat Tuhan dan Tuhan harus ada di tempat tersebut. Jika tidak seperti itu maka mereka dapat menderita walaupun mempunyai harta benda yang bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan. Jika mereka pergi menghadap Tuhan di tanah yang sudah diberkati, maka mereka akan mempunyai banyak harta benda dan kebudayaan berkembang secara alamiah.

Tetapi kenyataannya mereka semakin menderita di dalam hatinya. Tuhan hadir di berbagai kejadian dan kita dapat menikmati hal itu, tetapi umat Israel tidak mengetahuinya. Tujuan mereka hanya ingin masuk ke tanah Kanaan tetapi Musa tetap bergantung kepada Tuhan. “Tuhan, walaupun tanah Kanaan diberkati dengan berlimpah susu dan madu, tanpa Tuhan kami tidak bisa masuk. Saya menjadi puas di dunia ini, jika Tuhan tidak hanya memimpin kami di tanah Kanaan, tetapi sepanjang hidup kami. Tuhan ampunilah dosa kami dan tetaplah bersama kami.

Musa mulai berdoa di hadapan Tuhan. Ketika Musa turun dari Gunung Sinai, Tuhan menyuruhnya meninggalkan semua perhiasan orang Israel yang mereka pakai untuk membuat anak lembu emas. Mereka membuat patung dengan perhiasan mereka, karena mereka berbeban berat dan tidak melihat pimpinan Tuhan. Oleh sebab itu mereka menyembah patung yang mereka pikir akan menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. Jikalau mereka masih mempunyai perhiasan, maka kemungkinan masih dapat dipakai untuk membuat patung lagi. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan membuang perhiasan itu.

Sekarang Musa bertemu dengan Tuhan, bukan di tempat kemah tetapi di luar perkemahan. Di luar perkemahan adalah tempat orang yang mempunyai dosa. Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan orang Israel, bukan di tempat kemah pertemuan. Ketika Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan, hadirat Tuhan penuh. Pada saat itu Musa berdoa di hadapan Tuhan “Tuhan, apakah Engkau memanggil saya? Orang Israel adalah umat pilihanMu. Tuhan memilih saya bukan? Maka sekarang jika kiranya saya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga saya dan orang Israel mengenal Engkau, supaya saya tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Tentang doa itu Tuhan menjawab, “Aku sendiri akan memimpin engkau.

Tuhan hadir dalam setiap masalah, itulah pekerjaan yang Tuhan lakukan.

Mengapa Kita Menerima Pimpinan Roh Kudus?

Kelompok doa tidak boleh menjadi kumpulan doa semata. Di dalam doa Tuhan hadir dan menjawab pokok-pokok doa dan melakukan pembaharuan. Tuhan beserta dengan Anda dan saya, hal itu dapat terlihat pada saat Tuhan memberikan kekuatan yang baru, memperbaharui iman dan memberikan kekuatan. Tuhan menyatakan kehendak-Nya melalui kita. Doa syafaat bukan tujuan kita, melainkan hadirat Tuhanlah yang menjadi tujuan utama di dalam doa syafaat. Tuhan menyertai dan setelah doa itu dijawab tempat itu juga diberkati oleh Tuhan.

Setelah menerima jawaban dan pimpinan Tuhan, pekerjaan dan pemeliharaan Tuhan akan menyertai kita selama-lamanya. Begitu pula dengan peperangan rohani, bukan kita yang berperang dalam peperangan rohani. Yang memimpin peperangan rohani adalah Yesus Kristus yang telah menang di kayu salib. Dia yang telah menghancurkan semua kuasa Setan untuk kemuliaan Bapa dan pada saat kita taat di hadapan Tuhan kita dapat maju dan memproklamirkan kemenangan dalam nama Yesus. Saya harap Anda dapat mempercayai bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan di atas kayu salib; kebahagiaan, damai sejahtera dan sukacita.

Semua hal rohani itu dipuaskan di dalam hati, sehingga pada saat melakukan peperangan rohani, kita tidak menjadi lelah dan tertekan. Semakin kita berperang, maka semakin besar kebahagiaan dan mujizat iman yang terjadi di dalam kehidupan kita. Juga hati kita megakui pekerjaan Tuhan bahwa Dialah yang melakukan peperangan rohani itu. Tuhan sudah memberikan kemenangan melalui Yesus di kayu salib kepada kita sehingga jika kita menaati Tuhan, maka kita dapat menikmati kebahagiaan dan kagum atas kemenangan itu.

Kekalahan dalam peperangan rohani disebabkan gagal dalam kehidupan iman dan ketaatan di hadapan Tuhan. Jika tidak taat di hadapan Tuhan dan tidak mengetahui kehendak-Nya maka kita kalah dalam peperangan rohani. Oleh karena itu menerima pimpinan Roh Kudus sangatlah perlu.

Pimpinan Roh Kudus yang Paling Kuat Adalah Hadirat Tuhan.

Sekarang kita melihat bagaimana Musa menyelesaikan masalah dengan cara Tuhan. Musa membuang perhiasan dan berdoa dengan mempertaruhkan hidup di hadapan Tuhan. Dia mulai berdoa dengan memegang janji Tuhan dan berkat Tuhan supaya Tuhan memberikan hidup kepadanya. Dia mau menaati jalan Tuhan.

Isi doa Musa singkat, “Tuhan bagaimana Engkau memimpin jalanku? Aku ingin mengetahui jalan-Mu lebih dari pada rencanaku dan keinginanku. Aku juga ingin mengetahui bagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel masuk ke tanah yang diberkati oleh karena orang Israel. Apa yang harus kami lakukan supaya Tuhan menyertai kami?

Zaman ini lebih mengejar sesuatu yang bisa dipegang tangan kita secara nyata daripada hadirat Tuhan yang menyertai kita. Ketika orang lian melihat hal seperti itu mereka kagum dan berkata: Hebat! Tetapi justru sesuatu yang sangat hebat adalah jika Tuhan menyertai kita selama-lamanya. Sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan dapat habis. Akan tetapi Tuhan menyertai kita, Tuhan mendukung kita dan terus-menerus memimpin jalan kita dan Jehovah Jireh menyertai kita.

Pada saat kita memerlukan kesehatan akan diberi kesehatan, memerlukan harta benda akan diberi harta benda, memerlukan kebijkasanaan akan diberi kebijaksanaan, memerlukan mujizat akan diberikan mujizat. Jika ingin melihat pekerjaan-Nya, Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya kepada kita melalui iman. Yang paling penting adalah Tuhan menyertai kita.

Walaupun keadaan sulit jika Tuhan menyertai, maka kita sudah menang. Meskipun keadaan baik jika hadirat Tuhan tidak ada, maka pekerjaan Tuhan tidak nyata karena Tuhan tidak menyertai kita sehingga kita dapat jatuh. Apa yang dilakukan tergantung waktu-Nya. Tuhan menjawab doa Musa, “Saya akan menyertai engkau. Alangkah hebat jawaban-Nya. Itulah pimpinan Roh Kudus.

Bagaimana kehidupan Anda sehari-hari saat dipimpin oleh Roh Kudus? Berapa lama kehidupan iman Anda dipimpin oleh Roh Kudus? Kehidupan iman yang dewasa penting tetapi Alkitab berkata bahwa tidak ada kehidupan iman yang berhasil kalau hidup keagamaan kita tidak benar. Berapa lama kita berada di dalam hadirat Tuhan, itulah yang menjadi fokus Tuhan. Orang Israel yang menjadi tawanan perang menderita dan menghadapi kesulitan. Tapi cobalah berpikir, Tuhan menghitung waktu orang Israel dengan apa? Tuhan tidak menghitung kehidupan orang Israel selama di padang gurun selama 40 tahun, tetapi berapa lama Tuhan menyertai mereka.

Pengalaman kehidupan iman dihargai pada waktu berapa lama Tuhan menyertai kita. Jika kita tidak mempunyai saat-saat di mana Tuhan menyertai kita, sebenarnya kita tidak mempunyai arti dalam kehidupan ini. Begitu pula dengan kehidupan berdoa. Coba renungkan berapa lama kita berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat menyebut “Tuhan dalam berdoa, jika kita benar-benar berdoa dalam hadirat Tuhan, maka akan muncul mujizat yang dahsyat.

Pimipinan Roh Kudus Melalui Pujian

Kita perlu berpikir tentang pujian. Jika kita berdoa dalam hadirat Tuhan dan mulai menerima firman Tuhan, maka pengurapan Roh Kudus akan turun. Sesuai dengan firman kita akan mengalami kehadiran Roh Kudus melalui doa dan pujian. Itulah alasannya kita menaikkan pujian. Roh Kudus hadir pada saat berdoa, dalam puji-pujian dan firman.

Secara pribadi atau kelompok cara yang paling baik untuk dapat masuk lebih dalam di dalam hadirat Roh Kudus adalah melalui pujian. Kitab Mazmur menjelaskan kepada kita tentang hadirat Tuhan di dalam pujian mereka begitu jelas terlihat. Pada saat mengajar di sekolah teologi saya pernah mengajar tentang tafsiran Perjanjian Lama melalui kitab Mazmur. Perasaan dan pengalaman yang dialami oleh Daud saat memuji, mengakui dan merasakan hadirat Tuhan sebagaimana terdapat dalam kitab puisi tersebut, juga saya alami pada saat saya mengajarkan firman dalam kitab Mazmur. Walaupun masih dalam suasana belajar, murid-murid mengalami pertobatan sambil menangis dan berseru dengan segenap hati.

Hati orang yang pernah bertemu dengan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang takut akan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang memuji Tuhan adalah hati yang seperti itu. Tetapi murid mulai menangis karena tidak mempunyai hati seperti itu pada dirinya sendiri. Mazmur bukan suatu puisi yang dibaca keyika hati senang

Hati orang yang berkenan kepada Tuhan maka pujian, pengakuan, dan renungan orang tersebut juga akan berkenan di hati Tuhan. Di dalam kitab Mazmur dinyatakan pengakuan, renungan, doa dan pujian yang berkenan kepada-Nya.

Kehadiran Roh Kudus Dalam Doa Syafaat

Saat dalam persekutuan doa, hendaklah kita fokus pada kehadiran Roh Kudus ditempat itu lebih dari pada orang yang hadir. Saya percaya walaupun hanya dua atau tiga orang berkumpul di persekutuan doa itu, Roh Kudus akan hadir dan mendukung mereka dan mengizinkan mereka berdoa di tempat itu, sehingga mereka dapat membuka takhta Allah.

Pada saat Anda melakukan kehidupan doa yang dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, mujizat yang dahsyat akan terjadi. Sampai sekarang apapun yang belum pernah Anda dengar, belum pernah Anda lihat, belum pernah Anda pikir dan belum pernah timbul dalam hati Anda, jika Anda mempercayai Roh Kudus maka semua hal akan terwujud (1 Kor. 2:9)

Pada saat Roh Kudus memimpin kita menaikkan puji-pujian maka akan terjadi pertobatan, kesembuhan penyakit dalam puji-pujian, bahkan roh-roh jahat akan keluar, sehingga kita dapat mengalami kebebasan dan sukacita yang penuh dari atas oleh karena roh dan jiwa bebas pada saat memuji dengan sukacita. Masuk dalam pujian harus dengan ucapan syukur dan sukacita. Pada saat berdoa syafaat kita harus masuk di dalam hadirat Roh Kudus dengan cara seperti itu.

Pendoa syafaat tidak hanya berkumpul menyusun topik doa, memuji Tuhan, dan kemudian berdoa dengan tekun sesuai urutan. Pada saat persekutuan dimulai, harus dapat berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat seperti itu mujizat yang dahsyat akan terjadi di tempat itu. Pada saat berdoa Tuhan sendiri yang akan menyertai. Tuhan tetap menyertai walaupun hanya 2 atau 3 orang saja yang berkumpul, yang penting adalah Tuhan menyertai seperti Tuhan menyertai 100 orang yang berkumpul. Jika 100 orang berkumpul tetapi Tuhan tidak menyertai, maka hanya merupakan orang banyak yang berkumpul melakukan sebuah program. Tetapi jika Tuhan hadir, percayalah semua program yang telah ada akan diubah menjadi program Tuhan.

ORANG YANG MEMILIKI VISI

Yang kedua, pemimpin persekutuan adalah orang yang harus memiliki visi. Di dalam Alkitab, pendoa yang dipimpin oleh Tuhan semuanya adalah orang yang memiliki visi. Pendoa dapat memegang visi Tuhan. Berapa lama persekutuan doa dapat berlangsung tergantung pada visi. Walaupun sudah berdoa selama hidup, tetapi jika visinya salah maka visi pun tidak terwujud.

Ada orang mengikuti persekutuan doa supaya bisa berdoa untuk masalah pribadi tetapi setelah mendapat jawaban semangat doanya hilang. Mengapa hal itu terjadi? Memang kita mempunyai masalah pribadi, tetapi yang penting adalah visi. Walaupun ada anggota tim doa syafaat yang meninggal dunia, tetapi jika tim itu masih ada, tim itu harus memegang visi Tuhan yang besar supaya bisa berdoa sampai Tuhan datang.

Harus Berdoa Dengan Visi

Jika orang berdoa dengan visi, masalah tidak menjadi persoalan. Misalnya masalah kesehatan, masalah anak, masalah keluarga, dan masalah materi (harta benda) dan siapapun bisa mempunyai masalah tersebut. Pada saat mendoakan masalah itu, bagaimana jika bertemu dengan pemimpin yang mempunyai visi atau orang yang mempunyai visi dari Tuhan?

Pada awalnya dia akan masuk ke persekutuan doa untuk masalah kesehatannya, tetapi jika dia ikut memegang visi pemimpin tersebut maka kemuliaan Tuhan akan hadir selama dia berada di tempat itu. Pekerjaan Tuhan yang disertai dengan memegang visi selama hidup dapat menyatakan kemuliaan Tuhan. Orang yang tidak mempunyai visi adalah orang yang berpikir visi itu tidak ada hubungan dengannya, sehingga dia tidak tertarik untuk mendoakannya. Dia tidak mempunyai visi tentang doa.

Berapa kuat suatu kelompok doa tergantung dari apakah visi kelompok doa itu berasal dari Tuhan. Pada saat mendoakan pendeta kami, kami berdoa mengenai kesehatannya, roh yang dikuasai oleh Tuhan, kuasa yang dia terima dari Tuhan, dan sebagainya. Tetapi yang lebih penting adalah harus berdoa supaya Tuhan menggenapi visi yang sudah Tuhan berikan kepada pendeta kami. Juga harus berdoa kepada Tuhan mencukupkan semua keperluan.

Umat yang tidak mempunyai visi akan liar. Firman Tuhan berkata, “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat (Ams. 29:18)

Kunci supaya doa Anda menjadi kuat untuk selamanya adalah harus mempunyai visi. Zaman sekarang adalah zaman yang tidak mempunyai visi. Ada banyak orang hidup tanpa visi. Walaupun sudah percaya kepada Yesus dan menerima keselamtan, masih ada di antara mereka yag hidup tanpa visi. Bukan karena tidak mempunyai visi, tetapi karena mereka tidak mengetahui visi apa yang Tuhan beri.

Saya berharap Anda menerima dan memegang visi Tuhan supaya mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas pada zaman ini.

Pada saat berdoa dengan memegang teguh visi akan mendapatkan kekuatan untuk berdoa. Mujizat yang Tuhan berikan untuk jawaban doa akan terjadi. Pada saat memilih seorang pemimpin, sama seperti memilih orang yang mempunyai visi yang sama karena jika visinya berbeda maka kelompok tersebut dipimpin ke arah yang berlainan. Pemimpin doa syafaat di gereja harus mempunyai visi yang sama dengan visi gereja. Jadi visi gereja tersebut menjadi visinya sendiri. Orang yang tidak seperti itu tidak dapat menjadi pemimpin doa syafaat, walaupun sudah masuk ke dalam kelompok doa syafaat.

ENAM TAHAP MEMILIH PEMIMPIN YANG SESUAI DENGAN TELADAN TUHAN YESUS

Tahap Memilih

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana memilih pemimpin doa syafaat sesuai dengan Alkitab. Kita akan mempelajari melalui tahap-tahap apa saja Tuhan Yesus memilih seorang pemimpin. Dalam hal ini ada enam tahapan.

Tahap pertama adalah Tuhan Yesus memilih. Walaupun pemimpin doa syafaat dikirimkan oleh Roh Kudus, akan tetapi orang tersebut harus diuji apakah benar-benar disertai oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memanggil murid-muridnya di sekitar daerah Galilea. Tuhan Yesus berkata, “Ikutlah Aku, Aku akan menjadikanmu menjadi penjala manusia. Murid yang paling dekat dengan Tuhan Yesus adalah Petrus, Yakobus, Yohanes. Pertama 3 orang kemudian menjadi 12 orang, terus bertambah menjadi 70 orang, 120 orang dan 500 orang. Pada saat Yesus memanggil murid yang pertama dimulai dengan panggilan, kemudian menjadi pilihan. Pilihan dimulai dari panggilan, kemudian akan mendapatkan pelayanan yang sesuai sehingga dapat berbuah dengan baik di dalam pelayanan. Pilihan bukanlah hal yang sepihak.

Jika pendeta memilih Anda sebagai pemimpin doa syafaat untuk disiplin, ikutlah dengan sukarela. Tuhan akan berkenan kepada orang yang mengikuti Dia dengan sukarela. Pada saat Tuhan memilih murid-murid-Nya, mereka bukanlah orang yang hebat tetapi orang yang taat. Walaupun mereka bukan orang yang berpendidikan, tetapi Tuhan melihat kemungkinan bahwa mereka dapat menjadi orang yang mendirikan Kerajaan Surga di mana saja, karena mereka lebih mudah untuk diajari dan disiplin untuk taat melakukan kehendak-Nya.

Tahap Mengajar

Tahap yang kedua adalah mengajar. Tuhan mengajar mereka yang sudah dipilih. Pada saat mengajar mereka Tuhan memberikan kuasa dan memperlihatkan mujizat. Tuhan mengutus mereka dan merasa heran akan mujizat itu dan berkata, “Hal itu tidak hanya Aku saja yang dapat melakukan, kalian juga bisa melakukannya seperti yang Aku lakukan di dalam nama-Ku. Tuhan mengutus mereka untuk memberitakan Injil kerajaan surga dengan memberi kuasa untuk memulihkan orang yang sakit dan yang lemah serta mengusir setan dari orang yang kerasukan. Para murid pergi dan melakukan semuanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan kemudian sesuatu terjadi. Lalu mereka kembali dengan semangat yang tinggi. Mereka yang dulu diam, sekarang berbicara tentang pelayanannya masing-masing dengan semangat yang menggebu-gebu.

Tuhan bertanya kepada mereka, “Apa yang dikatakan orang setelah melihat pelayanan kalian? Menurut kata orang siapa Anak Manusia itu? Murid-murid-Nya menjawab: “Ada yang berkata salah seorang nabi, ada juga yang berkata Elia, yang lain berkata Musa yang dibangkitkan. Tuhan Yesus bertanya lagi kepada mereka, “Tetapi menurut kalian sendiri siapa Aku ini? Pada saat itu Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “Sebab bukan manusia yang memberitahukan hal itu kepadamu, melainkan Bapa yang di surga. Alangkah baiknya jawaban Petrus.

Setelah orang-orang didisiplin dan dididik, kemudian mereka dapat mempraktekkan pelayanan yang diberikan kepada mereka. Sama seperti itu dalam disiplin doa syafaat seorang pemimpin tidak boleh membiarkan hanya dengan perkataan, “Berdoalah dengan keras! atau “Hadirlah dalam persekutuan doa syafaat. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengajar. Kedua bagaimana memimpin kelompok doa dengan baik dan mendalam. Tuhan Yesus todak memaksa, juga tidak mencela kalau tidak berdoa. Murid-murid melihat dan melakukan teladan yang ditunjukkan Yesus dalam berdoa. Doa syafaat juga harusa diajarkan. Tidak ada gunanya kalau kita hanya berkata, “Ayo masuk dalam hadirat Roh Kudus. Tetapi kita harus mengalami hadirat Roh Kudus secara langsung. Ketika kita menga jar, “Kita harus masuk ke hadirat Roh Kudus melalui pujian, kita harus menolong murid untuk mengalami hadirat Roh Kudus melalui pujian secara langsung. Yesus tidak memaksa mereka untuk mengikuti Dia, tetapi menunjukkan teladan-Nya.

Tahap Pengabdian

Ketiga adalah tahap pengabdian. Tuhan memilih, mengajar dan memberi teladan kepada para murid. Kenudian Tuhan Yesus meminta pengabdian mereka. Dalam mengabdi yang paling penting adalah mempunyai motivasi mengapa kita berdoa syafaat? Siapa yang dapat berdoa syafaat? Kita semua dapat melakukannya. Kita semua mempunyai kemampuan untuk berdoa syafaat. Memang ada harga yang harus dibayar dalam mengikut Tuhan. Secara manusia hal itu merugikan, tetapi kita harus berserah untuk hal itu. Membayar harga dalam mengikuti kehendak Tuhan adalah sebuah pengabdian. Serahkanlah dirimu. Siapa yang dapat melakukan hal ini? Yaitu orang yang mempunyai visi. Karena dengan mempunyai visi mereka dapat mengikuti jalan Tuhan da n membayar harga. Bagaimana murid-murid dapat mati sahid, mati di kayu salib dengan cara terbalik sambil memuji Tuhan? Karena mereka mempunyai visi yang mulia yang lebih berharga dari pada hidup mereka sendiri. Oleh karena itu mereka berlari menuju visi yang mulia.

Mengapa berdoa syafaat. Saya percaya pekerjaan Tuhan akan terjadi jika ada visi. Pada zaman ini, yang penting adalah visi bagaimana caranya memberi pengharapan untuk masa depan kepada orang yang tersesat. Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Oleh karena itu. Jika kita memegang teguh visi untuk hidup bersama Tuhan Yesus, maka hal itu akan mengubah seluruh kehidupan kita. Tetapi ada orang yang berpikir bahwa jika ia mati pasti masuk surga dan hidup kekal. Oleh karena itu dia hanya memfokuskan pada visi tersebut. Kemudian dia hanya menghadiri kebaktian dengan tekun saja. Jika orang seperti itu mendapat penderitaan, mereka tidak bisa maju.

Selain itu, yang Tuhan inginkan dari saya adalah melakukan pelayanan dengan baik dan memberikan kemuliaan kepada Tuhan, serta melakukan visi kekal yang diberikan Tuhan kepada saya sehingga dapat menyimpan harta di surga selama hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, apa yang menjadi visi kita di dunia harus senantiasa dipegang.

Ada visi untuk satu bulan, satu tahun dan juga selama hidup. Saya harap Anda benar-benar memegang visi tersebut. Tuhan akan memberikan visi kepada Anda. Anda harus mempersiapkan diri dan mau membayar harga supaya dapat mengikut Yesus. Jika Anda tidak mempunyai pengabdian untuk taat seperti yang Tuhan inginkan maka Anda tidak dapat melakukan tugas pelayanan dengan baik.

Tahap Mandat

Tahap yang keempat adalah mandat. Tuhan Yesus memberikan mandat kepada pelayan-Nya. Mandat untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan Tuhan menyertai. Kemudian Tuhan memberikan kuasa kepada mereka supaya dapat menginjili dengan berani. Tanda-tanda ajaib mengikuti pekerjaan Tuhan itu ketika mereka menggunakan kuasa dan otoritas dalam nama Yesus Kristus sehingga ketika mereka berdoa mujizat Tuhan terjadi. Mandat yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya bukan merupakan mandat yang berisi program latihan yang membutuhkan proses beberapa minggu, melainkan mandate untuk mengikuti kehendak Tuhan dengan kesiapan diri dan mau membayar harga, supaya dapat mewujudkan tugas yang Tuhan berikan.

Visi yang Tuhan berikan selama hidup pada zaman ini harus sesuai dengan panggilan dan mau menerima ajaran melalui firman Tuhan. Mulai saat itu Tuhan memberikan mandat kepada kita. Mandat adalah menerima tugas atau pekerjaan. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada orang yang setia dalam pekerjaan yang kecil sampai yang besar. Jika Anda terlatih, maka Anda akan menerima mandat berupa tugas pekerjaan yang Tuhan inginkan untuk diwujudkan. Pada saat seseorang menerima tugas pekerjaan itu, ia akan langsung berkata, “Tuhan, siapakah saya, manusia yang lemah, mengapa Tuhan berikan tanggung jawab itu pada saya.

Begitu pula dengan pendoa syafaat, dapat berbicara seperti ini, “Saya berdoa untuk orang lain dengan tekun dan terus-menerus, sehingga Tuhan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin kelompok doa syafaat. Mulai sekarang hal itu membutuhkan dukungan doa dari kelompok doa syafaat dan juga memerlukan doa kesehatian untuk tim doa. Jika kita dapat melakukan tugas yang Tuhan berikan mulai saat itulah kehidupan kita berubah.

Tahap Mengawasi dan Penafsiran

Tahap kelima adalah mengawasi dan penafsiran. Pada saat mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan, yang penting adalah mengawasi pendoa syafaat sambil menerima pimpinan dari Tuhan. Pemimpin harus dapat mengajar bagaimana tim doa syafaat melakukan kehidupan iman mereka dan bagaimana mereka dapat dipimpin oleh Tuhan.

“Kemudian kutujuh puluh itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu “ Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh jahat takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga (Luk. 10:17-20).

Jadi, pada saat murid kembali dari penginjilan Yesus mengevaluasi apakah mereka melakukan kesalahan dalam penginjilan dan apakah mereka menginjili dengan cara yang betul atau tidak.

Tahap Pelipatgandaan

Tahap keenam adalah pelipatgandaan. Untuk mengetahui pohon itu baik atau tidak hanya dapat dilihat dari buahnya. Sama halnya dengan pelipatgandaan, bagaimana cara membuat orang lain menjadi seperti kita sendiri. Pemimpin harus mendoakan banyak orang sebagaimana mendoakan diri sendiri supaya dapat mengalami karya Tuhan dan mengabaikan diri. Dan juga harus mendidik orang-orang tersebut dalam kelompok doa syafaat.

Saya harap Anda mempunyai kuasa sehingga dapat berdoa lebih kuat daripada orang lain yang hanya berdoa supaya dapat dilihat orang. Tidak hanya mempunyai keahlian dan menyimpannya untuk diri sendiri, tetapi harus terus-menerus membagikan kepada orang-orang yang mempunyai kemauan untuk hal tersebut sehingga semakin bertambah jumlah orang dalam tim doa syafaat, supaya dapat dipakai untuk zaman ini. Percayalah akan hal itu.

ORANG YANG BERIMAN

Ketiga, dasar sebagai pendoa syafaat adalah orang yang beriman. Di dalam Alkitab ciri-ciri khusus orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang memiliki iman. Seperti tertulis dalam kitab Ibrani, “Tetapi tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani. 11:6) Jadi, bertindak dengan iman dapat menyenangkan hati Tuhan. Dalam kitab Roma 14:23 tertulis,Tetapi barangsiapa yang bimbang kalau dia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Di ayat tersebut tertulis, Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Ini bukti bahwa jika kita tidak mempunyai iman kita berdosa. Bukti itu dinyatakan setelah manusia jatuh dalam dosa sampai sekarang.

Sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa mereka mempunyau keturunan yaitu Kain dan Habel. Sejak kecil mereka sudah beribadah kepada Tuhan. Walaupun Kain dan Habel bersama-sama beribadah kepada Tuhan, tetapi Tuhan lebih senang kepada persembahan Habel dan menolak persembahan Kain. Padahal Kain mempunyai orang tua sama dengan Habel. Mereka sama-sama dilahirkan dari orang tua yang sama dan beribadah kepada Tuhan juga bersama-sama.

Mengapa Tuhan menerima persembahan dari seseorang dan menolak persembahan yang lain? Karena yang satu memberi persembahan hanya menurut adat-istiadat agama dan secara formal dan tidak ada artinya sama sekali. Sedangkan yang lain memberi persembahan dengan iman. Persembahan yang kita berikan harus seperti persembahan Habel, bukan seperti Kain. Persembahan seperti itulah yang diterima oleh Tuhan.

Jika Tuhan menerima persembahan Anda, Tuhan akan memberikan damai sejahtera, kebahagiaan, iman untuk kesembuhan dan penghiburan. Seperti itulah pekerjaan Tuhan akan terjadi sehingga Anda sangat bersukacita jika Tuhan menerima persembahan Anda.

Apabila setelah bertemu Tuhan, memuji dan menyembah-Nya, tetapi hatinya masih berbeban berat dan perasaannya kacau balau, itu berarti masih ada yang salah. Dunia ini memang semakin hari menjadi semakin sulit tetapi kehidupan iman dalam hati kita harus terus maju. Yang penting adalah iman. Jika kita mempunyai iman maka dapat menyenangkan Tuhan. Tuhan melakukan pekerjaan melalui orang yang menyenangkan hati-Nya dan Tuhan akan lebih mengasihi mereka.

Adakalanya kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita senang tetapi ada pula orang yang membuat jengkel. Tuhan adalah Pribadi dan menyertai orang yang menyenangkan diri-Nya dan lebih melakukan pekerjaan-Nya melalui orang seperti itu. Alasannya adalah orang yang beriman akan melakukan pekerjaan Tuhan. oleh karena itu orang yang menyenangkan Tuhan harus berada dalam kelompok doa syafaat.

Apakah Menyatakan Kebenaran Tuhan?

Orang yang menyenangkan Tuhan harus mengikuti kebenaran dasar. Jangan sampai menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi harus mengutamakan kebenaran Tuhan. Apa saja yang dilakukan harus memancarkan kemuliaan Tuhan. Orang yang berdoa mudah bersalah karena menonjolkan dirinya. Pada saat penyakit seseorang disembuhkan dan sukacita melimpah, kita harus memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.

