Waspadalah Bangun dan Bangkit

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: Nikodemus Rindin
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.
Karena itu kuasailah (control) dirimu dan jadilah tenang
bersiap siaga seperti penjaga yang siap menunggu kepulangan presiden),
 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
(1 Petrus 4:7)


Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
(Efesus 5:14-21)

Bapak, Ibu, saudara/i yang dikasihi Tuhan. Tema tulisan saya mengenai “Waspada, bangun dan bangkit.” Menurut saya tema ini merupakan tema yang sangat penting sekali, mengapa penting? Sebab Firman Tuhan berkata bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Apanya yang sudah dekat? Jawabnya adalah kesudahan segala sesuatu. Sesuatu itu apa? Sesuatu itu adalah semua ciptaan Allah yang berada di muka bumi ini. Siapa itu? Semua ciptaan, yaitu: tumbuh-tumbuhan, hewan, matahari, bulan bintang, terang dan gelap, (bumi beserta isinya) termasuk hidup kita, berkesudahan untuk tinggal di muka bumi ini.

Meskipun semua ciptaan Tuhan mengalami masa kesudahan tetapi ada perbedaan yang sangat tajam antara kesudahan yang di alami manusia dengan kesudahan yang dialami oleh semua ciptaan lain. Setelah masa kesudahan itu, seluruh ciptaan yang lain akan habis lenyap. Mengapa demikian karena mereka tidak diciptakan Allah dalam kurun waktu yang kekal tetapi diciptakan dalam kurun waktu yang sementara saja. Tetapi semua manusia, ketika mengalami masa kesudahan di muka bumi ini, mereka akan menerima kekekalan. Kekekalan itu tentunya terbagi menjadi 2 tempat: untuk yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya maka mereka akan menerima hidup yang kekal di surga, sedangkan mereka yang tidak pernah mau menerima Yesus sebagai Juru selamat, mereka akan menerima hukuman kekal di Neraka.

Jadi semua orang tidak terkecuali akan menerima kekekalan. Mengapa demikian? Karena di dalam hidup diri manusia tersimpan atribut Allah, yaitu kekekalan. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Namun, kekekalan yang diterima oleh mereka yang berada di dalam Kristus tempatnya berbeda dengan kekekalan yang diterima oleh mereka yang berada di luar Kristus. Karena hal tersebut, maka kita perlu waspada, bangun dan bangkit. Agar kita tidak asal masuk ke tempat kekal, tempat kekalnya ada dua macam, di surga kekal dan di Neraka pun kekal.

Berbicara tentang kewaspadaan, kira-kira kenapa kita harus waspada? Tiga alasan penting yang perlu diketahui, mengapa kita harus waspada:

1. Sebab hidup kita itu penting

Hidup manusia itu sangat penting sekali, Firman Tuhan berkata manusia itu diciptakan pada hari yang ke enam, pada hari yang terakhir, pada hari di mana Tuhan sudah menciptakan segala sesuatu baru diciptakan-Nya manusia, mengapa demikian? Sebab hidup manusia itu penting. Kalau manusia itu penting mengapa manusia diciptakan pada hari terakhir? Manusia diciptakan pada hari terakhir adalah supaya segala sesuatu tersedia terlebih dahulu untuk bisa dipakai manusia setelah manusia diciptakan. Saya umpamakan hal seperti ini adalah, sebagaimana orang tua yang telah mempersiapkan segala sesuatu sebelum anaknya lahir. Hal apa saja yang dipersiapkan sebelum anak lahir? Yang dipersiapkan biasanya menyangkut; tempat tidur bayi, celana, baju, popok bayi, lemari bayi, gurita, gendongan, handuk, kaos kaki, kaos tangan, nama anak laki-laki dan nama perempuan, tempat istri melahirkan dll. Bahkan ada orang yang sudah merencanakan anak nanti sekolah di mana dan mau jadi apa. Mengapa harus dipersiapkan terlebih dahulu? Jawabnya adalah sebab anak saudara itu penting. Kalau anak saudara tidak penting maka saudara akan bertindak masa bodoh. Anak lahir, lahir saja ngapain repot. Kalau ada orang yang berpikir seperti itu, maka dia harus kembali kepada prinsip Alkitab, sejak semula Allah menganggap hidup kita penting sekali di mata-Nya, dalam pemandangan mata Allah anda dan saya sangat memikat hati hingga Ia mengatakan sungguh amat baik. Kalau kita tidak penting di mata Allah, maka cukup bagi Allah untuk menciptakan manusia saja di hari yang pertama kemudian Ia tinggal. Allah bisa saja melakukan hal tersebut kalau Ia mau. Tapi kita bersyukur Allah kita tidak seperti demikian sebab Ia ingin memberikan keteladanan yang agung kepada kita.

