Meresponi Perkataan Tuhan Yesus

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Oleh: Ev. Sudiana
 
Di kayu salib, Tuhan Yesus tidak mengomel atau memaki orang-orang yang telah bersekongkol untuk menyalibkan Dia. Dia juga tidak menyalahkan murid-murid yang meninggalkan diri-Nya. Di kayu salib, Tuhan Yesus justru memohon pengampunan bagi mereka yang telah menyalibkan Dia.

Di kayu salib, Tuhan Yesus tidak membalas dengan mengancam, mencerca, atau mengutuki orang-orang yang memusuhi diri-Nya, melainkan Ia mendemonstrasikan pengampunan terhadap mereka yang tidak pantas untuk diampuni.

Dia berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Luk 23:34.



Di kayu salib, kebangunan rohani terjadi. Ada dua orang penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Salah seorang penjahat menghujat Dia dengan berkata, "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Luk23:39. Perkataan tersebut menggemakan perkataan orang-orang yang lewat di sana sambil menghujat Tuhan Yesus (Mat 27:40). Akan tetapi, penjahat yang satu lagi menegor penjahat itu dan berkata, "Kita memang selayaknya dihukum, ... tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah" Luk 23:41.

Sikap Tuhan Yesus n ucapan pengampunan Tuhan Yesus yg tulus -- yang juga ditanggapi dgn sikap meresponi perkataan Tuhan Yesus 'sanggup mengubah pribadi seorang penjahat', sehingga ia berkata "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Luk 23:42

JESUS VERY LOVES U