Ketika kelompok doa sudah berkembang menjadi besar, seorang pemimpin jangan berkata seperti ini, “Banyak orang masuk karena saya yang mempimpin kelompok itu dengan baik walaupun dia memang sudah melaksanakan peranannya dengan baik. Seharusnya pemimpin tersebut berkata seperti ini “Siapakah saya, Tuhanlah yang mendatangkan banyak orang supaya kehendak-Nya digenapi. Tuhanlah yang lebih banyak melakukan pekerjaan-Nya. Orang yang beriman tidak memperlihatkan kebenaran dirinya sendiri, tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan saja.

Pada zaman ini sulit untuk hidup beriman, karena kebenaran manusia lebih banyak muncul daripada kebenaran Tuhan. Nyatakanlah kebenaran Tuhan, tinggikanlah Tuhan. Meskipun kita memiliki kekurangan dan kelemahan, tetapi Tuhan akan mnyertai kita. Walupun seseorang hebat, pintar dan dipakai secara dahsyat di hadapan Tuhan, tetapi jika menonjolkan dirinya sendiri Tuhan tidak akan menyertai dia. Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya dalam kelompok melalui orang yang beriman. Di dalam kitab Yakobus 5:16 tertulis, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa orang yang sesuai dengan kehendak Al lah akan menyatakan kebenaran Tuhan dan Tuhan akan berkenan kepada orang itu.

“Kamu adalah orang yang benar. Ada orang yang menerima pengampunan dosa melalui kuasa darah Yesus Kristus dan tidak melupakan berkat dan karunia yang telah diterimanya, sehingga ingin memberikan hidup untuk kemuliaan Tuhan dengan sukacita dan haru. Kelompok yang anggotanya adalah orang-orang seperti itu, jika berkumpul bersama untuk berdoa, maka mujizat akan terjadi. Apabila kebenaran Tuhan ditonjolkan maka tidak akan ada pertengkaran, cemburu dan iri hati.

ORANG YANG TEKUN BERDOA

Syarat keempat untuk pemimpin kelompok doa syafaat adalah kehidupan doa pribadi yang kuat. Kehidupan doa pribadi harus dipertahankan. Kita bukan pendoa yang berdoa untuk persekutuan doa syafaat. Secara pribadi kita harus bergaul terus menerus dengan Tuhan melalui doa paling sedikit satu jam sehari.

Di dalam Matius 26:36, ada kejadian bahwa Yesus berdoa di taman Getsemani. Yesus pergi bersama dengan murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Yesus pergi sedikit lebih jauh dari mereka lalu tersungkur ke tanah dan berdoa tentang penyaliban-Nya. Setelah berdoa Yesus kembali kepada murid-murid-Nya dan melihat mereka tertidur. Lalu Dia berkata, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan-Ku? Kemudian Dia berkata lagi, “Berjaga-jagalah dan berdolah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Hal ini berarti kita harus berdoa satu jam sehari secara pribadi.

Kita dapat belajar tentang kebenaran yang harus kita doakan setiap saat supaya tidak mengalami pencobaan. Karena jika kehidupan imannya tidak benar maka banyak orang jatuh dalam pencobaan walaupun telah berdoa syafaat dengan tekun. Untuk dapat mencapai tahap melayani Tuhan dengan sukacita kita harus dapat berdoa sebagai anggota kelompok di kelompok doa syafaat. Pemimpin harus seperti itu. Keberadaan seorang pemimpin harus ditentukan dengan iman dan jiwa yang baik begitu pula dengan anggota kelompok.

Dalam kitab 1 Samuel 12:23-24 tertulis, “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Hanya takut akan Tuhan dan setelah beribadah kepadaNya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah betapa besarnya hal-hal yang dilakukannya di antara kamu. Di sini Samuel berkata, “jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu Jika orang yang beriman tidak berdosa di hadapan Tuhan dengan berhenti berdoa bagi orang lain; seperti berdoa bagi keselamatan keluarganya, orang yang lemah di dalam keluarganya, tentang iman, maka doanya akan dijawab. Percayalah pada firman Tuhan itu. Meskipun k ita rindu doa-doa kita dijawab tetapi seringkali kita berdosa karena tidak terus-menerus mendoakannya. Pada saat orang yang percaya bangkit dan berdoa terus menerus bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, maka mereka (orang-orang yang tidak percaya) akan datang kepada Tuhan. Tuhan menjawab doa orang yang berdoa. Orang-orang tersebut mau datang kepada Tuhan dan berubah bukan karena kekuatan manusia tetapi kuasa Tuhanlah yang mengubahkan mereka dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi.

Doa yang tidak putus-putusnya dinaikkan di hadapan Tuhan bagi keluarga kita, maka Tuhan akan menggenapi pekerjaan-Nya atas keluarga kita. Pada saat terus-menerus berdoa bagi bangsa dan negara supaya kehendak Tuhan digenapi, Tuhan akan menjawab doa kita. Inilah alasan melakukan kehidupan doa pribadi yang tekun di mana doa tersebut akan diwujudkan.

Cara Hidup Dalam Doa

Jika demikian bagaimana seharusnya hidup dalam doa. Kita harus berdoa di dalam hadirat Roh Kudus. Cara yang paling baik adalah masuk di dalam hadirat Roh Kudus kemudian baru berdoa. Mujizat yang hebat akan terjadi pada saat kita masuk lebih dalam di hadirat Tuhan dan bergaul dengan-Nya melalui doa, baik berdoa di dalam hati maupun dengan suara keras, tetapi semua harus berfokus pada Tuhan. Memuji Tuhan juga harus berfokus kepada-Nya, tidak peduli siapa yang datang di sebelah kita. Semuanya, baik hati dan pikiran harus tertuju kepada Tuhan. Pada saat seperti inilah mujizat Tuhan akan dinyatakan.

Pada saat saya mulai memuji dan masuk hadirat Tuhan maka hati, pikiran dan semua yang ada pada saya seperti dikendalikan oleh Tuhan dan saya mulai berdoa kepada-Nya. Hanya di hadirat Tuhanlah tempat bertemu dengan Allah yang hidup. Puji-pujian yang sungguh-sungguh kepada Tuhan juga diperlukan, yaitu saat kita memuji dengan sepenuh hati saat masuk dalam hadirat-Nya. Tuhan juga dapat mengubah kita melalui puji-pujian yang sungguh-sungguh di hadirat Roh Kudus.

Tuhan menyuruh kita untuk memuji dan masuk di dalam doa, kemudian mulai menghancurkan setan yang kuat. Mulai saat itulah peperangan rohani dilakukan. Jika kita masuk dalam hadirat Tuhan melalui puji-pujian dan Roh Kudus hadir, maka Roh Kudus akan melakukan pekerjaan-Nya. Sementara kita berdoa, Roh Kudus juga akan membimbing kita untuk melakukan bagian kita.

Kebahagiaan hidup dan kepuasan jiwa saya dapatkan pada saat berdoa dalam hadirat Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus yang masuk dalam hati saya dinyatakan di dalam kehidupan doa pribadi. Jika tidak mempunyai kehidupan doa secara pribadi maka akan mendapatkan kesulitan di dalam doa bersama dengan orang lain. Oleh karena itu kita harus mempunyai kehidupan doa pribadi yang baik.

Walaupun kita dapat berdoa bagi diri kita sendiri tetapi kita tetap memerlukan orang lain untuk mendukung kita dalam doa. Tidak ada seorang pun yang selalu dapat mempertahankan dirinya sendiri. Pada saat ada orang yang mendukung seseorang melalui doa maka orang tersebut dikuatkan kembali atau kehidupan rohaninya dipulihkan. Orang tersebut dapat mengalami pemulihan meskipun orang yang berdoa tersembunyi. Oleh karena itu kita harus saling mendoakan.

ORANG YANG SUDAH DEWASA SECARA ROHANI

Kelima. Pemimpin doa haruslah seorang yang sudah dewasa rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani harus berdoa syafaat. Menurut 1 Korintus 2:13-14 dan 1 Korintus 13:11 dapat diketahui siapakah orang yang sudah dewasa secara rohani. Orang yang sudah dewasa adalah orang yang bisa menjaga orang lain. Di dalam 1 Korintus 3:1-3 ada tiga macam orang, yaitu orang yang belum diselamatkan, orang Kristen yang masih hidup menurut keinginan duniawi dan orang Kristen yang dipimpin Roh Allah. Orang yang belum diselamatkan tidak menerima dan mengerti karya Roh Kudus.

Siapakah orang yang masih hidup menurut keinginan duniawi? Orang yang telah menerima keselamatan tetapi masih hidup menurut keinginan duniawi, secara rohani masih seperti anak kecil oleh karena itu tidak bisa makan makanan orang dewasa, hanya bisa makan makanan bayi karena ia belum cukup kuat untuk mencerna makanan orang dewasa. Tetapi orang yang dewasa rohani mempunyai hikmat Tuhan dan dia mengerti pekerjaan Tuhan yang diberikan kepadanya untuk dilakukan. Di dalam Alkitab dikatakan, “Orang yang rohani bisa mengerti hal-hal rohani dan bijaksana dan orang lain mengetahui kerohaniannya.

Apa ciri-ciri anak kecil? Anak kecil (bayi) tidak bisa memikirkan orang lain, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Pada saat bayi buang air besar atau kencing, dia hanya menangis saja, itu sudah cukup baginya karena orang dewasa yang menggantikan popoknya. Jika lapar dia menangis lagi dan orang dewasa membawa makanan dan menyuapkan makanan. Setelah bayi itu menjadi besar dia dapat makan sendiri.

Bayi memikirkan diri sendiri, begitu pula dengan bayi rohani. Dapat makan sendiri adalah suatu proses perkembangan menjadi dewasa. Orang dewasa dapat makan nasinya sendiri maupun menyuapkan nasi kepada orang lain. Demikian juga dengan doa. Ketika bayi rohani mendoakan saya, dia tidak tahu kalau doanya salah. Tetapi setelah saya ajari tentang firman Tuhan dan membimbingnya secara rohani, maka rohaninya menjadi berkembang sehingga dapat membaca firman Tuhan dan menyadari kesalahan dia dulu. Dia dapat makan nasinya sendiri.

Bukti dari sebuah pemrosesan terjadi pada saat mendengar firman Tuhan ia menerima anugrah, memuji dan bersukacita. Jika hal itu terus menerus terjadi tahap demi tahap, maka ia menuju kedewasaan sehingga dia dapat mengajar orang lain atau memimpin pujian dan doa.

Dan kita semua harus mencapai tahap kedewasaan rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani dapat melakukan pekerjaannya sendiri dan menjaga kehidupan imannya maupun membimbing kehidupan iman orang lain dan menjaga orang lain. Tetapi seorang pemimpin di sebuah kelompok doa yang memiliki anggota yang sudah dewasa dan meminta dirinya terus menerus didoakan maka kelompok doa ini tidak dapat berjalan baik. Apabila orang-orang diminta hanya untuk mendoakan pokok yang sama terus menerus seperti, “Tolong soakan supaya saya mengerti firman Tuhan, jika hal ini dilakukan setiap saat maka kelompok doa tersebut tidak dapat berjalan baik. Oleh sebab itu kita harus mempunyai mata rohani yang dapat melihat hal-hal rohani dan tidak hanya memiliki mata jasmani yang hanya bisa melihat hal-hal yang terlihat.

ORANG YANG BISA MEMBIMBING DAN MEMBENTUK PERSEKUTUAN DOA

Keenam, pemimpin persekutuan doa adalah orang yang dapat membentuk persekutuan doa, menghibur dan membimbing anggota-anggota persekutuan doa itu. Membentuk artinya memimpin mereka bukan dengan membuat aturan sendiri lalu dimasukkan ke dalam kelompok doa untuk dipakai sebagai pedoman untuk memimpin mereka berdoa.

Setan sangat membenci kelompok doa syafaat. Seseorang berkata jika dia adalah setan, dia akan mengikuti orang yang berdoa syafaat tersebut dan menghancurkan kelompok doa syafaat. Karena pendoa syafaat adalah orang-orang yang menghancurkan kerajaan setan dan membangun kerajaan surga. Oleh karena itu kelompok doa syafaat sering menerima serangan setan.

Seseorang yang sedang berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam kelompok doa, tiba-tiba suatu hari dia sulit untuk berdoa. Jangan menuduhnya bahwa dia belum dewasa atau tidak memiliki kehidupan doa pribadi, tetapi harus menghibur dia dan terus menerus berdoa untuknya. Pemimpin doa harus sering datang membimbing dan menghiburnya. Jika ada seseorang yang jatuh dalam kelompok doa, kita harus berdoa bersama untuk orang itu. Cara terbaik adalah berdoa secara bersama-sama dan dia berdiri di tengah kelompok dan meminta kepenuhan Allah.

Jika orang diurapi dan berdoa dengan sehati maka pekerjaan Tuhan akan digenapi. Orang yang masuk di dalam kelompok doa syafaat tidak boleh tinggi hati. Ia harus minta dukungan doa terus menerus. Jika ada orang yang hanya berdoa untuk orang lain, dia adalah orang yang bermasalah. Saya selalu meminta dukungan doa untuk anak saya, keluarga saya dan diri saya sendiri. Setiap saat saya bisa mendapat serangan yang keras dari setan, oleh karena itu saya meminta dukungan doa untuk dilindungi dan saya juga terus menerus berdoa.

Kita dapar membentuk persekutuan doa untuk menghibur dan membimbing jika mendapat kebijaksanaan dan kuasa dari Tuhan

ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA SECARA ROHANI

Ketujuh, pemimpin harus menjadi orang yang dapat dipercaya. Kepercayaan duniawi diperlukan, tetapi yang terpenting adalah kepercayaan rohani. Orang yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh adalah orangnya Kristus. Orang tersebut dapat menjadi korban untuk kemuliaan Tuhan. Itulah kepercayaan rohani, walaupun tubuhnya hancur tetapi pekerjaan Tuhan akan digenapi kepada orang yang melakukan kehendak Tuhan.

Pada saat menginjili saya menjadi apa saja untuk dapat menolong dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Jika kita berdoa seperti itu jiwa itu akan menerima keselamatan. Jika suatu benih tidak ditaburkan maka tidak dapat menghasilkan banyak buah. Oleh karena itu milikilah kepercayaan yang berasal Tuhan.

Orang mempunyai banyak kesalahan tetapi tetap dikasihi oleh Tuhan dan dia mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan menutup semua kesalahannya. Tuhan memakai kita bukan karena kita sempurna. Jika kita dapat mengetahui orang itu sangat mengasihi Tuhan, maka orang lainpun akan yang mengasihi Tuhan dan mengikuti-Nya. Jika seseorang pada saat menyembah Tuhan di gereja motivasinya hanya mencari kasih Allah dan berkat Tuhan saja, maka Tuhan tidak akan memberikan kepercayaan kepadanya. Pemimpin kelompok doa syafaat haruslah orang yang diakui dan dapat dipercayai Tuhan. Jika demikian mulailah berdiri dalam otoritas rohani.

ORANG YANG BISA MEMBERI WAKTU

Terakhir, yang kedelapan, seorang pemimpin adalah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan doa. Sebagai pemimpin harus dapat memberikan waktu yang cukup. Jika Tuhan telah memberikan berkat harta dan waktu yang dapat dipakai untuk berdoa syafaat di hadapan Tuhan, masuklah ke persekutuan doa. Apabila kita berdoa seperti itu, maka Tuhan akan menggenapi.

Memberi waktu cukup untuk persekutuan doa, .. mempunyai banyak waktu. Walaupun mempunyai banyak . Cuma jika jarang hadir di gereja. Orang yang beriman.. mengasihi Tuhan dan orang yang menghormati Tuhan, menghadiri acara gereja dengan baik. Demikian juga halnya dengan persekutuan doa. Pemimpin haruslah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan. Jika seorang pemimpin terlalu sibuk dan sering merasa khawatir karena ada janji dengan orang lain, maka orang lain juga akan sering melihat jam.

Pada saat Roh Kudus bekerja, jangan dibatasi oleh waktu, tetapi harus memberi waktu dengan sempurna untuk Allah bekerja. Walaupun seseorang sibuk, dia bisa menjadi anggota tim tetapi tidak dapat menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu pada saat mulai menjadi anggota tim, harus dapat mengatur waktu. Pemimpin juga harus dapat menepati janji dengan baik mulai dari awal sampai akhir dan dia harus selalu hadir lebih cepat di tempat persekutuan daripada anggota tim lainnya. Jika seseorang terburu-buru, dia tidak dapat menerima pimpinan Roh Kudus. Jangan lupa, jika kita mempunyai waktu untuk mencari Tuhan dan tidak terburu-buru, maka Tuhan akan memimpin kita.

Being Led by the Holy Spirit

Penulis : DR. David Yonggi Cho

Salah satu hal terpenting di dalam pelayanan bukanlah membuat rencana dengan pimpinan Roh Kudus. Meskipun berkali-kali kita merasa perlu untuk memulai suatu rencana atau proyek yang baru, tetapi kita harus menunggu sampai Roh Kudus memimpin kita. Kita harus mengikuti pimpinan Roh Kudus. Apabila Roh Kudus menggerakkan kita untuk melakukan suatu hal tertentu, maka kita harus meninggalkan rencana kita dan mematuhiNya dengan segera.

Alkitab membandingkan Roh Kudus dengan angin. Hal ini tertulis dalam Yohanes 3:8, Angin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau kemana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh. Oleh karena itu, para pendeta yang sedang melakukan pekerjaan Tuhan harus mengakui pimpinan yang kuat dari Roh Kudus.

Namun, kebanyakan para pendeta membuat rencana besar secara detail untuk pelayanan mereka tanpa membicarakannya dulu dan tanpa menaati pimpinan dari Roh Kudus. Ini salah! Rencana yang seperti itu bukan berasal dari inspirasi dan pimpinan Roh Kudus, dan rencana yang seperti itu tidak didukung oleh kekuatan Allah.

Tentu saja seorang pendeta harus membuat rencana-rencana untuk pelayanannya. Seorang pendeta juga harus membuat suatu program untuk kebaktian. Tetapi yang terpenting dari semuanya, seorang pendeta harus dipimpin oleh Roh Kudus, ia harus selalu peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan tunduk pada pimpinan Roh Kudus. Oleh karena itu, seorang pendeta harus berdoa tanpa henti. Melalui doa, seseorang harus melatih dirinya untuk berkomunikasi dengan Roh Kudus. Seorang pendeta yang tidak melatih dirinya, tidak akan mampu mengenali pekerjaan Roh Kudus sehingga ini akan meminimalisasi keefektifan Roh Kudus.

Sebagai hamba Tuhan, kita tidak boleh melupakan Roh Kudus sebagai Partner Senior kita di dalam pelayanan kita. Kita tidak dapat melayani dengan kekuatan kita sendiri. Ketika kita berdiri di belakang mimbar untuk menyampaikan Firman Tuhan, Roh Kudus harus menjadi Tuan kita. Kita harus membiarkan Roh Kudus menyampaikan pesanNya. Ketika pesan itu telah sampai, kita harus menggunakan karunia Roh Kudus. Karunia Roh Kudus yang telah diberikan Tuhan kepada kita harus dibukakan.

Selain itu, seorang pendeta harus menyampaikan pesan tersebut dengan penuh urapan diikuti dengan adanya tanda-tanda dari Roh Kudus. Hal ini tertulis dalam Markus 16:17, Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.Tanda-tanda akan menyertai pengajaran kita tentang Injil.

Kita harus merasakan karunia Roh Kudus. Jika tidak, mujizat tidak akan terjadi. Selain itu, karena karunia Roh Kudus merupakan tanda-tanda yang mengikuti pesan dari Roh Kudus, maka mula-mula kita harus berjalan dalam iman. Jika kita hanya diam, maka Roh Kudus juga akan diam, dan tidak akan ada tanda-tanda yang terlihat. Ketika kita memiliki iman di dalam Tuhan dan terus mempercayai Dia, Roh Kudus akan menolong kita dan tanda-tanda akan mengikuti pelayanan kita.

Ada satu alasan mengapa pekerjaan Roh Kudus yang ajaib dan besar tidak terjadi dalam Gereja Tuhan, seperti yang terjadi pada waktu Gereja mula-mula. Hal itu dikarenakan kita tidak bisa menaati Roh Kudus, kita tidak mengenali cara kerjaNya, meskipun Ia sedang menunggu kita dan ingin bekerja bersama kita.

Bahkan sekarangpun Tuhan ingin bekerja bersama kita dan membukakan tanda-tanda dari Roh Kudus.

Oleh karena itu, seorang pendeta harus memiliki kemampuan rohani untuk mengenali dengan peka cara kerja Roh Kudus.

Seperti kita dapat dengan mudah mengenali suara teman-teman kita di telepon, maka kita juga dapat dengan mudah mengenali suara Tuhan apabila kita memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan setiap harinya melalui renungan FirmanNya dan melalui doa doa bersama Roh Kudus.

Apabila seorang hamba Tuhan menaati Dia dan dipimpin olehNya, maka pelayanannya akan penuh semangat dan sukses besar.

Sumber: Spiritual Leadership For The New Millenium

Berdoa untuk Bangsa

Penulis : Herlianto

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Jeremia 29:7)

Pada tanggal 17 Agustus 2005, bangsa Indonesia merayakan genap 60 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi manusia, umur 60 tahun adalah umur memasuki masa lanjut usia, tapi bagi suatu negara, kelihatannya umur itu masih merupakan masa balita, apalagi kalau dibandingkan dengan kemerdekaan Amerika Serikat yang sudah 229 tahun merdeka atau kalau dibandingkan dengan kemerdekaan negara-negara tua lainnya.

Dapat dimaklumi mengapa situasi hukum di Indonesia belumlah mantab dan jalan, soalnya negeri paman Sam sendiri sekalipun dalam banyak segi aspek hukum sudah menjadi penyangga tatanan sosial, masalah hukum bukanlah sesuatu yang mudah dijadikan penyangga bangsa dan negara karena kompleksnya masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi bagi negara kepulauan di Indonesia yang memiliki begitu banyak tradisi budaya dan kesukuan dengan agama masing-masing yang berbeda-beda.

Kita masih prihatin bahwa sekalipun sudah berumur 60 tahun, kemerdekaan Indonesia belumlah berhasil menegakkan kebenaran, keadilan maupun mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Dimana-mana kita melihat ketidak adilan, money politics masih menghantui dunia kekuasaan di Indonesia. Korupsi masih dan bahkan meluas dipraktekkan oleh segenap masyarakat Indonesia. Pilkada yang merupakan pesta demokrasi masih mencoreng wajah dunia perpolitikan di Indonesia dengan kerusuhan yang terjadi dibanyak daerah yang disebabkan rasa adil masyarakat terkoyak oleh praktek perpolitikan dan perebutan kekuasaan yang tidak benar.

Dunia mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya, baik dalam komoditi pariwisatanya, kelautannya, pertaniannya, pertambangannya, potensi industrinya, apalagi sumber daya manusianya sehingga menjadi pengekspor TKI terbesar di dunia. Namun yang menjadi masalah adalah bahwa setelah 60 tahun merdeka, bangsa Indonesia belum terbebas dari individualisme dan kekayaan bangsa yang bagitu besar karena korupsi hanya dinikmati sekelompok orang dan meninggalkan sebagian besar bangsa Indonesia menderita kekurangan yang makin tahun makin akut. Pemerataan dan keadilan sosial masih menjadi mimpi sampai diumur lansia dan jurang kaya miskin masih menganga lebar.

Pada umur kemerdekaan yang ke-60 tahun, masih saja kita lihat antrian BBM dan gejolak ekonomi karena kenaikan harga BBM yang baru naik dan kabarnya akan dinaikkan lagi, suatu tragedi yang menimpa bangsa padahal perut bumi Indonesia mengandung cadangan minyak yang besar. Sebagai akibatnya, harga-harga komoditi masih terus menerus merangkak naik, pelan tapi pasti, ditengah kurs dolar Amerika yang masih tetap tinggi.

Dalam bidang kesehatan rasanya pemerataan kesehatan masih juga menjadi mimpi, adanya bayi miskin yang ditolak masuk di beberapa rumah sakit di Jakarta baru-baru ini menunjukkan dengan jelas bahwa pelayanan kesehatan masih menjadi barang asing bagi kebanyakan rakyat Indonesia. Kita patut prihatin bahwa penyakit-penyakit mematikan semacam yang disebabkan oleh flu-burung, demam berdarah, masih terus saja mengintai.

Pendidikan lebih lagi kelihatannya masih parah. Kalau dahulu pendidikan rasanya begitu murah dan bisa dinikmati sebagian besar rakyat yang mau belajar, sekarang makin menjauh dengan adanya komersialisasi pendidikan, uang masuk yang cukup tinggi, dan komersialisasi pengadaan paket buku. Sungguh merupakan keprihatinan bangsa bahwa sekalipun Indonesia sudah mencapai umur kemerdekaan yang lanjut soal ini bukannya makin menjadi baik tetapi makin parah.

Keamanan belum dirasakan oleh banyak orang, perang antar warga, demo-demo menuntut keadilan, sampai teror-teror bom, masih saja menjadi duri bagi bangsa Indonesia, sehingga pembangunan tidak bisa berjalan dengan lancar. Banyak daerah di Indonesia masih bergejolak karena masalah konflik SARA, bahkan beberapa daerah memiliki potensi berusaha memisahkan diri. Rasanya keamanan masih jauh dari jangkauan bangsa Indonesia.

Dalam hal kerukunan agama ternyata bangsa Indonesia masih perlu banyak berbenah. Tumbuhnya fundamentalisme dan radikalisme agama makin mencoreng semangat kerukunan beragama yang selama ratusan tahun sebenarnya sudah dialami di bumi Nusantara ini. Kasus perusakan dan pembakaran rumah-rumah ibadah, bukan saja antar agama yang berbeda, tetapi juga melibatkan agama yang sama namun memiliki penafsiran aliran yang berbeda, masih sering dan sampai kini masih terus terjadi.

Semua hal itu masih menjadikan negara Indonesia sebagai negara pra-sejahtera bagi sebagian besar penduduknya, sekalipun sebagian kecil menikmatinya secara berkelimpahan. Indonesia terbilang sebagai negara beragama, namun mengapa agama dan ekonomi rakyatnya masih belum sejahtera?

Sampai dimanakah peran para pemimpin agama, kotbah-kotbah mereka dan pelayanan agama? Agama selama ini masih menjadi mimbar pelipur lara dan kurang greget memberantas koruptor dan korupsi di Indonesia. Apakah di Indonesia diperlukan kelahiran kembali Karl Marx yang pernah mengkritik agama sebagai candu bagi masyarakat ? Agama yang sering dijadikan obat pembius untuk mengatasi penyakit masyarakat, padahal potensi agama sebenarnya sangat besar sebagai obat penyembuh suatu bangsa.

Umat Kristen terpanggil untuk berdoa dan berusaha bagi bangsanya, bangsa Indonesia, dan mengisi kemerdekaan itu dengan kerja keras dan pengabdian. Bagi mereka yang bekerja sebagai politikus, rasa keadilan dan kejujuran harus menjadi semangat untuk melayani sesamanya dan bukannya mengejar kekuasaan dan uang demi kenikmatan sendiri. Bagi para pengusaha seharusnya mereka selalu takut akan Tuhan sehingga menjalankan bisnisnya secara jujur demi kemajuan ekonomi bangsa Indonesia yang mensejahterakan rakyat.

Bagi para pendidik, mereka terpanggil untuk memberi pendidikan yang baik dan terjangkau bagi semua orang agar negara dan bangsa Indonesia maju pendidikannya dan berdampak bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Bagi rohaniwan, mereka terpanggil untuk menyadarkan umatnya agar prinsip kasih kepada sesama, keadilan dan kejujuran bisa menjadi nafas hidup bangsa Indonesia yang terbilang mayoritasnya beragama itu.

60 tahun sudah cukup lama untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai penunggu yang sabar, dan kesejahteraan kota memang perlu didoakan oleh umat beriman, namun terlebih dari itu harus diusahakan dengan kerajinan dan sekuat tenaga agar kesejahteraan bangsa Indonesia bisa dicapai pada dasawarsa ini atau kita akan kehilangan momentum memperoleh pemerintahan dengan para pejabatnya yang makin diperbaiki yang saat ini kita nikmati.

Saudara-saudara marilah kita berdoa untuk para pejabat pemerintahan, pengusaha dan segenap bangsa Indonesia, dan berusaha agar bangsa Indonesia memasuki tahun kemerdekaannya yang ke-61 dengan takut akan Tuhan dan mengasihi sesamanya. Dengan sikap iman dan mental demikian diharapkan Tuhan memperkenan bangsa Indonesia untuk maju menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejahtera.

Amin!

Doa

Penulis : Nababan,

Zanchius berkata "All beings whatever, from the highest angel to the meanest reptile to the minutest atom, are the objects of God´s eternal decrees" (The doctrine of absolute predestination).

Bavinck berkata "The final answer to the question why a thing is and why it is as it is must ever remain: God willed it,according to His absolute sovereignty" (The Doctrine of God)

Berkhof mengatakan "reformed theology stresses the sovereignty of God in virtue of which He has sovereignly determined all things from all eternity whatsoever will come to pass" ( Systematic theology).

Seseorang bertanya dalam hati ketika membaca pernyataan para teolog calvinists diatas, "apakah fungsi doa jika memang Allah sudah menetapkan semua akan akan terjadi dalam sejarah sampai sedetail-detailnya?" atau "jika begitu untuk apa berdoa toh Allah sudah menetapkan segalanya. Jadi doa saya tidak akan merubah apa-apa".