Merenungkan bagaimana luasnya hati Allah dan panjangnya kemurahan-Nya, maka hati saya kadang ingin menangis kalau melihat kondisi dunia di sekitar kita. Bagaimana tidak, sebab ada orang yang mengisahkan bahwa sejak kecil ia telah dibuang oleh orang tuanya, sejak kecil ia di titip di panti asuhan, ayah dan ibunya bukan orangtua aslinya tetapi para suster, tempat tinggalnya bukanlah rumahnya sendiri tetapi panti asuhan. Di sini kita menemukan sisi gelap kehidupan manusia, tidak memandang satu sama lain sebagai pribadi yang penting. Di buang begitu saja. Belum lagi diri kita kadang lengah untuk melihat kedalaman hati dan perilaku, hidup yang kita jalani tidak karu-karuan tepat seperti yang digambarkan di dalam perikop pembacaan kita pada ayat-ayat sebelumnya dikatakan mereka hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minuman dan penyembahan berhala. Petrus menyebut hidup seperti itu adalah hidup yang tidak senonoh – bahkan kalimat yang lebih tajam Petrus katakan hidup sedemikian adalah hidup seperti dalam kubangan, kubangan itu tempat siapa? Jelas kubangan itu bukan tempat manusia tetapi tempat babi hutan. Apakah maksud Petrus untuk mengatakan bahwa orang-orang tersebut adalah babi hutan, saya pikir tidak. Saya pikir Petrus ingin berkata supaya mereka tidak berada di tempat yang salah dan menjijikkan itu. Disini Petrus hanya ingin menyadarkan mereka bahwa tempat tersebut adalah tempat yang jijik tidak pantas untuk manusia. Bukan hanya itu, Petrus mengingatkan mereka bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat mereka harus kembali kepada Tuhan Yesus dan bertobat sebab setelah semuanya berakhir maka masing-masing kita akan menghadap Allah memberikan pertanggungan jawab kepada Allah atas segala prilaku kita.

Di hadapan Allah kelak, hanya orang yang menyadari bahwa hidupnya itu penting, yang mampu memberikan pertanggungan jawab hidupnya kepada Tuhan. Mereka bisa berkata Tuhan adalah Injil yang telah diberitakan di dalam hidup kami dan orang lain sehingga rohku dapat hidup menurut kehendak-Mu. Itulah sikap hidup orang yang waspada, mereka bangun dan bangkit. Mempersembahkan hidupnya kepada Allah karena menyadari bahwa hidup ini memang penting, Firman Tuhan berkata, “bukankah hidup itu lebih penting dari makanan dan tubuh ini penting daripada pakaian?

