Kecil-Kecil Pembunuh

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Jikalau ditanyakan kepada kita bagian tubuh kita yang mana yang paling sangat berbahaya tetapi sangat kecil (namun juga mempunyai pengaruh luar biasa terhadap seseorang), apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah lidah.

Lidah adalah anggota tubuh kita yang kecil namun pengaruhnya sangat luar biasa. Dalam Yakobus 3 dijelaskan dalam ayat 1 ,“…. janganlah diantara kamu mau menjadi guru …. karena akan dihakimi menurut ukuran yang berat.” Maksudnya disini adalah terkadang sebagai guru sadar atau tidak sadar kita banyak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati murid kita entah karena murid nakal atau karena murid hiperaktif atau bahkan karena kurang pintar.



Lidah adalah bagian tubuh yang sangat sulit untuk dikendalikan. Berbeda dengan kuda, kuda yang nakal sekalipun kita bisa mengendalikannya dengan menggunakan kekang pada mulut kuda dan dengan pecutan bisa mengendalikan jalannya kuda sesuai kehendak kita. ( ayat 3). Bahkan dalam ayat 4 dikatakan sebuah kapal yang besar dan anginnya keras dapat dikendalikan dengan kemudi dari juru mudi. Tetapi sangat berbeda dengan lidah, lidah sama sekali tidak bisa dikekang.

Mana yang lebih baik, pikir dahulu sebelum bicara atau langsung bicara tanpa pikir panjang? Pasti yang lebih baik adalah pikir dulu baru bicara. Akan tetapi kebanyakan orang tanpa berpikir panjang langsung berbicara tanpa banyak memikirkan akibatnya. Betul bukan? Dan apa dampaknya? Dampaknya adalah sakit hati, kekesalan, emosi bahkan dendam karena perkataan yang menyakitkan.

Apakah dampak negatif lidah? Lidah digambarkan seperti api. Api dari kecil bisa menyambar dan menghanguskan rumah. Api yang sudah menyala tidak dapat dikendalikan dan dampaknya adalah negatif, menghanguskan. Lidah seperti itu, dalam Yakobus digambarkan lidah buas, seperti racun yang mematikan.

Ada beberapa contoh yang menggambarkan lidah sebagai racun yang mematikan dan lidah yang kecil dapat menjadi pembunuh:

1. Seseorang anak kecil yang pelajaran di sekolahnya kurang, orang tuanya selalu mengatakan ”bodoh”akibatnya adalah dia menjadi anak yang minder dan jadi anak yang ”kurang” di sekolahnya.

2. Seorang pemudi yang dikatai-katai orang tuanya ”ucapan yang mengutuk” seperti kamu akan jadi perawan tua dan lain sebagainya akan membuat pemudi itu menjadi sakit hati dan kata-kata itu akan berbekas di hatinya dan dapat membunuh kepercayaan dirinya untuk menemukan pasangan hidupnya. selain itu juga bisa menimbulkan dendam atau yang parahnya adalah bisa membuat orang itu bunuh diri karena perkataan yang menyakitkan.

Luar biasa dampak negatif dari lidah maka dari itu Yakobus mengingatkan kepada kita untuk menjaga lidah kita. Hati-hati dalam berkata karena sekali kita mengucapkan satu perkataan, perkataan itu tidak bisa ditarik kembali dan ketika hendak berbicara pikirkan apakah perkataan kita menyinggung hati dan menyakitkan bahkan membunuh perasaan orang yang di sekitar kita.

Dalam Yak 3:9 lidah mempunyai fungsi ganda sekaligus yang pertama adalah memuji Tuhan dan di satu sisi kita mengutuk orang yang diciptakan menurut gambar Allah. Ini dimaksudkan sesungguhnya lidah bisa punya pengaruh positif kalau kita berkata yang membangun, menghibur, menguatkan, meneguhkan tetapi bisa membunuh jika itu menyakitkan termasuk juga gosip yang tidak berguna yang kadang kala menyakitkan hati orang lain.

Kecil-kecil pembunuh. Janganlah jadikan lidah kita sebagai sesuatu yang membunuh seseorang tetapi jadikan lidah sebagai penguat orang lain. Tuhan memberkati kita menjaga lidah kita. Amin.