Pandangan calvinist (determinist)

C.Samuel Storms menggunakan contoh sebagai berikut: anggap bahwa Allah menetapkan bahwa Gary akan bertobat pada tanggal 8 agustus. Dan Allah sudah menetapkan untuk melahir-barukan Gary sebagai respon terhadap doa Storms pada tanggal 7 agustus. Apakah jika Storms tidak berdoa maka ketetapan Allah untuk menyelamatkan Gary bisa gagal? Storms menjawabnya sebagai berikut "Jika saya tidak berdoa pada tanggal 7 maka gary tidak akan diselamatkan pada tanggal 8. Tapi saya pasti akan berdoa pada tanggap 7 karena Allah sudah menetapkannya untuk menyelamatkan Gary pada tanggal 8, dan Allah telah menetapkan pada tanggal 7 saya akan berdoa untuk Gary."

Jadi Storms ingin mengatakan kepada kita bahwa hanya karena Allah sudah menetapkan segalanya bukan berarti kita harus jadi malas berdoa. Tapi tetap saja pernyataan tersebut penuh konflik. Karena, jika saya tidak berdoa kesimpulannya berarti bahwa saya memang tidak ditetapkan Allah untuk berdoa. Ini sangat jelas karena menurut Storms dan para calvinists lainnya, Allah menggaransi bahwa ketetapan-Nya dari awal sampai akhir akan terlaksana tanpa gagal setitikpun. Jadi jawaban dari Storms untuk menguatkan para pembacanya untuk berdoa juga sudah ditetapkan oleh Allah. Dan jika para pembacanya merasa yakin dan termotivasi untuk berdoa, maka mereka pasti akan berdoa (karena memang sudah ditetapkan Allah). Tapi jika para pembacanya ragu dan malah tidak merasa perlu untuk berdoa maka kesimpulannya mereka inipun memang sudah ditetapkan Allah untuk tidak berdoa. Jadi walau mengelak bagaimanapun juga, mereka yang menganut determinisme tidak bisa lolos dari keberatan menganggap remeh pentingnya doa (atau penginjilan dll ! ).

Jadi dalam pandangan ini, tidak tepat jika dikatakan bahwa Allah merespon doa kita, karena sejak dari awalnya Allah sendiri sudah menetapkan doa kita. Paul Helm, teolog/filsuf reformed, mengatakan, walaupun doa tersebut sudah ditetapkan oleh Allah, kita tetap dapat mengatakan "God answers because men pray" (Allah menjawab karena manusia berdoa). Mungkin maksud Helm disini adalah: mengatakan bahwa Allah menjawab doa adalah berarti Allah, yang menetapkan permintaan (doa) tertentu dari orang tertentu, menetapkan untuk memenuhinya, SETELAH orang tertentu yang sudah ditetapkan tersebut memintanya (dikutip dari John sanders, The God who Risks). Jadi Allah merespon doa artinya bahwa Allah memutuskan terlebih dahulu orang tertentu meminta permintaan tertentu baru setelah itu Allah menjawab permintaan tersebut. Allah yang mendengar doa disini berarti Allah yang mendengar perkataan-Nya sendiri melalui manusia tertentu. Padahal sebenarnya Allah seperti itu sebenarnya tidak merespon doa kita. Kalau begitu, apakah maksud dari Yakobus ketika berkata "...kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa" Yak 4:2) ? Jika Allah sudah menetapkan seseorang berdoa maka ketetapan itu pasti akan terlaksana dan orang tersebut pasti akan berdoa. Jika semua keinginan Allah pasti terlaksana maka kita tidak akan gagal menerima sesuatu hanya karena kita tidak memintanya!

Model determinist adalah model causal relationship, bukan personal relationship. Allah bebas mengatakan ya dan tidak kepada kita karena kita tidak bebas mengatakan ya dan tidak kepada Allah.

Pandangan non-calvinist (non-determinist)

Menurut pandangan ini Allah benar-benar merespon doa kita. Ketika Allah marah pada bangsa israel (Kel 32:9-10), Musa meminta agar Allah mengurungkan niat-Nya dan Allah mau mengabulkan permintaan Musa (32:10-14). Ketika Allah berkata kepada nabi Yesaya bahwa raja Hizkia akan mati, Hizkia berdoa kepada Allah dan Allah mengabulkan doanya (2Raj 20:1-6). Hal ini sesuai dengan perkataan Yakobus diatas dengan sedikit diubah "mereka menerima karena mereka meminta". Yakobus berkata "doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya". Doa menggerakan Allah dan membuat perubahan pada dunia ini.

Tuhan Yesus berulang-ulang mengajarkan betapa pentingnya doa itu. Yesus menyuruh kita untuk meminta kepada Allah (Mat 7:7, 11; 18:19-20; yoh 14:1-16; 15:7, 16; 16:23). Pengajaran ini hanya ada artinya jika memang doa benar-benar membawa perubahan terhadap sesuatu.

Pengajaran Alkitab tentang pentingnya doa hanya berarti jika kita meminta kepada Tuhan sesuatu yang Allah tidak akan lakukan kecuali diminta (atau paling tidak, hanya terkadang saja). Peter Geach mengatakan "unless it is sometimes true that God brings about the course of events in a way that he would not had he not been asked, petitionary prayer is idle: just as it would be idle for a boy to ask his father for a specific birthday present if the father has made up his mind what to give irrespective of what the boy asks".

Sebagai contoh, ada banyak kisah dimana Alkitab menceritakan bagaimana Allah berencana untuk menghakimi suatu bangsa atau kota tapi mengurungkan niatnya karena doa (Kis 32:14; Bil 11:1-2; 14:12-20; 16:20-35; Ul 9:13-14, 18-20,25; 2Sam 24:17-25; 1Raj 21:27-29; Yer 26:19 dll). Mazmur 106:23 berbunyi "Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya tidak mengetengahi dihadapan-ya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka".

Ayat seperti ini menjelaskan bahwa nasib sebagian orang ditentukan oleh ada tidaknya orang berdoa atau tidak. Ayat seperti ini tidak ada artinya jika memang masa depan itu semuanya sudah tertutup. Bagaimana mungkin Allah benar-benar mengurungkan niat-Nya jika Dia sudah mengetahui pasti apa yang akan terjadi dimasa depan dari sejak kekekalan? Apakah Allah disini jujur mengatakan kepada kita bahwa Dia memang merubah pikirannya atau Allah disini berpura-pura saja mengatakan kepada kita bahwa Dia merubah pikiran-Nya padahal sebenarnya tidak? Allah benar-benar merespon kepada kita. Respon Allah bukanlah sebuah kepura-puraan. Dia tidak berpura-pura merespon doa padahal Dia memang sedang melakukan sesuatu yang toh Dia akan lakukan tanpa doa kita.

Jika kita percaya bahwa masa depan itu sebagian terbuka, maka doa kita memainkan peran penting dalam bagian resiko yang Allah ambil ketika Dia menciptakan dunia yang Dia tidak tetapkan segala hal yang akan terjadi. Disini terlihat jelas fungsi doa, bukan sekedar ilusi, melainkan nyata. Peter Baelz menyebut fungsi doa sebagai "one of the central variables that make it possible for God to do something that he could not have done without our asking."

Kita berdoa dengan sabar dan tekun karena kita merasakan bahwa doa kita bisa merubah sesuatu dan Allah bertindak karena doa kita. Tidak ada sesuatu yang darurat jika kita sudah berpikir bahwa allah sudah menetapkan segalanya atau jika masa depan tertutup. Jika begitu, kita berdoa hanya karena masalah ketaatan bukan karena pengharapan. Tapi jika rencana Allah bisa berubah dan masa depan tidak tertutup, maka doa baru mempunyai arti.

Apa yang terjadi dibumi mempengaruhi apa yang terjadi disurga. Yesus berkata "Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga" (Mat 18:18). Allah sungguh mengasihi kita dan menaruh perhatian kita dalam hati-Nya hanya karena hal tersebut menjadi perhatian kita. Inilah natur dari personal, loving relationship. Relationship bukanlah hal mendominasi atau memanipulasi melainkan partisipasi atau kerja sama dimana kita menjadi kawan sekerja Allah (1Kor 3:9). Dalam doa, Allah memperlakukan kita sebagai subjek, bukan objek.

Allah menciptakan kita bukan hanya supaya Allah bisa mengatur seenaknya, walaupun Allah punya hak untuk itu, tapi Allah juga mau agar kita mempengaruhi Dia. Itulah sebabnya Allah mau kita berdoa. Mungkin ada yang berkeberatan bahwa kita tidak punya urusan untuk menasehati Allah yang maha bijaksana. Tapi Alkitab tidak menyuruh kita diam (Fil 4:6; 1Yoh 5:14-15) dan menyuruh kita berdoa dalam nama Yesus (Yoh 14:13-14). Abraham, Musa, Elia adu argumen dengan Allah. Mereka tidak selalu diam dihadapan Allah. Tokoh-tokoh Alkitab berdoa karena mereka tahu doa bisa merubah sesuatu, termasuk pikiran Allah. Mereka berbicara bersama Allah dalam rangka untuk menentukan bersama apa yang akan terjadi selanjutnya. Allah mau dialog seperti ini, bukan karena kita lebih bijaksana dari Allah sehingga bisa menasehati Allah, melainkan karena Allah memutuskan untuk menjadikan kepentingan atau keinginan kita menjadi kepentingan-Nya juga. Allah menginginkan kita menjadi partner-Nya, bukan karena Dia butuh nasehat kita, tapi karena Dia ingin persekutuan dengan kita.

Doa Bapa Kami... Interaktif

Bapa kami yang ada di surga Ya??
Jangan menginterupsiku....aku sedang berdoa..... Tapi kau memanggilKU
memanggilMU? aku tidak memanggilMU. Aku sedang berdoa. Bapa kami yang ada di surga.........
Nah, kau melakukannya lagi. melakukan apa?
MemanggilKu. Kau berkata, "Bapa kami yang ada di surga..." Inilah Aku. Apa yang sedang kau pikirkan?

Tapi aku tidak bermaksud apa-apa dengan perkataan itu. aku hanya, yah.... hanya sedang mengatakan doaku untuk hari ini. Aku selalu mengucapkan Doa Bapa Kami. Doa itu membuatku merasa lega dan nyaman, sepertinya aku telah menyelesaikan tugasku.
Baiklah. Teruskan.

Dikuduskanlah NamaMu.
Tahan. Apa yang kau maksud dengan perkataan itu?

Perkataan apa?
perkataan "Dikuduskanlah NamaMu"

Artinya...........Artinya......... aku tidak tau apa artinya itu. Mengapa aku harus tahu? perkataan itu hanyalah bagian dari doa itu saja. Omong-omong, apa maksud dari perkataan itu?
Artinya.. "Mulia", "Kudus" "Luar Biasa"

Hey, masuk akal juga. Aku tidak pernah berpikir tentang apa artinya "Dikuduskanlah" sebelumnya. Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.
Apakah engkau bersungguh-sungguh?

ya, mengapa tidak?
apa yang akan kau lakukan untuk hal itu?

lakukan? tidak ada, kurasa. aku hanya berpikir bahwa dunia ini akan jadi damai jika Kau memegang kontrol/berkuasa atas semuanya di sini seperti yang Kau lakukan di atas sana.
Sudahkah Aku berkuasa atasmu?

hmmm, aku pergi ke gereja
itu bukanlah apa yang Aku tanyakan. Bagaimana dengan kebiasaanmu yang jelek yang kau punya? dan sifat suka marahmu? engkau sungguh-sungguh mempunyai masalah di sana, lo. Dan kemudian...caramu dalam menghabiskan uangmu....semuanya untuk dirimu sendiri. Dan bagaimana dengan jenis buku yang kau baca?

Berhentilah mengkritikku!! aku sama baiknya seperti orang-orang lain yang tidak terlalu fanatik yang ada di gereja.
Maafkan Aku. Kupikir engkau sedang berdoa supaya kehendakKU terjadi. Jika itu yang kau kehendaki untuk terjadi, maka semuanya itu haruslah dimulai oleh orang-orang yang berdoa untuk hal itu. Seperti engkau contohnya.

oh... baiklah!! kurasa aku memang mempunyai beberapa masalah. Sekarang ketika Kau menyebutkannya, aku mungkin dapat menyebutkan beberapa yang lain lagi.
Aku juga dapat.

aku belum memikirkan tentang hal-hal itu sampai sekarang, tapi aku benar-benar ingin lepas dari beberapa dari hal-hal jelek tersebut. aku ingin, kau tahu, aku ingin benar-benar bebas.
Bagus. sekarang kita sampai pada suatu poin. Kita akan bekerja bersama.....kau dan AKU. Beberapa peperangan dapat benar-benar dimenangkan. Aku bangga akan engkau.

Sebentar Tuhan, aku sungguh-sungguh harus menyelesaikan doa ini. Ini sudah menjadi lebih lama daripada yang biasanya........ berikan pada kami rejeki kami hari ini.....
Kamu perlu untuk bebas dari roti itu juga....kamu telah menjadi terlalu gemuk.......

Hey, tunggu sebentar!!! Apa ini "Hari pengkritikan Saya?" aku sekarang sedang mengerjakan tugas rohaniku, dan tiba-tiba Kau masuk dan mengingatkanku akan semua masalahku.
Berdoa adalah hal yang berbahaya. Kamu dapat mengubah banyak hal. itulah sebabnya Aku berusaha untuk mendekatimu. Kau memanggilku dan di sinilah AKU sekarang. Sudah terlambat untuk berhenti sekarang. Teruslah berdoa. Aku tertarik pada bagian selanjutnya dari doamu.... nah....teruskanlah......

Aku takut.
takut? akan apa?

aku tahu apa yang akan KAU katakan
coba dan lihatlah.

Ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Bagaimana dengan Mary ?

ya kan!!! aku tahu!!!!! aku tahu ENGKAU akan mengingatkanku akan dia!!! Dia telah mengatakan kebohongan-kebohongan tentang aku, mencurangi aku dalam hal uang, dia tidak pernah membayar kembali utang-utangnya kepadaku. aku bersumpah aku akan membalasnya.
Tapi doamu?.........bagaimana dengan doamu???

aku tidak bersungguh-sungguh dengan doaku.
yah....setidaknya engkau jujur. Tapi tidaklah menyenangkan mempunyai banyak kepahitan di dalam dirimu, kan?

Tidak, tapi aku akan merasa jauh lebih baik begitu aku bisa membalasnya. Aku telah membuat beberapa rencana untuk si Mary. Dia akan berharap dia tidak pernah menyakitiku dulu.
Kamu tidak akan merasa lebih baik. Kamu akan merasa tambah parah. pembalasan tidaklah manis. pikirkanlah betapa tidak bahagianya engkau sekarang. Tapi aku dapat mengubah itu semua.

KAU dapat? bagaimana?
Ampunilah Mary. Kemudian AKU akan mengampunimu. Lalu semua kebencian dan dosa akan menjadi masalah Mary dan bukan masalahmu.kau mungkin telah kehilangan uang, tapi engkau akan mamiliki hatimu.

tapi Tuhan, aku tidak dapat memaafkan Mary.
Kalau begitu AKU juga tidak dapat memaafkanmu.

oh.... KAU benar!!!! KAU selalu benar. dan lebih dari keinginanku untuk balas dendam kepada Mary, aku ingin bersamaMU...Baiklah!! Aku mengampuni dia. Tolonglah dia untuk menemukan jalan yang benar Tuhan. dia telah terikat begitu parah, ......sekarang aku baru memikirkannya. Bagaimanapun caranya, bagaimanapun jalannya, tunjukkan padanya jalan yang benar.
Nah, begitu!!! Bagaimana perasaanmu?

hmmmm....tidak buruk. lumayan juga.... bahkan sekarang aku merasa sangat senang. KAU tahu, aku tidak berpikir aku akan pergi tidur malam ini dengan gelisah untuk pertama kalinya sejak yang dapat kuingat. Mungkin aku tidak akan merasa begitu lelah mulai dari sekarang karena aku tidak istirahat dengan cukup.
kamu belum selesai dengan doamu. Teruskan.

oh... Baiklah.... dan jauhkanlah kami dari pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat
Bagus...bagus....AKU akan melakukannya. hanya jangan kau tempatkan dirimu sendiri pada tempat di mana engkau akan dengan mudah dicobai.

apa yang KAU maksudkan Tuhan?
Barhentilah pergi ke tempat-tempat yang tidak baik, melihat acara tv dan film-film yang tidak sepatutnya dilihat, mendengarkan pembicaraan penuh dosa, pergi ke tempat-tempat dimana playboy dan playgirl dijual. Gantilah beberapa hubungan persahabatanmu. Beberapa dari mereka yang menyebut dirinya temanmu sudah mulai mempengaruhimu. mereka akan membuat kamu terlibat dalam hal-hal yang salah dan tidak baik segera. jangan tertipu. mereka selalu mengatakan mereka bersenang-senang dengan hal-hal tersebut, tapi bagimu itu adalah suatu kehancuran. Jangan menggunakanKU sebagai pintu keluar darurat.

aku tidak mengerti
tentu kau mengerti. Kau telah melakukannya banyak kali. saat kau terperangkap dalam situasi yang buruk, masalah yang berat, kamu lari kepadaku. "Tuhan, bantulah aku keluar dari kekacauan ini, dan aku berjanji aku tidak akan melakukannya lagi." Ingatkah kau akan beberapa penawaran yang kau coba buat denganKU?

ya, dan aku malu Tuhan. sungguh aku malu.
yang mana yang kamu ingat?

aku ingat, ketika wanita di sebelah rumah melihatku pergi ke bar di lingkungan ini.... aku telah mengatakan pada suamiku bahwa aku akan pergi ke toko, aku ingat mengatakan padaMU "Tuhan, jangan biarkan dia mengatakan pada suamiku ke mana aku pergi aku janji aku akan berada di gereja setiap hari minggu."
Dia tidak mengatakan apa-apa pada suamimu, tapi engkau tidak memenuhi janjimu, bukan?

ampuni aku Tuhan, aku benar-benar menyesal. Sampai sekarang aku berpikir jika aku berdoa dalam doa Bapa Kami setiap hari, maka aku bisa melakukan apapun yang aku mau, aku tidak mengharapkan apa-apa untuk terjadi sebagaimana mestinya hal itu terjadi.
teruskanlah. selesaikan doamu.

O ya..... karena ENGKAULAH yang empunya kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. AMEN.
Apakah kau tahu apa yang akan membawa kemuliaan padaKU? apa yang akan membuatKU sungguh-sungguh bahagia?

Tidak, tapi aku ingin tahu. Aku ingin menyenangkanMU. Aku telah dapat melihat kekacauan yang telah kubuat dalam hidupku, dan aku dapat melihat bagaimana menyenangkannya dan luar biasanya untuk menjadi salah satu dari pengikutMU yang sungguh-sungguh.
kau baru saja menjawab pertanyaannya.

benarkah?
ya. satu-satunya hal yang akan membuatKU bahagia adalah memiliki orang-orang seperti engkau yang sungguh-sungguh mencintaiKU. dan AKU bisa melihat apa yang sedang terjadi di antara kita. Sekarang... karena beberapa dosa-dosa lama ini sudah rungkap dan dihilangkan, ...... tidak ada perkataan yang dapat menjelaskan apa yang dapat kita lakukan berdua.

Tuhan, marilah lihat apa yang dapat kita buat dari aku, OK?
YA, MARI........

Doa Syafaat dan Strategi Peperangan Rohani

Penulis : Bambang Wiyono

Salah satu kehidupan orang Kristen yang lain dari pada yang lain Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Apa pentingnya DOA SYAFAAT DAN STRATEGI PEPERANGAN ROHANI ? ini adalah salah satu PR buat murid-murid-Nya.

Doa:
-dapat menghancurkan pekerjaan setan
-mencari yang terhilang, memenangkan jiwa bagi Kristus.

Berdoa adalah usaha manusia membangun dirinya dihadapan Tuhan, banyak aturan ditawarkan oleh teolog,ujung2nya ke Amsal 16:25, anak2Nya harus bisa DOA BERSAMA ROH KUDUS!, Bagaiman caranya?

Praise & Worship

" Konser Doa / Praise & Worship adalah gabungan pujian dan penyembahan dalam roh jiwa dan terus mengalir menurut tuntunan Roh Kudus sampai masuk Ruang Maha Kudus dan yang sampai menghasilkan doa doa yang profetik dan doa doa yang menjamah hati Tuhan "

Umat Kristen harus BERIBADAH / berkebaktian seperti cara yang ditulis dalam Alkitab yaitu seperti gereja mula-mula, acuannya sytem Tabernakel dalam Perjanjian Lama, dengan memperhatikan ucapan Tuhan Yesus Kristus : tiga hari bait Allah akan runtuh berarti sejak peristiwa kematian & kebangkitNya , manusia berubah persepsinya tentang alamat Tuhan, dulu Tuhan di kemah suci, di bait Allah Salomo, ( NON Kristen : dilangit, ) sejak 2000 tahun yang lalu alamat Tuhan ada dalam tubuh orang percaya, karena itu manusia percaya bisa komunikasi langsung dengan Allah melalui jalan pikiran, kalau roh / jiwa ( hati nurani ) sudah bersih dan bebas dari belenggu iblis dengan bimbingan Roh Kudus, dalam arti manusia percaya harus mengalami TRANSFORMASI secara sempurna.

Bagaimana caranya menurut pikiran Allah dalam Alkitab? -----Apa itu kehendak Tuhan? Mengapa baptisan sangat penting dalam proses TRANSFORMASI? Apa kendala2 / hal2 yang bisa menghambat proses TRANSFORMASI? ini sangat penting untuk mengantarkan saudara2 kita yang ingin jadi orang Kristen, sebab apa ? sebab untuk jadi orang Kristen itu perlu mengalami proses SUPRA NATURAL, ( II Kor 5:7 ) lain dengan orang beragama non Kristen lainnya, hafal ayat2 kitab sucinya, pakai jubah putih, jubah hitam, mulut komat kamit waktu berdoa, tetapi tidak ketemu pikiran Allah malah bisa ngomong2 sama setan, maaf ini nyata, bukan menghakimi , saya pernah mengalami sendiri.

DIMENSI PEPERANGAN ROHANI

Tingkat Dasar:

Mengusir setan dan menyembuhkan yang sakit, serta menguatkan orang lemah;

Tingkat Okultisme:

Melakukan peperangan terhadap sesuatu yang menghalangi pekerjaan Tuhan, seperti dukun, new age, orang yang membacakan mantera ( penenung) dan pemujaan setan;

Tingkat Stategi:

Mengikat dan mengusir roh jahat / setan yang menguasai suatu daerah tertentu, termasuk di internet, ( Mat 11:12 ) dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

STRATEGI PEPERANGAN ROHANI :

A. Pikiran dan hati Kita harus berjuang melawan iblis :

Pada waktu kita masih hidup dan masih terikat dengan kutuk hukum Taurat, (belum mengalami TRANSFORMASI total) maka manusia jasmani dan manusia rohani kita terus berperang dalam pikiran dan hati kita , seperti yang ditulis dalam Rm7:14-25 yaitu coflict batin, kalau iblisnya menang ? orang itu meninggalkan Kristus, kembali keagama semula, atau mungkin bisa saja bunuh diri karean str4ess berat.

Tuhan menyuruh umatNya membunuh 7 suku menjelang mereka masuk Tanah Kanaan (Kis 13:13) ini artinya adalah : semua dosa yang ada dalam diri manusia, harus kita perangi, kita lawan, perbuatan2 iblis (I Yoh 3:8) macam apa ? I Kor 8:7-12 : menyembah berhala, I Tim 4:2 keras hati, Tit:1-15 kenajisan Ibr 10:22 jahat.

Solusi melawannya: sadarlah (I Pet 5:8) lawanlah dengan iman yang teguh (I Pet 5:9) tunduk kepada Allah (Ef 1:13-14) buang kuk perhambaan (Gal 5:1) bangkitkan semangat bertempur, jangan padamkan Roh (Yos 18:3)

B. Jangan Jadi Medium (Okultisme)

Paranormal, dukun, pesihir dll. Adalah manusia2 yang menjalin hubungan erat dengan kelompok iblis, mereka minta kaya dan power dari iblis, mereka akhir hayatnya tidak ada yang mati dengan sempurna, pasti mati secara tragis ditangan iblis.sebab mereka terikat dengan iblis, kalau mereka ingkar janji dengan iblis, iblis nagih janji, dia bisa gila atau mati bunuh diri

Manusia yang memilih dirinya dimasuki setan seperti jadi dukun, peramal, ahli sihir dsb.matinya pasti tragis.

Solusinya : cari hamba Tuhan, minta dan lakukan doa pelepasan!

Sasaran Utama peperangan rohani :

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya

(Mat 11:12)

Siapa golongan ini? menurut Alkitab adalah kelompok Gereja Super dan golongan anti Kristus (pemahamannya di Kitab Wahyu) .

Kita tidak boleh sendirian, harus militan, terorganisir, harus punya disiplin tinggi layaknya militer dimedan pertempuran.

Langkah Pertama :

survey / menyelidiki medan perang, pelajari adat istiadat, suatu budaya suku2 bangsa dan lain2

Langkah Kedua :
Buat Peta Rohani.

Bilangan 13 : 17 20, "Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan, katanya kepada mereka: "Pergilah dari sini ketanah Negep dan naiklah ke pegunungan. Dan amat amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak : dan bagaimana negeri yang didiaminya : apakah baik atau buruk, bagaimana kota yang didiaminya, apakah mereka diam ditempat yang terbuka atau ditempat tempat yang berkubu, dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah disana ada pohon pohon atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sadikit dari hasil negeri itu. Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur."

Teks ini menjelaskan apa yang dilakukan Musa sebelum umat Israel masuk untuk menguasai tanah kanaan. Ia menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki keadaan tanah Kanaan dari jarak yang dekat. Berapa banyak orang yang tinggal di tanah itu? Apakah penduduknya kuat atau lemah apa keunikan kota masing masing? yang ditanam sayur sayuran atau pohon pohonan macam apa? bagaimana bentuk Geografi tanah Kanaan..?

Tindakan iblis semakin hari semakin bertambah licik dan berubah terus. Inilah realita pada akhir zaman ini, Menembak/ menghancurkan kuasa / karya iblis perlu senjata yang ampuh, dan harus jelas sasarannya.

Daerah

Musa mengintai tanah Kanaan untuk menyelidiki keadaan tanah perjanjian itu. Anak anak Allah yang penuh Roh Kudus otomatis memberitakan injil keseluruh dunia, dan daerahnya sangat luas, meliputi daerah seluruh dunia yang belum terjangkau oleh Injil Kristus, Dia berjanji mendampingi terus sampai akhir jaman (Mat 28:19-20) Saat ini daerah jendela 10-40 yang perlu jadi sasaran doa syafat kita.

Di dunia maya : INTERNET

Kita perlu tahu situs / website mana yang anti Kristus? kalau di yahoo groups group mana yang menyesatkan umatNya? Dan siapa yang tergolong "teolog Ampiang " buat daftar dan doakan dalam team doa syafaat.

Pada abad ke 21 banyak orang yang berkumpul di kota kota, ahli masa depan (futurolog) berkata bahwa 80 % seluruh penduduk kota di dunia ini akan tinggal di kota. Kota kota dibangun oleh Allah supaya dikota secara efektif banyak orang menerima Tuhan dan membangun kultur Allah. Tetapi kebanyakan kota menjadi kota yang menjatuhkan orang orang sehingga menjadi kota percabulan, kota yang menghancurkan dan kota yang dikuasi oleh Iblis. Akan tetapi kita diberi tugas untuk memulihkan kota diseluruh dunia ini dan menjadikan kota kota Allah yang memuliakan Allah sama seperti Yerusalem yang disebut kota Allah. Jadi kita mendoakan kota kota dengan cara berdoa syafaat. Kalau kita mendoakan sebuah kota melalui peta rohani bagi kota itu maka kita akan mengalami kemenangan yang sempurna.

Setiap kota, pulau punya ciri2 khas kuasa kegelapannya, kita harus tahu itu.

Bangsa

Didalam sejarah dunia kita sudah banyak melihat bangsa komunis tertutup dari berkat Allah. Bangsa yang tertinggal sebagai bangsa yang komunis murni adalah Korea Utara yang mengalami kelaparan dan kemiskinan dan kelaparan secara luar biasa, mengapa Rusia diruntuhkan walaupun Rusia memiliki sumber daya alam yang berlimpah limpah dan jumlah penduduk yang banyak? karena bangsa itu tidak mengakui realitas keberadaan Allah

Tanpa berkat Allah manusia tidak dapat menggunakan sumber daya alam dengan baik. Walaupun tersedia banyak, tetapi manusia menggunakan untuk kehancuran diri sendiri, sebaliknya ketika sebuah bangsa diberkati, bangsa itu dapat menikmati kelimpahan dan kekayaan walaupun ia memiliki sedikit sumber daya alam dan sedikit jumlah penduduknya. Dengan demikian kita perlu mendoakan sebuah bangsa supaya ia mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan. Kita juga perlu mendoakan supaya perbuatan kuasa gelap yang menghalangi hubungan baik dengan Allah dihancurkan. Di tahun2 mendatang bangsa Indonesia akan menuai Halliloyah, itu pasti.

Benua

Peperangan rohani bukanlah peperangan sendiri. Tetapi peperangan bagi umat Allah untuk memuliakan dan menyenangkan Allah. Sehingga mereka tidak terhalangi dalam menikmati berkat Allah melalui orang orang yang penuh suka cita dan damai sejahtera dan memuliakan nama Allah. Supaya hal itu terjadi, kita memerluka strategi doa dan peta rohani bagi daerah bangsa dan benua.