2. Sebab hidup kita itu terbatas

Hidup yang kita jalani di dunia ini ada batasannya, itu sebabnya dikatakan bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Menurut beberapa penafsir, kalimat ini mengacu pada kematian fisik semua manusia. Mengapa manusia mati? Jawabnya adalah karena hidup kita – fisik kita itu terbatas. Siapa yang membatasinya? Jelas Tuhan Allah sendiri yang membatasinya. Pemazmur berkata hidup kita itu tujuh puluh tahun dan kalau kuat delapan puluh tahun selain itu kesusahan dan penderitaan. Bukan hanya itu, rupanya waktu kita itu berlalunya cepat sekali atau buru-buru, tidak menunggu, tidak kompromi terus saja berjalan. Ada orang berkata, waktu kita kecil waktu itu merangkak seperti seorang anak yang baru belajar berjalan karena biasanya anak menghitung hari itu dengan ulang tahun – menurutnya waktu itu berjalan lama sekali karena hitungan tahunan, tetapi waktu kita remaja atau pemuda waktu itu berjalan karena hitungannya semesteran, ia menghitung waktu kapan waktu semesterannya, namun kalau sudah dewasa waktu itu berlari dan hitungannya perbulan, yaitu kapan gajian. Dan ketika tua waktu itu terbang karena hitungannya makin pendek bisa mingguan, harian, bahkan jam demi jam. Sampai akhirnya waktu itu berlalu – melayang dan lenyap.

Jadi semua orang yang ada di bawah kolong langit ini umurnya terbatas, baik orang kaya maupun orang miskin, orang berpangkat maupun orang yang tidak memiliki pangkat, orang suci maupun orang berdosa, orang Israel maupun keturunan Ismael. Meskipun sama-sama memiliki keterbatasan dalam hidup, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus kualitas hidupnya pasti lebih tinggi dari orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Mengapa demikian? Karena setelah kita percaya kepada Yesus, Firman Tuhan berkata, Yesuslah yang menjadi gembala dalam hidup kita – dengan kata lain Yesus menjadi pemimpin kita. Ia juga berkata, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, memberikan kualitas, mendatangkan yang terbaik.

Puji Tuhan, sebab apabila hari ini kita bisa melakukan yang terbaik, saya yakin pasti bukan karena hebatnya kita tetapi karena Allah turut bekerja. Kalau pelayanan berhasil, kalau usaha berhasil, kalau keluarga harmonis, kalau bangsa dipulihkan, maka kita melihat bukan diri kita yang hebat tetapi karena tangan Tuhan turut bekerja di dalamnya.

3. Sebab di dalam hidup kita tersimpan benih kekekalan

Dari semua ciptaan Tuhan yang lain, manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberikan Tuhan tubuh, jiwa dan roh. Semua ciptaan lain memiliki tubuh dan jiwa tetapi mereka tidak mempunyai roh. Tubuh dan jiwa bersifat sementara tetapi roh kita bersifat kekal. Nah, karena di dalam kita ada roh maka di dalam hidup semua manusia tersimpan kekekalan.

Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Waktu tubuh kita mati, maka roh kita tetap ada karena roh itu bersifat kekal. Namun, kekekalan yang diterima oleh mereka yang berada di dalam Kristus tempatnya berbeda dengan kekekalan yang diterima oleh mereka yang berada di luar Kristus. Mereka yang berada di dalam Kristus tempat kekalnya di surga kekal dan sedangkan mereka yang berada di luar Kristus karena tidak mau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, tempatnya di Neraka.

Kalau begitu, apakah kita tetap memilih kebinasaan? Saya rasa tidak, karena perbuatan demikian pasti konyol. Masakan waktu kita sedang tenggelam di laut ada orang yang mau menolong kita menolaknya. Yesus Kristus telah berkata, Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Kunci yang sangat penting agar kita masuk ke surga adalah menerima tangan Yesus yang telah mengulurkan tangan-Nya untuk menyelamatkan kita.


Waspada, bangun dan bangkit, itu akan terjadi apabila kita mengerti bahwa hidup kita itu penting, hidup kita itu terbatas dan mengetahui bahwa di dalam hidup kita tersimpan kekekalan. Waktu kesadaran seperti itu muncul maka kita akan hidup sesuai dengan kehendak Allah, hidup dengan makna, mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Semuanya itu kita lakukan karena kita tahu bahwa kekekalan ada di dalam hidup kita. Amin

Sumber:
http://wwwnikodemusrindin.blogspot.com/2010/11/waspadalah-bangun-dan-bangkit.html