Skip to main content

Ketidakberdayaan Budaya Karo

Oleh: Joey Bangun

Ninta (bukan nama sebenarnya), 23 tahun, beru Karo, suatu kali mengejutkan saya dengan sms yang dikirimnya ke telepon genggam saya. Bagaimana tidak, sms itu bertuliskan, "Menurut lo kapan sih budaya Karo itu yang betul-betul murni?". Saya mencoba memutar otak. Daripada salah menjawab saya balik membalas smsnya, "Kemurnian yang gimana yanglo maksud?". Tidak sampai dua menit dia balik membalas, "Maksud gue, budaya Karo yang asli. Dan betul-betul asli!". Sepuluh menit saya terhenyak di kamar dengan pikiran berputar-putar. Pertanyaan gadis ini mencoba menguji saya atau malah menjebak saya.