Karunia Allah

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Abraham Bapak orang percaya adalah orang yang sangat disayang Tuhan karena begitu tulusnya kepercayaannya kepada Tuhan, hampir sulit dipercaya bagaimana dia menuruti semua kemauan dan permintaan Tuhan dijaman itu dimana orang disekitarnya tidak percaya Tuhan, melainkan mempercayai para dewa. Anaknya Isak dan Cucunya Yakub juga adalah orang-orang yang beriman kepada Allah.

[block:views=similarterms-block_1]

Sebagaimana janji Tuhan kepada Abraham maka dari cucunya Yakub lahirlah suatu bangsa yang besar yaitu bangsa Israel atau orang biasa menyebut orang Yahudi, sekalipun bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk suka memberontak kepada Allah. Namun demikian berkat/karunia Allah yang pernah diberikan kepada nenek moyang mereka yaitu Abraham, Isak dan Yakub tidak meninggalkan bangsa ini, berkat tersebut tetap melekat hingga kini. Suka atau tidak suka harus diakui hampir semua pakar ilmu pengetahuan yang pernah ada didunia ini berasal dari bangsa yahudi, para konglomerat terkaya didunia berasal dari bangsa Yahudi, bahkan ada informasi yang mengatakan bahwa 90% uang yang ada didunia ini dimiliki oleh orang yahudi.

Daud sejak kecil sangat beriman kepada Allah, bahkan iman tersebut bukan hanya dimulut tetapi didalam praktek hidup sehari-hari, dia berani bertarung dengan binatang buas karena yakin Tuhan pasti menolongnya. Tuhan sangat menyukai Daud, itu diperlihatkan Tuhan dengan memberikan kedudukan raja israel sampai hari tuanya, bahkan kepada anaknya Salomo diberikan bukan hanya tahta kerajaan tetapi juga diberikan hikmat yang melebihi semua orang yang pernah ada dibumi. sayang salomo tidak setia seperti Ayahnya Daud. Salomo sibuk dengan para istrinya yang berjumlah 1000 orang sehingga melupakan Tuhan Allahnya. Walaupun anak dan keturunan Daud tidak setia kepada Tuhan seperti Daud namun karunia Allah kepada Daud tidak terlepas, Juruselamat dunia berasal dari keturunan daud yang disebut tunas Daud.

Negara-negara Eropah dan Amerika dan Australia dibangun oleh orang-orang Kristen. Diantara orang tersebut tentunya banyak orang-orang berdoa yang takut dan setia kepada Tuhan. Hal itu dapat kita lihat dari jejak-jejak nenek moyang mereka dengan mudah kita temui dimana-mana. Sekarang kita dapat melihat berkat dari Tuhan kepada bangsa-bangsa tersebut akibat dari doa-doa dan ketaatan para nenek moyang mereka dijawab Tuhan. sekalipun mungkin sebagian besar orang orang yang berdiam disana sekarang sudah tidak perduli kepada Allah, tetapi berkat/karunia Allah tidak begitu saja dicabut dari mereka, kemakmuran tetap mereka nikmati hingga sekarang.

Pertanyaan yang perlu direnungkan :

Ketika seorang hamba Tuhan yang sangat tekun dan setia mencari kehendak Allah dan kemudian Allah menyukai dan berkenan kepada orang tersebut, sehingga Allah mengaruniakan berbagai macam karunia diantaranya karunia untuk menyembuhkan orang sakit, menghilangkan kelemahan dan mengusir setan.

Namun dikemudian hari hamba Tuhan tersebut lupa diri sehingga berkat-berkat yang dimilikinya dinikmati sendiri bahkan mungkin sampai memiliki pesawat jet pribadi? mungkin ingin selalu menginap dikamar hotel yang terbaik? dan lain sebagainya yang kelihatannya tidak mencerminkan hidup yang kristiani. Untuk hal seperti itu apakah Allah akan mencabut berkat-berkat tersebut daripadanya seketika itu juga, atau Allah akan mengijinkan berkat tersebut melekat padanya sambil menunggu barangkali dia akan berbalik dari kesalahannya, dan kembali melayani Tuhan dengan baik. Salam