Error message

  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 23 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 24 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 25 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 26 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 27 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 28 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Pluralisme

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Apakah Ada Keselamatan di Luar Yesus Kristus?

Oleh : Pdt. DR. Budyanto

Biasanya setiap orang Kristen berpendapat bahwa tidak ada keselamatan di luar Yesus Kristus, bahkan lebih sempit lagi tidak ada keselamatan di luar gereja. Adapun dasar yang dipakai adalah Yohanes 14:6: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Baca selengkapnya ... about Apakah Ada Keselamatan di Luar Yesus Kristus?

Membumikan Wawasan Multikultural di Indonesia

Agama, Pluralisme, dan Pancasila sebagai Habitus Baru

Penulis : Benny Susetyo

Pluralitas di Indonesia adalah berkah tak ternilai harganya dari Tuhan Yang Maha Kuasa. sayangnya, manusia sering salah menerjemahkan rahmat tersebut sehingga kerap menjadi bencana. Bukanlah Tuhan yang menganugerahkan bencana, melainkan manusia yang memiliki cara pandang sempit (miopik) yang sering menyelewengkan rahmat tersebut menjadi bencana. Agama dan keberagamaan merupakan tolok ukur dan pintu gerbang (avant garde) menilai bagaimana pandangan pluralitas ditegakkan. Bagaimana individu dan kelompok tertentu memandang individu dan kelompok lainnya. Semangat keberagamaan yang cenderung memuja fundamentalisme menjadi akar masalah serius seringnya pluralitas berpeluang menjadi bencana daripada rahmat. Baca selengkapnya ... about Membumikan Wawasan Multikultural di Indonesia

Mengembangkan Budaya Keramahan

Penulis : Andreas A Yewangoe

SALAH satu topik penting yang dibicarakan dalam Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) di Porto Alegre-Brazil adalah tentang pluralitas agama-agama dalam kaitannya dengan pemahaman diri kekristenan (Religious Pluralism and Christian Self-Understanding). Sudah tidak dapat diabaikan, bahkan hampir merupakan "hukum besi" di dalam perkembangan peradaban abad ini bahwa kita hidup di dalam pluralitas masyarakat, baik kebudayaan maupun agama-agama. Tidak ada lagi ruang di dunia ini di mana hanya terdapat satu kebudayaan dan agama yang tidak dipengaruhi oleh kebudaya- an-kebudayaan dan agama- agama lainnya. Baca selengkapnya ... about Mengembangkan Budaya Keramahan

Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia

Penulis : Henrikus Pedor

Fenomena fundamentalisme timbul sebagai produk modernitas yang telah menyebabkan situasi hidup manusia berubah. Fundemantalisme terkait erat dengan upaya kelompok atau masyarakat tertentu yang terkait dengan upaya pencarian identititas diri. Kelompok-kelompok fundamentalisme memiliki ciri tertentu antara lain: konservatif, liberal, etnosentris, integratif, dogmatik, fanatik, militan dan sebagainya. Akhir-akhir ini fundamentalisme menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kenyataan hidup religius di seluruh dunia. Beberapa dari antara kelompok fundamentalis yang terkenal adalah kaum muslim shiite di Iran, Sudan, Pakistan, Liberia, juga sekarang sudah masuk ke Indonesia; kelompok-kelompok fundamentalis Kristen Protestan seperti: Religious Right di Amerika Utara, Gush Emumin, champions of Hindutva di India, Soka Gokkai Budhis di Jepang, Temple Mount dan Heredim di Israel, Dukwah di Malaysia, Sikh di Punjabi. Baca selengkapnya ... about Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia

Menyelamatkan Bumi Melalui Gereja

Penulis : Gurgur Manurung

Kita seringkali mendengar pemanasan global di media elektronik dan media cetak. Hutan dibababat orang-orang nakal yang sering disebut illegal logging. Kita dikejutkan dengan berhasilnya departemen kehutanan bersama aparat keamanan menyelamatkan triliunan rupiah uang negara dari penangkapan illegal logging di Papua baru-baru ini. Kita juga dikejutkan kasus Teluk Buyat yang kontraversi itu. Kita tahu tragedy banjir bandang di Bukit Lawang kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara. Hal itu semua terjadi akibat ulah rakusnya manusia. Hal itu tidak terjadi apabila manusia memahami keseimbangan alam. Apakah kita pernah membicarakan krisisnya bumi ini di Gereja?. Seberapa jauh Gereja peduli tentang hal itu?. Atau, jangan-jangan penghuni Gereja yang terlibat orang-orang rakus itu. Dan, apakah mereka para penyumbang bagunan Gereja?. Sudah berapa banyak Gereja yang menyuarakan jemaatnya agar memelihara bumi?. Jangan-jangan para pendeta masih mengkotbahkan “kuasailah bumi?. Kuasailah bumi dalam pengertian apa yang disampaikan para pendeta?. Sudah berapa kali pendeta kita mengkhotbahkan keseimbangan alam? Baca selengkapnya ... about Menyelamatkan Bumi Melalui Gereja

X-Fellowship

Penulis : Donny A. Wiguna

Ada berapa banyak gereja yang dapat kita jumpai saat ini? Banyak. Di kota Bandung saja, ada sebuah jalan yang terisi gereja di kiri dan kanannya sampai belasan, bila kita menyusuri jalan itu dari ujung ke ujung. Ada berbagai macam denominasi, berbagai cara dan gaya ibadah, hanya di satu jalan saja. Bagaimana dengan kota Anda? Tapi, mari kita simpan sebentar hal ini. Mari kita lihat, bagaimana permasalahan terjadi di dalam gereja. Baca selengkapnya ... about X-Fellowship