Error message

  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 23 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 24 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 25 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 26 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 27 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).
  • Warning: mktime() expects parameter 6 to be long, string given in eval() (line 28 of /home/sabdaorg/public_sabda/artikel/modules/php/php.module(80) : eval()'d code).

Kapten Kapal

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: Michael

Sebuah kapal laut akan terus berputar-putar di tengah laut jika tidak ada tujuannya. Dan ia akan menjadi kapal yang berguna jika kapal tersebut ada tujuannya, entah ia akan ke pulau Kalimantan, Sulawesi atau menuju pulau Jawa. Dan bagaimana kapal tersebut dapat memiliki tujuan, maka dalam kapal tersebut harus ada yang mengendalikannya. Atau yang biasa kita kenal dengan seorang awak kapal atau kapten kapal.

[block:views=similarterms-block_1]

Ketika kapal tersebut telah memiliki kapten kapal, maka ia akan di bawa ke tempat tujuan yang pasti, entahkah akan ke Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, yang jelas ketika ia memiliki Kapten kapal, maka ia akan di bawa ke tempat tujuan yang pasti. Misalkan ia akan menuju ke Pulau Bali, maka kapal tersebut akan terus berfokus kepada jalur menuju pulau Bali. Hingga akhirnya tiba di tempat tujuan dan Kapal ini menjadi berarti.

Itulah kehidupan kita manusia. Setiap orang akan menjawab bahwa tujuan hidup mereka hanyalah, dilahirkan, bertumbuh dewasa, bersekolah dngan baik, setelah itu bekerja, dan menghasilkan uang dan lalu menikah, memiliki anak, membesarkan anak, dan kemudian menjadi tua dan mati. Demikian pula anaknya, akan kembali melakukan hal yang sama, bersekolah, bekerja, memiliki keluarga, mejadi tua dan mati. Sebagian besar orang akan menjawab hal serupa. Yang mereka tau itulah mengapa mereka dilahirkan. Mereka akan seperti kapal tadi, yang hanya berputar-putar di tengah laut, tidak tahu tujuan sebenarnya.

Secanggihnya sebuah kapal, dan semodernnya sebuah kapal, dia sendiri tidak tahu bagaimana dia dipergunakan dengan baik dan berarti. Sehebatnya dan sepintarnya kita manusia, kita tidak pernah tahu apa tujuan kita dilahirkan di dunia ini. Pertanyaannya, sudakah kita memiliki Nahkoda, seorang Kapten dalam hidup kita, Yang mengatur dan mengarahkan hidup kita, memberikan arti tujan hidup yang sebenarnya? Sehingga kita dapat berkata, "Hidup saya memang berarti", kita bisa tahu tujuan hidp kita yang sebenarnya jika ada seorang yang mengarahkannya. Kapten itu berarti, sebuah pegangan, keyakinanan, pengharapan yang pasti! Dia bukan hanya akan mengarahkan kehidupan kita selama di bumi ini. Namun Dia juga memberikan sebuah pengharapan yang kekal dan tidak mengecewakan. Bahkan jaminan setelah kematian diberikan-Nya pada kita.

Siapakah Dia? YESUS...... Dia telah membuktikan dengan memberikan Nyawa-Nya ada kita hingga mati di kayu salib. Dia paling tahu siapa kita. Dia paling tahu harus diperlakukan seperti apa hidup kita ini. Datanglah pada-Nya, Dia akan mebawamu kepada hidup dan tujuan yang pasti, hingga engkau akan berkata "Hidupku berarti...." "Yesus mengasihi semua orang......."