Error message

  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 23 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 24 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 25 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 26 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 27 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 28 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Keluarga

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Renungan Keluarga: Imamat (15)

“Katakanlah kepada Harun dan anak-anaknya, supaya mereka berlaku hati-hati terhadap persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi-Ku, agar jangan mereka melanggar kekudusan namaKu yang kudus; Akulah Tuhan “ [ Imamat 22:2 ]. “…supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup…”[Roma 12:1]. “…marilah kita…senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya “ [ Ibrani 13:15 ].

Didalam Imamat 22:2 diatas, keluarga Harun diperintahkan agar berlaku hati-hati terhadap persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi Tuhan. Yang dimaksud dengan berlaku hati-hati adalah agar keluarga Harun tidak memakan persembahan-persembahan yang dikuduskan orang Israel bagi Tuhan, sementara mereka dalam keadaan najis. Baca selengkapnya ... about Renungan Keluarga: Imamat (15)

Renungan Keluarga: Imamat (14)

“…Berbicaralah kepada para imam, anak-anak Harun… Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN, santapan Allah mereka, dan karena itu haruslah mereka kudus “ [Imamat 21:1,6]. “karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, …atau yang rusak buah pelirnya “[Imamat 21:18-20]. “Mengenai santapan Allahnya… boleh dimakannya “[Imamat 21:22].

Keluarga Harun, dalam arti Harun dan keturunannya, telah dipilih Tuhan menjadi imam-imam. Keluarga Harun haruslah kudus, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian Tuhan, yang adalah santapan Allah mereka. Baca selengkapnya ... about Renungan Keluarga: Imamat (14)

Aku Harus Pergi

Oleh:Walsinur Silalahi

Waktu umur pernikahan kami menjelang lima tahun dan anak-anak sudah mulai sekolah,isteri saya banyak memberikan waktunya hanya kepada anak-anak.Kami tdk mempunyai pembantu,sehingga isteri saya sendiri bekerja ngepel lantai rumah,mencuci,seterika dll. Seringkali dia bekerja hingga larut malam. Badannya mulai kurus,tdk secantik dulu lagi dan setiap hari kelihatan capek. Suatu hari saya melihatnya sedang membersihkan tumpukan pakaian kotordi kamar mandi.Dahinya basah oleh cucuran keringat. Lalu aku pelan2 menghampirinya dan tiba2 aku peluk tubuhnya dan berkata:"Ma,biarkan aku membersihkan pakaian2 kotor ini".Dia tersenyum,dan mempersilahkan saya meneruskan pekerjaan mencuci. Baca selengkapnya ... about Aku Harus Pergi

Gak Usah Pulang ke Rumah Lagi

Oleh: Walsinur Silalahi

Anak-anak sudah dewasa,tetapi hubungan dengan isteri makin tdk harmonis,aku jadinya stress memikirkan tingkah isteriku yang anggap remeh thd aku. Sudah seringkali isteriku itu kuperingatkan tetapi ,tdk ditanggapi.Dia malah sering mengajak bertengkar .Mungkin suatu saat aku menjadi bahan berita di TV karena kesabaranku ada batasnya.Sudah sepuluh tahun ini dia bertingkah demikian. Baca selengkapnya ... about Gak Usah Pulang ke Rumah Lagi

Menghormati Orang Tua

Oleh : Walsinur Silalahi

Ketika kita mempelajari perintah mengenai menghormati orangtua,kita akan melihat bahwa ini adalah ringkasan bagaimana Allah menginginkan kita bersikap terhadap semua orang,bukan hanya orangtua kita.(Roma 13:6-10).Selama kita bertumbuh,kita menemukan beberapa jenis otoritas lain yang juga harus kita hormati.Pada mulanya,semua manusia dimaksudkan untuk gentar kepada Allah.Dia adalah Pencipta dan Raja atas segala sesuatu dan kita harus memberi hormat dan taat secara penuh kepadaNya.Para orangtua memelihara dan melindungi anak-anak mereka.Para suami memelihara dan melindungi isteri mereka.Para raja atau penguasa memelihara dan melindungi rakyat,dan juga para pendeta dan penatua memelihara dan melindungi gereja.Orang-orang ini tdk dapat melaksanakan tugas yang diberikan Allah kepada mereka apabila mereka terus-menerus berdebat dengan orang2 yang berada dibawah otoritas mereka untuk menentukan apa yg terbaik.Jadi Allah telah memberikan otoritas kepada mereka.Orang2 yang mereka pimpin harus menghormati dan mentaati mereka.Memang orang-orang yg berkuasa tdk selalu benar.Namun selama mereka tdk memerintahkan kita untuk tidak taat kepada Allah,kita harus menghargai dan menaati mereka.Apabila kita tdk menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin,itu berarti kita tdk menghormati Allah,yang telah menetapkan mereka menjadi pemimpin kita.(Roma 13:1-2) Baca selengkapnya ... about Menghormati Orang Tua

Keluarga

Oleh : Walsinur Silalahi

Pada umumnya kita menginginkan suasana damai,ceria dalam kehidupan keluarga. Suasana demikian perlu diupayakan oleh orangtua sebagai motivator terhadap perilaku anggota keluarga dhi anak-anak.Kebiasaan komunikasi yang tdk sehat dapat mengakibatkan kedamaian tdk akan pernah dicapai seperti mengeluarkan nada suara yang kasar,mata melotot dan jawaban kasar yg tdk pantas. Untuk mencapai kehidupan keluarga yang damai,ceria, maka kebiasaan2 sbb perlu dilakukan. Baca selengkapnya ... about Keluarga

Membangun Pribadi Anak yang Penuh Daya Juang

Penulis : Roswitha Ndraha

Topik ini tercetus dari ayah saya waktu dia menonton talkshow Oprah Winfrey di TV beberapa bulan lalu. Oprah mewawancarai Lisa-Marie Presley, putri mendiang raja rock tahun 60-an, Elvie Presley. Sebagai anak orang yang terkenal, kehidupan Lisa-Marie pastilah tidak terkendala oleh uang. Tapi, apakah dia bahagia? Ayahnya mati tidak wajar. Pernikahannya dengan Michael Jackson yang seumur jagung itu, terus-menerus menjadi sorotan pers. Oprah menanyai Presley bagaimana dia menjalani hidup sebagai anak orang terkenal dan apa akibat hal-hal itu bagi keluarganya saat ini. Baca selengkapnya ... about Membangun Pribadi Anak yang Penuh Daya Juang

Pages