Iman dan Perkataan Yesus
Oleh: Andy
Ada banyak lagu dan pujian yang kita naikkan untuk menyatakan isi hati kita kepada Tuhan. Beberapa di antaranya merupakan ungkapan pernyataan iman tentang kepedulian Allah terhadap hidup kita. Tentu saja Tuhan senang dengan iman yang dinyatakan lewat pujian kepada Dia.
Demonstrasi iman yang dinyatakan seorang perwira di Kapernaum kepada Yesus bahkan membuat Yesus heran akan dia dan berkata “..Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai sekalipun di antara orang israel” (Lukas 7:1-10). Pernyataan Yesus tentang keheranan-Nya akan iman seorang perwira Yahudi jelas merupakan suatu pujian yang tulus dan tidak mengandung kepentingan apapun juga.
Kesaksianku
Oleh: Yohana Cahyadi
Nama saya Yohana Cahyadi. Melalui kesempatan ini saya ingin memberikan kesaksian hidup dari mama saya. Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Saya lahir dari seorang mama yang mengasihi Tuhan. Dari kecil saya sudah dididik untuk mengasihi dan melayani Tuhan. Mama pun juga adalah seorang yang melayani Tuhan dalam gereja.
Kejadian ini bermula pada tanggal 3 Juli 2010, di mana mama divonis dokter mengidap kanker usus stadium 4 dan sudah menyebar ke bagian paru-paru, rahim dan bagian lainnya. Keadaan demikian membuat mama dan keluarga kehilangan semangat. Saya bertanya pada Tuhan kenapa mama seorang yang mengasihi dan melayani Tuhan bisa mengalami hal yang demikian. Namun di tengah kondisi yang demikian kami tetap datang pada Tuhan.
Sikap Iman dalam Perkara Pembebasan
Oleh: Yon Maryono
Semangat ini pasti memenuhi pribadi setiap insan yang terbelengu dalam masalah, termasuk orang-orang yang berurusan dengan hukum di negara ini, khususnya mereka yang dikurung dalam jeruji besi tahanan atau penjara. Ada yang sangat tersiksa, yaitu mereka yang harus meninggalkan kenyamanan kehidupannya di luar sana, ada yang biasa-biasa saja, ada yang tertawa-tawa bertemu dengan kerabatnya.
Keselamatan adalah Kuasa Allah
Oleh: Leonardi Setiono
Saya terkadang merenungkan, mengapa saya bisa menjadi seorang Kristen. Mengapa saya begitu yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kepada Allah Bapa di Surga, jalan kepada keselamatan dan kehidupan kekal. Kadang saya merenung mengapa saya begitu bodoh menolak sesuatu yang menyenangkan, hanya karena Alkitab melarangnya, hanya karena saya percaya Allah tidak menyukainya. Mengapa saya mempercayai cerita tentang keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus?
Don't Give Up
Oleh: Dede's Parent
Berjuang Melawan Kanker
Kami tidak pernah menyangka ataupun siap menerima ketika harus menghadapi masalah ini. Dede (nama panggilan/kesayangan), anak kedua kami, yang periang, lucu, dan aktif, ternyata mengidap penyakit berbahaya dalam tubuhnya. Vonis dokter tentang penyakit Dede kami terima saat berumur 5 tahun, dan betapa hancur hati kami saat kami mendengarnya.
Kira-kira awal tahun 2006, kaki Dede sering sekali memar, kami berpikir bahwa itu disebabkan karena terbentur sesuatu. Memang Dede adalah anak yang tak bisa diam, aktif sekali. Maka, setiap kali dia memar kami beri dia Thrombopop gel. Namun belum satu memar hilang dari kakinya, sudah ada memar baru lagi. Di samping itu, setiap kali dia muntah, di mukanya akan muncul bintik-bintik merah seperti pembuluh darah yang pecah. Bintik merah itu muncul pertama kali pada saat dia pingsan karena tersedak makanan. Peristiwa itu terjadi satu minggu sebelum Natal 2004. Dia muntah dan ada potongan daging ayam yang menyangkut di lehernya dan tersedak. Mukanya membiru dan badannya telah lemas. Puji Tuhan, saya masih bisa memberikan pertolongan secepatnya meskipun dalam kepanikan yang amat sangat saat itu. Sejak saat itu setiap kali dia muntah muncul bintik-bintik merah lagi di muka atau badannya.