Kita melihat pemindahan pusat ekonomi dunia dari Eropa ke Inggris, kemudian ke Amerika Serikat. Mengapa hal itu terjadi? karena hal itu terkait dengan berkat Allah yang pindah bersama dengan kepindahannya umat Allah. Eropa diberkati oleh Allah karena kehadiran orang orang yang percaya kepada Tuhan. Begitu juga Amerika diberkati karena orang percaya pindah dari Inggris ke Amerika Serikat. Pada zaman sekarang banyak gereja yang besar dibangun dibenua Asia sehingga berkat Allah dicurahkan ke benua Asia. Ahli ahli ekonomi juga berkata bahwa zaman ini adalah zaman ekonomi benua Asia.

Seluruh Dunia

Doa Syafaat melalui peta rohani menolong kita mengerti pekerjaan Allah yang terjadi diseluruh dunia, sehingga kita dapat mendoakan seluruh dunia dengan jelas. Perhatian Allah mengubahkan seluruh bangsa dan dunia, juga menyertai orang yang percaya yang melayani Allah dengan baik.

Dimanapun kita berada, di daerah, bangsa atau benua, harus diberkati oleh Karena pendoa syafaat. Supaya berkat Allah dicurahkan kita harus menyelidiki apa yang menghalangi para penduduk untuk percaya dan melayani Tuhan. Ketika lebih banyak orang berdoa bersama sama maka tembok kuasa gelap diruntuhkan sehingga kota kota dan bangsa bangsa serta benua benua akan diberkati dan diubahkan, kita harus percaya bahwa berkat dan kasih karunia serta pekerjaan Allah dicurahkan oleh karena para pendoa yang mendoakan daerahnya.

Langkah Ketiga :

Serang terus menerus tidak boleh berhenti! Sepanjang hari 24 jam, sepanjang tahun sampai Tuhan Yesus datang kembali!

Ketika pendoa syafaat mendoakan sebuah daerah secara rinci, mereka pasti menemukan suatu daerah yang tidak benar dihadapan Allah.(seperti daerah pelacuran, daerah dimana banyak paranormalnya, daerah macam2 kejahatan ) Kita perlu bertanya kepada Tuhan didalam doa untuk mengerti bagaimana roh jahat menguasai daerah itu dan bagaimana kuasa roh jahat dihancurkan secara tragis. Tuhan akan memberitahukan cara yang tepat bagaimana kita mendoakan keluarga kita, masyarakat dan gereja di dalam peperangan rohani. Kita tidak dapat menghancurkan kuasa roh jahat dengan suatu doa yang meminta berkat saja. Didalam peperangan rohani, selain mengancurkan kuasa roh jahat, kita perlu berdoa secara rinci supaya kerajaan sorga dinyatakan dikota atau masyarakat. Untuk doa ini kita perlu mengetahui sejarah kota atau daerah itu. Misalnya didalam sejarah didaerah tertentu. Nenek moyangnya bermusuhan satu dengan yang lain atau mempunyai hubungan yang tidak baik. Sesudah masalah daerah diperiksa. Kita perlu tahu apakah ada perjanjian dengan roh jahat didaerah ini. Kita putuskan perjanjian itu dalam nama Yesus. Kita juga mengakui dosa yang dilakukan penduduk di daerah itu dan meminta belas kasihan Tuhan turun diatas daerah itu.

Kita perlu memutuskan segala ikatan atau pengaruh kuasa kegelapan yang mengganggu kehidupan rohani kita dalam nama Tuhan Yesus Kristus . Kita perlu berdoa dengan doa peperangan rohani kalau ada hal hal yang terikat dengan budaya, sosial, pendidikan yang mengganggu orang orang untuk bisa bertobat.

Kita perlu memelihara diri kita sendiri, jangan sampai ada kesempatan Iblis untuk memecahkan hubungan kita dengan Allah. Melalui peta rohani kita menyelesaikan masalah rohani kita sebelum kita diserang sehingga kita menikmati persekutuan dengan Allah secara berlimpah limpah. Apalagi jika kita mendoakan orang lain sebagai pendoa syafaat sehingga kita senantiasa menikmati kehidupan yang berkemenangan didalam Tuhan. Kita dapat melihat mezbah penyembahan berhala dan perdukunan didaerah atau dikota kita. Kebanyakan tempat itu adalah miskin dan kotor sehingga tempat itu digunakan sebagai tempat percabulan. Tempat untuk minum minuman keras dan tempat kemerosotan moralitas. Kebanyakan tempat semacam itu tembok kuasa kegelapan mulai diwujudkan.

Kita tidak mau tempat semacam itu berada didekat lingkungan kita. Karena kuasa kegelapan dapat menipu kita secara licik sehingga hubungan kita yang sempurna dengan Allah dihancurkan yang akhirnya menjauhkan kita dari Allah. Kita harus peka dalam pengetahuan rohani terhadap hal hal yang seperti itu dan berdoa untuk menghancurkan kuasa kegelapan.

Sumber: Bible-Forums

Doa Transformasi

Penulis : Herlianto

Dalam dua dasawarsa terakhir, ada kegerakan baru di kalangan kekristenan di benua Amerika yang berimbas juga ke Indonesia.

Pada tahun 1980-an Gerakan Words of Faith yang dikenal dengan prosperity gospel nya dirintis Kenneth Hagin melanda banyak gereja, allah-allah kecil dengan tokohnya Benny Hinn, kemudian disusul ajaran Signs & Wonder dipimpin John Wimbers yang menekankan tanda dan mujizat, ketiga arus gerakan yang biasa dipopulerkan melalui KKR itu memberi dasar timbulnya gerakan yang lebih spektakuler lagi pada medio 1990-an yaitu Toronto Blessing .

Sekalipun gerakan terakhir ini dirintis salah satu gereja Vineyard dari lingkungan Signs & Wonders, John Wimber dan mayoritas dari 600 gereja Vineyard menolak kehadiran Toronto Blessing yang terkenal dengan label tertawa, mabuk dan berjatuhan dalam roh itu sehingga gereja Vineyard di Toronto yang dipimpin John Arnott itu kemudian dikeluarkan dari persekutuan Vineyard. Gelombang Toronto Blessing melanda seluruh dunia termasuk dipopulerkan di Indonesia oleh gereja-gereja yang sudah lebih dahulu terpengaruh wabah Words of Faith dan Signs & Wonders.

Dari gereja-gereja yang biasa mempopulerkan Words of Faith, Little gods, Signs & Wonders, dan Toronto Blessings, kemudian juga dipopulerkan sensasi Akhir Zaman dan Pengangkatan Jemaat pada tahun 1988, 1992 kemudian 1998, dan lebih-lebih pada tahun terakhir ini dipopulerkan sensasi Pembangunan Bait Allah ke-III dan Lembu Merah. Dramatisasi sensasi Akhir Zaman ini memuncak pada tahun Y2K alias tahun 2000. Morris Cerullo sendiri mengatakan tidak mau membuat rencana pada tahun 2000.

Menarik mengamati bahwa dengan slogan all truth is God s truth nya, dalam kerangka menjalankan jaringan pelayanan doa di kalangan gereja-gereja, Jaringan Doa Nasional (JDN) juga ikut dimotori tokoh-tokoh yang biasa mempopulerkan gerakan-gerakan Words of Faith, Signs & Wonders, Toronto Blessings, bahkan Akhir Zaman itu, pada awal milenium ke-III itu ikut menyebarkan gerakan Doa Transformasi sebagai penerus tangan Gerakan Transformasi yang dirintis new prophet & apostle a.l. oleh Peter Wagner, George Ottis, dan Cindy Jacobs, dan Ottis menyutradarai film-film Transformations-I (1999) dan Transformations-II, The Glory Spreads (2001). JDN sendiri menjadi National Prayer Comittee (NPC).

Bila gerakan-gerakan sebelumnya hanya berurusan dengan kebangunan rohani, gerakan Doa Transformasi dipengaruhi semangat transformation New Age, mempopulerkan pembaharuan masyarakat dan negara-negara melalui penakanan Doa dengan para pendoa syafaat (intercessor) menuju pembaharuan dan kesatuan, dan dipercaya bahwa dibawah kepemimpinan tokoh-tokoh New Apostolic di atas yang memuncak pada tahun 2003, dipersiapkan trasformasi masyarakat yang penuh kemuliaan dan kemakmuran. Beberapa slogan Doa Transformasi adalah a.l. doa berjalan (prayer walk), menara doa (prayer tower), konser & sekolah doa, pemetaan spiritual (spiritual mapping), roh teritorial (teritorial spirit), peperangan rohani (spiritual warfare), memberkati kota-kota, dan kemajuan & kemakmuran negara.

Film-film Transformations yang memberi penekanan berlebihan kepada peperangan rohani dengan pendoa syafaatnya tetapi merendahkan salib Kristus itu memang disebarkan secara luar biasa disertai nubuatan-nubuatan bombastis mengenai kemajuan dan kemakmuran negara-negara berkat doa-doa mereka. Anak-anak Tuhan di JDN percaya bahwa doa bersama umat Tuhan akan menatangkan kuasa besar bagi terjadinya transformasi di Indonesia bahkan dikatakan dalam KKR di Denpasar oleh Royandi Hutasoit salah satu tokohnya bahwa pada tahun 2005, 50% penduduk Indonesia akan menjadi kristen. Cindy Jacobs malah menubuatkan Indonesia akan bertobat dan ikan-ikan dari perairan dunia akan mengalir ke perairan Indonesia dan Indonesia akan diberkati dengan berkelimpahan.

Ruyandi Hutasoit salah satu tokoh gerakan Doa Trasformasi tidak tanggung-tanggung pada tahun 2001 mendirikan Partai Damai Sejahtera dan berambisi menjadi presiden pula. Gerakan yang mengandalkan penglihatan dan nubuatan, dan bahwa mujizat Allah bisa dihasilkan melalui doa dan peran pendoa-syafaat itu yakin bahwa Indonesia juga bisa dibangun menjadi maju dan makmur melalui gerakan ini. Partai baru itu cukup cerdik untuk memanfaatkan jaringan doa nasional yang ada sebagai jaringan membangun partainya sehingga lolos verifikasi di 21 propinsi. Bisakah kita membangun negara dan bangsa dengan mengandalkan suatu gerakan doa?

Doa Transformasi Kota

Pada tahun 1960-an terjadi kebangunan gerakan Kharismatik dimana dasawarsa itu nafas ajaran Pentakosta mengalami revitalisasi. Dasawarasa 1970-an ditandai dengan pertumbuhan gerakan Kharismatik yang menembus ke lima benua dan memasuki aliran-aliran gereja, ini disusul dasawarsa 1980-an dimana gerakan ini mulai mencari bentuk dan terjadi disorientasi dimana dari dalamnya lahir banyak aliran-aliran yang menekankan ajaran tertentu dan bahkan sering bersifat sensasional.

Salah satu yang tumbuh adalah pujian & penyembahan yang disusul dengan ajaran kemakmuran (Jonggi Cho) sebagai buah Word of Faith (Kenneth Hagin), dan bangunnya ajaran Signs & Wonder (John Wimber). Di tahun 1988 timbul sensasi Akhir Zaman yang ramalannya di ulang- ulang di tahun 1992, 1994, 1998 dan 2000. Dasawarsa 1990 masih menonjolkan ajaran kemakmuran dan pertumbuhan gereja, dan kemudian diselingi sensasi Toronto Blessing (1994-1996). Dari tokoh-tokoh gerakan kemakmuran, akhir zaman, tanda & mujizat, dan toronto blessing, kemudian menjelang milenium ketiga, lahir gerakan Doa Transformasi Kota yang kemudian melanda ke seluruh dunia, dan seperti gerakan sebelumnya, Doa Transformasi Kota juga mendatangkan kontroversi.

Tokoh utama dibalik gerakan Doa Transformasi Kota adalah Peter Wagner dan George Otis Jr. Peter Wagner adalah orang kedua setelah Donald McGravan yang mengembangkan School of World Mission di Fuller Theological Seminary dan gerakan pertumbuhan gereja. Pada tahun 1980- an ia memasukkan John Wimber untuk mengajar Signs & Wonder di Fuller, kehadiran Wimber ini kontroversial hingga akhirnya dihentikan. Wagner kemudian merintis gerakan Reformasi Kerasulan Baru (New Apostolic Reformation), dimana ia dan beberapa tokoh lainnya meng-klaim diri sebagai rasul-rasul khusus pada akhir zaman ini untuk penyatuan umat Kristen di luar tembok denominasi.

George Otis Jr. Adalah pemimpin kelompok Sentinel yang mmproduksi dua film berjudul Transformations (1999) dan Transformations-II: The Glory Spread (2001). Dari kubu kedua tokoh ini lahirlah konsep pengajaran mengenai peperangan spiritual (spiritual warfare), pemetaan spiritual (spiritual mapping), dan roh-roh teritorial (teritorial spirits) pada dasawarsa 1990-an yang pada intinya ditekankan peran pendoa syafaat (intercessor) yang memilik kuasa dalam mengubah kota-kota bila dilakukan bersama dengan ajaran mengenai peperangan spiritual dan pemetaan spiritual. Dalam film itu diceritakan mengenai empat kota (Cali, Almolonga, Kiambu, dan Hemet) dimana di klaim bahwa metoda baru itu telah berhasil mengubah kota- kota itu menjadi kota yang diberkati Tuhan.

Seperti biasa dalam kesaksian-kesaksian "success story" yang penuh dramatisasi dan kebohongan yang timbul disekeliling gerakan kemakmuran, word faith, toronto blessing, dan akhir zaman, demikian juga gerakan Doa Transformasi Kota menghadirkan kesaksian yang dibesar-besarkan yang sarat kebohongan klaim-klaim yang diajukan. Disamping kebohongan praktis, ajaran Doa Transformasi Kota juga mengajarkan banyak konsep ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab. Klaim-klaim mengenai hasil "kuasa doa & pendoa syafaat" apalagi kalau dilakukan "doa puasa" memang menakjubkan bagi orang biasa, tetapi bagi orang yang bisa berfikir seharusnya melihatnya dengan kritis, bayangkan kalau kita mendengar klaim-klaim seperti "Open Doors" berdoa selama 7 tahun sehingga runtuhlah tembok Berlin; Doa diseluruh dunia menghindarkan pertumpahan darah dalam pemilu multi partai di Afsel; Jonggi Cho & jemaatnya berdoa sehingga menghasilkan jemaat lebih dari 600.000 orang; dan kesaksian-kesaksian bombastis lainnya.

Kita tahu bahwa Tembok Berlin rontok karena intensnya usaha pemerintah dan rakyat Jerman selama bertahun-tahun dalam usaha penyatuan negara di tengah proses global dimana komunisme sudah gugur dan rontoknya negara Rusia dan persemakmurannya. Menganggapnya sekedar sebagai hasil doa sekelompok pendoa syafaat jelas manipulasi sejarah. Afrika Selatan memang mengalami pemilu yang tidak berdarah, tetapi meletakkan hal ini sebagai hasil pendoa syafaat di seluruh dunia meremehkan arti perjuangan Nelson Mandela dan partainya dan usaha uskup Desmond Tutu yang puluhan tahun dengan jalan damai berjuang melawan apartheid.

Apakah Jonggi Cho berkembang jemaatnya hanya karena doa-doa? Dalam buku Dimensi Keempat kita melihat trik-trik duniawi bagaimana Cho mengumpulkan jemaat dan membangun gereja besarnya di Seoul. Kita tahu bahwa bukan hanya jemaat Cho, tetapi semua jemaat di Korea mengalami pertumbuhan pesat ketika Korea Selatan mengalami boom ekonomi yang biasanya menghasilkan masyarakat sekular yang haus rohani, dan mengapa gereja Cho lebih maju? Kenyataannya sederhana, ia mempraktekkan praktek shamanisme seperti yang biasa digunakan masyarakat Korea tradisional (visualisasi, doa menuntut, dan berfikir positif) yang menjanjikan sukses materi dan bisnis. Apa yang terjadi sekarang? Ketika krisis moneter tahun 1997 melanda Korea Selatan, banyak perusahaan bangkrut dan karyawannya di PHK, banyak diantaranya adalah anggota jemaat Cho yang ketika krisis moneter terjadi meningkatkan intensitas doa mereka. Hasilnya, sekarang banyak yang keluar dari jemaat dan kembali mengikuti agama premordial mereka semua.

Contoh yang sama mengenai klaim-klaim mujizat doa dapat kita lihat pada praktek Jaringan Doa Nasional. Pada Desember 1998 majalah Visi menganjurkan gerakan doa-puasa 40 hari secara nasional, dan seusai masa doa itu di klaim bahwa Indonesia berada dalam keadaan damai dan aman akibat doa-doa mereka. Faktanya, dua hari setelah usainya doa syafaat itu, di Ambon pecah perang saudara berdarah yang baru mereda tiga tahun kemudian. Film Transformations banyak memanipulasi data dan kesimpulan empat kota yang dijadikan contoh. Klaim-klaim sukses gaya ajaran kemakmuran tidak seperti yang digambarkan secara spektakular dalam film tersebut (lihat wesite di bawah).

Secara teologis tidak dapat dibenarkan bahwa manusia membagi-bagi geografi dunia menjadi teritori yang dihuni kuasa kegelapan dan yang dihuni roh Tuhan. Apalagi kalau hal ini bisa dipetakan oleh manusia secara visual. Nabi Yunus yang tidak mendoakan kota Niniwe, namun Niniwe diberkati karena pertobatan penduduknya sendiri. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita berperang bukan dengan darah dan daging melainkan dengan kekuatan-kekuatan di udara (Efs.6:10-12), dan Paulus tidak menyuruh kita melakukan pemetaan spiritual melainkan agar bersenjatakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efs.6:13-20). Ketika Rasul Paulus mengunjungi kuil di Athena, ia tidak berdoa berkeliling kuil (prayer-walking) atau melakukan pemetaan spiritual dan mengumpulkan pendoa syafaat, ia menginjili mereka dimana mereka berada (Kis.17:16-34). Bukan karena doa syafaat dan bukan karena kerasulan baru tetapi Paulus menyuruh mereka bertobat.

Kita harus berhati-hati dengan ajaran Transformasi karena tokohnya sendiri, George Otis Jr., diragukan iman Kristianinya. Dalam buku- bukunya, secara eksplisit ia menolak konsep mengenai dosa waris dan Yesus sebagai juruselamat satu-satunya yang menebus dosa manusia dikayu salib. Ia lebih menekankan kuasa doa daripada "Tuhan yang menjawab Doa", ia lebih menekankan kedahsyatan kerajaan Iblis tetapi kurang mengungkapkan oknum Yesus dalam misinya sebagai penggenap Taurat dan Juruselamat manusia yang telah mengalahkan Iblis dan kerajaannya.

Sama dengan ajaran "Signs & Wonder" (Wimber) yang menyebut bahwa keselamatan dalam penebusan Kristus belum lengkap dan harus diisi dengan bukti tanda dan mujizat, demikian juga Otis menyebut bahwa peran Tuhan Yesus di kayu salib tidak berarti kecuali manusia melalui para rasul barunya mampu memetakan dunia spiritual dan memerangi roh- roh teritorial dengan kuasa doa syafaat dan puasa manusiawi. Konsep mengenai doa berjalan (prayer-walk) dengan menara doanya untuk menguduskan suatu kawasan, maupun doa memberkati suku-suku atau kawasan tertentu, jelas menekankan ajaran "Word Faith" yang menjadikan doa sekedar ´mantra´ dan bukan sebagai alat dialog dengan Tuhan dan Tuhanlah yang mendengar yang akan memberikan jawaban-Nya.

Kita benar-benar harus waspada dengan gerakan-gerakan doa semacam Doa Transformasi Kota yang seakan-akan doa Kristiani dengan mengatasnamakan Tuhan Yesus Kristus dan kesatuan umat Kristen, padahal yang dipraktekkan adalah doa perdukunan yang bersifat mantra yang justru merupakan kesatuan yang bisa menyesatkan umat Kristen dari kebenaran Alkitab mengenai oknum Tuhan Yesus Kristus dan konsep doa yang benar yang diajarkan Alkitab.

Sumber: www.yabina.org

Doa Umat Egois!

Penulis: Mang Ucup

Di dalam agama manapun juga selalu ada beberapa gelintir umatnya yang egois salah satu contoh nyata adalah Mang Ucup karena telah memanjatkan doa; agar tim Jerman bisa keluar sebagai juara, ini tidaklah pantes dan dianggap sebagai pelecehan. Untuk ini saya hanya bisa bilang Amin! Walaupun demikian tidak ada salahnya kalau kita menganalisa dan Ngaca bareng begitu: "Apakah Anda juga termasuk umat Egois alias sami mawon seperti si Ucup?"

Leo Tolstoy berkata: Bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh kita hanya dengan satu tujuan saja ialah mencapai kebahagiaan pribadi. Pascal pun mengaminkannya, bahkan ia menambah, bahwa orang bunuh diri sekalipun sebenarnya hanya demi kebahagiaan dan kepuasannya dia semata-mata.

Untuk mencapai tujuan inilah kita hidup dan menghalalkan segala macam cara upaya, sampai kita tega untuk memanfaatkan Allah demi kepentingan diri kita pribadi. Memang kalau sesumbar keluar sih ngakunya sebagai hamba Allah, tetapi kenyataannya yang kebalikannya terjadi dimana kita telah menurunkan derajat Allah menjadi PRT alias Jongos kita!

Kagak percaya?! Cobalah Anda analisa sendiri isi dari sederet permohonan doa Anda yang berjibun? Pertama minta agar perut kita jadi kenyang kedua minta selamat, agar semua dosa-dosa Gue diampuni dengan digarnir pemanis basa basi dikit, bahwa Gue juga mo mengampuni dosa orang lain, walaupun kenyataannya boro-boro bisa melupakan; untuk memaafkan orang lain azah udah sulit banget.

Belum lagi permohonan-permohonan lainnya, dimana kita ingin jadi kaya, ingin lulus ujian, ingin sehat waalfiat, ingin dapat pangkat, ingin dapat pasangan hidup yang cocok (baca caem & kaya) dan sederet permohonan-permohonan lainnya. Maka dari itu benarlah apa yang ditulis oleh Ken Blanchard bahwa EGO itu adalah singkatan dari "Edging God Out"! (menomor duakan atau menyisihkan Allah).

Berkat itu bisa didefinisikan untuk semua hal-hal yang dapat membuat hidup kita jadi nikmat, harta, kesehatan, keselamatan dst-nya. Kita "menuntut" berkat dari Allah, karena kita merasa sebagai hamba-Nya, jadi wajarlah kalau Ia memberikan upah kepada kita berupa berkat! Kalau permohonan kita tidak dikabulkan, maka kita sering ngambek dan mempertanyakan keberadaan-Nya Allah. Kita sesumbar dan ngakunya sih sebagai hamba Allah, tetapi kalau ditanya berapa jam sehari Lho kerja atau melakukan sesuatu untuk Allah? Boro-boro beberapa jam kalau udah bersedia meluangkan waktu 10 menit azah udah bagus tuh ! Maka dari itu sebelumnya Lho ngambek tanya dulu, apakah Lho layak mendapatkan berkat ini?

Kita ini dilahirkan sebagai umat Egois, begitu kita brol di dunia ini, kita sudah menuntut agar semua kebutuhan kita dilayani, kalau tidak terkabulkan pasti kita akan menangis. Begitu juga pada masa kanak-kanak, kita ngambek, bahkan terkadang menilai, bahwa ortu kita tidak sayang ama kita, karena permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun sebenarnya mereka lebih tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi anaknya.

Sifat manja dan sifat kekanak-kanakan tersebut masih tetap terbawakan terus hingga kita dewasa; yang beda hanya sang pemeran pelengkap penderitanya saja, kalau dahulu ortu kita, sekarang digantikan oleh Allah. Kita mencari pengganti ortu yang bisa melayani, melindungi kita, maklum Jongos dirumah baca "Ortu" udah bisa dipensiun, jadi wajarlah kalau kita butuh jongos baru begitu!

Menurut Sigmund Freud manusia ini menciptakan agama dan illah itu sebenarnya sebagai pengganti orang tua kita dengan harapan agar semua kebutuhkan kita bisa terpenuhi. Ah moso sih? Tanyalah kepada diri sendiri, kapankah kita berdoa semakin rajin dan semakin khusuk, pada umumnya kalau ada maunya. Dan tidak bisa dipungkiri kebanyakan orang menjadi semakin religius, apabila ia sakit atau sedang kena musibah. Oleh sebab itulah kita lebih senang menyebut Allah dengan panggilan nama Bapa, agar lebih familier begitu.

Sebagai orang beragama seharusnya kita mau mengakui dan dapat menerima agar kehendak-Nya saja yang terjadi, maklum Ia kan Big Boss kita, tetapi kenyataannya pada saat kehendak-Nya terjadi kita ngambek dan tidak bisa menerima, karena tidak sesuai dengan keinginan maupun kehendak kita!

Apakah gempa bumi, meletusnya gunung ataupun Tsunami itu hasil dan kehendaknya si setan? Saya yakin tidak sebab Allah tidak bisa diperintah oleh siapapun juga, sedangkan si setan tidak mempunyai kekuasaan maupun kemampuan untuk melakukan ini. Jadi jelas semuanya ini adalah kehendak-Nya oleh sebab itulah seharusnya kita bilang "Tenkyu dan Amin" azah kagak banyak tanya ini maupun itu, bahkan yang lebih kurang ajar lagi dimana kita ingin menggugat maupun menyalahkan Dia ! Kenapa kagak sekalian nge-demo Allah azah!

Jadi sebenarnya kita ini masih seperti anak kecil dan secara rohani belum dewasa. Kita ingin dilayani terus-menerus; merengek ataupun ngambek apabila permohonan kita tidak dikabulkan, walaupun di dalam Doa sih kita komat-kamit "Biarlah kehendak-Mu terjadi", tetapi wajarlah itu kan namanya juga sekedar basa-basi ato rayuan gombal pemanis doa eh pemanis bibir ato lip-service azah, Allah juga senang kok dirayu dan dipuji!

Kita ini sebenarnya udah jadi pengidap Narsis Rohani berat, dimana kita menuntut agar kehendak Gue saja yang kudu terjadi sedangkan Allah adalah hambanya Gue. Jadi wajarlah kalho Dia kudu selalu mau mengabulkan permohonan Gue. Kita merasa seakan-akan diri kita ini lebih tinggi daripada Sang Pencipta dan ini namanya udah dosa berat tuh, karena ini berarti menghujat Allah.

Oleh sebab itulah umat Kristen paling demen baca Kitab Mazmur 23 disitu udah tercantum komplit, semua kebutuhan yang dapat memberikan kenikmatan maupun kepuasan hidup; mulai dari rumput hijau s/d air, bahkan Bodyguard untuk melindungi juga udah disediakan, jadi kurang apa lagi? Bukankah ini namanya service Hotel Bintang Lima tuh!

Walaupun demikan mang Ucup mo belajar untuk merobah pola hidup saya, dimana Tuhan tidak akan di nomor duakan lagi dan arti kata EGO (Edging God Out = Tuhan disisihkan) dirobah menjadi EGO (Exalting God Only = Hanya Tuhan saja yang dimuliakan) - Amin.

Doa di Dalam Nama Yesus

Oleh: Yon Maryono

Bila kita mendengar akhir sebuah doa, sering kita dengar ucapan “Di dalam nama Tuhan Yesus”. Kalimat ini, kadang ducapkan dengan sungguh-sungguh, kadang diucapkan dengan cepat. Kesannya akhir doa itu sebuah formula yang ditiru oleh generasi ke generasi. Di sisi lain, kita juga mendengar pendoa menghilangkan kalimat itu. Apapun ungkapannya, yang mengkuatirkan adalah mereka mengucapkan atau menghilangkan kalimat itu karena kurang memahami maknanya.

Dalam lingkaran organisasi sekuler, seorang pejabat, katakanlah Direktur yang menandatangani sebuah dokumen atas nama Direktur Utamanya, diartikan kekuasaan dan kewenangan Direktur itu seperti kekuasaan dan kewenangan Direktur utamanya. Dia telah dipercaya penuh, sehati dan sepikir antara pemberi kuasa dan yang dikuasakan. Ilustrasi sekuler ini dapat membantu memahami bahwa makna dalam nama-Ku menunjukan sejiwa, sekarakter antara Bapa dan Anak dalam hal wewenang dan kuasa. Oleh karena itu, berdoa di dalam nama Yesus, artinya Yesus sebagai Mediator atau penghubung antara manusia dan Allah Bapa yang Maha Kudus. Mengapa perlu penghubung? Karena manusia yang penuh dosa tidak dapat datang di hadirat Tuhan yang Maha Kudus. There is one God, and there is one mediator between God and men, the man Christ Jesus (1 Tim 2:5). Yesus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup, tak sorang pun datang kepada Allah Bapa tanpa melalui Dia. (bdk. Yoh 14:6)

Bila Yesus satu-satunya jalan, pertanyaanya adalah bagaimana doa orang tidak percaya atau orang-orang yang hidup dalam perjanjian Lama?

Anugerah Tuhan diberikan kepada semua orang, baik orang percaya maupun tidak percaya. Bahkan Matahari bagi yang jahat dan yang baik (Mat 5:45). Maksud kemurahan Allah menurut Paulus semata-mata menuntun manusia dalam pertobatan (Roma 2:4b). Dengan pemahaman ini, Allah pasti mendengar doa orang tidak percaya oleh karena kasih-Nya, tetapi jawaban atas doa itu semata-mata menuntun orang tidak percaya untuk berbailk kepada Yesus.

