Rumah Bapa
Oleh: Jafar Thamrin
Bacaan: Yohanes 14:1-2
Satu kali Agnes Monica dikecam oleh ormas tentu masalah lagu yang dinyanyikan olehnya. Dengan syair lagu “di mana letak surga itu”. Menurut ormas tersebut, letak surga itu sudah jelas. Namun menjadi pertanyaan buat kita di mana letak surga itu? Apakah di atas? Kalau di atas, letak atas di Indonesia belum tentu atasnya Amerika karena bumi ini bulat. Surga memang ada tetapi di mana letaknya kita tidak tahu. Tapi yang pasti surga itu ada. Yesus menyatakan bahwa percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya bahwa di rumah Bapa-Nya banyak tempat tinggal. Di sini Yesus bukan hanya berbicara tentang surga tapi tempat tinggal. Bahasa aslinya adalah Monai artinya tingkatan atau rumah. Jadi surga bukan hanya bicara kota tapi di dalam kota itu ada tempat tinggal atau hunian.
Ketaatan yang Tak Bertangguh
Oleh: Kenia Oktavianie
Bacaan: 1 Raja-Raja 13:1-34
"Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu."
Alkisah seorang abdi Allah dari Yehuda datang menemui raja Yerobeam untuk menyampaikan pesan Tuhan. Singkatnya Ia berhasil membuat sang Raja tertegur, bahkan mengadakan banyak mukjizat. Tetapi ada satu hal yang Tuhan perintahkan kepada abdi Allah ini, yaitu untuk jangan minum roti atau minum air, dan jangan kembali melalui jalan yang telah ia tempuh. Awalnya, abdi Allah ini taat tanpa pertangguhan.
Merebut Apa yang Hilang
Oleh: Pdt. Robinson Y. Tulenan
Bacaan: 1 Samuel 30:1-6
Ketika pulang dari Filistin, Daud mendapati Ziklag telah diserang. Sebagai pemimpin Daud bertanggung jawab penuh dengan apa yang melanda Negeri Ziklag:
- Ziklag telah dikalahkan/dibakar habis. (ayat 1)
- Seluruh harta dijarah
- Seluruh wanita, dan anak-anak serta orang tua ditawan (ayat 2)
Dengan Mata Iman
Baca: Lukas 2:21-33
"Sekarang, Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera. sesuai dengan firman-Mu sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu." (Lukas 2:29-30)
Benar-benar mengharukan! Seorang pria tua menggendong bayi Yesus di tangannya dan memuji Allah (Luk. 2:27-32). Simeon telah diyakinkan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat sang Mesias yang dijanjikan. Ia pun datang ke Bait Allah pada waktu yang bersamaan dengan Yusuf dan Maria yang juga masuk bersama bayi Yesus.