Meresponi Penderitaan (2)
Oleh: Sujud Prasetio
Baca: 2 Timotius 2:1-13
"Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." 2 Timotius 2:5
Penderitaan merupakan bagian hidup manusia. Semua kita pernah mengalami penderitaan. Atau mungkin sementara Anda membaca renungan ini Anda sedang dalam penderitaan. Jika kedua-duanya tidak, pasti Anda akan mengalaminya. Kita sering kali mendengar jemaat Tuhan mengeluh ketika datang penderitaan. Atau mungkin kita pun mengalami hal yang sama. Apalagi merasa telah hidup benar di hadapan Tuhan. Pertanyaan yang hampir sama yang sering kita dengar adalah "mengapa?" dan "kenapa?" "Mengapa hal ini terjadi padaku? Kenapa bukan mereka yang jahat?" Barangkali kita tidak pernah mendapatkan jawabannya. Tetapi ada hal yang lebih penting untuk kita kerjakan, daripada sibuk dengan pertanyaan "mengapa?" maupun "kenapa?" Yaitu: menghadapinya, mengalahkannya dan mengatasinya.
Tuhan dapat Dipercaya
Oleh:Sunanto
Tatkala saya merenungkan tahun-tahun perjalanan hidup Kekristenan saya bersama Kristus, saya sungguh kagum dengan cara Tuhan menuntun hidup saya sedemikian rupa sehingga tanpa saya sadari lambat laun perjalanan itu akhirnya membawa saya pada keutuhan. Bagi saya Tuhan itu bagaikan dokter bedah yang paling canggih di dunia ini. Dia sangat tahu bagian mana dari jiwa kita yang perlu dipulihkan dan Dia juga memiliki cara yang berbeda untuk menangani kelemahan-kelemahan kita. Bagian kita hanyalah taat dan bersedia untuk berubah sesuai perintahNya.
Langkah Potensi Hidup
Oleh:
Langkah ke 1
Langkah pertama untuk mencapai potensi hidup kita yang maksimal adalah PERLUASLAH WAWASAN kita. Kita harus mampu memandang kehidupan ini dengan mata iman. Kita harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan kita raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benak kita, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadar kita, dalam perbuatan kita dan dalam setiap aspek kehidupan kita. (Yohanes 10:10)
Perintah Yang Tidak Dapat Dituruti Oleh Sebagian Orang
Oleh: Herlianto
“Hormatilah ayahmu dan ibumu….” (Keluaran 20:12)
Banyak yang merasa sulit untuk menuruti hukum kelima yang luar biasa dari Sepuluh Hukum. Bagi mereka sama halnya dengan Tuhan meminta mereka untuk melompat ke bulan. Perintah itu mengatakan :
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12).
Mentalitas McChurch Versus Mentalitas Kerajaan ALLAH
Fenomena keberagamaan belakangan ini banyak diwarnai dengan kecenderungan dan orientasi untuk sekedar memenuhi kekeringan rohani. Charles Colson mengatakan, di abad ini, iman telah menjadi semacam komoditi, dimana gereja berperan sebagai ritail outlet-nya. Kehadiran jemaat dalam setiap peribadatan, semata-mata untuk memenuhi kepuasan mereka. Akibatnya, alasan ingin mendapatkan khotbah yang bagus atau musik yang menyentuh serta alasan sejenis itu, banyak mengemuka tatkala ia ditanya alasan kedatangannya ke gereja.