Sedangkan orang-orang yang hidup dalam Perjanjian Lama, kita mengenal semangat sacrifice, persembahan korban di lingkungan Bait Allah dengan berbagai tujuan seperti penghapusan dosa, korban paskah (Kel 24:1-8), korban perjanjian (Ul 27:1; Yos 8:30). Persembahan dalam PL bersifat simbolik tetapi ritus itu juga harus ditindak lanjuti niat dan pengabdian si penyembah untuk bertobat kepada Allah Abraham. Para Nabi dalam jaman itu menyaksikan ritual dan perubahan umat setelah bertobat (Rowly, Worship in Ancient Israel). Benang merah antara PL-PB sangat jelas. Di Gereja PB tidak ada lagi korban binatang karena Kristus sebagai domba Allah, telah dipersembahkan sebagai korban. Darahnya yang suci meniadakan dosa dunia (Yoh 1:29; 1Pet1: 18, dsb). Dan semangat sacrificenya antara PL dan PB sama yaitu sikap rohani yang bercirikan penyerahan diri kepada Tuhan melalui korban hewan seperti domba (PL) dan Kristus (PB). Jadi melalui siapa kita berserah diri kepada Allah Bapa, kalau tidak melalui perantara Kristus ? Dengan demikian pengucapan syukur dengan iman kepada Yesus sebagai korban persembahan hidup adalah korban yang syah (bdk. Ibr 13:15)

Jadi, berdoa di dalam nama Yesus tidak hanya berdoa didalam kuasa-Nya, yang merefleksikan kekuasaan Allah Bapa, tetapi juga berdoa didasarkan kehendak-Nya. Contoh narasi dalam Alkitab, Petrus berkata kepada orang lumpuh dalam nama Yesus Kristus untuk berjalan (Kis 3:6); ketika Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama ditanya di dalam nama siapa mereka bertindak (Kis 4:10). Ketika Paulus mengusir roh jahat dalam nama Yesus Kristus (Kis 16:18). Berdoa dalam nama Yesus bermakna: berdoa dengan mempergunakan kekuasaan Kristus artinya berdoa dengan penuh kepercayaan kepada-Nya bahwa Ia adalah satu-satunya Mediator kepada Allah Bapa (bdg. Mat.28:19; Kis.3:6) dan berdoa dalam kesatuan dengan Dia, artinya selaras dengan kehendak, kepribadian dan tabiat-Nya sehingga orang tidak berdoa di luar kehendak-Nya.
 
Penambahan formula doa dengan kalimat “di dalam nama Yesus” akan tidak bermakna apabila kalimat doa itu diucapkan dengan kurang, bahkan tidak memahami maksudnya. Sesungguhnya, penempatan kalimat itu bukan karena tempatnya yang seolah diformalkan atau dibakukan tetapi pemahaman maknanya. Bagi pendoa yang mengetahui dengan benar makna berdoa “di dalam nama Yesus” akan terucap dengan benar dalam doa sesuai sikap hati dan kedewasaan rohani pendoa walaupun tidak tertata secara formal.

Tuhan memberkati.

Gemuruh National Prayer Conference 5 Mei 2005

Glorianet - Tanggal 5 Mei 2005 kemarin merupakan salah satu hari bersejarah dalam sejarah Kekristenan di Indonesia dan di dunia, dengan diselenggarakannya National Prayer Conference, bertemakan "Indonesia Bagi Bangsa-bangsa", di stadion Gelora Bung Karno. Lebih dari seratus ribu anak Tuhan berkumpul di stadion Bung Karno Jakarta, belum lagi ratusan ribu lainnya yang juga berkumpul di 77 kota lainnya di seluruh Nusantara. Kegerakan doa ini merupakan momen yang sangat fenomenal, di mana seluruh anak Tuhan di Indonesia mau bersatu, meruntuhkan tembok-tembok denominasi, dan berdoa bersama agar Tuhan memulihkan dan mentransformasi Indonesia. NPC ini sendiri dibuka dengan bangga oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, yang menyampaikan sukacitanya melihat bersatunya umat Tuhan untuk berdoa bersama bagi bangsa dan kebanggaannya karena Indonesia menjadi tuan rumah konferensi Transform World 2005 yang dihadiri delegasi dari 56 negara, sebagai pendahuluan dari NPC ini. Ratusan ribu umat bertepuk tangan dan bergemuruh ketika Sutiyoso meneriakkan, "Shalooooom" keras-keras.

Yang menarik adalah bahwa NPC di Indonesia ini juga menjadi bagian dari kegerakan doa di seluruh dunia. Pada saat yang bersamaan di Amerika juga diselenggarakan Natioal Day of Prayer dan bahkan acara NPC di Indonesia turut di-relay di layar acara doa di Amerika tersebut. NPC ini juga merupakan bagian dari kegerakan Global Day of Prayer yang akan berlangsung pada tanggal 15 Mei 2005 di seluruh dunia, di mana seluruh umat bersepakat untuk berdoa bersama agar Allah mentransformasi dunia ini. Pelopor kegerakan Global Day of Prayer ini, Graham Power dari Afrika Selatan, turut memberikan sambutan di acara NPC ini dan menyerukan semangat doa bersama. Demikian juga Dr Luis Bush dari Amerika, pelopor kegerakan Transform World, menyampaikan pesannya tentang sungai transformasi yang kini sedang mengalir di Indonesia.

Para hamba Tuhan seperti Yakub Susabda, HBL Mantiri, Bambang Wijaya, Iman Santoso, Eddy Leo, Niko Nyotorahardjo, bergiliran berdoa bagi Indonesia, baik mengenai petobatan, masalah moral, ketidakadilan, pemulihan, dll., dengan semangat yang sama, memohon agar Allah mentransformasi Indonesia. Koordinator JDN, Dr Iman Santoso, yang dihubungi Glorianet, berkomentar bahwa ini memang adalah saatnya kegerakan Allah di Indonesia.

Acara ini juga dipenuhi dengan pujian dan penyembahan yang mengalir dengan penuh urapan oleh para penyanyi seperti Eka Deli, Lidya Nursaid, Welyar Kauntu, Sari Simorangkir, Adon "Base Jam" dan Ana Paula. Yang terakhir adalah seorang pemimpin pujian dari Brazil yang penuh urapan dan telah dipakai luar biasa, seperti memimpin konser pujian 2 juta orang di Brazil! Seluruh hadirin hanyut dalam sorak sorai, dalam penyembahan dan mengangkat hati mereka bagi Kristus.

Andreas Nawawi, presenter acara "SOLUSI" di SCTV, kemudian mengajak seluruh umat agar berkomitmen untuk berdoa bagi Indonesia selama 55 hari sepanjang minimal 5 detik tiap hari. Ajakan ini disimbolkan dengan memakai gelang "Transformasi Indonesia".

Biarlah transformasi terjadi di Indonesia, seperti yang dikatakan Luis Bush, doa transformasi tidak lain adalah Doa Bapa Kami, "Datanglah KerajaanMu......jadilah kehendakMu...di bumi seperti di sorga...." Marilah kita semua berdoa bagi pemulihan dan transformasi bangsa! (GCM/hs)

Sumber: Lintas Berita

Godaan-Godaan Doa

Oleh: Yoe

Doa bagi umat Kristiani merupakan salah satu makanan utama dan jiwa dalam karya kerasulan tetapi doa juga merupakan salah satu bidang yang sering ditantang dan digodai. Godaan doa sangat bervariasi dan kuat karena begitu semangat doa mulai melemah atau bahkan hilang sama sekali maka hal itu akan mempengaruhi semua aspek kehidupan umat Kristen. Godaan terhadap doa merupakan godaan yang paling kuat yang dapat terjadi pada siapa saja mulai dari mereka yang pemula, pada mereka yang bertekun dalam doa sampai pada para mistik. Adapun macam-macam godaan doa adalah:

  1. Tidak ada motivasi yang cukup
  2. Godaan ini berusaha menahan orang pada tingkat alasan yang dangkal untuk berdoa yang pada akhirnya dapat mengakibatkan doa kita menjadi lemah, jarang dan tidak mampu membuat pembaharuan.

  3. Doa yang Impersonal
  4. Godaan ini membuat doa yang merupakan pengalaman religius menjadi tidak bersifat personal dan berpusat pada diri sendiri sehingga Tuhan sebagai pribadi hampir terabaikan.

  5. Mensekularisasikan Doa
  6. Godaan ini menggoda kita dalam berbagai cara terutama adalah menghilangkan kepercayaan pada efektivitas dan pengaruh doa dalam sejarah dan dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Penyerahan Diri yang Tidak Mendalam
  8. Godaan ini menipu dengan cara membawa orang yang suka berdoa pada kebiasaan doa yang setengah hati atau suam suam kuku sehingga pertemuan kita dengan Allah melalui doa bukan merupakan pertemuan yang mendalam.

  9. Tidak Berminat untuk Berkembang
  10. Di mana godaan ini menjadikan doa sebagai suatu kewajiban rutin dan bukan sebagai penggerak pertumbuhan sehingga mereka tidak tertarik untuk mengembangkan kualitas doanya.

  11. Tidak memelihara iman
  12. Godaan ini membuat orang berpikir bahwa mereka dapat memisahkan doa dari kehidupan imannya dan dari kondisi iman orang yang suka berdoa.

  13. Menyangkal Kemanusiaan Kristus
  14. Godaan ini mengatakan pada mereka yang suka berdoa bahwa mereka harus meninggalkan kenangan dan hubungan dengan kemanusiaan Yesus dimana godaan ini juga menyamarkan dirinya sebagai doa yang harus dilakukan setiap waktu dalam cara yang lebih tinggi dan tidak dipengaruhi oleh bantuan panca indra.

  15. Menekankan Kuantitas di atas Kualitas
  16. Godaan jenis ini adalah dengan mengacaukan perkembangan doa yang nyata dengan memperbanyak dan memperpanjang doa dan menyangkal bahwa kualitas adalah adalah hal yang paling esensial.

  17. Mengabaikan Saat-Saat Kekuatan
  18. Godaan yang bersifat merendahkan doa dengan cara melemahkannya dan bukan dengan langsung menekannya dimana godaan ini berasal dari cara memberikan posisi lebih penting pada semangat doa daripada pada waktu doa itu sendiri.

  19. Memisahkan Doa dan Keterkaitan dengan Hidup
  20. Godaan jenis ini menjadikan doa sebagai ritual yang tertutup, tanpa relasi dengan kebenaran Injil, suatu hal yang harus dimiliki oleh orang yang suka berdoa dan tanpa pengaruh apa-apa terhadap iman di masa yang datang.

Hancurkan Kuasa Kegelapan yang Mengikat Daerah Termasuk di Internet

Penulis : Paul Y.Chun

"...Ketika pendoa syafaat mendoakan sebuah daerah secara rinci, mereka pasti menemukan suatu daerah yang tidak benar dihadapan Allah. Kita perlu bertanya kepada Tuhan didalam doa untuk mengerti bagaimana roh jahat menguasai daerah itu dan bagaimana kuasa roh jahat dihancurkan secara tragis. Tuhan akan memberitahukan cara yang tepat bagaimana kita mendoakan keluarga kita, masyarakat dan gereja di dalam peperangan rohani. Kita tidak dapat menghancurkan kuasa roh jahat dengan suatu doa yang meminta berkat saja. Didalam peperangan rohani, selain mengancurkan kuasa roh jahat, kita perlu berdoa secara rinci supaya kerajaan sorga dinyatakan dikota atau masyarakat. Untuk doa ini kita perlu mengetahui sejarah kota atau daerah itu. Misalnya didalam sejarah didaerah tertentu. Nenek moyangnya bermusuhan satu dengan yang lain atau mempunyai hubungan yang tidak baik. Sesudah masalah daerah diperiksa. Kita perlu tahu apakah ada perjanjian dengan roh jahat didaerah ini. Kita putuskan perjanjian itu dalam nama Yesus. Kita juga mengakui dosa yang dilakukan penduduk di daerah itu dan meminta belas kasihan Tuhan turun diatas daerah itu.

Kita perlu memutuskan segala ikatan atau pengaruh kuasa gelap yang mengganggu kehidupan rohani kita dalam nama Yesus. Kita perlu berdoa dengan doa peperangan rohani kalau ada hal - hal yang terikat dengan budaya, sosial, pendidikan yang mengganggu orang - orang untuk bisa bertobat. Kita perlu memelihara diri kita sendiri, jangan sampai ada kesempatan Iblis untuk memecahkan hubungan kita dengan Allah. Melalui peta rohani kita menyelesaikan masalah rohani kita sebelum kita diserang sehingga kita menikmati persekutuan dengan Allah secara berlimpah - limpah. Apalagi jika kita mendoakan orang lain sebagai pendoa syafaat kita senantiasa menikmati kehidupan yang berkemenangan didalam Tuhan. Kita dapat melihat mezbah penyembahan berhala dan perdukunan didaerah atau dikota kita. Kebanyakan tempat itu adalah miskin dan kotor sehingga tempat itu digunakan sebagai tempat percabulan. Tempat untuk minum minuman keras dan tempat kemerosotan moralitas. Kebanyakan tempat sema cam itu tembok kuasa gelap mulai diwujudkan. Kita tidak mau tempat semacam itu berada didekat lingkungan kita. Karena kuasa gelap dapat menipu kita secara licik sehingga hubungan kita yang sempurna dengan Allah dihancurkan yang akhirnya menjauhkan kita dari Allah. Kita harus peka dalam pengetahuan rohani terhadap hal - hal yang seperti itu dan berdoa untuk menghancurkan kuasa kegelapan........"

Catatan :

Penulis adalah senior Pastor di Gereja Hasamag Korea, beliau adalah orang Korea pertama yang didispilinkan dalam doa syafaat di Global Harvest Ministries, sebuah lembaga yang menjadi pusat doa sedunia ( World Prayer Center ) yang berdoa untuk suku - suku terasing window 10 - 40.

Elizabeth Albert ketua Organisasi Intercessors International mengimplementasikan segala hal dan seluk beluk doa syafaat kepada Rev Paul Y. Chun dan kini Rev Paul Y. Chun diangkat menjadi ketua Intercessors International untuk wilayah Benua Asia.

Di Korea beliau mendirikan Ministry Development International.Berdomisili di Amerika, memiliki banyak lembaga pelayanan international.

Tulisan tersebut bersumber dari buku " Doa Syafaat yang Hidup " Edisi Bahasa Indonesia. Terjemahan Bapak / Ibu Barnabas Lee, diterbitkan oleh MDI, pada bulan Juli 2004

Semoga jadi berkat buat anak anakNya!

Indahnya Berdoa

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Setiap kita pasti sudah tahu makna doa itu. Doa adalah bagian paling penting dari hidup orang Kristen yaitu nafas. Seperti halnya kalau kita tahan nafas 1 menit saja, kita mungkin akan sesak nafas. Dengan kata lain doa itu penting dan indah.

Seorang ayah sedang sibuk dalam pekerjaannya sebagai insinyur. Dia sibuk mendesain gambar bangunan untuk proyeknya. Sang ayah terlalu sibuk sampai lupa bahwa anaknya Andi butuh diperhatikan dan disayang.

Satu hari Andi mau bermain dengan ayahnya; ayahnya mengatakan sibuk. Sebagai gantinya ayahnya menawarkan makanan kesukaan Andi misalnya coklat, es krim, atau kentucky, atau lolipop asal Andi jangan mengganggunya. Andi mengatakan, "Saya tidak menginginkan itu Ayah, saya hanya ingin Ayah meluangkan waktu ayah 1 jam saja untuk kita main-main. Ayah sudah 5 hari bekerja untuk hidup kita, sekarang aku minta waktu ayah 1 jam saja." Ayahnya tersentak, menangis dan memeluk anaknya, dan bermain dengan anaknya.

Seperti halnya anak itu menginginkan waktu bersama dengan ayahnya untuk bersama, Tuhan juga ingin kita menyisakan waktu kita satu jam saja dengan Tuhan.

Kalau kita mau hitung-hitungan ada berapa jam dalam sehari? 24 jam. Berapa jam kita gunakan untuk bekerja? Anggaplah 10 jam, lalu waktu untuk mandi, makan, nonton sekitar 4 jam, ada waktu untuk shopping 1 jam, dll. Tuhan hanya mau 1 jam saja waktu kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan; ngobrol, curhat, kalau perlu menangis dengan Tuhan. Masakan kita terlalu egois mengatakan ”Maaf, saya sibuk”, sedangkan Allah tidak pernah mengatakan, ”Maaf Saya untuk hari ini sibuk, Saya gak bisa menjagamu, Saya gak mau mendengarkan doamu.” Celakalah kita jika Tuhan seperti itu. Untung Tuhan bukan seperti itu, Tuhan mau kita menyisakan waktu kita 1 jam untuk berdoa.

Teman-teman apa sih indahnya berdoa? Mungkin pertama kali kita tidak merasakan apa-apa tapi jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan sukacita, kita mendalami bersama Tuhan, kita tak terasa bisa menghabiskan waktu 2 jam-3 jam untuk berdoa, karna kita bisa mencurahkan isi hati kita pada Tuhan.

Dalam Mazmur 62:9; mencurahkan hati di hadapan Tuhan adalah kesenangan bagi kita, dan nikmatilah berkat-berkat Tuhan yang mengalir lewat doa kita.

Jiwa yang Haus dan Kering


Untuk mengenal seseorang dengan mendalam, kita tidak perlu menjadi orang yang jenius, punya "communication skill" yang hebat, pandai berbicara, pintar mengorek kepribadian, dan seterusnya.

Lupakan semua cara-cara itu, karena ada cara yang lebih sederhana, lebih mudah, dan jauh lebih efektif, yaitu hanya dengan meluangkan sebanyak mungkin waktu bersama orang yang ingin kita kenal tersebut.

Semakin banyak waktu yang kita habiskan bersama dengan orang tersebut, secara otomatis pengenalan kita akan lebih dalam lagi.

Anda bisa mengenal pasangan anda, karena tiap saat Anda bertemu dengan pasangan dan menghabiskan banyak waktu dengannya, maka secara otomatis Anda bisa mengenalnya.

Bahkan, sepandai-pandainya pasangan Anda menyembunyikan kepribadiannya atau “belangnya”, toh suatu saat Anda akan mengetahuinya juga.

Kita rindu mengenal Tuhan lebih dalam. Itulah sepenggal pujian yang kerap kita nyanyikan. Kita rindu mengenal Pribadi-Nya, namun sayang kita tidak pernah melewatkan waktu bersama-Nya.

Jelas itu hal yang mustahil. Untuk mengenal Allah lebih dalam hingga kita tahu seperti apa karakter-Nya, sifat-sifat-Nya, kebiasaan-Nya, bahkan seperti apa selera Tuhan, kita harus melewatkan waktu lebih banyak lagi dengan Tuhan.

Alkitab mencatat Daud bisa mengenal Tuhan sedemikian dalam, tidak heran, karena Daud selalu melewatkan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan.

Sebagian besar mazmur yang ditulisnya cukup menggambarkan bagaimana Daud selalu bersekutu dengan Tuhan dalam doa, mazmur, dan pujian penyembahan.

LORD JESUS LOVE U ALL

Karunia-Karunia

Berdoa Dalam Bahasa Roh

Berdoa dalam bhs roh merupakan suatu sarana untuk bertumbuh dalam hidup ilahi, yaitu hidup dalam Roh.
Karunia doa ini diberikan kepada setiap orang, bahkan kepada yang baru dibaptis, yang belum banyak pengetahuan agamanya serta yang belum dalam imannya. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu karunia doa adikodrati yang melampaui perasaan dan akal budi menusia serta berdasarkan iman semata-mata. Doa dalam bahasa merupakan suatu bentuk doa yang lebih tinggi dari doa dalam bahasa kita karena dengan perantaraan iman, doa ini langsung membawa kita kepada Tuhan tanpa keterikatan atau kemelekatan kita terhadap dunia (phisically) seperti gagasan/konsep/pikiran/ide, semua ini masih terikat/melekat pada akal budi kita, jadi masih bersifat secara Fisik. Tapi bila kita berdoa dalam bahasa Roh, maka sudah tidak ada lagi keterikatan atau kemelekatan kita terhadap duniawi ini, karena roh kita berhubungan langsung dengan Roh Tuhan.
Karunia-karunia Roh Kudus dibagi 2 peringkat.

Pembagian karunia-karunia Roh Kudus.

Menurut Santo Paulus dalam 1 Kor. 12:8-10, ada 9 karunia Roh Kudus yang merupakan pelayanan yang biasa dijumpai dan yang seharusnya ada dalam gereja setempat.

  • Karunia Kebijaksanaan :


  • Bagaimana untuk mendapatkan karunia-karunia Roh Kudus itu? ya kita harus senantiasa berdoa yg dalam dan hidup sesuai kehendak-Nya; bertindak spt anak kecil, berjalan kemana saja Tuhan membimbing serta tdk takut membuat kesalahan2; kita harus senantiasa rindu akan Tuhan; kita harus selalu memuji-muji Tuhan, memuliakan nama-Nya, menyembah Dia dengan penuh iman, senantiasa mengucap syukur kepada-Nya, selalu memohon dengan tulus dan pasrah, selalu sharing dengan teman2 yg sudah penuh dg iman, berdoa dlam kontemplasi/keheningan/samadhidengan teknik2 meditasi yg benar. Haruslah diingat bahwa karunia-karunia Roh Kudus ini walaupun penuh dengan kuasa, janganlah disamakan dengan kesucian hidup. Karunia-karunia ini berbeda dengan rahmat pengudusan dan bukan suatu tanda kesucian seseorang tetapi hanya merupakan manifestasi yg nyata cinta yg dalam bagi jemaat. Jika penggunaan karunia-karunia ini dengan benar maka akan menghasilkan buah-buah Roh Kudus, ini yg merupakan tanda sejati kesucian hidup.

    Sumber :

    Kenapa Orang Kristen Susah Sekali Berdoa?

    Penulis : Tise

    Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu - dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah : kenapa orang kristen susah sekali berdoa?

    Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jawaban dari hidup ini ialah doa dan iman. Rasul Paulus menulis, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6). Paulus mengatakan pada kita, "Carilah Tuhan dalam setiap bidang di dalam hidupmu. Dan lebih dulu bersyukurlah pada-Nya karena Ia mendengarkanmu."

    Maksud Paulus jelas : Selalu berdoa terlebih dahulu! Kita tidak berdoa sebagai usaha terakhir - pergi ke sahabat dulu, lalu ke pendeta atau konselor, dan akhirnya berlutut untuk berdoa sebagai usaha terakhir. Tidak - Yesus berkata pada kita, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33). Kita harus pergi pada Tuhan dulu - sebelum pergi pada yang lain!

    Sangat menggetarkan hati waktu membaca surat yang dikirim ke pelayanan kami dari banyak orang Kristen yang mengalami kegagalan. Keluarga yang kacau, perceraian suami istri, orang yang berjalan dengan iman bersama dengan Kristus selama bertahun-tahun kini hidup dalam ketakutan dan kekalahan. Setiap orang ini dikalahkan oleh musuh - dosa, depresi, keduniawian, kepalsuan. Dan tahun demi tahun masalah mereka hanya kelihatan semakin parah.

    Tetapi, yang mengejutkan saya ialah dari surat mereka sedikit sekali yang menyinggung tentang doa. Mereka mencari kaset, buku, konselor, menelpon acara-acara, macam-macam terapi - tetapi jarang untuk berdoa. Mereka mengalami kekuatiran, kegentaran, hidup di bawah awan gelap setiap hari, karena mereka tidak punya jawaban atas masalah mereka.

    Kenapa orang Kristen dalam masa krisis sulit mencari Tuhan untuk kebutuhan mereka yang mendesak? Padahal Alkitab adalah kesaksian yang panjang tentang Tuhan yang mendengarkan seruan anak-anakNya dan menjawab mereka dengan kasih yang hangat :

    "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Mazmur 34:16)

    "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." (ayat 18)

    "Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya." (1 Yoh 5:14-15)

    " Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yak 5:16)

    "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22)

    "tetapi doa orang jujur dikenanNya." (Ams 15:8)

    "tetapi doa orang benar didengarNya." (ayat 29)

    "sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka." (Mazmur 102:18)

    Dengarlah apa yang dikatakan Daud, "Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku." Daud berkata, "Aku telah membuktikan Engkau, Tuhan! Dalam semua cobaan, aku tidak berpaling pada siapa pun. Aku hanya mencari Engkau saja - dan Engkau mendengarkan aku, menjawab aku, dan memberiku kekuatan untuk peperangan yang kuhadapi!" "dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau, Aku menjawab engkau" (81:7)

    Janji-janji dan kesaksian ini ialah bukti yang luar biasa akan pemeliharaan Tuhan. Dan begitu bermacam-macam dan banyaknya kesaksian semacam ini, saya tidak mengerti mengapa banyak orang Kristen tidak dapat melihatnya!

    Tentang doa, Alkitab memberikan pada kita lebih besar daripada sekedar janji-janji. Alkitab memberikan juga peringatan tentang bahaya mengacuhkan doa. "bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu,." (Ibrani 2:3). Bahasa Yunani dari menyia-nyiakan di sini berarti memandang enteng, hal yang sepele.

    Maksud dari ayat ini ialah hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kita - dan doa tentu adalah salah satunya. Tuhan bertanya, "Bagaimana kamu bisa berharap untuk terlepas dari kehancuran dan kebinasaan pada masa kegelapan yang akan datang, kalau kamu tidak belajar berhubungan dengan Ku melalui doa? Bagaimana kamu akan mengenal suara Ku pada hari itu, jika kamu belum pernah mendengarnya dalam hatimu dalam ruang doamu?

    Saya percaya Tuhan merasa sedih karena banyak dari umat-Nya yang mengabaikan doa hari-hari ini. Yeremia menulis, "Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya." Yeremia 2:32

    Inilah pertanyaan saya yang besar - satu hal yang tidak bisa saya pahami : Bagaimana umat Tuhan - yang selalu diserang oleh kuasa neraka, menghadapi masalah dan cobaan dari berbagai sisi - tidak pernah mencari Tuhan minggu lepas minggu? Dan bagaimana mereka bisa mengaku mengasihi Nya dan percaya pada janji-janji Nya tapi tidak pernah mendekat kepadaNya?

    Penulis kitab Ibrani memanggil kita untuk mendekatkan diri pada Tuhan

    Ibrani 10 mempunyai janji yang luar biasa. Dikatakan bahwa pintu Tuhan selalu terbuka untuk kita, memberikan hubungan langsung dengan Bapa.

    "Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." (Ibrani 10:19-22).

    Pada ayat selanjutnya, kita diperingatkan bahwa hari Tuhan sedang mendekat dengan cepat. "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (ayat 25). Tuhan berkata, "Bahkan sekarang, pada saat kedatangan Kristus telah dekat, kamu harus mencari wajahKu. Inilah waktunya untuk pergi ke ruang doamu dan mengenalKu lebih dalam!"

    Saya percaya kalau kita sedang melihat tanda-tanda yang merupakan bukti dari sistem perekonomian kita yang akan runtuh; kekerasan dan kejahatan sedang meningkat. Lingkungan kita menjadi brutal. Nabi palsu - "malaikat terang" - telah menipu banyak orang dengan ajaran-ajaran sesat. Dan kapan sajat dapat terjadi saatnya penganiayaan, yang akan membuat hati orang putus asa karena ketakutan. Tetapi, sebelum segalanya terjadi penulis kitab Ibrani berkata:

    "Jangan biarkan kebenaran hilang dari padamu! Tetap bangun dan berjagalah. Kamu memiliki pintu terbuka ke hadapan hadirat Allah yang kudus - maka masuklah ke dalamNya dengan jaminan iman, supaya permohonanmu didengarNya. Darah Kristus telah membuat jalan bagimu - dan tidak ada suatupun berdiri di antara kamu dan Bapamu. Kamu mempunyai segala hak untuk masuk tempat maha kudus, menerima pertolongan yang kamu butuhkan!"

    Pada saat kita memandang enteng korban Yesus - yang telah Ia berikan supaya kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dari Bapa - kita telah melecehkan karunia Tuhan, menyulut kemurkaanNya!

    Tetapi dengan kuatnya segala peringatan dan bahaya mengacuhkan doa, orang Kristen masih merasa sulit untuk beroda. Kenapa? Saya percaya ada empat alasan untuk hal ini.

    Pada saat saya memakai kata "suam-suam" untuk menggambarkan kasihnya pada Yesus, saya tidak mengartikan ia dingin terhadap Tuhan. Tetapi yang saya maksudkan ialah bahwa kasihnya "murah" - tidak berharga. Biarlah saya memberikan sebuah contoh:

    Saat Yesus berpesan pada jemaat Efesus di kitab Wahyu pasal 2, pertama-tama Ia memuji mereka karena pekerjaan mereka. Ia mengakui kerja keras mereka di dalam iman - membenci dosa dan kompromi, menolak ajaran sesat dan tak pernah lelah atau menyerah pada waktu disiksa, dan selalu berdiri untuk Injil.

    Tetapi Kristus berkata, Ia menemukan satu hal yang kurang pada mereka. Mereka telah meninggalkan kasih mula-mula, kasih yang mahal padaNya! "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4)

    Walaupun mereka mempunyai pekerjaan yang bagus, mereka meninggalkan kasih mereka, perjalanan mereka dengan Yesus. Dan sekarang Ia berkata pada mereka, "Kamu telah meninggalkan kasihmu yang semula. Kamu meninggalkan kedisiplinan yang berharga untuk datang dalam hadiratKu, untuk berhubungan denganKu!"

    Perhatikanlah: Yesus sedang berbicara pada orang-orang percaya yang memulai dengan kasih yang menyala-nyala kepadaNya. Ia tidak be113cara pada orang Kristen yang mati, dingin yang tidak pernah mengasihiNya. Bahkan Ia berkata, "Tidak mustahil bagi seorang yang dulunya memiliki hati yang mengasihiKu membiarkan kasihnya menjadi suam. Hamba yang baik yang dulu setiap hari mencari diriKu di ruang doanya sekarang jarang berdoa sama sekali!"

