Mumpung Sempat

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: Lukas Tjipto Hudianto

Bacaan: Galatia 6:10

Kehidupan di zaman modern ini membuat kita sukar menemukan orang yang punya kepedulian dengan orang lain. Semua orang punya "gaya bebek" (orang di kampung berkata: cuek bebek). Sifat bebek memang cuek. Salah satu, kalau lewat nyelonong aja, tidak memikirkan apa yang dilewatinya.

Galatia 6:10 mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat, dan dalam singkatnya hidup kita itu, gunakanlah untuk berbuat baik. Orang percaya harus menjadi Garam dan Terang bagi dunia. Jangan sampai kita sebagai orang Kristen, yang sudah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, malah kalah dengan orang yang tidak percaya. Bacaan dari Lukas 10:30-35 tentang Imam dan orang Lewi yang kalah telak dengan seorang Samaria akan menjelaskannya.

Lukas 10:30-35
[30] Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. [31] Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. [32] Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. [33] Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. [34] Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. [35] Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Mumpung sempat, mari kita berubah supaya seimbang. Selain itu, marilah kita berbuat baik bukan karena menginginkan pujian bagi diri sendiri saja, namun terlebih itu, memuliakan Bapa kita yang di Surga. Supaya nama Yesus semakin ditinggikan. Gbu.