Mengalami Salib
Oleh: Sunanto
I Kor 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”
Oleh: Sunanto
I Kor 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”
Penulis : Eka Darmaputera
Memang benar! Di dunia ini nyaris semua kenyataan itu berwajah ganda. Maksud saya, tidak dalam segala hal "orang baik" itu "baik" selalu. Dan tidak semua yang dilakukan "orang jahat" itu "jahat" melulu. Tapi bercampur, bagai buku kopi "three in one". Dalam kaitan ini, sikap Yesus layak kita teladani. Di satu pihak, Ia tak segan-segan menelanjangi habis-habisan kemunafikan para pemimpin agama di zaman-Nya. Namun demikian dengan besar hati Ia tak segan- segan secara terbuka mengakui yang "positif" pada mereka.
Penulis : Herlianto
Bila dalam beberapa puluh tahun umat Kristen semua aliran di Indonesia menggunakan Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang juga diakui oleh gereja Roma Katolik, dalam lima tahun terakhir ini di Indonesia terbit tiga versi Kitab Suci baru dalam bahasa Indonesia, yaitu: (1) 'Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru' (KS-TDB) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa (1999); (2) 'Kitab Suci Taurat dan Injil' (KS-2000) yang diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah (2000); dan (3) 'Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan' (KS-UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh (2002). Ketiganya ingin mengembalikan nama Yehuwa/Yahwe/Yahweh dalam Kitab Suci, nama Tuhan yang dianggap harus dimuliakan dan tidak boleh diterjemahkan.
Penulis : Daniel Zacharias
Rasa-rasanya judul tulisan ini dapat disebut sebagai suatu kemustahilan! Apakah ada yang namanya fenomena egoisme keagamaan? Sebab rasanya tidaklah mungkin sebuah agama mengajarkan, menganut, atau memberlakukan sebuah egoisme. Agama di mana pun, baik nada maupun syairnya selalu bersifat anti egoisme, agama mana pun senantiasa mengarahkan umatnya pada suatu kepedulian yang bukan hanya mengarah pada diri mereka sendiri (ego) saja, tetapi juga pada yang bukan diri mereka sendiri. Agama mana pun senantiasa menebar suatu perhatian yang tidak memuaskan dan membahagiakan ego belaka tetapi juga pada yang bukan ego.
Penulis : Jonathan K. Tunggal
Yoh.10:14 "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-domba-Ku mengenal Aku." Yoh.10:16b "...dan mereka akan mendengarkan suara-Ku...."
Penulis : Walsinur Silalahi
Saat ini banyak gereja,pendeta,orang kristen mengajarkan Theologia kemakmuran.Mereka percaya bahwa orang kristen yang sungguh2 beriman dan mengikuti Tuhan,pasti akan kaya atau harus kaya. Argumentasi mereka diambil dari ayat2 Kitab Suci seperti tertulis dalam Roma 8:14-17.Gal.3:26 dsb.Mereka mengatakan bahwa karena kita anak Allah,sedangkan Allah itu maha kaya,maka kita juga harus kaya.Mengaku diri sebagai anak Allah,tetapi hidup dalam kemiskinan,adalah suatu kontradiksi.Mereka bahkan berani berkata bahwa Allah malu mempunyai anak-anak yang miskin.Mereka mengambil contoh orang2 beriman dan sekaligus orang2 kaya misalnya Daud, Salomo, Ayub, Abraham, Ishak, Yakub dll. Mereka mengatakan bahwa orang2 itu beriman dan taat kepada Tuhan,karena itu mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya.Jadi kalau kita beriman dan taat kepada Tuhan,kita pasti juga menjadi kaya. Mereka bahkan berani berkata kalau kita tidak kaya,itu tandanya kita tidak beriman,tidak taat kepada Tuhan. Ayat2 perjanjian lama yang menunjukkan bahwa Tuhan berjanji akan memberikan berkat jasmani yang berkelimpahan kepada orang2 yang taat akan Dia,yang memberikan persembahan perpuluhan dsb.
Penulis : Dr. Eben Nuban Timo
JUMAT Agung adalah hari yang istimewa. Tidak biasanya orang Kristen bersekutu pada hari Jumat. Hari persekutuan dan ibadah Kristen sepanjang segala masa adalah hari pertama dalam seminggu. Bukan hari keenam, atau Jumat. Dan kalau anak-anak kita bertanya: "Mengapa Jumat Agung lain dari Jumat-Jumat yang biasa? Jawaban yang pasti dari para orangtua: "Karena pada hari Jumat Agung Yesus Kristus mati. Ia disalibkan dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang". Tentu saja jawaban ini benar. Tuhan Yesus mati pada hari Jumat.
Penulis : Will Varner
Penemuan Gulungan Kitab Orang-orang Qumran dan Mesias
Penulis : Hendry Ongkowidjojo
Jika kita menoleh ke belakang, kita mungkin tidak lagi merasa terlalu heran dengan kondisi saat ini karena di sepanjang sejarahnya, Gereja memang tidak sering berhasil melakukan perannya di tengah-tengah dunia. Namun demikian, tidak selamanya hal ini benar. Masih ada masa- masa dimana Gereja berhasil menjalankan tugasnya, dimana dampaknya masih dapat dirasakan bahkan hingga saat ini. Salah satunya ialah di masa Reformasi.
Penulis : Jonathan K. Tunggal
Yak. 3:6-8 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Di Yakobus 3 dinyatakan dengan jelas bahwa lidah merupakan sesuatu yang tak terkendali dan merupakan sesuatu medan peperangan di mana setiap umat Tuhan akan mengalami pergumulan. Mengapa? Karena dengannya: