Sindrom Patah Hati !

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh : Mang Ucup

Apakah Anda tahu bahwa orang yang barusan saja ditinggal oleh pasangan hidupnya, mengalami perasaaan gejala sakit seperti juga orang yang kena serangan jantung. Ini adalah hasil penelitian dari Kardiolog Ilan Wittstein dari John Hopkis University School of Medicine di Baltimore ­ Amerika yang diungkapkan pada bulan Feb 2005, sehingga ia menamakan gejala penyakit ini sebagai „Broken Heart Syndrom“. Rasa nyeri di dada, nafas pendek, bahkan otot jantung pun tidak bisa memompa darah secara normal lagi.

[block:views=similarterms-block_1]

Pada saat kita sedang sedih, kita menutup diri, karena tidak ada gairah lagi untuk melakukan kegiatan apapun juga, selainnya ingin mengucilkan diri terus di dalam kamar. Satu-satunya impian dan harapan yang paling besar adalah dimana mereka mengharapkan agar pasangannya bisa dan mau balik kembali. Oleh sebab itulah hari-hari pertama setelah ditinggal oleh pasangannya, yang di pelototin dan di dengar hanya bunyi telpon dan HP nya saja dengan harapan mogah-mogahan ia mo nelpon lagi, walaupun hanya sekedar „Just to say hello“, tetapi kenyataannya boro-boro ia mo nelpon, no HP nya azah udah dirubah agar tidak bisa dihubungi lagi !

Dan yang lebih menyakitkan lagi, pada saat Anda sedang sedih dan berduka karena ditinggal oleh pasangan Anda, ia sendiri menari diatas mayat Anda, dimana ia pamer dengan WIL (Wanita idaman lainnya) kemana-mana yang konon lebih cantik dan lebih muda. Teman dekat yang seharusnya membantu pada saat kita sedang sedih & sewot, bukannya berusaha untuk menghibur, bahkan kebalikannya dimana mereka menyindir atau mengejek dengan secara tidak langsung; dimana menceritakan tetang kelebihan-kelebihan dari pacar barunya.

Kehilangan pasangan hidup itu seperti juga kehilangan tempat dimana kita bernaung, sebab disitulah kita merasa aman dan bisa mendapatkan kasih sayang, dan perasaan inilah yang dahulunya selalu diberikan oleh ibu kita.

Menurut pakar psikologi, pada saat kita kehilangan pasangan hidup, kita akan menjalani tiga phase perasaan yang harus kita lalui:

  1. pada saat musibah itu terjadi kita akan marah dan protest, karena tidak mau menerima kenyataan dan berusaha untuk mencari tahu maupun menganalisa dimana letak kesalahannya: Kenapa hal ini bisa terjadi ? Tahapan ini pada umumnya tidak lama, akhirnya akan menjadi reda dengan sendirinya dan digantikan oleh perasaan lain.
  2. Hal ini terjadi pada saat kita sadar, bahwa hubungan tsb telah menjadi retak batu alias tidak dapat di lem lagi; kalho dalam bhs Sundanya „It´s over!“. Dari sinilah mulai berubah sifat marah, emosi tsb digantikan oleh perasasaan down, dan sedih yang berkepanjangan. Dan sekaranglah baru terasakan juga, bagaimana nyeri dan parahnya luka batin, ditinggal oleh pasangan hidup itu. Tahapan yang kedua ini adalah tahapan yang paling lama bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
  3. Tahapan yang terakhir adalah dimana akhirnya bisa menerima kenyataan pahit ini dan pikiranpun tidak terpusatkan lagi kepada masa lampau melainkan ke masa yang akan datang

Kenapa kebanyakan perempuan menderita begitu lama ? Karena mereka sendiri tidak mau lepas dari memory masa lampaunya, jadi secara tidak langsung luka batinnya itu dipelihara. Dengan membaca kembali berulang-ulang SMS yang pernah dikirimkan olehnya, ataupun surat-surat cinta dimasa lampau, begitu juga dengan foto kenang-kenangan, bahkan foto dia pun masih tetap dipajang disebelah tempat tidur ! Ini adalah satu kesalahan besar, Anda tidak akan bisa sembuh dari luka batin Anda selama Anda masih tetap ingin berpegang terus dan tidak mau melepaskan masa lampau Anda.

Anda harus menutup dan mengakhiri masa lampau tsb dengan mencantumkan kata „TAMAT“ segede mungkin, karena sudah tamat berarti tidak akan ada sambungannya lagi dan tidak perlu ada yang diharapkan lagi. Oleh sebab itulah juga sudah tiba saatnya dimana Anda harus, membersihkan hati, pikiran dari masa lampau tsb. Untuk ini Anda harus melakukan Action nyata, walaupun mungkin ini sukar dan berat, tapi kudu dilakukan.

Hapus no HP nya dia ! Bakar tuh, semua surat maupun foto-foto yang bisa dan dapat mengingatkan dia lagi. Ganti foto dia yang ada di sebelah tempat tidur dengan fotonya Ballack pemain sepak bola Jerman ato foto botaknya Mang Ucup. Semua hadiah-hadiah yang pernah diberikan olehnya di jual atau diberikan kepada orang lain. Pokoknya jangan sampai ada tertinggal satupun juga.

Disamping itu daripada menyiksa diri sendiri, mulai hari ini berusahalan untuk memanjakan diri sendiri, pergilah ke salon atau ketempat Spa. Shopping dan beli barang-barang yang sudah lama Anda dambakan. Gunting rambut Anda dan robah dengan cara style rambut baru, bukan untuk menyenangkan dia melainkan untuk menyenangkan diri sendiri.

Pergilah berlibur atau melakukan aktivitas baru, seperti les dansa ataupun les bahasa asing atau belajar main tenis ataupun ikut paduan suara. Usahakan minium seminggu tiga kali harus keluar rumah untuk bertemu dengan kawan-kawan ataupun makan diluar. Cobalah furniture dirumah Anda di tata ulang, bahkan kalau bisa di cat baru ataupun gati wall papernya. Apabila belum punya anak, carilah hewa peliharaan mulai dari kucing s/d anjing yang penting cocok dan bisa menyenangkan hati Anda. Rubah jenis perfume maupun lipstick dengan yang lebih greng dan hidup warna maupun wanginya.

Percayalah dengan melakukan berbagai macam aktivitas tsb, saya yakin Anda akan bisa lebih cepat keluar dari lingkaran setan tempat dimana Anda berpijak sekarang ini dan renungkanlah kenapa Anda dahulu bisa hidup bahagia tanpa dia sekarang tidak ? Orang lain mampu dan bisa hidup bahagia setelah kehilangan pasangan hidupnya, kenapa Anda tidak ? Dan janganlah berusaha untuk bertepuk sebelah tangan hingga mati pun ini tidak akan bisa terlaksana, begitu juga dengan cinta, cinta sepihak itu tidak ada dan hanya sekedar khayalan saja, maka dari itu lupakan untuk mencintai dia terus-menerus !