Workshop Music

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Penulis : Tommyanto

Sabtu lalu, cukup beruntung bisa mengikut workshop paduan suara yg diselenggarakan di GKI Surya Utama.
Sejumlah point yg mungkin menarik: Dari pembicara bapak Tommyanto:


  • Peserta paduan suara musti mendapatkan nilai tambah setiap kali ada pengulangan suara.

  • Lakukan koreksi kesalahan sedini mungkin sebelum kita terbiasa melakukan sesuatu scr salah.

  • Ada dua tipe pelantun suara. yg membenamkan teks pada kepala dan mereka yg membenamkan kepala pada teks. teks lagu mestinya dibenamkan dalam kepala dan bukan sebaliknya. "gunakan otak" utk secepatnya menghafal dan menguasai.

Workshop yg kmd diberikan menunjukan hasil yg menakjubkan. sebuah lagu dapat dikuasai dng cepat ketika setiap kali kesalahan dikoreksi.

Tommyanto kandisaputra adalah director bandung choral society. yg juga voice supervisor elfa seciora serta conductor utk beberapa event choir olympic tk dunia.

Berikut catatan lain:

Ibu rev. esther nasrani. memberikan basic singing technique pada sesi pertama di kelas singing. benar-benar basic singing technique, dan seorang pakar pada bidangnya memberikan bobot penguasaan mendalam ketika penggalan-penggalan lagus tsb disampaikan dengan penguasaan yg mumpuni.

Selama lebih dari 1.5 jam peserta dibuat terkesima dng penguasaan teknik & contoh2 "sederhana" yg demikian memukau. kidung2 jemaat yg sudah terlalu "biasa" menjadi untaian permata ketika itu dilantun dalam olah teknik vocal yg benar. rangkaian contoh suara dan penjelasan lisan tsb yg membuat materi2 kemarin sulit sekali direproduksi dalam tulisan. maafkan. berikutnya adalah kesan:

Ada 3 point penting yg scr padat disampaikan: dukungan pernafasan yg tepat, tenggorokan terbuka & nada yg beresonansi. 3 pengertian sederhana itu tidaklah sederhana dalam penjelasannya. hampir satu jam pertama beliau menghabiskan waktu utk menjelaskan halaman pertama makalah yg diberikan.

Ia menceritakan. sewaktu mengikuti program doktoralnya, ia secara khusus belajar pada dokter THT dan seluk beluk anatomi organ tubuh yg memproduksi suara. info ini cukup menjelaskan bahwa teknik vocal yg dia kuasai benar2 lahir dari pengetahuan yg benar & latihan yg terus menerus. menurutnya: umur & sejarah hidup seseorang terekam dan memberi warna pada suara yg dihasilkan.

Ibu esther adalah dosen di beberapa sekolah tinggi musik gereja. kalau tidak salah beliau melayani di gereja baptis yg tgl 1 mei nanti -lagi2 sumber tidak resmi- gereja tsb akan mengadakan konser paduan suara utk sebuah acara internal mereka. masih cari info apakah acara ini terbuka utk umum atau tidak.

Usai break makan siang. peserta sempat dimanjakan sejenak utk menikmati 10 lagu dari vox angelorum, "suara para malaikat"; http://www.voxangelorum.org dari muda-mudi katolik di paroki maria bunda karmel.

Pada dua hari mendatang (22, 23 april) masih akan tampil penabur children chorus & diani chorus. selain pembicara lain spt Aris sudibyo, direktur musik univ kristen petra surabaya [yg tgl 30 nanti kelompoknya akan tambil di sarbini utk konser acara STT jakarta].

Ibu chatarina leimena, dosen IKJ, seorang pakar yg cukup dikenal. dia pula dalam catatan tulisan disebut sbg salah satu guru vocal tommyanto dan kalau tak salah.... guru vocal KD.

Dan juga menghadirkan christina mandang.

Ditengah kesibukan dan rutinitas yg bising spt skr ini. olah vocal barangkali adalah sebuah cendela hidup yg menawarkan cakrawa dunia yg lain. ada sesuatu yg baru ketika peta atau daftar pencapaian tsb dibentangkan. kearah mana seseorang mestinya melangkah dalam pengembangan atau peningkatan olah vocalnya. bagi saya, justru ketika pertama-tama sebuah lagu hanya bisa kita nikmati seorang diri.

wahai para pelantun suara, bersuaralah!

Sumber: Tommyanto - GKI Surya Utama