Peran Seorang Suami

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan DiriNya baginya" [ Efesus 5:25 ]
"Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah ! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" [ 1 Petrus 3:7 ].

[block:views=similarterms-block_1]

Perintah agar suami mengasihi isteri, dikaitkan dengan perihal Kristus mengasihi Jemaat. Ini berarti suami harus mengasihi isterinya dengan kasih yang dimiliki Kristus. Tuhan mengetahui bahwa di dalam dirinya sendiri, suami tidak memiliki jenis kasih yang mana sanggup untuk mengasihi dan menyerahkan dirinya bagi isterinya sebagaimana Kristus. Mungkin waktu masih berpacaran dulu, sang pemuda merasa ia akan sanggup mengasihi gadis yang akan menjadi isterinya kelak, sampai mereka mencapai usia lanjut, bahkan sampai mati. Tetapi harus diakui, walaupun sang pemuda telah menjadi Kristen dan mengalami lahir baru, namun jenis kasih yang dimilikinya kepada sang kekasih adalah jenis kasih manusiawi. Kasih manusiawi ini, tidak akan tahan menghadapi rintangan dan masalah-masalah didalam pernikahan. Telah terbukti di dunia ini, bahwa banyak orang menikah "atas dasar cinta" namun berakhir dengan perceraian. Itulah sebabnya, datang perintah agar suami mengasihi isterinya, bukan dengan kasih manusiawi, namun dengan kasih yang dimiliki Kristus kepada Jemaat.

Karena itu, apabila seorang suami rindu mentaati perintah Tuhan untuk mengasihi isterinya, maka ia harus bertumbuh sedemikian sehingga kasih Kristus didalam dirinya semakin bertambah. Pertumbuhan dalam kasih Kristus ini, tidak boleh kita samakan dengan pertumbuhan dalam iman, pengharapan atau pertumbuhan dalam urapan. Seorang suami mungkin bertumbuh dalam iman , pengharapan dan urapan, sehingga ia semakin dipakai Tuhan dan menjadi semakin terkenal didalam pelayanan. Tetapi seringkali konflik yang kita alami didalam rumah tangga kita, membuktikan bahwa kita belum cukup bertumbuh dalam kasih Kristus sebagaimana mestinya. Bagaimana agar pertumbuhan kita sebagai suami, adalah pertumbuhan didalam kasih Kristus ?

Pertama, karena perintah agar mengasihi isteri ini, disertai janji bagi sang suami, yaitu doanya tidak terhalang, maka seorang suami yang ingin bertumbuh dalam kasih Kristus haruslah seorang yang sangat memperhatikan kehidupan doanya. Seorang suami perlu belajar bagaimana menjaga hubungan dengan isterinya sedemikian sehingga doanya tidak terhalang. Seorang suami haruslah bertumbuh menjadi pahlawan doa, jika ia ingin bertumbuh dalam mengasihi isterinya dengan kasih Kristus. Pahlawan doa disini bukan hanya berarti banyak berdoa, tetapi doanya banyak yang dijawab Tuhan serta berdampak besar bagi pekerjaanNya di muka bumi ini. Seandainya kehidupan doa sang suami dapat diukur, maka kasih sang suami terhadap isterinya juga dapat diukur, karena kehidupan doa suami dan kasihnya kepada isteri adalah dua hal yang mempunyai hubungan langsung.

Kedua, agar seorang suami bertumbuh dalam kasih Kristus, maka ia harus tinggal bersama isterinya. Terjemahan literal dari hiduplah bijaksana dengan isterimu, adalah tinggal bersama (dwelling with). Ini berarti, kebersamaan antara suami dan isteri harus bertumbuh baik di dalam kualitas maupun kuantitas. Komunikasi, kontak fisik, keterbukaan sudah termasuk didalamnya.

Sumber: Gema Sion Ministry