Tuhan Menuntut Respon yang Nyata

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: SMT Gultom

Sungguh penting semua orang Kristen menyadari kebenaran yang diucapkan Yesus kepada wanita Samaria itu: “Keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22). Tanpa bangsa Yahudi, tidak mungkin kita memunyai para datuk (bapak bangsa), para nabi, para rasul, atau pun Alkitab. Dan kita tidak akan memunyai seorang Juruselamat juga! Alkitab jelas menyatakan bahwa Tuhan minta umat Kristen dari semua bangsa yang lain supaya jangan lupa akan utang budi mereka kepada bangsa Yahudi, dan perlu membayar kembali utang tersebut, entah bagaimana caranya.

Rasul Paulus menyimpulkan pengajarannya mengenai utang umat Kristen yang bukan keturunan Yahudi terhadap bangsa Israel dan kewajiban mereka untuk membalas budi itu. Dengan kata lain, Tuhan menghendaki kita untuk berbelas kasihan kepada Israel, karena belas kasihan-Nya kepada kita (umat Kristen yang bukan Yahudi) adalah berkat bangsa Israel! Bagaimanakah utang budi itu perlu diselesaikan?

Ada 4 cara praktis untuk melakukan hal tersebut:

Pertama, kita dapat mengasihi bangsa Yahudi dengan sungguh-sungguh dan mengekspresikan sikap itu terhadap mereka;

Kedua, berkat Tuhan yang begitu melimpah yang kita peroleh di dalam Kristus dapat kita nikmati dan perlihatkan begitu rupa, sehingga membuat orang Yahudi cemburu dan juga menginginkan apa yang kita nikmati itu;

Ketiga, melalui doa-doa dan permohonan, kita dapat meminta supaya Israel diberkati, seperti dianjurkan oleh Alkitab. (Roma 10:1);

Keempat, dengan melakukan hal-hal praktis dalam kebaikan hati dan berbelas kasihan, kita dapat membayar kembali utang budi kepada Israel.

Saya percaya bahwa Tuhan sedang melakukan sesuatu pada bangsa Israel dan situasi di Timur Tengah, dan bahwa Ia menghendaki supaya umat-Nya yang percaya jangan diam-diam saja, tetapi memberikan sebuah respon yang nyata. Umat Tuhan tidak boleh bersikap netral, apatis atau acuh tak acuh. Tuhan menuntut sebuah tanggapan. Dalam kitab nabi Yeremia diberitahukan kepada kita perintah Tuhan (Yeremia 31:7-8). Kita lihat ada 5 respon atau tanggapan yang diminta oleh Tuhan. Semuanya bersifat vokal (diucapkan dengan mulut): bersorak, memuji, meeklarasikan dan mengatakannya (atau mendoakan)

Hal apakah yang harus kita tanggapi? Jawabnya adalah pengerahan kembali sisa-sisa bani Yakub. Kepada siapakah perintah Tuhan itu ditujukan? Kepada Gereja, yaitu kita semua yang percaya bahwa Alkitab adalah Sabda Tuhan dan perintah-Nya harus dituruti.

Tuhan meminta kita untuk bersyafaat bagi bani Israel. Dia berkata:”Saat iniAku sedang memulihkan kembali keadaan bangsa umat-Ku”. Aku sedang mengerahkan mereka kembali dan Kuminta kalian untuk bersehati dengan-Ku dan rencana-Ku melalui doa-doamu”.

Saya kira kita harus melihat hal ini sebagai salah satu fakta yang misterius mengenai Tuhan: apabila Ia berniat melakukan sesuatu, maka Ia akan berkata kepada umat-Nya: ”Berdoalah supaya Aku akan melakukannya”. Dengan kata lain :”Inilah niat-Ku, tetapi itu semua tak akan terjadi sebelum kalian berdoa”.

Sebagai umat Kristen kita memunyai beban tanggung jawab yang besar untuk berkomitmen sepenuhnya supaya rencana-rencana Tuhan untuk sejarah umat manusia akan terealisasi.