    Bayangkanlah betapa menyedihkan hal ini bagi Kristus, mempelai lelaki kita. Perkawinan macam apa yang akan terjadi antara suami dan istri yang tidak pernah meluangkan waktu di dalam keintiman? Dan itulah yang Yesus bicarakan di sini. Ia ingin suatu saat yang khusus denganmu, untuk menikmati keintiman denganNya!

    Kamu boleh bilang kalau kamu mengasihiNya - tetapi kalau kamu tidak pernah bertemu dengan Dia, kamu membuktikan kalau kamu tidak mengasihiNya sama sekali. Perilaku seperti itu tidak akan berjalan dengan sepasang kekasih. Kalau kamu bilang pada pacarmu kalau kamu mencintainya, tapi kamu hanya bertemu seminggu sekali - hanya cukup untuk mengatakan, "Hai, sayang, aku cinta kamu, sekarang - sampai jumpa!" - ia tidak akan mempercayainya. Mengapa Yesus, yang memberikan semuanya - hidupNya sendiri - untukmu harus percaya?

    Tidak penting seberapa kerasnya pujianmu di gereja, seberapa banyak kamu bilang kamu mengasihiNya, seberapa banyak air mata yang kamu curahkan. Kamu bisa memberikan kelemah lembutan, mengasihi sesama, membenci dosa, menegur yang bersalah - tapi jika hatimu tidak terus-menerus mendekat pada hadirat Kristus, kamu tidak mengasihinya. Kamu menganggap kecil doa, mengabaikannya - dan menurut perkataan Yesus sendiri, inilah buktinya bahwa kamu kehilangan kasihmu terhadapNya.

    Semua pekerjaan kita sia-sia, kecuali kita kembali pada kasih yang menyala-nyala pada Yesus. Kita harus menyadari, "Mengasihi Yesus bukanlah melakukan semua hal, tetapi menyangkut disiplin hari lepas hari untuk menjaga satu hubungan. Dan itulah yang membuatku berkorban!"

  • Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka telah kehilangan prioritasnya!
  • Prioritas ialah seberapa pentingnya kamu menganggap satu hal. Dan orang Kristen yang mengabaikan doa telah kehilangan prioritasnya!

    Banyak orang percaya bertekad mereka akan berdoa kalau mereka mempunyai waktu. Tetapi tiap minggu, mencari Kristus menjadi kurang penting bagi mereka daripada mencuci mobil, membersihkan rumah, mengunjungi teman, makan di luar, pergi belanja, menonton olah raga. Mereka cuman tidak menyediakan waktu untuk berdoa.

    Tetapi manusia akan tidak berbeda pada jaman Nuh dan Lot. Prioritas utama mereka adalah makan dan minum, beli dan jual, kawin dan memperhatikan keluarga mereka. Mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan pesan Tuhan tentang penghakiman yang akan tiba. Sehingga tidak ada yang siap pada saat penghakiman itu tiba!

    Kenyataannya, tidak ada yang berubah selama berabad-abad. Untuk sebagian besar orang Amerika, Tuhan tetap menempati tempat paling bawah dari daftar prioritasnya. Dan prioritas utama adalah penghasilan, keamanan, kesenangan, keluarga. Tentu saja, untuk banyak orang Amerika, Tuhan tidak ada dalam daftarnya. Tetapi itu tidak menyedihkan Tuhan sebanyak kenyataan begitu kecilnya Ia dihargai oleh anak-anakNya sendiri!

    Hari-hari ini, ribuan orang Kristen bepergian ke luar negeri untuk didoakan oleh beberapa hamba Tuhan, nabi atau penginjil. Orang-orang ini ingin merasakan jamahan Tuhan dan pengalaman yang indah di dalam hadiratNya. Tetapi walaupun mereka mendapatkan apa yang mereka cari, pengalaman itu berakhir dalam waktu yang singkat. Dan ironisnya, sepanjang waktu mereka dalam perjalanan dan mencari jamahan Tuhan, mereka tidak meluangkan waktu lima menit dalam doa!

    Yang kekasih, Tuhan tidak menginginkan sisa-sia - waktu-waktu yang singkat dimana kamu hanya bisa menyetuskan pemohonan doa secara cepat. Itu bukan pengorbanan doa. Itu persembahan yang cacat - dan mengotori altarNya!

    Nabi Maleakhi menuliskan, "Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? Firman Tuhan semesta alam." (Maleakhi 1:8)

    Maleakhi berkata, "Kamu membawa binatang tua untuk dipersembahkan ke hadirat Tuhan. Tetapi ini adalah persembahan yang ceroboh, bodoh dan bekas. Cobalah memberikan persembahan semacam ini pada pemerintahmu. Ia akan melemparkanmu dari hadapannya."

    Tuhan mengharapkan umatNya pergi ke ternaknya secara hati-hati, memeriksa semua binatang, untuk memilih yang paling sempurna dari mereka untuk dipersembahkan kepadaNya. Dan sama seperti hari ini, Tuhan mengharapkan hal yang sama dari kita. Ia ingin waktu kita yang berharga - waktu yang tidak terburu-buru atau tergesa-gesa. Dan kita harus menyediakan waktu itu untuk prioritas kita!

    Saya pernah bertemu dengan pendeta dari gereja terbesar di Amerika. Orang ini adalah pelayan Tuhan yang paling sibuk yang pernah saya lihat. Ia bilang pada saya tanpa rasa salah, "Saya tidak punya waktu untuk berdoa." Tetapi yang ia maksudkan ialah, "Saya tidak memberikan prioritas apa pun pada doa."

    Ketika saya mengunjungi gerejanya, saya tidak merasakan Roh Allah dalam jemaatnya. Kenyataannya, itu adalah gereja paling mati yang pernah saya layani. Tetapi bagaimana mungkin akan ada kehidupan, kalau pendetanya tidak berdoa?

    Kenyataannya ialah, tidak seorang Kristen pun akan menyediakan waktu untuk berdoa kecuali kalau hal itu menjadi prioritas utamanya, lebih dari apapun juga - lebih dari keluarga, karir, waktu senggang, semuanya. Kalau tidak, persembahannya akan ditolak!

  • Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka terbiasa hidup tanpa doa!
  • Banyak orang Kristen berpikir bahwa yang diperlukan hanyalah pergi ke gereja, memuji, mendengarkan firman, menolak dosa, melakukan yang terbaik, dan semua akan lebih baik bagi mereka. Ini bukanlah persembahan yang mereka bawa pada Tuhan - dan mereka berpikir Ia bersuka terhadap hal-hal itu!

    Saya telah meluangkan waktu di samping tempat tidur orang-orang Kristen anggota gereja yang setia selama lima puluh tahun yang sedang sekarat. Orang-orang ini tidak pernah absen dalam pertemuan. Mereka adalah orang baik-baik, berkeluarga, dan mereka bisa berbicara tentang semua hal-hal kerohanian. Tetapi mereka tidak mempunyai kehidupan doa sama sekali. Mereka menghabiskan berjam-jam dengan keluarga, duduk di depan TV, atau melakukan hobi mereka - tapi mereka tidak punya waktu untuk sendirian dengan Kristus.

    Ini mungkin terdengar kasar bagimu, tapi aku percaya orang-orang ini akan pergi ke kekalan tanpa mengenal Tuhan mereka. Tuhan tidak pernah dekat dengan mereka - karena mereka tidak pernah mendekat padaNya!

    Saya takut pada setiap orang Kristen yang terbiasa hidup dengan tenang tanpa kehidupan doa sehari-hari - yang tidak pernah berhubungan dengan Tuhan. Orang-orang semacam ini akan menjadi orang asing bagiNya. Dan mereka akan ada di antara mereka yang ditolak Kristus pada hari penghakiman. "Ya, kamu melakukan banyak pekerjaan besar - kamu menyembuhkan orang, kamu melakukan mukjijat, kamu membawa banyak orang ke dalam kerajaanku. Tapi aku tak pernah mengenalmu. Enyahlah dari hadapanKu, orang asing!"

    Bagaimana kita bisa lepas dari kemurkaan Tuhan, jika kita mengabaikan karunia keselamatan yang besar ini? Bagaimana kita bisa menghadap Dia pada hari penghakiman, waktu kitab-kitab dibuka untuk membuktikan bahwa kita tidak pernah meluangkan waktu dengan Dia? Kita bisa menjawab, "Tuhan, aku sadar aku hanya punya sedikit waktu untuk Engkau. Aku menghabiskan itu semua untuk diriku sendiri, untuk karirku. Tetapi sekarang aku siap untuk masuk ke dalam kekekalan untuk mengenalMu lebih jauh." Apakah kamu kira Ia akan mengabulkannya? Tidak - Tak pernah!

    Kenyataannya ialah, kamu dapat menghabiskan masa hidupmu tanpa doa. Nyatanya, saya kenal beberapa pendeta dan penginjil yang sangat sukses yang belajar melayani tanpa doa sama sekali. Mereka bisa menghibur kamu, menceritakan kisah yang indah dan membuatmu tertawa. Tetapi mereka tidak bisa meyakinkanmu, mengubahmu atau membuatmu mencari wajah Tuhan!

    Setelah beberapa waktu, orang-orang ini akan jatuh dalam keputus asaan. Mengapa? Mereka menjadi lebih dan sangat tergantung dengan pekerjaan daging, daripada dengan Tuhan. Dan hidup mereka dipenuhi kebingungan pada semua sisi. Pengkotbah yang tidak berdoa adalah pengkotbah yang tidak berkuasa!

    Begitu pula, orang Kristen yang tidak berdoa mempunyai iman yang tumpul, mudah diombang-ambingkan oleh nabi palsu, dan dengan cepat diceraiberaikan dari Injil yang benar. Orang Kristen semacam ini selalu belajar - tetapi tidak pernah matang!

  • Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka tidak percaya Tuhan mendengar doa mereka!
  • Setelah beberapa waktu, banyak orang percaya akan merasa ragu-ragu terhadap doa yang belum dijawab - dan akhirnya, mereka menyerah. Mereka berpikir, "Mungkin aku kurang iman. Yang kutahu, doa tidak bekerja untukku. Dan mengapa aku harus berdoa kalau itu tidak bekerja

    Orang Israel pada jaman nabi Yesaya punya sifat yang sama. Yesaya menulis : "Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalanKu. Seperti bangsa yang melakukan yang benar.. mereka menanyakan Aku.. Mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya, mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" (Yes 58:2-3).

    Orang-orang ini menuduh Allah mengabaikan anak-anakNya! Mereka berkata, "Aku mengasihi Tuhan - Aku melakukan yang benar dan menjauhi dosa. Dan sampai sesaat lalu, aku setia mencari Dia dalam doa. Tapi tahukah kamu? Ia tidak pernah menjawabku! Maka, mengapa aku harus merendahkan diri di hadapanNya terus menerus? Ia tidak pernah memperhatikan permohonanku!"

    Banyak wanita Kristen yang belum menikah berpikiran seperti ini. Mereka bilang, "Selama bertahun-tahun aku mencari Tuhan sepenuhnya, meminta seorang yang benar ke dalam kehidupanku. Aku telah berdoa selama lebih dari sepuluh tahun sekarang. Tetapi tidak terjadi apa-apa!" Maka mereka mencoba menikah dengan pilihan mereka sendiri - dan tragedi mengikuti hidup mereka.

    Baru-baru ini, seorang pendeta menulis surat yang mencemaskan saya. Ia menulis, "Saudara Wilkerson, minggu belakangan ini aku menutup gereja yang telah kulayani selama beberap tahun. Saya membubarkan jemaat dan meninggalkan orang-orang. Selama bertahun-tahun kami berdoa untuk kebangunan rohani - tapi tidak pernah terjadi. Kami berdoa untuk gedung - tapi tidak pernah menjadi kenyataan. Selama bertahun-tahun, jumlah kami hanya berkisar tiga puluh orang. Ini semua tidak bekerja. Dan sekarang aku akan meninggalkannya dan mencari pekerjaan baru."

    Saya iba pada orang yang putus asa ini. Tetapi, saya setuju - ia perlu pekerjaan yang lain, karena mungkin ia tidak terpanggil untuk melayani sejak semula. Kamu lihat, panggilan kita bukanlah melihat kebangunan rohani terjadi, mempunyai gedung gereja, atau jumlah anggota jemaat yang banyak. Tidak - panggilan kita untuk melayani Tuhan dengan setia - dan itu termasuk kehidupan doa kita!

    Yakobus menulis bahwa Tuhan tidak menjawab doa mereka yang meminta kepuasan untuk diri mereka sendiri: "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Dengan kata lain, "Kamu tidak meminta kehendak Tuhan terjadi. Kamu tidak siap untuk menyerah pada keinginanNya. Sebaliknya, kamu mencoba mendikte Dia untuk hal-hal yang memuaskan hatimu sendiri!"

    Jangan buat kesalahan - Tuhan kita benar-benar setia. Paulus menulis, " Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong" (Roma 3:4). Ia berkata, dengan arti, "Tidak masalah kalau kamu mendengar ribuan suara yang mengatakan, "Doa tidak bekerja. Tuhan tidak menjawabku! "Biarlah semua manusia disebut pembohong. Firman Tuhan tetap - dan Ia setia mendengarkan kita!"

    Yesus berkata, "apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22). Dijelaskan, Kristus berkata, "Kalau kamu benar-benar percaya, kamu akan mau untuk menanti dan berharap untuk sebuah jawaban dari Bapamu di sorga. Dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk hal itu tidak masalah. Kamu harus berpegang teguh dalam iman, percaya Ia akan menjawabnya."

    Jika Tuhan menunda untuk menjawab doamu, kamu bisa yakin bahwa Ia sedang mencoba imanmu. Ia ingin agar kamu mempercayainya pada saat Ia kelihatan diam. Dan Ia mencoba kamu, untuk melihat apakah kamu akan berkata, "Aku menyerah. Ia tidak menjawabku!" Terlebih lagi, Ia ingin imanmu dimurnikan seperti emas - sehingga kamu akan diperlengkapi untuk menerima banyak jawaban, baik untuk kamu sendiri juga untuk orang lain! Saya pernah membaca kisah tentang seorang kudus - seorang saudari tua yang saleh yang berjalan dekat dengan Yesus selama bertahun-tahun. Kehidupan doanya begitu kuatnya, sehingga orang dimana-mana meminta kepadanya untuk berdoa bagi mereka. Satu hari seorang sahabatnya menulis surat dan memintanya berdoa untuk masalahnya, dan saudari ini menyetujuinya.

    Beberapa minggu kemudian, saudari ini menerima surat lain dari sahabatnya itu yang isinya, "Terimakasih untuk mendoakan saya - saya telah disembuhkan!" Tetapi saudari ini baru menyadari kalau ia sesungguhnya lupa berdoa untuk sahabatnya ini! Ia bersukacita karena sahabatnya telah disembuhkan, tetapi ia heran, "Tuhan, ia sendiri berkata kalau imannya lemah. Tetapi mengapa Kau menyembuhkan dia, kalau aku lupa berdoa?"

    Tuhan menjawabnya: "Aku menyembuhkannya karena kamu telah mengenal aku! Kamu bertumbuh begitu dekat denganKu, maka Aku memenuhi segala kebutuhanmu terhadap sahabatmu - sekalipun tanpa doamu."

    "Alangkah melimpahnya kebaikanMu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kau lakukan bagi orang berlindung padaMu, di hadapan manusia!" (Mazmur 31:20). "sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!" (34:10).

    Pergi ke ruang doamu setiap saat, dan carilah Ia dengan sepenuh hatimu. Itulah jawabanmu untuk perkawinan yang dipulihkan, kerabat yang belum diselamatkan, semua kebutuhan dalam hidupmu. Jawaban untukmu mungkin tidak datang dalam semalam. Tetapi, Tuhan akan melakukan pekerjaanNya dengan waktu dan jalanNya. Bagianmu ialah untuk percaya bahwa Ia setia untuk menjawabmu - sebab kamu adalah anak yang dikasihiNya!

    Kuasa Doa

    Oleh: Ev. Margareth Linandi

    Setiap pemimpin punya kuasa untuk berbuat sesuatu. Contohnya: seorang pemimpin punya kuasa untuk memimpin anak buahnya mengikuti kebaktian doa sebelum memulai pekerjaan dan memecat anak buahnya jika dia tidak taat pada pemimpin.

    Bicara soal kuasa, percayakah kita bahwa perkataan kita mengandung kuasa? Ya benar. Kuasa untuk membangun dan untuk menjatuhkan. Contoh: ketika orang tua sering mengucapkan kata bodoh terus menerus pada anaknya, maka lama kelamaan anak itu menjadi bodoh.

    Sama halnya dengan perkataan, doa kita pun bisa mengandung kuasa; untuk memulihkan atau menjatuhkan. Contoh: orang yang tekun berdoa dan mengamini doanya ketika ia berdoa, lama kelamaan sakitnya hilang dan ia sembuh kembali. Atau sebaliknya jika seseorang ragu akan doanya maka doanya tidak dijawab.

    Ada beberapa tips agar doa mempunyai kuasa:

    1. Akuilah dosa dan salah kita di hadapan Tuhan.

    Manusia adalah makhluk berdosa dan dalam Roma 3:10 dikatakan ”Tidak ada yang benar seorang pun tidak.” Ini menunjukkan bahwa semua manusia berdosa dan dosa menghalangi Tuhan menjawab doa kita.

    Doa akan berkuasa jika kita mengakui dosa kita sebelum meminta sesuatu pada Tuhan. Kalau masalah kita belum beres maka doa kita tidak akan dijawab Tuhan.

    2. Saling mendoakan.

    Berdoa bukan untuk kepentingan diri sendiri saja tetapi juga untuk orang lain.

    3. Berdoa dengan iman.

    Iman adalah kepercayaan kita kepada Tuhan. Yesus menginginkan agar kita mempunyai iman sebesar biji sesawi saja maka kita dapat memindahkan gunung. Maksudnya kalau kita punya iman yang kecil tapi kuat maka apa yang kita yakini akan terjadi.

    Elia adalah contoh orang yang berdoa dengan iman.

    1. Dia berdoa agar hujan tidak turun selama 3 1/2 tahun dan itu terjadi karena ia beriman.

    2. Dia berdoa agar hujan turun, dan hujan pun turun. Semua terjadi karena ia tidak ragu.

    Maukah doa kita berkuasa seperti Elia? Kita juga bisa asal kita percaya dan yakin dan doa kita akan menjadi kenyataan.

    ”Doa orang benar , bila dengan yakin didoakan akan sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b).

    Tuhan Yesus memberkati kita semua.

    Kuasa Doa Kuasa Siapa

    Penulis: Lesminingtyas

    Sebelum menghadiri kegiatan terapi kelompok senasib yang diselenggarakan LK3, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi teman senasib di kawasan Jakarta Pusat. Saya katakan senasib, karena kami berdua memiliki masalah yang relatif sama. Kami berdua kebetulan memiliki pengalaman pahit yang sama, yang bisa diandaikan dengan kehilangan sebuah permata yang sangat kami cintai. Sebenarnya teman saya itu telah lama mengharapkan saya datang ke rumahnya.

    Dari nada bicaranya di telepon atau SMS yang sering dikirimnya, saya tahu ia membutuhkan telinga saya. Sebagai saudara seiman yang juga senasib, rasanya tidak ada alasan lagi bagi saya untuk tidak memenuhi permintaan tersebut.

    Dari pembicaraan kami, saya menjadi tahu bahwa walaupun masalah kami relatif sama beratnya, tetapi kekuatan dan sikap kami untuk menghadapinya sangat berbeda. Walaupun kami berdua sama-sama sering mengatakan bahwa kami mengandalkan penyertaan Tuhan dan percaya bahwa Tuhan punya rencana yang terindah untuk kami, tetapi suasana hati dan kondisi kejiwaan kami sangat berbeda.

    Walaupun sampai saat ini kami sama-sama tidak menggenggam kembali permata yang pernah kami miliki, tetapi luka hati dan kekecewaan saya telah tertutup rapat oleh kasih Tuhan. Dalam diri saya sudah tidak ada penderitaan sedikitpun. Saya juga merasa tidak ada lagi doa-doa saya yang tidak dijawab Tuhan. Pendek kata, saya bukan hanya mengalami recovery, tetapi juga memiliki resilience yang menjadi modal pokok untuk menata masa depan yang lebih baik lagi. Saya yakin dua hal tersebut berasal dari Tuhan.

    Mengapa kami diberi ujian masalah yang sama beratnya, dengan Tuhan penolong yang sama, tetapi hasil akhirnya berbeda? Walaupun kami sama-sama tidak berhasil endapatkan kembali permata kami, tetapi tragedi yang saya alami menampilkan cerita happy ending, sedangkan akhir cerita teman saya tidak seindah kisah saya? Apakah ini gara-gara Tuhan pilih kasih? Apakah kehidupan saya lebih suci dari teman saya, ehingga doa-doa saya lebih di dengar?

    Secara kasat mata, kehidupan beragama teman saya tidak lebih jelek dari saya. Saya yang tidak pandai berbasa-basi, sering kali berdoa dalam tangis tanpa sepatah katapun. Merasa tak mampu lagi menanggung beban berat yang ada, acap kali saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat. Saya hanya menangis dan mengadu kepada Tuhan sambil bertanya apa maksud Tuhan di balik penderitaan yang harus saya tanggung. Saya tidak berani meminta ini itu kepada Tuhan karena saya tidak tahu apakah yang saya minta itu yang terbaik untuk saya atau tidak. Namun ketika saya menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, rasanya beban berat tak lagi terasa. Saya membayangkan Tuhan Yesus berjalan di depan saya, sambil memanggul salib yang semula terlalu berat saya panggul sendiri.

    Teman saya sebenarnya memiliki cara yang lebih "religius" untuk meminta Tuhan menyelesaikan masalahnya. Teman saya tak henti-hentinya melakukan puasa doa, meminta supaya Tuhan mengembalikan permata yang telah hilang itu. Teman saya mengaku, usaha dan doanya telah dilakukannya selama lebih dari 3 tahun, tetapi menurutnya Tuhan masih mengujinya sehingga permata itu belum kembali ke tangannya. Suatu penantian yang hebat bila ia memang tetap bersuka cita, menunggu jawaban Tuhan tanpa jemu. Namun sayang, penantiannya itu tidak selalu dibarengi dengan kepasrahan total kepada Tuhan.

    Ketika doa-doanya belum terkabul, ia mulai mencari-cari kambing hitam. Ia mulai kecewa dengan orang-orang di sekitarnya yang menurut pendapatnya wajib ikut menjaga permata miliknya. Ia juga menyalahkan, mengutuk dan mendoakan hal-hal buruk bagi pencuri yang telah mengambil permatanya.

    Hal lain yang membedakan kami adalah : bagaimana kami memandang keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi pada diri kami. Saya bisa menerima dengan lapang dada walaupun permata milik saya telah menjadi milik orang lain. Saya memandang bahwa dengan tidak kembalinya permata itu ke tangan saya, bisa jadi itulah jawaban Tuhan atas doa saya.

    Teman saya pun tersentak melihat sikap saya. Dia justru mengkritik saya
    "Kalau kamu bersikap seperti itu, berarti kamu tidak percaya kuasa doa!"
    "Saya percaya kuasa doa" jawab saya singkat.
    "Kalau kamu percaya, kenapa kamu tidak berusaha meminta Tuhan untuk mengembalikan permata itu kepada kamu?" tanya teman saya.
    "Saya memang tidak pernah meminta Tuhan untuk mengembalikan permata itu kepada saya. Saya takut, jangan-jangan itu tidak sesuai dengan kehendakNya" jawab saya.

    "Kalau begitu, apa yang kamu minta di dalam doa? Apakah kamu minta Tuhan untuk menggantikan permata yang baru untukmu?" tanyanya.
    "Saya tidak berani untuk meminta permata yang lama ataupun permata yang baru, karena saya tidak tahu mana yang terbaik untuk saya. Itulah sebabnya saya hanya meminta kepada Tuhan untuk memberikan yang terbaik untuk saya" jawab saya kalem.
    "Kalau begitu caramu berdoa, Tuhan tidak akan memberikan permata kepadamu" ia berpendapat.
    "Kalau memang menurut Tuhan permata itu tidak membuat saya bahagia, Tuhan pasti tidak akan memberikan permata itu kepada saya" jawab saya tegas.
    "Kayaknya kamu pesimis ya?" teman saya belum mengerti.
    "Saya tidak pesimis! Saya justru yakin, kalau memang permata tidak membuat hidup saya bahagia, Tuhan pasti akan menggantikannya dengan emas, perak dan pernak-pernik lainnya yang kecil-kecil tetapi banyak dan tak kalah berharganya dengan permata yang pernah saya miliki" saya menjelaskan

    "Sekarang apa alasanmu tetap berkeras meminta Tuhan untuk mengembalikan permatamu?" saya balik bertanya.
    "Karena saya percaya kuasa doa" jawabnya bersemangat.
    "OK! Tapi kuasa doa, itu tidak sama dengan kuasa kita lho! Jangan salah mengartikan bahwa doa yang kita panjatkah dengan sekuat tenaga sampai mulut kita berbuih-buih itu memiliki kuasa untuk memaksa supaya Tuhan mengabulkannya!" saya mengingatkan.
    "Tapi saya percaya Firman Tuhan yang mengatakan bahwa apapaun yang kita minta di dalam doa dengan penuh percaya, maka akan kita terima" jawabnya.
    "Ya! Selama yang kita minta itu sesuai dengan kehendak Tuhan, maka Tuhan pun pasti akan mengabulkannya. Tetapi kalau yang kita minta itu bukan yang terbaik dan bisa mencelakakan kita, maka Tuhan pun tidak akan mengabulkannya. Ingat, kalau kita berdoa harus menyerahkan kepada Tuhan, supaya bukan kehendak kita yang jadi, tetapi kehendak Tuhan saja yang terjadi" saya kembali mengingatkan.

    "Permintaan saya nggak banyak kok, cuma minta permata yang dulu saya miliki bisa kembali ke tangan saya" teman saya masih terus meyakinkan bahwa itulah yang terbaik untuknya.
    "Kenapa kamu harus mendikte Tuhan? Kenapa kamu harus mengajari Tuhan bahwa permata itu yang terbaik untuk kamu, sedangkan Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Kenapa kamu tidak berserah diri seraya mempersilakan tangan Tuhan bertindak dan kehendak-Nya berlaku dengan leluasa atas diri kita?" saya terus berusaha mengingatkan.

    "Mungkin itu semua sudah rencana Tuhan yang membuat saya dan kamu berbeda" teman saya membela diri.
    "Kalau kamu percaya bahwa Tuhan punya rencana yang terindah untuk kamu, kamu harusnya berserah dan mensyukuri apa yang Tuhan berikan saat ini. Jangan lagi membuat rencana untuk mengambil kembali permata, kalau kita tidak tahu apakah di dalam rencana Tuhan permata itu memang harus ada dalam kehidupan kita" kata saya.
    "Saya tidak minta yang muluk-muluk, saya hanya minta apa yang telah Tuhan berikan dulu" jawab teman saya berkeras.
    "Alangkah sayangnya, jika hanya karena kamu terlalu memaksakan diri untuk mendapatkan kembali permata yang telah hilang itu, kamu tidak menyadari dan merasakan banyak berkat, emas, perak dan intan yang Tuhan berikan untukmu" saya terus mengajaknya mensyukuri keadaan "Jangan-jangan saat ini Tuhan telah memberikan yang terbaik untukmu, tetapi kamu tidak menyadarinya dan masih menunggu-nunggu yang belum tentu baik untukmu. Apapun yang kamu pikir dan lakukan, jangan sekali-sekali beranggapan bahwa Tuhan tidak menyayangi dan tidak mendengarkan doa-doamu" sambung saya.

    Dari pembicaraan kami yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu, saya diingatkan kembali tentang pejaran tentang doa yang diajarkan Pdt. Eka Darmaputra beberapa tahun yang lalu. Saya masih ingat dan meyakini bahwa doa bukanlah jimat penangkal bahaya atau penolak derita. Dengan berdoa bukan berarti "sim salabim" yang otomatis dan dengan ajaib mendatangkan mukjizat seperti yang kita kehendaki.

    Walaupun akal kita tidak cukup untuk mengetahui bagaimana cara Tuhan bekerja, tetapi saya yakin Tuhan tidak hanya bekerja setelah mendengar doa-doa permohonan kita. Doa juga bukan sederet permintaan yang menurut kita baik. Melalui doa kita justru harus membuka diri, sehingga ketika Tuhan mengetuk pintu, hati kita selalu siap sedia dan mempersilakanNya masuk dan bertahta sebagai Raja atas dosa kita. Adakalanya kita perlu berdiam diri, dan mendengarkan kata-kataNya. Kita pun harus meyerahkan hidup hanya ke dalam kuasa Tuhan, bukan atas kuasa kita sendiri.

    Kita sering salah mengartikan kekuatan atau kuasa doa, sebagai kuasa kita mengatur dan mendikte Tuhan. Siapakah kita ini sehingga kita berani memaksakan keinginan kita di atas kehendak Tuhan? Siapakah kita ini sehingga berkeinginan menjadikan kehendak pribadi kita menjadi kehendak Tuhan? Bukankah kita hanya berhak untuk mengarahkan kehendak kita untuk menjadi sama dengan kehendak Tuhan? Kalau memang semikian, sesungguhnya kita tidak layak menuntut Tuhan mengikuti keinginan kita. Sebaliknya, kita harus setia menerima apapun yang Tuhan berikan, walaupun barangkali hal tersebut di mata dunia sangat jauh dari suka cita.

