Prinsip-Prinsip Ideal (Absolut) Bagi Pernikahan KristenPRINSIP-PRINSIP IDEAL (ABSOLUT) BAGI PERNIKAHAN KRISTEN
Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, SE M.Th
Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 04 Agustus 2013
“Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan
mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”
(Matius 19:4-6)
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah
terang dapat bersatu dengan gelap”
(2 Korintus 6:14)
Perceraian dan Pernikahan Kembali
Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th
Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 24 Maret 2013
“Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:4-6)
PENDAHULUAN
Ini adalah sesi ketiga khotbah saya dari seri bimbingan pernikahan dan pembinaan keluarga. Sebelumnya saya telah menyampaikan sesi: ESENSI PERNIKAHAN KRISTEN dan sesi: PERUBAHAN PENTING SETELAH PERNIKAHAN. Hari ini saya menyampaikan sesi: PERCERAIAN DAN PERNIKAHAN KEMBALI.
Perubahan Penting Setelah Pernikahan
Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th
Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 17 Maret 2013
“Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:5-6)
PENDAHULUAN
Pernikahan adalah suatu lembaga yang ditetapkan Allah bagi manusia sesuai dengan kebutuhannya. Perhatikan Frase dalam “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18). Saat laki-laki (ha adam) “seorang diri saja” maka Allah menyatakan bahwa keadaan ini “tidak baik”. Jadi Allah memutuskan untuk menciptakan “ezer kenegdo” atau “seorang penolong”.
Esensi Pernikahan Kristen
Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th
Khotbah Ibadah Raya GBAP El Shaddai Palangka Raya
Minggu, 10 Maret 2013
“Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:4-6)
Pendahuluan
Ini adalah sesi pertama khotbah saya dari seri bimbingan pernikahan dan pembinaan keluarga. Hari ini, saya akan menyampaikan sesi: ESENSI PERNIKAHAN KRISTEN. Untuk selanjutnya saya akan menyampaikan Sesi: TUJUH PERUBAHAN PENTING SETELAH PERNIKAHAN; sesi: PERCERAIAN DAN PERNIKAHAN KEMBALI; sesi: MEMILIH PASANGAN HIDUP; dan sesi: HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA.
Bolehkah Kumpul Kebo?
Oleh: Pdp. Jafar Thamrin, S.Th
Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya. (BIS) (Matius 5:28)
Kumpul kebo dalam bahasa Belandanya disebut Samenleven dan dalam bahasa trendinya adalah Living Together tetapi yang dimaksud adalah Kumpul Kebo. Istilah kumpul kebo berasal dari masyarakat Jawa tradisional (generasi tua). Secara gamblangnya pasangan yang belum menikah, tapi sudah tinggal di bawah satu atap. Perilakunya itu dianggap sama seperti kebo.
Perkawinan Kristen yang Alkitabiah
Oleh: Andreas Jonathans
Sebuah keluarga yang dipakai oleh Tuhan sebagai percontohan adalah pada manusia pertama. Adam dan Hawa yang diciptakan Allah sebagai sepasang suami isteri yang tidak mengenal poligami dan poliandri (dicatat baik di Alkitab dan tidak menyatakan pasangan suami istri tersebut pernah bercerai).
Kejadian 1:27 "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."
Kejadian 2:24b "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Rayap-Rayap Pernikahan
Oleh: Ayub Yahya
Coptotermes dan Sedoterme, adalah dua jenis rayap yang paling cepat
menyerang bangunan. Akhir Maret 2006, binatang kecil dari ordo
Isoptera ini mendadak ngetop. Enggak tanggung-tanggung, ia ketahuan
merusak Istana Negara dan Istana Merdeka!
Menjaga Kemurnian Pacaran dan Pernikahan
Oleh: Walsinur Silalahi
Banyak manusia masa kini tidak lagi menganggap bahwa pernikahan sebagai hal yang istimewa,sehingga mereka saling memadu kasih dengan mempergunakan tubuh mereka. Mereka tidak perlu lagi menunggu sampai mereka menikah untuk melakukan intercourse. Pria dan wanita mempergunakan tubuh mereka untuk saling mendekatkan diri. Tidak masalah apakah mereka sudah menikah atau belum.
Pribadi Yang Dewasa !
Oleh: Richard L. Strauss
Banyak konselor pernikahan yakin bahwa salah satu halangan terbesar untuk berhasilnya pernikahan adalah keegoisan. Untuk jadi egois adalah dengan terlalu memperhatikan kesenangan, keuntungan atau kemakmuran sendiri tanpa memikirkan orang lain. Bayi sangat egois. Mereka hanya memperhatikan kepentingan mereka saja. Saat mereka tidak nyaman, mereka berteriak sampai seseorang melegakan ketidaknyamanan mereka. Sifat mereka ditentukan oleh apa yang diperlakukan terhadap mereka.