    Lalu, apakah kalimat "doa memiliki kuasa" itu hanya klise belaka? Tidak! Satu hal yang harus diingat bahwa doa yang benar sungguh besar kuasanya. Dengan kata lain, doa yang tidak benar sama sekali tidak punya kuasa apa-apa. Lalu, bagaimana doa yang benar itu? Doa yang benar adalah doa yang dipanjatkan dalam ketaatan kita akan kehendakNya, dan kita persembahkan dalam kebenaran dan iman kepada Kristus.

    Kalau Tuhan memang berkehendak bahwa tidak ada permata dalam hidup kita dan kita tetap setia menerima kehendaknya dengan penuh syukur, maka doa penyerahan diri dan permohonan yang benar yang kita naikkan dalam nama Tuhan Yesus, sungguh besar kuasanya. Namun begitu kita memaksakan kehendak kita di atas kehendak Tuhan, maka doa yang kita naikkan itu pun akan hilang kuasanya

    Kumpulan Doa

    PENYEMBUHAN BATIN DALAM TIDUR (didoakan sebelum tidur)
    Tuhan Yesus Kristus melalui kuasa Roh Kudus hadirlah pada masa laluku sementara aku tidur. Sembuhkanlah segala luka dalam batinku yang pernah kualami, luka karena kurang kasih dari orang tua dan sesama, luka karena pengkhianatan, luka karena penolakan, luka karena karena pelecehan, luka karena penghinaan. Biarlah darahMu Kau jadikan aku utuh kembali. Semua hubungan persaudaraan yang sudah rusak dengan keluargaku maupun dengan saudaraku dan teman-teman, sembuhkanlah ya Tuhan Yesus. Dari segala ketakutan, kecemasan, kegelisahan, keputusasaan, sembuhkanlah aku.

    Hadirlah Engkau ya Tuhan Yesus supaya aku bisa mengampuni diriku sendiri, mengampuni sesamaku, mengampuni situasi yang menyakitkan. Bantulah aku ya Tuhan Yesus supaya aku dapat mengambil akar pahit yang ada dalam hidupku dan isilah hatiku dengan kasihMu dalam tidurku malam ini. Terimakasih Tuhan Yesus Kristus dan berkatilah aku. Amin.

    TUHAN MENANTI
    Tuhan, aku datang pada-Mu. Aku tahu,Engkau menunggu aku datang. Engkau gembira,Engkau pandang aku penuh kasih. hasrat-Mu membebaskan aku dari belenggu-belenggu. Tiliklah aku, kenalilah pikiranku. Lihatlah, langkah hidupku. Tuntunlah aku dijalan yang kekal. Lihatlah, aku disini. Amin.

    DOA
    "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Mazmur 34:16) "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya."(ayat18) "Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya." (1 Yoh 5:14-15) "? Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yak 5:16) "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22) "? tetapi doa orang jujur dikenanNya." (Ams 15:8) "? tetapi doa orang benar didengarNya." (ayat 29) "sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang tulus, dan tidak memandang hina doa mereka." (Mzr 102:18)

    DOA TOBAT
    Tuhan yang maha rahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Oleh sebab itu patut aku Engkau hukum, terutama sebab aku telah menghina Engkau yang maha murah dan maha baik bagiku. Aku benci akan dosa-dosaku dan berjanji dengan pertolangan rahmatMu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Ya Allah, ampunilah aku orang berdosa.

    DOA IMAN
    Allah, Tuhanku, aku percaya bahwa Engkau satu Allah tiga diri: Bapa, Putera, dan Roh Kudus; bahwa Allah Putera menjadi manusia untuk kami dan wafat disalib, bahwa Engkau membalas yang baik dan menghukum yang jahat. Aku percaya akan semuanya yang telah Kau wahyukan dan Kau ajarkan dengan perantaraan Gereja Kudus. Aku percaya dengan teguh akan semuanya itu sebab Engkaulah yang mengatakannya, Yang Mahatahu dan Mahabenar. Tuhan, tambahlah imanku.

    MOHON KEHENDAK YANG KUAT
    Ya Tuhan, alangkah senangnya kalau boleh memiliki kehendak yang kuat! Aku teringat akan orang-orang dalam sejarah yang memiliki kemauan keras membaja. Mereka terus berusaha membangun dunia ini, meski menghadapi seribu satu kesulitan dan tantangan yang datang bertubi-tubi. Terutama aku teringat akan orang-orang yang dengan gagah melaksanakan kehendakMu; akan para pelajar yang sunggguh-sungguh, dan setia menjalankan tugas-tugasnya, karena ingin menyenangkan Dikau; akan para pekerja yang bersusah payah sepanjang tahun, karena menyadari kewajibannya; akan para martir yang pantang menyerah biarpun dipaksa denagn siksaan atau aniaya. Tuhan Yesus Kristus, aku teringat akan kehendakMu sendiri yang tetap kuat dan teguh, biar dalam sengsara dan penghinaan sekalipun. Terpujilah Engkau, ya Allahku. Alangkah nikmatnya dapat mengatakan: aku mau ? Seluruh dunia mungkin runtuh hancur berantakan, namun tiada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan batu karang kehendak yang bebas dan pasti. Tetapi aku juga takut kalau berlagak terlampau berani. Sebab hanya yang rendah hati berkenan kepadaMu. Oleh karena itu, ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku kemauan yang kuat, dan sekaligi sikap yang lembut lagi kesatria. Amin.

    DOA PENGHARAPAN
    Tuhan yang mahamurah, karena jasa Yesus Kristus, aku mengharapkan menerima dari-Mu: kebahagiaan kekal serta rahmat yang perlu untuk menerimanya. Aku mengharapkan semua itu dengan pengharapan yang kokoh, sebab yang berjanji adalah Engkau, Tuhan yang mahakuasa, mahamurah untukku dan setia pada janjiMu. Tuhan kuatkanlah pengharapanku. Amin

    Sumber: SahabatKristen

    Luther on Prayer

    Penulis : Billy Kristanto

    Katekismus Besar yang ditulis oleh Luther membahas lima pokok besar: 10 perintah Allah, iman, doa, baptisan dan perjamuan kudus. Bagian ketiga tentang doa sebenarnya merupakan penjelasan tentang Doa Bapa Kami, dan sebelumnya Luther menulis suatu pengantar mengenai doa. Ada beberapa point yang kita bisa pelajari dari konsep Luther tentang doa pada bagian pengantar ini.

    Pertama, Luther mengaitkan doa dengan ketaatan terhadap perintah yang kedua "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan ." Seperti Calvin (yang menjelaskan prinsip ini lebih detail) Luther mengerti ke-10 perintah Allah ini bukan hanya sebagai perintah negativ saja (maksudnya didahului dengan kata "jangan"), melainkan juga sebagai perintah yang positiv. Dengan kata lain "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan" berarti kita harus menyebut nama Tuhan dengan benar. Tidak cukup hanya dengan tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Maka ini berarti kita harus belajar untuk memuji namaNya yang kudus dan juga dalam kesengsaraan kita memanggil namaNya (berdoa kepadaNya). Sehingga berdoa merupakan ketaatan terhadap perintah Allah yang kedua. Dengan demikian doa adalah suatu keharusan, bukan suatu pekerjaan yang boleh kita lakukan kapan kita mau. Kita berdoa berdasarkan perintah Allah, bukan berdasarkan kelayakan kita. Luther mengutip Yes 1:4 dst yang menyatakan bahwa Allah masih murka kepada mereka yang terpukul akibat dosa-dosa mereka, karena mereka tidak kembali kepada Allah dan melalui doa mereka meredakan murka Allah serta mencari kasih karuniaNya. Dosa dapat membuat seseorang untuk semakin enggan berhubungan dengan Allah dan hubungan seperti itu akan semakin menghancurkannya. Kita tidak membangun doa di atas kesalehan pribadi kita, melainkan sekali lagi, di dalam ketaatan akan perintahNya. Kita juga tidak perlu untuk menghina doa kita sendiri, karena kita membandingkan dengan doa-doa mereka yang sangat diberkati Tuhan seperti misalnya Petrus dan Paulus. Membanding-bandingkan diri dengan orang yang diberkati Tuhan dapat membuat kita discouraged jika itu terjadi secara salah. Luther menegaskan bahwa Allah tidak melihat doa berdasarkan orang yang berdoa, melainkan berdasarkan firmanNya (yang menjadi dasar dari doa tersebut) dan ketaatan kehendak kita. Maka inilah point yang pertama dan yang terpenting: semua doa kita h arus didasarkan atas ketaatan kepada Allah dan perintahNya, tanpa melihat diri kita, layak atau tidak layak. Dengan demikian doa dibangun atas suatu dasar yang teguh dan yang tak tergoncangkan yaitu firman Allah.

    Kedua, kita seharusnya terdorong untuk berdoa karena Tuhan adalah Tuhan yang berjanji. Tuhan berjanji untuk memberikan kepada mereka yang meminta kepadaNya. Jika kita menghargai janji-janji Tuhan sebagaimana dinyatakan dalam firmanNya, kita pasti terdorong untuk bertekun dalam doa. Fakta bahwa kita seringkali enggan untuk berdoa adalah karena kita tidak melihat bahwa janji-janji Tuhan sangat berharga bagi kita. Kita menganggap sepi janji-janji Tuhan bagi kita. Sebaliknya suka merenungkan janji-janji Tuhan memberikan dorongan terus-menerus bagi kita untuk berdoa, karena kita tahu sesuai dengan janjiNya, Dia pasti akan memberikannya kepada kita.

    Ketiga, Tuhan sendiri telah mengajarkan kata-kata dan bagaimana kita harus berdoa serta meletakkannya dalam mulut kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan kita tidak tahu bagaimana kita harus berdoa. Dia sangat memperhatikan kesengsaraan kita dan kita boleh yakin bahwa Doa Bapa Kami ini pasti berkenan kepadaNya dan didengar olehNya.

    Keempat, melalui kesengsaraan/penderitaan yang menekan kita, kita dapat berdoa senantiasa. Karena setiap orang yang meminta harus mengingini sesuatu, dan tanpa keinginan ini tidak ada doa yang sejati. Luther mengaitkan timbulnya keinginan ini justru pada saat kita mengalami kesulitan. Karena dalam kesulitan itulah timbul keinginan yang jujur dalam diri kita. Bukan berarti tidak mungkin kita bertumbuh dalam saat yang lancar, namun sesuai dengan natur kita yang lemah, kita cenderung berpuas diri (self-satisfied) ketika tidak ada kesulitan yang terjadi. Self-satisfied ini begitu merusak hingga dapat melumpuhkan kehidupan doa kita di hadapan Tuhan. Sebaliknya ketika kita berada dalam penderitaan, jiwa kita dibangunkan untuk berseru kepada Tuhan. Luther bahkan menegur dengan keras mereka yang hanya berdoa sebagai suatu tindakan perbuatan baik untuk membayar hutang kepada Allah. Orang-orang seperti itu tidak mau mengambil sesuatu dari Tuhan, melainkan hanya memberi! Kalimat ini men gejutkan kita karena yang seringkali kita dengar dan pelajari adalah "Jangan hanya meminta saja, melainkan memberi juga." Namun yang dimaksud Luther di sini adalah tidak mungkin sebenarnya orang hanya memberi saja karena ini berarti tidak mengenal keterbatasan diri (yang bukan merupakan sumber). Dengan kata lain orang yang hanya mau memberi namun tidak suka meminta kepada Tuhan adalah seorang congkak yang merasa dirinya tidak pernah bisa habis, dan akhirnya mengakibatkan satu kehidupan yang tidak bergantung pada Tuhan. Kita semua memiliki cukup kekurangan yang nyata; persoalannya adalah bahwa kita tidak merasakan serta melihatnya dengan sadar. Memang penderitaan atau kesulitan pada dirinya sendiri bukanlah suatu kebajikan atau kebaikan (ada orang yang dalam penderitaan menjadi marah, pahit, dendam, kecewa, dingin, acuh tak acuh, mengejar kesenangan duniawi sebagai pengimbang duka dsb), namun dalam tangan Tuhan penderitaan dapat menjadi suatu sarana bagi kita untuk bertumbuh, asal kita berespon dengan benar (yaitu berseru kepadaNya di tengah penderitaan kita).

    Kelima, doa menjadi senjata yang ampuh dalam melawan permusuhan dengan iblis. Kita terlalu lemah untuk dapat mengalahkan kuasa iblis dengan kekuatan kita sendiri. Doa membawa kekuatan yang dari Tuhan untuk mengalahkan kuasa jahat, sehingga bukan kita yang berperang, melainkan Tuhan sendiri yang berperang. Rahasia ini selalu dimengerti oleh setiap pejuang iman yang namanya tercantum dalam sejarah Gereja. Dalam bagian yang lain Luther pernah mengatakan bahwa orang percaya yang berdoa adalah seperti pilar-pilar yang menopang dunia ini.

    Kiranya Tuhan melibatkan kita dalam pekerjaanNya yang mulia. Sola gratia.

    Menyingkap Rahasia Doa Bapa Kami

    Penulis : John Paul Jackson

    Sangatlah sedikit peristiwa baik terjadi di dunia ini tanpa gerakan kuasa doa. Doa yang benar adalah bersatunya antara kekekalan dengan hal-hal yang sementara. Tuhan mengetahui apa yang akan membuat tujuan-Nya digenapi di bumi; kemudian Ia meminta kita untuk berdoa supaya hal itu terjadi. Jadi, doa sehari-hari yang secara konsisten mengalahkan gerakan musuh. Ketika kita berdoa, musuh kita harus meresponi pekerjaan Tuhan yang digerakkan oleh doa-doa kita. Maka, pada kenyataannya, musuh kita pun harus meresponi kita sebagai ganti respon kita atas serangannya.

    Sayangnya, kita cenderung untuk berpikir bahwa berdoa adalah sulit. Kita berpikir doa adalah suatu tindakan manusia yang menuntut waktu, usaha, dan energi kita; bagaimanapun, ini adalah gagasan Tuhan untuk berdoa. Ia merancang doa untuk hubungan yang terbuka, dan transparan, membawa suatu atmosfir rohani di mana Ia dapat menikmati persekutuan yang erat dengan kita. Dengan kata lain, dengan ketidak mampuan berdoa akan menjadi bencana terbesar yang bisa menimpa kita. Ini hanyalah melalui jamahan Tuhan sehingga kita dapat berdoa; ini membuktikan Ia dekat dengan kita.

    Kunci untuk berdoa adalah kepercayaan yang teguh yang sangat pribadi sifatnya. Jika kita tidak memahami konsep yang sederhana ini, maka selamanya kita tidak akan mampu untuk sungguh-sungguh mengenal, dan membiarkan diri kita menikmati Kehadiran-Nya. Segala hal itu disebutkan di dalam Doa Bapa Kami yang Ia ingin kita lakukan secara pribadi. Ia ingin tertawa bersamamu, menangis bersamamu, menyentuhmu, memiliki saat-saat indah bersamamu. Waktu-waktu berdoa memungkinkan Tuhan untuk menunjukkan kepada rencana-Nya, keinginan-Nya, dan tujuan hidup-Nya bagimu. Doa bagi Dia adalah saat-saat yang sangat berarti, seperti halnya hal itu berarti bagimu.

    Doa Bapa Kami dimulai dengan kata Bapa Kami (=Our Father) (Matius 6:9). Banyak orang, ketika mereka belajar topik ini, berhenti pada kata kami (=Our), kata pertama di awal doa. Cara Yesus membuka doa yang paling terkenal di dalam sejarah itu adalah bersifat elementer untuk memahami tujuan doa yang sesungguhnya. Kita telah dibawa ke dalam rumah tangga tanpa iman. Ini berarti bahwa Tuhan adalah Bapa kita. Ini merupakan suatu masalah hubungan keluarga bukan jenis konsep orang tua angkat.

    Ketika kita dilahirkan kembali, sesungguhnya sesuatu terjadi di dunia rohani dan secara harafiah menggenapi pernyataan ini. Kita semua yang adalah anak-anak mempunyai Tuhan sebagai Bapa kita. Ia adalah Bapa saya, dan Ia juga adalah Bapa mu. Hubungan mu dengan Bapa Surgawi mu adalah pribadi. Sesudah itu, lalu dengan tepat kita berdoa, “Bapa ku

    Bapak dan Ibu saya baru-baru ini pindah ke New Hamsphire untuk lebih dekat ke pelayanan kami. Saya memperkenalkan mereka sebagai bapak dan ibu saya. Bahkan, mereka juga adalah bapak dan ibu dari saudara laki-laki saya dan dua saudari saya. Ketika kita bersama-sama, kami semua memperkenalkan mereka sebagai orang tua kami. Jadi, bapak dan ibu kami adalah, di dalam kebenaran, juga bapak dan ibu saya. Seseorang tidak dapat meniadakan yang lainnya. Demikianlah adanya di Doa Bapa Kami.

    Jika kita tidak menyerap keakraban yang pribadi ini, kita akan terus menerus berpikir tentang Tuhan sebagai Tuhan yang jauh sekali. Kaum Deist percaya ada satu Tuhan, tetapi setelah menciptakan alam semesta, Ia melangkah mundur dan membiarkannya berkembang normal dengan sendirinya. Mereka percaya kepada-Nya untuk menjadi seperti seorang ayah tiri yang tidak mencari keuntungan, yang hanya secara berkala mengunjungi untuk melihat bagaimana ciptaan-Nya berusaha. Tetapi Doa Bapa Kami dengan seketika menggugurkan kepercayaan ini sebab yang mula-mula Yesus lakukan adalah mengungkapkan sifat pribadi dari hati Bapa. Kebenarannya adalah bahwa Tuhan adalah sempurna, dilibatkan dengan seksama di dalam kehidupan kita sehari-hari dan mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk menjamah dan mengubah kita setiap saat kita mengijinkannya.

    Jika kita tidak berdoa secara pribadi, kita tidak akan pernah bisa pergi lebih jauh. Kita akhirnya akan merasa sering dan menjadi apatis (bersikap masa bodoh) di dalam saat teduh kita bersama Tuhan karena kita tidak akan merasakan kasih-Nya. Tiga tahap dalam berdoa adalah keinginan, disiplin, dan kesukaan. Masing-masing saling melengkapi satu sama lainnya. Jika berdoa tidak menjadi hal yang pribadi bagi kita, jika kita tidak memahami dalamnya kasih Tuhan bagi kita pada suatu tingkatan yang umum dikenal, secara individu, kita tidak akan pernah membangun keinginan kepada-Nya yang sesungguhnya, dan doa kita akan menjadi basi.

    Maka, ketika engkau berdoa seperti yang Yesus ajarkan, biarlah perkataan-Nya yang pertama, milik ku / kami, beresonansi mendalam di dalam rohmu. Biarlah hal itu berbicara dengan nyaring tentang pribadimu, hubungan satu sama lainnya dengan Pencipta mu yang penuh kasih.

    Jangan takut untuk memiliki Tuhan secara pribadi, sebab dengan cara itulah Ia memilikimu.

    Sumber: Unlocking the Mystries of the Lord Prayer

    Pendoa Syafaat

    Penulis : Daniel Alamsjah

    Biasanya pendoa-pendoa syafaat sering dilupakan oleh orang dalam suatu kegiatan kerohanian, karena perannya dibelakang layar dan sering tugas yang satu ini dilupakan orang, padahal pendoa syafaat memegang andil besar dalam keberhasilan suatu kegerakan atau misi yang akan dijalankan, misalkan dalam suatu penginjilan daerah baru, pendoa syafaat diumpamakan dalam medan perang adalah spion-spion yang diterjunkan kedaerah musuh untuk lebih dahulu menguasai permedanan lawannya, dia menguasai dan menyerang daerah lawan, berada di tengah-tengah musuh, penghubung dengan Panglimanya untuk menguasai daerah musuh dan sekaligus menjadi pendamai.

    Pendoa Syafaat adalah Kawan Sekerja Allah, Tuhan ingin bekerja sama dengan kita untuk mencapai tujuannya agar setiap manusia dapat diselamatkan! Oh betapa luar biasa Tuhan kita!, kita dianggapnya sebagai mitra kerjaNya, Dia tidak memandang kita berlatar belakang berpendidikan atau tidak, Dia hanya melihat hati dan kerinduan kita, apakah kita mengasihi Dia yang telah berkorban utk kita? dan Tuhan berkata . Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-KU dan AKU pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKU kepadanya (Yohanes 14 : 21b), pertanyaannya sekarang apakah kita mengasihi Dia? Kalau jawaban Saudara ya turutilah perintahNya (Yohanes 14: 15), dan Tuhan pasti akan menyatakan diriNya dalam kehidupan Saudara dan memberikan hati yang mengasihi orang lain, baik untuk didoakan agar orang yang didoakan itu diselamatkan, dan kita diperintahkan juga untuk berdoa tak putus-putusnya bagi saudara2 kita dan orang-orang Kudus (Efesus 6 : 18-19) dan Saudara telah menjadi Kawan Sekerja Allah, dan Tuhan akan membukakan rahasia2 dan memberitahukan hal-hal yang kau tidak ketahui (Yeremia 33:3)

    Ketika Saudara mulai merasakan beban atau kebutuhan utk berdoa bagi seseorang , maka yakinlah bahwa Tuhan Yesus/Roh Kudus ada mempunyai rencana atas keselamatan orang tsb dengan membuat Saudara menjadi Mitra dalam doa akan membuat dampak yang berpengaruh atas orang yang didoakan utk diselamatkan.

    Tindakan Pendoa Syafaat adalah untuk :

    Pengaruh dan Kuasa seorang pendoa syafaat : Pendoa syafaat sejati selalu datang menghadap Tuhan mewakili orang2 lain

    Aku mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahan negeri itu dihadapanKU, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi AKU tidak menemuinya. Yehezkiel 22 : 30

    Didalam Alkitab perjanjian lama ada contoh seorang tokoh Abraham sebagai pendoa syafaat untuk menyelamatkan kota Sodom dan Gomora, bagaimana Abraham tawar menawar dengan Allah yang hendak membinasakan kedua kota tsb.

    Disini kita dapat mengetahui betapa Allah menghargai seorang Pendoa Syafaat, walaupun toh Sodom dan Gomora achirnya dihancur leburkan oleh Allah karena disana tidak ada orang benar kurang dari 10 orang, dan Allah sebelumnya membuka rahasia rencanaNya utk memusnahkan kedua kota tsb. kepada Abraham /pendoa syafaat (Kejadian 18 : 17), jadi sangatlah mulia seorang pendoa syafaat dihadapan Tuhan, yang membuat Tuhan berpikir dan membicarakan rahasia2 rencanaNya pada pendoa syafaat.

    Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa IA, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikn bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 27-28).

    Bagaimana doa-doa syafaat dipanjatkan dan tepat sasaran:

    Mari kita jadikan doa sebagai Gaya Hidup orang percaya, minta kepada Roh Kudus untuk menuntun kita dalam doa, agar Tuhan menyingkapkan rahasia-rahasia yang direncanakan untuk negeri kita ini, kita mulai berdoa untuk Saudara2, orang tua, Tetangga dan teman-teman terlebih mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tuhan memberkati!

    Prinsip-Prinsip Dalam Berdoa

    Oleh: Wiempy

    Di bawah ini akan dibahas mengenai prinsip-prinsip dalam berdoa.

    1. Syarat-syarat Allah menjawab doa:

    a. Merendahkan diri
    b. Berbalik dari jalan2 kita yang jahat
    c. Bersimpatilah
    d. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
    e. Doakanlah kebahagian, kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka yang
    menentang dan melawan kita
    f. Mengasihi, berbelas kasihan dan sopan.

    2. Pengajaran-penajaran lain tentang doa:
    a. Pengajaran Yudas (Yudas 1:20-21 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang
    kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan
    berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah
    sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal).

    Pengajaran Yudas berarti membangun diri kita sendiri di atas dasar iman kita yang
    paling suci dan kita harus selalu berdoa kepada Tuhan.

    b. Pengajaran Yakobus (Yak 5:13-16 Kalau ada seorang di antara kamu yang
    menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia
    menyanyi! 5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil
    para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan
    minyak dalam nama Tuhan. 5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan
    orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa,
    maka dosanya itu akan diampuni. 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku
    dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila
    dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya).

    Pengajaran Yakobus berarti jika ada seseorang yang menderita baiklah dia berdoa
    bagi orang itu, jika ada orang sakit baiklah kita memanggilkan penatua untuk
    mendoakannya supaya didoakan dalam nama Tuhan dan menjadi sembuh. Doa
    yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit dan hendaklah kita saling
    mendoakan.

    c. Pengajaran Paulus (Ef 1:16-19 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena
    kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 1:17 dan meminta kepada
    Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan
    kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 1:18 Dan
    supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan
    apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian
    yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya
    bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya).

    Pengajaran Paulus mengajarkan kepada kita bagaimana kita berdoa dan
    apa yang harus didoakan oleh orang benar yaitu agar Allah memberikan
    roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

    d. Pengajaran Yohanes (3 Yoh 1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga
    engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti
    jiwamu baik-baik saja).

    Pengajaran Yohanes berarti doa yang berbicara mengenai 3 area hidup kita
    yaitu secara rohani, fisik, dan materi.

    e. Pengajaran Petrus (1 Pet 3:1-7) Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah
    kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman,
    mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (3:2) jika
    mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. (3:3)
    Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang
    rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang
    indah-indah, (3:4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi
    dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan
    tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (3:5) Sebab demikianlah caranya
    perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan
    yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
    (3:6) sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan
    kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
    (3:7) Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu,
    sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari
    kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

    Pengajaran Petrus mengajarkan tentang hubungan antara anggota keluarga
    untuk saling menghormati dan tunduk agar tidak menghalangi doa2 kita.

    3. Doa iman

    Doa iman adalah doa yang lahir dari rhema Firman Tuhan dan kita
    mendeklarasikan atau menyatakan pewahyuan yang Tuhan taruh/berikan
    dan didalam doa iman ini kita harus percaya di dalam hati kita dan percaya
    bahwa kita telah menerima apa yang kita doakan.

    4. Bagaimana mendoakan doa iman.

    Pelajari janji-janji Allah di dalam Firman Tuhan/alkitab untuk diri kita.
    Setelah yakin akan janji Allah, yang kita perlukan adalah benar/hidup benar
    dan ucapkanlah doa itu dengan perkataan/mendeklarasikan.
    Pada saat pikiran yang meragukan menyerang kita, ucapkanlah dan akuilah
    janji-janji Allah dan mengucapkan syukur kepada Allah, bahwa doa kita itu
    sudah digenapi. Tetap teguh dan kokoh maka doa kita pasti digenapi.

    5. Empat langkah dalam berdoa syafaat.

    a. Berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang
    Menyingkirkan otoritas yang membuat orang jauh untuk datang kehadirat
    Allah.

    b. Persiapkan jalan bagi umat; bukalah jalan raya
    Persiapkanlah jalan bagi umat-Nya untuk datang kepada Allah melalui
    keselamatan dengan membangun jalan raya di dalam roh.

    c. Singkirkan batu-batu
    Mendoakan agar dijauhkan dari penghalang2 yang mencoba
    menghalangi orang datang kepada Allah seperti,
    ketidaklayakan (perasaan bersalah), ketakutan.

    d. Tegakkanlah suatu standar
    Membagikan Firman Tuhan kepada orang-orang yang didoakan.

    Sermon of the Mount : Prayer

    Penulis : Saumiman Saud

    Doa merupakan suatu fasilitas yang Tuhan sudah sediakan buat kita untuk berkomunikasi dengan-Nya, tanpa harus melalui pengantara alat-alat elektronik yang canggih, namun kerjanya melampaui alat-alat komunikasi yang paling canggih di dunia. Doa ini bukan hanya tanpa memerlukan kabel, tanpa pesawat, juga tanpa tenaga listrik, bahkan gratis lagi. Seorang teman baik saya mengeluh karena setiap telepon card yang dipakainya selalu habis sebelum waktunya. Sebaliknya waktu dengan Tuhan itu tanpa batas. Doa hanya melalui diri kita untuk dibawa datang kepada Tuhan, itupun kita tidak perlu berpindah tempat, cukup di mana kita berada, directionnya bebas.

    Kira-kira sebulan yang lalu di daerah Copertino, San Jose sempat terputus aliran listrik sehari penuh. Saya melihat semua restoran dan pertokoan di sana langsung mandek, tidak dapat beroperasi, karena mereka mengandalkan tenaga listrik untuk kompornya. Belum lagi lalu lintas macet, karena rambu--rambu lalu lintas juga padam. Doa tidak mebutuhkan ini semua, jadi kalau lampau padam tidak soal.

    Ada dua model doa, di dalam Alkitab dengan jelas sekali dibedakan kepada kita doa yang benar dan doa yang salah. Ekstrem terhadap doa yang salah antara lain :

    Kalimat pengulangan dan menyalahkan orang lain itu ciri khas orang Farisi sedangkan doa yang mekanis itu merupakan ciri khas orang Kafir. Dengan pengulangan-pengulangan itu maka ia cenderung menuju ke arah kemunafikan. Timbul pertanyaan, apa itu kemunafikan? Dalam konteks ini, kemunafikan boleh diartikan “Mengubah dari tujuan yang memuliakan Allah menjadi memuliakan diri sendiri

    Kira-kira doa yang bagaimana yang diperkenankan oleh Tuhan? Tatkala Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa kami, secara tidak langsung Yesus menyinggung dua model orang yang sedang berdoa.

    Model pertama : cara berdoa orang kafir - kesannya sangat bertele-tele

    Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah, demikianlah katanya (ayat 7). Pengulangan yang dimaksud adalah kata-kata yang tidak bermakna. Beda dengan pengulangan yang Tuhan Yesus lakukan di Taman Getsemani, Matius 24 26 :44, di sini menunjuk kepada ketekunan-Nya berdoa serta kesungguhan-Nya.

    Model kedua : cara berdoa orang kristiani yakni secara mekanisme. Nah secara mekanisme juga tidak baik, bisa menuju kepada mantera, jadi kesannya seperti sudah dihafal, seperti Doa Bapa Kami yang selalu kita ucapkan di gereja, nah kalau tidak dengan sungguh-sungguh menghayatinya maka makna doa ini akan hilang.

    Selanjutnya didalam Matius 6 ini Yesus menjelaskan bahwa satu-satunya hal terpenting dalam kehidupan orang percaya adalah cara kita berpikir tentang Allah. Bagi Yesus, teologi (cara kita berpiokir tentang Allah) akan menentukan praktek (cara kita hidup). Secara khusus Yesus mengajarkan kita bagaimana cara memangdang Allah sebagai Bapa, serta pentingnya kita mengenal hubungan keintiman hubungan Bapa-anak dengan-Nya.

    J. I Packer di dalm bukunya Knowing God ia meringkaskan dalam kalimat-kalimat sebagai berikut :

    “Ketika saudara menyebut ajaran Perjanjian Baru sebagai peryataan keberadaan Allah Bapa yang adalah Sang Pencipta Agung maka saudara telah meingkat seluruh ajaran itu ke dalam satu kalimat. Demikian pula, ketika saudara menggambarkannya sebagai pengetahuan tentang Allah Pencipta yang adalah Sang Bapa Agung, maka saudara telah menyimpulkan seluruh kepercayan Perjanjian Baru. Jika saudara ingin menilai pemahaman seseorang terhadap Kekristenan, tinjaulah pemikirannya mengenai hal menjadi anak Allah maupun hal memperlakukan Allah sebagai Bapanya. Jika ternyata bukan pemahaman ini yang telah mendorong serta mengendalikan penyembahannya, kehidupan doanya, maupun seluruh pandangan hidupanya berarti ia sama sekali belum memahami Kekristenan

    Di dalam doa kita membutuhkan perjuangan, namun bukan perjuangan untuk menaklukkan Allah, tetapi menaklukkan diri sendiri supaya sungguh-sungguh bertekuk lutut di bawah Allah. Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan itu mengandung 5 konsep :

    I.Konsep Peyembahan Kepada Bapa

    Yesus sedang memberikan suatu pengajaran yang aksesnya menuju kepada keintiman kepada Sang Raja yakni Allah sebagai Bapa. IA menjadi alamat tujuan kita berdoa. Perhatikan tatkala Tuhan Yesus mengajarkan “Bapa kami yang di sorga, ini merupakan pengajaran yang berhubungan dengan suatu persekutuan dalam hidup orang Kristen. Kita berdoa “Bapa kami bukan “Bapaku atau “Bapamu . Inilah konsep yang juga mengingatkan bahwa kita saling berbagi suatu hak rohani yang istimewa dengan semua umat Allah. Hal ini dengan sendirinya telah menjadi suatu penegasan atas hak istimewa yang kita terima.

    Perhatikan keseimbangan yang terjadi di dalam pengajaran ini : “Bapa kami yang di sorga Ada 3 elemen : Bapa : keintiman kita , Kami : persekutuan kita , di sorga : Penyembahan. Jadi sebenarnya tujuan Yesus mengajar kita mengucapkan Bapa kami yang di sorga, bukan hanya sekadar etiket , melainkan suatu kebenaran agar kita datang kepada Dia dalam keadaan hati dan pikiran yang tepat.

    II.Konsep Kerajaan milik Bapa

    Rahasia kerajaan Allah yakni pemerintahan-Nya yang dikendalikan oleh Bapa. Kita sudah melihat ada bukti nyata dengan kehadiran Kerajan Allah melalui Yesus Kristus. Namun di dalam pengertian tertentu, kerajaan tersebut belum dinyatakan dalam kepenuhan kemuliaannya. Puncaknya masih di dalam proses. Saat ini kita sedang hidup di antara masa pembukaan dengan masa penyempurnaan kerajaan tersebut. Oleh sebab itu kita berdoa agar kerajaannya yang sudah ditegakkan itu semakin menyatakan kemuliaanNya. Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan IA akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 11:15).

    Yesus mengajarkan “datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. Mari kita memikirkan apa saja yg termasuk di dalamnya :

    Menaklukkan diri di bawah kehendak Allah yang berdaulat

    Tuhan Yesus bukan hanya mengajar murid-muridNya berdoa, jadilah kehendakMu Ia sendiri telah menegakkan kerajaan Allah dengan cara berdoa menggunakan kata-kata tersebut di Taman Getsemani. (lihat Matius 26 :39). Bagi Yesus mendahulukan kerajaan Allah dan berdoa bagi kedatanganNya berarti pula memikul salib serta mati bagi umat manusia dan dengan demikian, berarti IA telah menyerahkan seluruh hidupNya dengan ketaatan penuh kepada Allah. Berdoa bagi kerajaan Allah berarti komitmen pada jalan salib, karena mengundang Bapa menguasai seluruh hidup dan kehendak kita.

    Mengerjakan pekabaran Injil

    Kerajaan Allah memang hadir dalam batin manusia, namaun anak-anak Allah juga dipanggil untuk mengabarkan Injil yakni keluar dari wilayah geografis mereka. Mengapa kita katakan Doa Bapa kami sebagai suatu penginjilan? Kata “Bapa Kami “, itu berarti mengajak semua orang-orang di dunia untuk mengetahui bahwa ada seorang Bapa yakni Allah yang dipanggil dengan sebutan “Bapa kami bukan bapa kita masing-masing yang di rumah. Konsep Bapa sebagai keluarga besar baik bagi mereka yang sudah percaya maupun bagi mereka yang bakal percaya.

    Yohanes 17 :20 “ Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka Jadi Yesus sendiri merupakan seorang pemberita Injil yang diutus Bapa ke dalam dunia. Ia berdoa bagi para penginjil lain dan bagi mereka yang percaya oleh pemberitaan mereka.

    Sering kita lakukan doa penginjilan bagi hamba Tuhan, gereja kalau mau ikuti cara Yesus mestinya untuk keluarga kita dan para pekabara Injil yang lain.

    Mencari Kehendak Allah melalui Alkitab

    “Jadilah Kehendak-MU ...pengertiannya adalah di dalam seluruh kehidupan ini, kita sadar bahwa Allah bekerja dengan maksud tertentu. Kadang kita pikir seperti kebetulan saja, namun sesungguhnya kita benar-benar berada di dalam ruang lingkup yang diprogramnkan Allah. Jadikanlah Kehendak-Mu bukan berarti secara membabi buta atau pasrah........namun sepanjang kehidupan kita ada niat atau usaha untuk mengikuti kemauan Tuhan sampai kita mengetahui dengan jelas apa yang dikehendaki-Nya..

    Berdoa bagi kedatangan Kristus kedua kali

    Kedatangan Kerajaan Allah maupun kedatanagan Allah sebagai Sang Raja merupakan duia peristiwa yang terjadi bersamaan. Ketika kita berdoa “Datanglah KerajaanMu berarti kita sedang memohon kepada Bapa suatu hal yang kita yakini akan dilakukanNya yaitu membawa sejarah umat manusia kepada tujuan akhirnya, untuk kemudian menghantarkannya ke dalam suatu jaman baru yang penuh kemuliaanNya.

    Pengharapan ini hanya dimengerti bagi mereka yang sudah percaya kapada Kristus dan menerima keselamatannya. Aspek yang tercakup di dalam Jadilah KehendakMu ini menyiratkan bahwa hidup kita ini telah diserahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, di sini dan sekarang ini juga.

    III. Konsep Berkat dari Bapa

    Berbicara masalah makan dan minum, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.....Dasar pemikiran ini sangat tepat, sebab Allah menciptakan manusia untuk tujuan akhirnya bagi kemuliaan Allah. Manusia tidak mungkin menggenapi kemulian bagi Allah kalau ia tidak mau taat pada Allah. Jadi sesungguhnya apabila kita taat pada Allah bukan suatu kerugian bagi kita. Malah itu merupakan keuntungan besar. Karena kita akan diberkati oleh Nya. Llihat 1 Korintus 10 :31, coba kita baca ini : Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

    Mungkin kita sudah terbiasa dengan kelimpahan sehingga kita tidak pernah berdoa berikanlah makanan pada hari ini yang secukupnya. Bagaimana mungkin berdoa begitu, sebab makakan kemarin masiuh sisa banyak sekali di kulkas yang sebentar lagi bakal dibuang ke tong sampah. Namun kalau kita coba terjemahkan bahwa ini adalah makanan dari Allah tentu kita bisa lihat bedanya. Sebanb bisa saja mencakup segala berkat yang Tuhan berikan.

    IV.Konsep Kemurahan Bapa

    “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami Itu berarti sesunguhnya jika kita sadar bahwa tatakala kita ucapkan kalimat ini, maka di dalam hati kita itu tidak ada lagi orang-orang yang belum diampuni oleh kita. Orang yang memohon pengampunan pada orang lain, namun ia sendiri tidak mau mengampuni orang lain adalah orang yang tidak mengerti atau memahami betapa ia telah berbuat kesalahan di dalam hidupnya

    “Ampunuilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang lain. Sedemikian pentingnya hingga kemudian Ia melanjutkan menjadi “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamau tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

    Apabila kalimaat “Ampunilah...itu diucapkan dengan tenggorokan yang seakan-akan tersangkut, karena kita belum mengampuni, maka doa untuk pengampunan ini tidak berarti

    1 Yohanes 4 : 11 “Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi dengan kasih yang penuh pengampunan

    V.Konsep Perlindungan dari Bapa

    Permohonan terakhir dari Doa Bapa Kami ini memberikan asumsi bahwa anak-anak Allah menyadari keberadaan mereka yang lemah serta tidak kebal, dan karenanya mengharapkan perlindungan Allah terhadap kuasa yang jahat.

    Perlindungan itu dibutuhkan dari segala arah, sebab pencobaan itu juga muncul dari segala arah. Perlindungan di dunia sifatnya sementara dan tidak terjamin, tetapi perlindungan dari Allah Bapa jangan diragukan lagi. Saya yakin anda setuju bukan!

    Syarat Berdoa

    Penulis : Anthony de Mello SJ

    Pertanyaan : mengapa saya sering gagal dalam doa ?. Jawabannya sungguh sederhana. Karena kita belum belajar berdoa dengan baik. Ada beberapa syarat untuk berdoa dengan baik, yaitu :

    Sumber: Hidup di hadirat Allah

    Why Should We Pray?

    Penulis : Rev. DR.David Yonggi Cho

    Kutipan Injil: Lukas 18: 1-8
    Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. KataNya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku. Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

    Siapapun yang tinggal di bumi akan berdoa bila ia sedang terjepit pada suatu jalan buntu. Tidak ada seorangpun yang tidak berdoa bila ia sedang berada dalam situasi yang sulit. Oleh karena itu, doa berhubungan erat dengan semua orang. Terutama bagi anak-anak Tuhan, doa adalah nafas kita. Jika anda tidak bernafas, anda akan mati. Orang Kristen yang tidak berdoa sama seperti orang yang mati secara rohani.

    Tuhan kita Yesus Kristus berdoa dan berpuasa selama 40 hari 40 malam sebelum Ia memulai pelayananNya. Selama pelayananNya, Injil memberitahu kita bahwa Ia seringkali pergi menyendiri untuk berdoa. Dan hingga saat-saat terakhir hidupNya di salib Kalvari, Ia masih saja berdoa.

    Sekarang kita hidup di masa yang berbahaya. Pada akhir zaman ini, setan mengaum seperti seekor singa yang sedang mencari mangsa untuk dimakan. Dengan menggunakan semua rencananya, seta n akan berusaha untuk memangsa orang-orang pilihan Tuhan. Agar dapat hidup di dalam iman dan dapat mengatasi setan di masa yang sulit ini, orang-orang Kristen harus mengusahakan dirinya sendiri agar selalu berdoa. Jika kita tidak berdoa, kita tidak akan mengerti tentang Firman Tuhan. Jika kita tidak berdoa, kita tidak akan pernah berhasil dalam perjalanan kristiani kita.

    Sekarang saya akan berbagi dengan anda tentang hubungan antara doa dan kehidupan Kristiani.

    I. Hubungan antara doa dan kehidupan Kristiani.

    I. Doa Membawa Pertobatan
    Siapapun yang berlutut di hadapan Allah dan membuka hatinya dalam doa, dengan kuasa Roh Kudus ia akan mengakui dosa-dosanya dan bertobat. Doa selalu berhubungan dengan pertobatan pribadi di hadapan Allah.

    Ketika kita masih tinggal di bumi, meskipun kita adalah orang Kristen, kita bisa saja tidak patuh terhadap hukum Tuhan dan melakukan dosa serta pelanggaran-pelanggaran. Kita masih tidak mematuhi Fir man Tuhan. Kita melakukan banyak kesalahan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi ketika kita berdoa, kita mulai memandang ke dalam diri kita sendiri seperti Tuhan memandang kita, dan kita menjadi bertobat dari dosa-dosa kita dan dari kesalahan-kesalahan kita.

    Doa Menghancurkan Ke-ego-an Kita
    Doa juga menghancurkan keegoan kita dan kekeraskepalaan kita. Ketika kita berdoa kepada Bapa kita yang di sorga yang telah menciptakan sorga dan bumi serta segala isinya, maka keegoan kita akan lenyap di hadapanNya, sama seperti gelombang laut yang besar pecah ketika menghantam pantai. Menjalani kehidupan beriman bukan berarti menarik Allah kepada kita, tetapi kita yang harus merendahkan diri kita sehingga kita dapat lebih dekat lagi dengan Allah kita yang tidak terbatas. Kita hanya boleh mempercayai Dia seorang, dan kita tidak boleh bersandar pada keterbatasan kita. Bekerjasama dengan Roh Kudus akan menghancurkan keterbatasan kita dan Ia akan m embawa kita kepada Tuhan sehingga kita akan sungguh-sungguh hidup dalam iman. Bekerjasama dengan Roh Kudus merupakan satu-satunya kemungkinan untuk mendapatkan kehidupan doa yang kuat. Doa membawa kita kepada Tuhan, sehingga kita akan menjalani kehidupan yang berpusat kepada Tuhan.

    Firman Tuhan berkata: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12: 2). Tanpa berdoa, kita tidak akan pernah bisa membuktikan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Anak-anak Tuhan harus berdoa jika mereka benar-benar menginginkan kehidupan rohani yang berkemenangan. Mengambil waktu beberapa menit untuk meminta beberapa permohonan kepada Tuhan tidak bisa disebut sebagai doa. Agar kita dapat lebih dekat kepada Tuhan dan agar kita dapat hidup dalam rahmat Tuhan, orang Kristen harus berdoa paling sed ikit satu jam sehari.

    Doa Membuat Kita Mau Menerima Kehendak Tuhan
    Tidak mudah bagi kita untuk berdoa paling sedikit satu jam sehari. Ketika kita mulai berdoa, banyak pikiran dan gangguan yang timbul di dalam pikiran kita. Tetapi ketika kita dapat menolak dan mengatasinya, pemberontakan dan kekhawatiran yang ada di dalam pikiran kita akan lenyap. Karena kekuatan jahat sudah dikalahkan, maka hubungan kita dengan Tuhan berdasarkan kasih karuniaNya akan berlanjut.

    Selain itu, ketika roh kita sedang sungguh-sungguh berdoa, dalam anugerahNya kita akan mengetahui kehendak Allah dan karenanya kita mau melakukan kehendakNya.

    Berdoa merupakan salah satu beban terberat dari tugas saya sebagai pendeta, tetapi berdoa merupakan prioritas yang pertama karena saya tahu berdoa merupakan kehendak Tuhan. Selama saya memberitakan Injil di luar negeri, saya berdoa paling sedikit selama tiga jam untuk setiap pelayanan mimbar. Ketika saya harus duduk be rdoa selama tiga jam, sulit rasanya untuk berkonsentrasi. Ketika saya sedang berkhotbah di Jepang, dimana kuasa gelap begitu kuat, saya seringkali harus berdoa selama lima jam sebelum saya melayani. Pada hari Sabtu, saya berdoa paling sedikit selama empat jam untuk pelayanan pada keesokan harinya, karena pengajaran akan Firman Tuhan harus disertai oleh kuasa Roh Kudus agar dapat tersampaikan kepada jemaat. Ini bukanlah pekerjaan manusia ataupun hikmat manusia, ini juga bukan pengetahuan semata, ataupun suara manusia.

    Jadi, ketika seseorang berdoa, ia harus mengakui dosa-dosanya dan bertobat di hadapan Tuhan. Dengan perhitungan dan metode manusia, ia tidak akan pernah bisa mengatasi dunia. Tetapi dengan kuasa Roh Kudus, ia dikuatkan sehingga ia dapat hidup berkemenangan dan dapat senantiasa berjalan bersama Tuhan.

    II. Hubungan Antara Doa dan setan

    Doa Merupakan Senjata untuk Melawan setan
    Melalui doa kita dapat melu cuti setan dan senjatanya, dan setan akan kabur. Alkitab mengatakan: "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6: 12)

    Kuasa jahat tidak dapat kita lihat dan tidak bisa kita perangi dengan cara dan alat-alat fisik. Hanya doa sajalah yang dapat digunakan di dalam pertarungan melawan kuasa jahat ini.

    Daniel dapat mengatasi kuasa jahat melalui doa yang terus menerus selama 21 hari. Melalui doa yang terus menerus dan tetap setia di dalam Dia, Daniel akhirnya menerima jawaban dari Tuhan. Malaikat yang membawa jawaban dari Tuhan itu dengan jelas berkata: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan tejadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu." (Daniel 10: 12-14)

    Hal ini memberitahukan kepada kita bahwa meskipun doa-doa kita telah sampai kepada tahta Allah, kuasa gelap telah mencegah datangnya jawaban Allah kepada kita. Caranya agar dapat mengatasi kekatan spiritual yang jahat ini adalah dengan terus berdoa sampai kepastian itu datang untuk mengkonfirmasi bahwa Tuhan telah mendengar doa kita. Jika Daniel menjadi putus asa setelah sehari berdoa, dia tidak akan menerima jawaban dari Tuhan; tetapi ia tetap berdoa hingga 21 hari. Sebagai hasilnya, ia dapat mengalahkan kekuatan jahat itu dan menerima jawaban dari Tuhan.

    Kita harus tahu bahw a musuh kita yaitu, setan, selalu berusaha menggagalkan agar jawaban dari Tuhan tidak sampai kepada kita. Apabila jawaban dari Tuhan itu tertunda, maka kita harus ingat akan Daniel dan tidak menjadi putus asa. Kita harus senantiasa berdoa kepada Tuhan.

    Doa dapat mengusir setan
    Pada suatu hari Yesus membawa tiga orang murid-muridNya, yaitu Petrus, Yakobus 577 Yohanes, untuk bersama-sama dengan Dia naik ke sebuah gunung yang tinggi dan mereka meninggalkan kesembilan murid lainnya di desa. Sekumpulan orang-orang dengan segera mengerumuni kesembilan murid-murid tersebut, termasuk ahli-ahli Taurat, dan merekapun menanyai murid-murid tersebut. Kemudian seorang laki-laki membawa anak laki-lakinya yang telah kerasukan roh sehingga membuat anak tersebut menjadi bisu. Ia membawa anaknya kepada para murid agar dapat dilepaskan dari roh kebisuan tersebut. Tetapi para murid tidak dapat mengusir setan itu keluar, maka orang-orang yang berdiri di sekeliling mereka mulai mengolok-olok para murid tersebut.

    Ketika Yesus melihat kejadian tersebut, Ia segera menegur roh jahat tersebut dengan keras, kataNya, "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah daripada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" Dan roh tersebut segera meninggalkan anak itu. Beberapa waktu kemudian, para murid menanyakan hal itu kepada Yesus dengan diam-diam, "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" Dan Yesus menjawab: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa." (Markus 9: 29). Firman Tuhan ini mengatakan kepada kita bahwa jika kita banyak berdoa, maka kita akan dipenuhi dengan kuasa Tuhan, dan kitapun dapat mengusir kekuatan jahat.

    Setan adalah mahluk roh. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa, tetapi mereka dapat dirasakan. Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan kehidupan kita, keluarga kita dan keadaan kita. Untuk mencegah rencana jahat mereka, kita harus berdoa. Itulah se babnya mengapa kita harus selalu berdoa terus menerus.

    Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, mereka harus berperang melawan tentara Amalek sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Pertempuran tersebut begitu dahsyat sehingga Musa memerintahkan Harun dan Hur untuk pergi ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Musa mengangkat tangannya dan berdoa, maka Israel yang memenangkan pertempuran. Namun, ketika Musa menurunkan tangannya karena kelelahan, maka Amaleklah yang menang. Maka, Harun dan Hur memegangkan tangan Musa selama berdoa dan Israelpun memenangkan pertempuran itu. Hal ini dengan jelas menunjukkan pada anda dan saya bahwa doa yang tetap dan terus menerus akan menghancurkan kekuatan musuh. Karena alasan inilah orang Kristen harus selalu berdoa untuk kebutuhan mereka, keluarga mereka, dan untuk gereja mereka. Jika orang-orang berdoa bersama-sama untuk bangsa mereka, maka mereka dapat mengatasi krisis yang terjadi di dalam bangsa tersebut.

    Selama Perang Dunia II, 300.0 00 pasukan tentara elit Inggris terkurung pada sebuah desa nelayan kecil di Perancis dan mereka dikelilingi oleh pasukan Jerman yang berteknologi tinggi. Sebelum krisis nasional ini, orang-orang Inggris menyelenggarakan pertemuan doa nasional dan mereka mulai berdoa kepada Tuhan. Perdana Menteri Winston Churchill berdoa pada bangku paduan suara di Katedral Westminster. Seluruh pekerja berdoa di pabrik mereka. Para ibu rumah tangga berdoa di rumah mereka dan para siswa berdoa di sekolah mereka. Secara ajaib, cuaca di Perancis berubah. Hujan yang sangat lebat turun pada hari penyerangan yang telah direncanakan. Tuhan mendengar dan menjawab doa mereka. Akhirnya seluruh 300.000 tentara Inggris itu dapat melarikan diri dengan selamat. Kejadian menakjubkan yang merupakan jawaban doa dari Tuhan ini terekam dalam catatan sejarah perang Inggris. Saya berdoa semoga semua orang Kristen mengetahui bahwa satu-satunya jalan untuk mematahkan kekuatan musuh adalah dengan melalui doa.

    III. Hubungan antara doa dan Roh Kudus

    Doa membebaskan Roh Kudus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar bagi Tuhan. Ketika Yesus naik ke sorga, murid-murid Yesus dipenuhi dengan ketakutan dan kekhawatiran, dan mereka melupakan doa. Mereka terpencar-pencar untuk mencari keamanan dan masa depan yang masuk akal bagi kehidupan mereka. Meskipun mereka mengetahui tentang kerajaan sorga dari Yesus, mereka bahkan tidak bisa mengarahkan satu jiwa ataupun menyembuhkan satu orang yang sakit.

    Tetapi ketika mereka sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan di sebuah ruangan di lantai atas, mereka dipenuhi Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa lain. Kemudian, melalui kuasa Roh Kudus mereka mampu mengajarkan Injil sehingga sebelum masa 300 tahun berlalu, seluruh kekaisaran Roma berlutut di hadapan Yesus Kristus, dan sejarah gereja menceritakan kepada kita bahwa Injil telah disebarkan ke seluruh dunia.

    Doa adalah satu-satunya cara agar orang-oran g Kristen dapat berhubungan lebih dekat dengan Roh Kudus. Ketika kita berdoa terus menerus, kekuatan supernatural dari Roh Kudus akan turun atas kita. Jika kita tidak berbicara dalam bahasa Inggris, maka kita tidak akan bisa sepenuhnya berkomunikasi dengan orang yang hanya menguasai bahasa Inggris. Jadi, tanpa doa, orang Kristen tidak bisa dipenuhi oleh Roh Kudus dan juga tidak bisa mengetahui kekuatan dari sorga. Hanya Roh Kudus yang dapat mengarahkan kita agar lebih mengenal Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan. Roh Kuduslah yang menerangi kita sehingga kita mengerti akan kebenaran yang dari Allah, dan Roh Kuduslah yang membuat kita percaya kepada Tuhan.

    Hari-hari ini, gereja-gereja Kristen di Korea sedang bertumbuh pesat dan orang-orang Kristen di seluruh dunia memperhatikannya dengan penuh minat. Gereja-gereja Kristen di Korea dimulai dengan doa yang sungguh-sungguh di Pyong Yang (terletak di Korea utara) dengan seorang pengurus gereja yang bernama Gil Sun Joo dari Gereja Jae Dae Jyun. Dan semua gereja terus bertumbuh secara menakjubkan. Masa depan gereja-gereja di Korea dapat dilihat karena sekarangpun orang-orang Kristen masih terus berdoa kepada Tuhan dalam doa pagi, doa sepanjang malam dan doa puasa.

    Tanpa berdoa, kerajaan Tuhan tidak akan pernah bisa diperluas. Baik di Negara-negara Barat atau Timur, tidak ada kesaksian mengenai pekerjaan besar yang dilakukan Roh Kudus tanpa berdoa.

    IV. Tuhan Menjawab Ketika Kita Berdoa

    Firman Tuhan Mengajarkan Kita untuk Berdoa

    "Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33: 3)

    "Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak." (Yohanes 14: 13)
    "Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa."
    (Yakobus 4: 2)

    Kutipan-kutipan ayat-ayat Alkitab di atas dengan jelas memberitahu kita bahwa kita akan menerima bila kita mencarinya. Alkitab menceritakan bahwa di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut kepada Tuhan maupun kepada manusia. Dan ada seorang janda di kota itu yang selalu datang kepada hakim tersebut dengan sebuah permohonan, "Belalah hakku terhadap lawanku." Beberapa kali hakim itu menolak permintaan sang janda, tetapi akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku!" Dan Tuhan berkata: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18: 7)

    Kita harus belajar dari kegigihan janda ini. Jika kita hanya berdoa sekali dua kali lalu menyerah karena tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan, mak a itu berarti kita tidak mengetahui arti doa yang sesungguhnya. Kita tidak bisa menerima jawaban dari Tuhan jika kita tidak rajin berdoa. Tetapi dengan rajin berdoa, kita akan menerima jawaban yang kita butuhkan.

    Apakah anda mempunyai iman atau tidak dapat diketahui dari kesabaran anda. Walaupun anda berkata, "Ya, saya percaya", tetapi jika anda tidak sabar menunggu jawaban dari Tuhan, maka itu berarti anda memiliki iman yang belum dewasa.

    Meskipun kita mungkin tidak dapat melihat apa-apa atau kita mungkin tidak dapat mendengar apa-apa, tetapi ketika kita berdoa kepada Tuhan, Ia akan melihat iman kita dan Ia akan memberkati kita dengan berkelimpahan.

    Kapanpun saya pergi ke negara lain dan mengadakan Seminar Pertumbuhan Gereja, para pendetanya selalu bertanya, "Apa rahasia utama pertumbuhan Gereja Yoido Full Gospel?" Jawaban saya selalu sama, "Karena doa." Tidak ada rahasia lain untuk pertumbuhan gereja selain doa. Ketika orang-orang Kristen berdoa, pekerjaa n Roh Kudus akan bermanifestasi. Kekuatan jahat dihancurkan dan keadaan berubah.

    Tugas paling dasar bagi seorang Kristen adalah berdoa. Kita harus berdoa di rumah. Kita harus berdoa di gereja. Kita harus berdoa bagi diri kita sendiri, bagi keluarga kita, bagi bangsa kita dan bagi misi dunia. Doa merupakan hak dan tanggung jawab terbesar bagi anak-anak Tuhan.

    Tuhan memilih gereja Korea untuk pergi keluar dan memberitakan kerajaan sorga, bukan untuk tetap tinggal di dalam anugerahNya. Seluruh bangsa sedang mengalami kebangkitan sekarang ini, dan bangsa-bangsa itu memanggil kami agar datang dan membantu mereka seperti orang-orang Makedonia memanggil Paulus.

    B578eberapa bulan yang lalu saya berangkat ke Sacramento untuk mengajarkan prinsip-prinsip pertumbuhan gereja kepada para pendeta di pagi hari dan mengajarkan Injil pada sore harinya. Orang-orang Kristen di sana ingin melihat kebangunan rohani di gereja mereka sama seperti di Korea. Saya percaya Tuhan mempunya i rencana terhadap gereja-gereja Korea untuk misi dunia. Tuhan akan menjawab doa kita yang terus menerus.

    Ya, orang-orang Kristen mempunyai tanggung jawab untuk berdoa. Untuk mendapatkan kehidupan doa yang lebih dalam, kita perlu berdoa paling sedikit satu jam sehari. Apabila kita melakukannya, maka kita akan dipenuhi dengan Roh Kudus, kita akan melucuti setan dan senjatanya, dan kita akan menyentuh hati Tuhan. Kemanapun kita pergi, kita akan diberkati secara jasmani dan rohani.

    Yesus Kristus selalu sama, baik kemarin, hari ini dan untuk selama-lamanya. Yesus Kristus yang tidak pernah berubah ini akan selalu menyelamatkan orang-orang, menyembuhkan yang sakit, mengusir setan dan mengubah keadaan bagi orang-orang Kristen yang berdoa.

    Yesus Kristus sedang mencari orang-orang percaya yang sedang berdoa saat ini.

    Sumber: Born to be Blessed